Minggu, 25 Januari 2026

[Firman] Dis(X)Connected Couple

Saya mau share firman yang saya resapi mengawali pekan ini, firman Tuhan disampaikan melalui Pdt. Otniel pada saat Ibadah Raya II, pada 25 Januari 2026.

Firman yang saya dengar pekan ini relate dengan situasi hubungan saya saat ini, sekaligus refleksi iman pada diri saya sendiri, ini cara Tuhan menegur saya pribadi yang selalu membuat hubungan ini jadi selalu dis (x) connected dengan pasangan. Sekaligus juga dari firman ini saya mengetahui apa makna sepadan dalam sebuah relasi pasangan. 

Mari kita simak apa yang bisa saya peroleh dari firman yang disampaikan ini. Jika mau mendengarkan langsung apa yang disampaikan, link nya akan saya bagikan diakhir catatan ini. 

Ilustrasi disiapkan oleh chatgpt

Jadi, poin utama hubungan antar personal pria dan wanita atau suami dan istri, diawali dengan keterhubungan dengan Allah. Karena keterhubungan masing-masing dengan Allah akan memberikan dampak ke banyak hal, bahkan untuk hubungan antar personal. 

Refleksi dikehidupan kita, tujuan umum pria dan wanita menikah antara lain:
👫 Ingin bahagia atau dibahagiakan oleh pasangannya
👫 Memperoleh keturunan
👫 Menjalin relasi bisnis
👫 Pembuktian pada lingkungan
👫 Memperbaiki taraf kehidupan
👫 Menaikan status level (yang penting menikah) 
👫 Desakan dari keluarga

Rata-rata jika tujuan itu tidak tersampaikan ketika setelah menikah yang ada akhirnya perasaan kecewa

Pak Pendeta memulai dengan nats Kitab Suci seperti apa yang tertulis pada Kejadian 2: 18. Dimana di sana tertulis demikian:
TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya,  yang sepadan dengan dia."

Di sana tertulis kata 'sepadan', lalu apa maknanya? 
Kata sepada di sini bukan dimaknai sebagai atribut, kemampuan atau status apapun, atau bahkan pencapaian. Karena ketika pertama kali manusia diciptakan, tidak ada capaian apapun. Tapi kata 'sepadan' ini dimaknai sebagai keberadaan diri dan identitas pada mulanya. Sepadan diartikan juga pria dan wanita diciptakan dengan nilai yang sama tingginya dihadapan Allah. Nilai yang sama dihadapan Allah, itulah makna kata sepadan. 

#1 Pernikahan adalah kesatuan antara dua manusia, yaitu pria dan wanita. 
Hal ini dapat dilihat dari apa yang tertulis di dalam Kitab Suci, dasar Allah menciptakan manusia. Tertulis dalam Kejadian 1: 26 - 27, yang tertulis demikian:
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 

Di sini saya coba keluar sedikit dari konteks: di sini saya menyadari bahwa Allah Tritunggal telah ada sejak semula, sejak awal kita manusia diciptakan. Dari mana dasarnya, di sana tertulis kata 'kita'. Jika bukan orang percaya, pasti akan menilai bahwa Allah kita adalah polytheisme, karena di sana tersebut makna jamak. Tapi kita yang percaya memahami bahwa konsep Tritunggal ada sejak Yesus ada. Tapi ternyata jika mundur ke belakang ketika penciptaan, tersebut jelas di sana bahwa ada kata 'kita'. Yesus kita yakini bahwa Dia-lah Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus, konsep Tritunggal kita kenal ketika pengajaran Yesus, Yesus sendiri adalah Alpha dan Omega, awal dan akhir, dimana Dia telah ada sebelum bumi ini dijadikan. Itu terlihat jelas bahwa ada perbincangan diantara Allah-Putera-Roh Kudus, tiga dalam satu pribadi. Inilah yang membuat saya semakin yakin akan konsep Tritunggal ini dan itu terbukti sejak dahulu, sekarang dan akan datang. 


Kita kembali ke pembahasan, saya agak melenceng sedikit, abaikan saja tulisan diatas, itu hanya selingan saja. 

Dari apa yang tertulis di sana Pak Pendeta memberikan gambaran yang menarik, bahwa penciptaan manusia (pria dan wanita) itu berbeda dari makluk ciptaan-Nya yang lain. 

Makluk yang lain diciptakan melalui firman, apa yang Dia ucapkan maka terjadilah. Tapi yang dilakukan pada penciptaan manusia, ada diskusi diantara tiga pribadi, seperti yang dicatatkan dalam kitab suci. "Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita."

Itu kenapa manusia adalah makluk ciptaan-Nya yang paling mulia, karena manusia diciptakan tidak semata-mata ciptaan tapi memang diciptakan serupa, segambar dengan-Nya. 

Penghargaan pada pasangan kita hendaknya dimaknai dengan penghargaan sebagai sesama manusia yang bernilai tinggi di hadapan Allah. 

Karena ketika kita melihat keterbatasan pada masing-masing individu pasangan, secara manusiawi kita seperti membandingkan. Kenapa dia begini, kenapa dia begitu, saya sudah begini kenapa dia tidak begini juga. 

Yang sering terjadi kita membandingkan antara keluarga satu dan yang lainnya. Keluarga di sana begitu, hidupnya enak, suaminya perhatian, ekonominya mapan dll., sedangkan kita tidak. Tapi satu hal yang perlu dipahami, setiap atau semua keluarga di dunia ini punya pergumulannya masing-masing. 

Namun apabila kita menghormati Allah ketika kita melihat sisi yang lain yaitu menghargai dan menghormati sesama kita itu harusnya sesuai dengan nilai dirinya bukan karena penampilan, atribut atau performa dirinya. 


#2 Pernikahan adalah menjadikan dua menjadi satu.
Iya betul, menjadikan dua menjadi satu tapi bukan membuat menjadi sama atau seragam tetapi melebur menjadi satu dalam segala aspek. 

Oleh karena yang dua telah menjadi satu, maka tidak ada kata 'perceraian' dalam pernikahan Kristen. 

Dalam Kekristenan denominasi apapun, tidak ada perceraian, itulah yang harus diyakini semua orang Kristen. Jika pun ada masalah dalam pernikahan, selalu pastikan ada solusi terbaik untuk mendamaikan. 

Mari kita baca lagi apa yang tertulis dalam Efesus 5: 22 - 23, tertulis demikian:
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. 
Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 
Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Pesan ini yang harus dipahami sebagai suami dan istri, sebuah pesan yang penting dalam pedoman hidup berkeluarga. 


#3 Kenakanlah Kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 
Karena celah yang terjadi diantara suami dan istri akan selalu dimanfaatkan iblis. Semua ini terjadi karena membiasakan hal yang biasa. Maksudnya begini, terbiasa diam ketika terjadi masalah antara suami dan istri, ketika terbiasa dengan hal ini, jeda kekosongan ini akan dimanfaatkan iblis untuk semakin membuat suami dan istri tak terhubung satu sama lain. 

Seperti apa yang tertulis dalam Kolose 5: 14 - 15, tertulis demikian:
Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

Kasih adalah pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 



Pernikahan dunia adalah pernikahan yang fokus pada diri sendiri atau selfies. Sedangkan pernikahan yang sesuai dengan firman Allah itu tidak demikian, tapi pernikahan yang berfokus atau berpusat pada Allah sendiri. 

Pak Pendeta menggambarkan relasi ini dalam SEGITIGA PERNIKAHAN. 

Ilustrasi dibantu disiapkan chatgpt

Kalau suami penuh dengan shalom, maka shalom itu akan melimpah pada istri dan anak-anaknya dan ke semua keluarga besarnya. 

Pusat dari pernikahan Kristen antara suami dan istri harus berpusat pada Allah. Seperti bentuk segitiga, puncak segitiga adalah Allah sendiri, sedangkan sudut kaki segitiga ada suami dan istri. 

Jika suami dan istri keduanya terarah dan fokus pada Allah, maka keduanya akan bertemu pada titik yang sama yaitu Allah. Jadi, tujuan utama suami istri haruslah sama, yaitu Allah, karena hanya Allah lah yang akan menyatukan keduanya. 

Tidak bisa jika hanya salah satunya, misalkan hanya istrinya saja, istrinya sampai pada Allah sedangkan suaminya tidak maka tidak ada kesatuan yang sempurna, begitu pula sebaliknya. Keduanya harus bersama-sama, tetap saling terhubung dalam kesatuan pada Allah sebagai pusat suatu hubungan. 


Hendaklah pria dan wanita, suami dan istri selalu terhubung, dimana dasarnya harus pada kasih Allah. Keterhubungan dengan Allah akan membuat relasi pria dan wanita, suami atau istri ini akan selalu terhubung satu sama lain, karena setiap celah yang ada, adalah jalan masuk untuk iblis berkuasa atas hubungan dan akhirnya akan merusak segalanya, relasi dengan Allah dan relasi dengan pasangan. 


Apa yang saya tuliskan di sini saya sesuaikan dengan refleksi yang saya terima ketika mendengar penyampaian firman oleh Pdt. Otniel Rosa Setiawan. 

Untuk mengetahui secara lengkap bisa mengikuti video streaming dari Ibadah Raya hari itu, bisa klik tautan ini

Semoga saya bisa mewujudkan ini, menjadikan sebuah relasi yang terus terhubung. Catatan ini saya tuliskan setelah dua minggu berlalu, dan setelah firman ini kami berdua dengarkan, kami langsung diuji, menciptakan koneksi atau malah sebaliknya. 

Postingan ini saya terbitkan back date, untuk menyesuaikan time line firman ini disampaikan, karena pekan selanjutnya ada firman lain yang akan saya sampaikan, berefleksi dari apa yang saya terima ketika ibadah raya mingguan. 

Semoga kita dimampukan menjadi pasangan yang seturut kehendak 😇🙏👼 Allah. -cpr

#latepost
#onedayonepost
#refleksi
#firman
#iman
#refleksi
#gbis
#youtube

Sabtu, 24 Januari 2026

[History] Mengenal Apa Itu Hillsong?

Ketika saya awal² menjadi Kristen Protestan aliran Pentakosta, saya mulai dikenalkan pada pujian² penyembahan atau praise & worship song. Nah saking banyaknya musik² rohani, ada sebuah kata yang saya kira itu adalah genre musik, 'hillsong', sebuah musik yang diperuntukan untuk penyembuhan rohani. Iya itulah yang saya maknai ketika saya mendengar kata itu, 'hillsong'. 

Tapi setelah saya menonton sebuah video YouTube dokumenter yang mungkin agak satir dan 'menelanjangi', saya baru tahu bahwa 'hillsong' adalah nama sebuah gereja, tepatnya Big Church atau malahan Mega Church yang meng-global, yang dikenal dunia pada jamannya. 

Ilustrasi dibantu chatgpt yang menyiapkan gambar ini

Dari video yang saya tonton itu akhirnya saya penasaran mengenal sejarah gereja ini, meskipun di video dokumenter itu diceritakan juga awal mula sejarahnya gereja itu lahir, dari benih kecil hingga menjadi gereja yang besar dan mendunia, bahkan menjadi trend center gereja² lain di dunia bahkan di Indonesia, dimana tata kelola dan style nya serupa tapi tak sama dengan Gereja Hillsong ini. 

Mari kita bahas mengenai gereja ini. Oh ya video yang saya tonton nanti akan saya sajikan diakhir postingan ini, biar kalian tonton, bukan untuk mencela atau membuat keyakinan jadi terombang-ambing, tidak demikian, tapi untuk jadi bahan refleksi saja. Meskipun video itu bisa saja dibuat sebagai misi melumpuhkan iman, untuk membenarkan suatu paham tertentu, agnostik atau bahkan atheis. 

Tapi bukan ke sana arahnya, tapi kita belajar melihat sejarahnya, bukan skandalnya. Oke, sepakat? Kalau gak sepakat ya gak apa², toh ini kita belajar memahami sejarah, dimana gereja kecil bisa menjadi gereja besar bahkan mega, bahkan menjadi pusat percontohan tata kelola gereja² lain hingga saat ini. 


Hillsong adalah Mega Church asal Australia. Sebelum menjadi gereja yang besar kala itu, bermula dari sebuah gereja kecil yang jemaatnya masih bisa dihitung dengan 'sempoa'. 

Gereja ini berakar dan bermula dari tradisi atau aliran Pentakosta, tepatnya Australian Christian Churches (ACC). Merupakan bagian dari Gereja Assemblies of God. 

Awal mukanya dikenal sebuah gereja bernama Sydney Christian Life Centre,  didirikan oleh Pdt. Frank Houston di Sydney pada tahun 1977. Frank Houston punya anak yang bernama Brian Houston, dia juga seorang pendeta.

Pada tahun 1983, Brian Houston bersama istrinya Bobbie Houston, mereka menggembala di gereja yang sebelumnya bergabung dengan gereja ayahnya yaitu Sydney Christian Life Centre cabang Baulkham Hills, dengan nama Hills Christian Life Center, di sana Brian punya jemaat kecil sebanyak 45 orang, memanfaatkan bangunan sebagai gerejanya di aula sekolah umum. 

Nama Hills diambil dari tempat dimana gereja itu tumbuh, yaitu Baulkham Hills, sebuah tempat di pinggiran barat laut Sydney. Hingga pada akhirnya nama Hillsong lebih dikenal, hingga mendunia karena karakternya yang akrab dengan musik praise & worship nya. 

Sejak gereja ini ada, dari 45 jemaat inilah gereja ini terus berkembang. Dimana gereja ini bermula dari tata ibadah dengan pendekatan pujian dan penyembahan kontemporer (praise & worship). Pendekatan ini berhasil menarik animo anak² muda untuk ke gereja. 

Gereja ini semakin dikenal dipantik ketika tahun 1986 dimulailah Konferensi Hillsong tahunan,  yang mana hal ini akhirnya menjadi fenomena global. 

Gereja 'Hillsong' pada waktu itu punya cara ibadah yang menarik, sehingga menarik animo kaum muda kala itu, dengan praise & worship yang dikemas seperti layaknya konser musik, dengan full pengiring musik dengan grup band, sound system yang baik dan lampu panggung yang mendukung serta video tron yang menarik sebagai background 'altar'. 

'Altar' yang saya maksud di sini adalah panggung tempat dimana worship leader memimpin jalannya ibadah dan tempat seorang pendeta juga menyampaikan firman-Nya. 

Pada awal tahun 1990-an, 'Hillsong' Church mulai go to international, mulai membuka cabang gereja di negara lain. Seperti di London dan Kyiv pada tahun 1992. Saat itu, Hillsong masih bukan sebutan untuk gereja, karena nama gerejanya adalah Hills Christian Life Centre. 

Pada tahun 1999, Hills Christian Life Centre bergabung dengan Sydney Christian Life Centre dibawah kepemimpinan Pdt. Brian Houston. Setelahnya pada tahun 2001 mergernya kedua gereja ini membuatnya berubah nama menjadi Hillsong Church. Pemilihan nama ini dikarenakan 'Hillsong' sudah sangat dikenal di kalangan jemaat kala itu, ibarat sebagai brand rohani yang mendunia. 

Sejak saat itu, pada tahun 2000-an, Hillsong Church mulai menyebar ke negara² lain di dunia seperti Russia 🇷🇺,  South Africa 🇿🇦, Sweden 🇸🇪, Israel 🇮🇱, Kanada 🇨🇦 , Meksiko 🇮🇹, Amerika Serikat 🇺🇸 dan beberapa negara lainnya. 

Pada tahun² itu worship music menjadi suatu fenomena, ministry musik 'Hillsong' menjadi fenomena global yang mendunia, termasuk sampai ke Indonesia 🇮🇩. Brand Hillsong Worship dan Hillsong United tidak asing di pendengar musik rohani kala itu. 

Pada tahun 2018 Hillsong Church secara resmi keluar dari struktur komunitas Australian Christian Church dan menjadi denominasi tersendiri, meskipun akar aliran Pentakosta nya masih kental. 

Banyak artis, publik figur dunia yang menjadi daya tarik gereja ini, disamping tata ibadahnya yang berhasil membuat jemaatnya merasa mampu menghadirkan Tuhan ketika praise & worship. 

Style Hillsong Church ini pada akhirnya diadaptasi banyak gereja di Indonesia, meski tidak diakui secara resmi, namun cara, tata cara ibadah dan gayanya serupa jika diamati dari luar, gereja mana saja? 

Sebut saja GBI (Gereja Bethel Indonesia), JPCC (Jakarta Praise Community Church), GMS (GBI Mawar Sharon), Bethany Church, IFGF (International Full Gospel Fellowship), GSJS (Gereja Sidang Jemaat Setempat), ada juga GSJA (Gereja Sidang Jemaat Allah). Itu dia gereja² yang secara style mirip dengan Hillsong Church dari sisi style atau gaya Penginjilannya. 

Ciri khas Penginjilan Hillsong Church antara lain:
📌 Penginjilan relasional
📌 Musik dan ibadah sebagai pintu masuk Injil
📌 Penginjilan lewat budaya kota (menjaring kaum muda) 
📌 Media, branding dan konsistensi global
📌 Khotbah praktis bukan debat doktrinal
📌 Komunitas sell jadi mesin Penginjilan
📌 Penginjilan global yang kontekstual

Itulah kira² sedikit ya sejarah mengenai Hillsong Church. Saat ini gereja ini masih ada dan melakukan Penginjilannya di berbagai belahan dunia, masih dikenal sebagai gereja yang modern.

Meskipun pada tahun 2021/2022 pemimpin gerejanya yaitu Brian Houston tersandung skandal pribadi, yang juga melibatkan ayahnya, yang pada akhirnya membuat guncangan pada gereja ini. Meski begitu gereja ini terus berbenah memperbaiki dirinya sendiri dari dalam. Gereja ini masih eksis hingga saat ini, pengaruhnya masih ada, dimana bagi orang muda Kristen, Hillsong gak akan pernah hilang dari ingatan mereka, apalagi lagu² rohani dengan label Hillsong pasti akan teringat terus. 

Sesuai janji saya, saya akan berikan video yang pernah saya tonton soal dokumenter mengenai Hillsong Church. Ingat saya tekankan lagi, ini bukan untuk mengguncang pandangan iman mu soal cara beribadah, tidak sama sekali, tidak ada maksud apapun, hanya belajar melihat proses sejarah, memahami bagaimana gereja bertumbuh. 


Gereja perdana pun tidak lahir dengan kemudahan, banyak hal yang terjadi ditubuh gereja, tapi karena itulah gereja semakin besar dan kuat, bukan terpecah tapi semakin berakar kuat, walaupun berbeda cara ibadahnya, percaya bahwa Yesus nya tetap sama, yang membedakan cuma cara beribadah yang, tapi satu hal, jangan sampai melupakan esensi atau inti dari ajaran Kristus, dengan dalil² pribadi untuk membenarkan globalisasi yang salah. 

Segitu saja dulu, sampai jumpa dibahasan seputar iman Kekristenan. -cpr

#onedayonepost
#hillsongchurch
#sejarah
#informasi
#youtube

Minggu, 18 Januari 2026

[Firman] Menciptakan Damai dalam Keluarga

Mengawali pekan dipertengahan Januari 2026, saya kembali diberikan pesan firman yang baik, untuk bekal mendirikan keluarga Kristus. 

Firman Tuhan ini disampaikan oleh Ibu Pdm. Trifena Stefanus pada tanggal 18 Januari 2025 dalam ibadah raya ketiga disore hari, pesannya adalah "menciptakan damai dalam keluarga".

Karena memang saat ini banyak permasalahan dimana masalah keluarga jadi bibit awal kehancuran, dimana suami istri dan anak-anak pada akhirnya tercerai berai, tidak ada damai di dalamnya, akhirnya pada memilih jalannya masing-masing. Sedangkan menurut Allah, keluarga yang dibangun itu tidaklah boleh sampai hancur tercerai berai, hanya maut yang memisahkan, tapi bukan hancur tercerai berai. 

Ilustrasi dibuatkan oleh chatgpt

Catatan ini saya sarikan dari firman yang saya terima, masuk melalui telinga dan kemudian saya pahami dengan hati, semoga apa yang saya serap ini sesuai dengan apa yang firman Allah sampaikan melalui Ibu Pdt. sore ini. 

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus (Roma 5: 1) 

Ada satu hal yang perlu diketahui, bahwa damai itu tidak bisa datang dari luar, melainkan diciptakan dari dalam. 

Damai itu diciptakan oleh keluarga itu sendiri, bukan datang dari luar. 

Dan damai sejahtera itu akan terjadi jika hidup kita dibenarkan. Hidup yang benar menurut Allah, bukan menurut diri kita sendiri. 

Kita yang dibenarkan itu karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah Tuhan kita, oleh karena Yesus Kristus. 

Lalu, dari mana memungkinkan kebenaran itu akan menciptakan Damai? Karena sebenarnya akibat kebenaran itulah akan datang ketenangan dan ketentraman

Di mana ada kebenaran  di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya. (Yesaya 32: 17) 

Dimana ada kebenaran maka akan ada ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya. Kebenaran yang datang dari Allah saja, bukan kebenaran dari manusia atau bahkan diri kita yang merasa benar. 

Contoh hidup benar: tidak berkompromi dengan dosa

Lalu bagaimana kita mengatasi konflik yang muncul di dalam keluarga?  

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Galatia 5: 22 - 23) 

Apabila ada konflik dalam keluarga, yang perlu adalah penguasaan diri, termasuk buah² roh. Ada baiknya juga kita mengalami atau bahkan menghasilkan buah-buah roh itu seperti kasih, sukacita, Damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kesetiaan, kebaikan, kelemah lembutan, dan penguasaan diri. Namun satu hal ketika mengalami konflik dalam keluarga, yang terutama adalah bagaimana kita bisa melakukan penguasaan diri. 


Pasangan hidup akan terus bersama. Tetapi anak belum tentu akan terus perhatian. Sehingga ciptakan hubungan harmonis dengan pasangan, karena pasangan yang akan bersama kita selama-lamanya. 

Apa yang harus kita perbuat demi menciptakan damai itu dalam keluarga? 


#1 Hubungan diantara kita sesama manusia harus didasari ketulusan dan kemurnian yang berasal dari Allah (kasih karunia Allah), bukan dari hikmat duniawi. 

Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah. (2 Korintus 1: 12) 


#2 Lepaskan pengampunan
"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6: 14 - 15) 

Sehingga mengampuni adalah hal terpenting dalam bagian ini dan bagian yang tidak kalah penting dalame menjaga relasi hubungan adalah meminta maaf. Apabila sudah ada permohonan maaf hendaknya kita bisa mengampuni. Malah terkadang pengampunan lahir ketika tidak ada permohonan maaf pada kita.


#3 Jangan berikan tempat pada iblis
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. (Efesus 4: 26 - 27) 

Iblis akan berusaha menghancurkan keluarga Kristen. Karena kita memberi tempat pada iblis. Contoh kemarahan yang membuat dosa: - misalnya marah dengan mengumpat, mengutuk, makian, atau juga menghancurkan. 

Lihatlah sampah: merupakan sisa, kotor, bekas, hal yang bau dan menjijikan. Sampah itu tidak berguna, menimbulkan penyakit, lalat, semua hal yang buruk. Jadi jangan simpan sampah dalam diri kita. Tapi bersihkanlah semua itu dan buanglah ke tempatnya keluar dari diri kita. 

Bangunlah 'mezbah keluarga' dalam keluarga masing². Karena Gereja akan kuat jika dibangun dari keluarga² yang kuat pondasinya. Buat waktu teduh dalam keluarga, berdoa dan membaca firman serta memuji Allah. 


#4 Ciptakan damai dan kejarlah kekudusan (dari pikiran dan perbuatan) 
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. (Ibrani 12: 14) 

Semua itu dimulai dari pikiran, ketika kita bisa menjaga pikiran kita tetap bersih, kekudusan akan tercipta dan itu akan lahir dalam perbuatan kita, jika sebaliknya maka kekudusan itu tidak akan ada. 


Semoga pesan firman Allah ini bisa meresap dan dipahami serta dilakukan dalam keseharian, jika mau menciptakan damai dalam keluarga inilah yang penting kita pahami dan lakukan. 


Sekian dulu share yang bisa saya bagikan, saya simpan diblog ini, untuk sebagai pengingat. Apabila ingin mengetahui firman ini bisa disaksikan di streaming Ibadah Raya II, 18 Januari 2026 yang ada di Channel YouTube GBIS Hosaana Pandaan, bisa klik link 🔗 ini

Sampai jumpa dipostingan lainnya lagi, masih di blog ini, saya akan konsisten menuliskan sesuatu di sini, supaya blog ini terus hidup. -cpr

#onedayonepost
#gbis
#firman
#refleksi
#damaidalamkeluarga

Kamis, 15 Januari 2026

Konseling Pranikah di GBIS Hosana Pandaan (1)

Akhirnya saya mencapai tahap ini, proses pendaftaran di gereja dilakukan sejak November 2025 yang lalu, bahkan sebelumnya sudah request formulir pendaftaran, kemudian submit beberapa persyaratan, sampai akhirnya kami dipanggil untuk mengisi beberapa pertanyaan pra-konseling untuk persiapan konseling pranikah. 

Ilustrasi, gambar dibantu disiapkan oleh chatgpt

Kami berdua memutuskan untuk mendaftarkan pernikahan kami di GBIS Hosana Pandaan, karena di sini kami pergi ibadah setiap awal pekan dan mengikuti ibadah² rutin. 

Kebetulan memang gereja ini yang terdekat dengan domisili kami tinggal saat ini. Alasan lain adalah kelembagaan gereja lokal yang sudah cukup mapan dalam melayani kebutuhan² jemaat. Terutama soal pembinaan di awal menuju pernikahan, pendidikan anak, hingga kegiatan² aktivitas menggereja. 

Saya sendiri punya standar persiapan pernikahan yang begitu ribet di Katolik dulu, bukan karena saya pernah menikah. Tetapi yang saya ketahui selama ini di Katolik persiapan pernikahan itu begitu ribetnya. Saya bersyukur di GBIS Hosana pun menerapkan hal yang serupa. 

Prinsip dasar saya, opini pribadi saya, ketika mempersiapkannya saja sudah repot, masa iya kepikiran hanya karena suatu masalah mau dengan mudahnya mengakhiri pernikahan. Karena ternyata yang saya ketahui saat ini, bahwa pernikahan Kristen apapun denominasinya, tidak terceraikan. 

Meskipun ada yang melakukan itu, tetapi pada dasarnya apa yang telah dipersatukan Tuhan di hadapan-Nya itu tidak terceraikan. Ulah-ulah manusianya itu sendirilah yang membuat itu terjadi, bukan karena-Nya. Kecuali memang dipisahkan oleh maut yang itu sudah garis takdir. 


Kembali ke topik, jadi pada 15 Januari 2026 kami berdua janjian dengan pihak gereja untuk janji temu. Ternyata pada janji temu ini adalah untuk pra-konseling. 

Apa itu pra-konseling? Saya disclaimer dulu, istilahnya mungkin bisa berbeda tapi saya menyebutnya demikian karena ini belum konselingnya, tapi kami berdua itu diberikan atau disodorkan seperti isian atau kuisioner yang isinya daftar pertanyaan untuk menggali tentang kami berdua. 

Pertanyaan seputar data diri pribadi kami masing-masing, keluarga inti, dari hal positif dan negatifnya, lalu meluas ke lingkaran pertemanan kami berdua, soal pekerjaan dan kondisi ekonomi kami masing-masing, kemudian bagaimana pemahaman kita soal ilmu agama dasar, pemahaman kita soal seksualitas, pertanyaan menyelidik apakah kami ini pacaran yang positif atau pernah melakukan dosa, hingga ke soal kesehatan kami masing-masing. 

Pertanyaan kuisioner ini diberikan untuk kami masing-masing, mengisi sendiri tanpa berdiskusi satu sama lain.

Nantinya jawaban dari pertanyaan² itu akan jadi bahan Bapak Gembala dan Pendeta untuk menyelidiki kami berdua, satu sama lain, melihat perbedaan, kesamaan, dan peluang masalah yang kelak akan kami hadapi. Meskipun itu tidak memberikan gambaran yang nyata, tapi setidaknya itu akan jadi awal pintu masuk menyelami kami berdua. 

Poinnya adalah bagaimana menyelidiki kelayakan kami berdua untuk mempersatukan ikatan dihadapan Tuhan nanti. Karena Bapak Gembala dan Pendeta inilah yang jadi wakil Tuhan yang akan mempersatukan kami dalam pernikahan yang sah menurut gereja di hadapan Tuhan. 

Mengisi pertanyaan yang begitu banyak ini jujur saja membuat lelah, meski pertanyaannya sederhana nampaknya tapi menjawabnya toh tidak semudah itu. 

Jujur saja bagi saya cukup sulit ketika ditanya pertanyaan ini: "sebutkan apa kelebihan dirimu", saya yang tidak pernah merasa unggul ketika melihat diri sendiri otomatis bingung, apa kelebihan diri saya? Pertanyaan sejenis ini yang membuat saya sulit menjawab. Karena saya tipe orang yang gak terlalu memusingkan itu, kecuali di satu titik terbentur dengan hal itu, tapi jika itu terjadi sudah lama, iya akhirnya lupa. Makanya pas disuruh menjawab sulitnya bukan main. 

Iya mungkin itu sih share yang bisa saya bagikan. Itu dari pendapat saya, mungkin pasangan saya punya opini lain dan kesulitan yang lain. Bagi dia menjawab pertanyaan yang bagi saya sulit, baginya pasti lebih mudah. 

Jadi itulah yang bisa saya bagikan menuliskan pengalaman bagaimana proses konseling pranikah yang saya alami, ikuti terus postingan ini dipost berikutnya. 

Sekali lagi, ini baru proses awal. Selanjutnya baru akan masuk ke konselingnya, ada yang nanti materi umum, disampaikan bersama-sama dengan pasangan lain dan nanti ada materi khusus untuk masing-masing pasangan, bahkan untuk kami sendiri-sendiri untuk dikonfrontir baru nanti disatukan. Ini baru perkiraan saja, nanti selengkapnya ikuti terus jurnal saya di sini. 

Sampai jumpa dipostingan berikutnya. Rencananya pertemuan konseling berikutnya akan dilaksanakan pada 20 Februari 2026, sekitar jam 19:00 sampai dengan selesai, berlokasi di GBIS Hosana Pandaan. Pada masa pendaftaran pernikahan periode ini akan ada dua pasangan calon pengantin, salah satunya saya dan pasangan saya ini. 

Saya akan coba ceritakan bagaimana prosesnya pada pertemuan itu, jadi ditunggu saja updatenya pada poin (2) berikutnya. Semoga semuanya dilancarkan, Tuhan Yesus memberkati kami berdua. -cpr

#onedayonepost
#jurnal
#gbis
#konselingpranikah

Sabtu, 10 Januari 2026

Melihat Ciri Khas Gereja Kristen Protestan dan Gereja Kristen Pentakosta Karismatik

Ketika dulu saya masih seorang Kristen Katolik (Roma), saya menilai dari pov saat itu bahwa Kristen Protestan semuanya sama, ya sama seperti Katolik Roma yang dimana-mana sama, tapi ternyata tidak demikian, jadi di dalam tubuh komunitas Kristen Protestan yang tertulis di kolom agama pada KTP, di dalamnya ada banyak lagi sub² Kekristenan dari berbagai denominasi. 

Salah satu aliran besarnya ada Pentakosta Karismatik, Lutheran, Calvinis dll. Dan saya ternyata itu ada di kelompok komunitas Kristen dengan aliran Pentakosta Karismatik. Sedangkan ada teman saya juga di KTP nya tertulis Kristen Protestan namun alirannya berbeda dengan saya yaitu GKJW dan ada pula yang GKI. 

Ilustrasi, infografis disiapkan oleh chatgpt

Ketika kami berdiskusi tentang Kekristenan Protestan, ternyata setelah diselidiki dan dipahami lebih dalam, ada hal pembeda di dalamnya. Meskipun dasar teologisnya sama.

Di sini kita tidak memasukan komunitas Saksi Yehuwa dan Gereja Orang Suci Jaman Akhir ke dalam Kekristenan ya, itu kenapa saya coret mereka dari Kekristenan. Tapi kita tidak akan bahas hal itu sekarang. 

Kita kembali ke topik, lalu apa sih yang membuatnya punya ciri khas yang berbeda satu sama lainnya? 

Jadi kita akan melihat secara teologis, liturgis dan spiritual. 

Gereja Kristen Protestan arus utama, seperti yang saya sebutkan tadi di atas contohnya GKI, GKJW dan gereja lain yang tidak saya sebutkan, lahir berasal dari reformasi abad ke-16, dipicu reformator gereja di Eropa yang bernama Martin Luther dan pada periode lainnya ada John Calvin. 

Lalu kemudian masuk ke Indonesia melalui zending Belanda. 


Teologi yang dibawa sangat kental dengan Teologi Reformed. Dengan ciri khas: tradisi gereja mapan, terikat pengakuan iman klasik, serta fokus pada pendidikan teologi dan etika sosial. 

Sedangkan gereja denominasi lain yang dalam hal ini aliran Pentakosta Karismatik, saya beri contoh di sini ada GPdI, GBIS, GBI, GKRI dan banyak lagi gereja lainnya, bermula dari sebuah acara kebangunan rohani di Azusa Street,  Amerika Serikat pada tahun 1906.

Berawal dari pengalaman spiritual langsung, aliran Pentakosta Karismatik mulai berkembang, hingga tiba di Indonesia pada kisaran abad ke-20. Dimana aliran ini berkembang dari pengalaman spiritual akan Roh Kudus. 




Dari sisi liturgi atau ibadah, Kristen Protestan arus utama GKI, GKJW punya ciri khas ibadah dengan liturgi yang tertata dan tenang, nyanyian Mazmur dan Kidung Jemaat, dengan ekspresi emosional terbatas. 

Sedangkan Kristen aliran Pentakosta Karismatik, ciri khas ibadah yang dinamis dan ekspresif, pujian yang panjang dengan musik iringan band, jemaat diajak untuk mengekspresikan pujian dengan mengangkat tangan, tepuk tangan, hingga menghayati tiap pujian dengan hari tangis.  Ada pula tarian dari tim tamborine. Selain itu ditekankan pada nubuat dan doa syafaat spontan. 


Bagi Kristen Protestan arus utama aliran Reformed, pengakuan iman merupakan suatu hal yang wajib dan formal, tetapi bagi Kristen aliran Pentakosta Karismatik pengakuan iman tidak terlalu ditekankan, ketika mengakui Yesus dan memberi diri dibaptis itu adalah bentuk pengakuan iman, serta hidup meninggalkan kehidupan yang lama karena telah dosa lama telah ditenggelamkan ketika baptisan.

Persamaan keduannya adalah soal sakramen, dimana baptisan dan perjamuan kudus jadi yang utama. 

Bagi Kristen Protestan arus utama, iman = percaya + memahami, sedangkan Kristen aliran Pentakosta Karismatik, iman = percaya + mengalami. 

Gereja dianggap sebagai penjaga ajaran bagi Kristen Prostestan arus utama, sedangkan bagi aliran Pentakosta Karismatik gereja adalah komunitas kuasa Roh. 

Tidak ada perbedaan dalam pemahaman Injil, yang membedakan hanya akses spiritual dan cara beribadahnya saja, selama tidak melenceng dari dasar Teologi Kekristenan, hal pembedanya hanya sejauh pada pemahaman ritual ibadah saja, memahami firman dengan cara berbeda tapi tidak merubah dasar teologinya, seperti yang dilakukan Saksi Yehuwa dan Gereja Suci Jaman Akhir. 


Sebagai penutup kesimpulannya, Gereja Kristen Protestan secara umum menekankan pada Otoritas iman ada pada firman saja, karena gereja bisa lahir kapan saja dan dimana saja. 

Segitu saja deh sharing² sedikit, kembali saya tegaskan, bahwa ini hanya soal bagaimana cara beribadah saja, karena Yesus Kristus datang tidak mengajarkan cara beribadah dengan harus ini itu, yang utama adalah apa yang Yesus ajarkan. Manusia punya kehendak bebas untuk memahami ajaran-Nya, dengan cara apa pun, dengan ajaran yang satu yaitu dari Yesus Kristus sendiri. -cpr

#onedayonepost
#iman
#gbis
#gkri
#informasi