Catatan ini saya tuliskan berdasarkan refleksi iman ketika mendengar penyampaian firman oleh Pdm. Trifena Stefanus, pada Ibadah Raya II, tanggal 1 Februari 2026.
Nanti saya akan bagikan link video streaming Ibadah Raya tersebut, supaya yang ingin memahami apa yang disampaikan Ibu Pendeta bisa mendengarnya dengan menonton video streaming tersebut. Karena apa yang saya tuliskan ini sesuai apa yang jadi refleksi iman saya sesuai apa yang disampaikan, jadi kalau ada sedikit banyak kata atau diksi yang berbeda harap dimaklumi ya, ini saya sampaikan disclaimer terlebih dahulu.
Tema apa yang disampaikan ibu Pendeta pada awal pekan ini seperti yang tertulis dijudul postingan ini, yaitu hidup berpadanan dengan Injil Kristus.
Sebagai orang Kristen harus paham betul siapa guru agung kita, tentunya apa yang kita lakukan itu harus berpadanan dan sesuai dengan apa yang Yesus Kristus ajarkan, firmankan.
Dan semuanya itu dituliskan dalam Injil, apa yang Yesus Kristus perintahkan dan ajarkan tertulis dalam Injil. Orang Kristen harus paham betul, ada berapa Injil?
Jangan sampai mengaku Kristen ketika ditanya Injil-Nya tidak tahu, bahkan salah menjawab. Injil Kristus yang kanon ada empat Kitab, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.
Jika ada saudara kita sesama manusia yang menyebutkan 'injil' lain, dipastikan itu bukan Injil yang diakui Gereja. Jadi abaikan saja.
Apa yang tertulis dalam Injil adalah pengajaran daripada Tuhan, sebagai pedoman hidup orang Kristen. Meskipun di luar sana ada ajaran lain yang nampaknya baik, namun bagi orang Kristen pengajaran yang utama adalah yang bersumber daripada Yesus Kristus sendiri, benturkan ajaran lain pada ajaran -Nya, jika bertentangan dipastikan bukanlah ajaran yang benar.
Hal ini tertulis seperti pada Alkitab, pada Filipi 1: 27, tertulis demikian:
Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.
Para rasul mengajarkan apa yang Yesus ajarkan ketika tinggal bersama-sama mereka, pengajaran itu disebarkan ke seluruh dunia, seperti yang tertulis di Alkitab, ketika rasul Yesus mengajar pada jemaat di Filipi.
Apa saja yang Yesus ajarkan?
Sebenarnya sangatlah banyak yang Yesus ajarkan kepada orang Yahudi dan non Yahudi yang ada di Yerusalem ketika itu, bahkan kepada para murid-Nya. Pada firman kali ini disebutkan beberapa, sisanya kita biasakan membaca Alkitab, karena di sana sumber pengajaran kita sebagai orang Kristen.
Ketika Yesus mengajar "Sabda Bahagia"
Matius 5: 2 - 12, tertulis demikian:
Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Terkadang kita terbawa kesedihan ketika menghadapi banyak hal dalam kehidupan ini, tapi sebenarnya Yesus menyampaikan bahwa kita seharusnya memperbanyak bahagia dan sukacita. Ada banyak yang Yesus sampaikan kenapa kita harus berbahagia dan bersukacita.
Selanjutnya Yesus juga mengajarkan kita untuk menjadi "Garam dan Terang Dunia". Ini yang paling sering kita dengar sebagai orang Kristen, haruslah menjadi seperti demikian.
Ini seperti tertulis dalam Matius 5: 13 - 14. Seperti yang tertulis demikian:
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi."
Dalam kehidupan sehari-hari kita mengetahui sifat garam itu seperti apa?
*garam itu menyedapkan masakan
*garam itu bisa mengawetkan
*garam itu punya manfaat dan kegunaan dalam. Kehidupan kita sehari-hari
Orang Kristen itu harus menjadi garam. Kita ada di tengah kehidupan di dunia yang beragam. Kita harus bisa menggarami atau memberikan kesedapan dalam kehidupan kita berada. Tempatkan diri kita sebagai 'garam'. Jangan sampai ada orang yang melihat kita sebagai sesuatu yang mengganggu atau tidak bermanfaat. Orang Kristen harus bisa menempatkan diri, dari ucapan, tutur kata, perilaku. Inilah yang Yesus ajarkan.
Begitupun orang Kristen juga harus menjadi terang dunia. Dunia yang penuh kejahatan, kita harus berbeda bukan malah mengikuti yang jahat, tetapi kita harus berbeda dan menjadi contoh yang baik. Dimana kita berada, kita harus mengakui bahwa kita Kristen.
Selanjutnya pengajaran Yesus bagaimana soal pembalasan. Ingat dalam Perjanjian Lama tertulis di sana ajaran Taurat, dimana selalu ada pembalasan, mata ganti mata, dimana apabila kita dijahati maka kita harus melakukan pembalasan, syukur² impas, jika mungkin membalas yang lebih kejam.
Ingatkan soal pepatah dunia, "pembalasan harus lebih kejam"
Tapi Yesus mengajarkan hal yang sebaliknya, seperti yang tertulis dalam Matius 5: 39 - 40, dimana tertulis demikian:
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
Pengajaran yang radikal yang sangat sulit sekali dilakukan jika kita masih terikat pengajaran dunia atau masih terikat pada ajaran Taurat. Ini yang terjadi dikehidupan saat ini, dimana perang terjadi oleh karena pembalasan.
Tapi Yesus mengajarkan hal (+) untuk tidak membalas apa perbuatan jahat orang lain pada kita. Karena pembalasan itu datang dari Tuhan.
Selanjutnya pengajaran Yesus yang tak kalah radikal yang, yakni soal "penghakiman" atau judgment. Hal yang lumrah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, hanya karena kita merasa diri kita sudah paling dan menjalankan apa yang benar.
Ini seperti yang tertulis dalam Matius 7: 1 - 5, tertulis demikian:
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Kita sering terjebak dengan mudahnya menjudge seseorang hanya karena kita merasa sudah lebih baik daripada orang lain, cara kita yang salah ketika menegur orang lainlah yang pada akhirnya berlaku seperti menghakimi orang lain.
Terkadang kita menghakimi dengan kata-kata, atau bahkan kita melakukan penghakiman dengan main hakim sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna: jangan membesar-besarkan masalah. Sadarilah keberadaan diri kita dan menyadari kesalahan kita sendiri.
Karena dari semua pengajaran Yesus ini, akan berhubungan dengan apa yang akan disediakan di Kerajaan Surga kelak.
Seperti yang tertulis dalam Matius 7: 21, yang tertulis demikian:
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Pesan Yesus ini cukup keras sebagai peringatan kita agar melakukan kehendak Bapa-Nya di sorga.
Kebenaran Injil berbeda dengan pengajaran yang lain. Kita harus mengetahui kebenaran yang sesungguhnya terlebih dulu untuk membedakan pengajaran yang lain. Karena banyak pengajaran yang lain yang nampaknya baik, tapi bertentangan dengan ajaran Yesus.
Karena pada akhirnya kita itu diminta untuk merefleksikan Yesus Kristus dalam hidup kita, agar benar-benar Kerajaan Allah dimuliakan dan tergambar dalam hidup kita.
Seperti pengajaran² yang disampaikan oleh para rasul-Nya kepada jemaat Kristen mula-mula, pengajaran yang sama pula juga disampaikan pada kita saat ini.
Seperti yang tertulis pada Roma 1: 16, yang berbunyi demikian:
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
Juga tertulis pada 2 Korintus 3: 2 - 3, yang berbunyi demikian:
Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
Juga tertulis pada 1 Petrus 2: 12, yang berbunyi demikian:
Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.
Hendaklah kita hidup seturut pengajaran-Nya dan hidup sesuai firman yang telah Dia sampaikan. Karena kita adalah pengikut Kristus kita harus hidup sesuai dengan kehendak-Nya jika kita mau masuk ke dalam kerajaan-Nya.
Refleksi yang saya re-write di sini saya sesuaikan dengan apa yang saya bisa paham dengan panca indera saya.
Untuk memahaminya sendiri bisa dilihat streaming Ibadah Raya II di GBIS Hosana Pandaan dengan mengklik tautan ini.
Rajinlah membaca Alkitab, karena di sanalah semua pengajaran yang benar agar hidup kita seturut kehendak-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. -cpr
#onedayonepost
#gbis
#firman
#refleksi
#iman
#youtube









