Pada postingan kali ini saya akan membahas salah satu tokoh Alkitab dari Perjanjian Lama, yang juga memang dicatatkan lebih dulu pada kitab-kitab Yahudi. Tokoh itu adalah Raja Daud.
Hal yang buat saya tertarik adalah bahwa Daud tidak benar dalam hidupnya, namun entah kenapa Allah tetap berkenan pada Daud.
Karena dari garis keturunan Daud inilah Yesus Kristus dilahirkan dan karya penyelamatan Allah di dunia nyata dalam Yesus Kristus.
Daud diketahui pernah berselingkuh dengan wanita, dan itu adalah hal yang salah, namun itu dilakukan oleh Daud. Tapi kenapa Allah masih berkenan kepadanya? Mari kita mengenal Daud lebih lagi, supaya kita memahami apa rencana Allah dan kita bisa mengambil refleksi iman dari kisah tersebut.
Daud atau דָּוִד / Dawid punya makna "yang dikasihi", berasal dari suku Yehuda.
Daud adalah anak laki-laki bungsu (anak laki-laki kedelapan) dari ayah yang bernama Isai (Yishai) dari Betlehem. Ibunya tidak disebutkan siapa. Siapa sajakah anak-anak Isai?
Bisa dilihat di 1 Tawarikh 2: 13 - 15, nama dari anak-anak Isai tersebut.
👶 Eliab
👶 Abinadab
👶 Simea / Syama / Shammah
👶 Netaneel
👶 Radai
👶 Ozem
👶 Daud
Ada perbedaan jumlah anak berdasarkan yang tercatat di 1 Samuel 16: 10 - 11, dimana di sana diinfokan delapan anak, sedangkan di 1 Tawarikh 2: 13 - 15 menyebutkan tujuh. Dimungkinkan ada anak yang meninggal, tapi tidak disebutkan yang keberapa dan siapa namanya.
Selain anak laki-laki, Isai juga punya dua anak perempuan yang tercatat dalam Alkitab, 1 Tawarikh 2: 16. Mereka adalah:
👧 Zeruya
👧 Abigail
Kita coba melihat sosok Daud sesuai apa yang digambarkan dalam Alkitab:
Dalam 1 Samuel 16: 12, Daud digambarkan : berkulit kemerahan (admoni), bermata indah dan berparas elok.
Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia." 1 Samuel 16: 12
Postur tubuh Daud tidak digambarkan secara jelas apakah besar atau kecil. Hanya Saul dan Goliat yang digambarkan soal posturnya. Dimana Saul lebih tinggi dari semua orang Israel, dari bahu ke atas (tercatat dalam 1 Samuel 9: 2) dan Goliat tingginya enam hasta sejengkal (sangat tinggi) (tercatat dalam 1 Samuel 17: 4).
Satu hal yang tidak langsung menggambarkan postur tubuh Daud, tergambar eksplisit dalam kisah Daud melawan Goliat.
Yaitu saat Daud dipakaikan baju perang milik Saul, dimana baju perang Saul dipakaikan kepada Daud, tetapi kebesaran dan tidak pas, sehingga ia menanggalkannya. (tercatat dalam 1 Samuel 17: 38 - 39).
Namun satu hal, bukan soal fisik yang ditekankan soal tokoh Alkitab ini, melainkan terkait pada perkenanan Tuhan pada dirinya (baca: Daud).
Sebelum menjadi seorang raja, Daud adalah penggembala kambing domba.
Beranjak usianya, Daud kerap melayani Saul. Daud semakin dikenal ketika dia berhasil menumbangkan Goliat dengan ketapel tangan. Sejak saat itu Saul menempatkan Daud dalam dinas kerajaan, dan Daud selalu berhasil dalam tiap penugasannya. (tercatat dalam 1 Samuel 18: 5) .
Karir militer Daud terus berlanjut, dia diangkat menjadi kepala pasukan seribu (tercatat dalam 1 Samuel 18: 13).
Daud selalu berhasil dalam setiap misi penugasannya, dan rakyat mengasihinya (tercatat dalam 1 Samuel 18: 14 - 16).
Daud mengalami konflik dengan Saul. Permasalahan dengan Saul ini justru dimulai dari Saul. Berikut beberapa hal yang menjadi intrik permasalahan antara Daud dan Saul, sbb. :
🥊 Popularitas Daud makin melejit, sejak kemenangannya atas Goliat dan kemengangannya dalam misi militernya, membuat Daud dikasihi rakyat. Hal ini membuat Saul cemburu. (Tercatat dalam 1 Samuel 18: 7)
“Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”
Situasi ini membuat Saul menjadi curiga terhadap Daud. Di sini mulai ada api konflik diantara Saul dan Daud, meskipun Daud tidak merasa apa yang dia lakukan itu ternyata memberikan efek kecemburuan dalam diri Saul.
🥊 Saul takut kehilangan tahtanya
Saul melihat bahwa Tuhan mengasihi Daud, begitu juga rakyatnya. Popularitas Daud terus meningkat seiring keberhasilannya dalam tiap misi.
🥊 Upaya Saul membunuh Daud, pengaruh roh jahat
Saul bahkan terang-terangan melempar tombak untuk membunuh Daud. (Tercatat dalam 1 Samuel 18: 10 - 11).
Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya. Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya: "Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding." Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali.
🥊 Saul berusaha menyingkirkan Daud dengan penugasan perang
Saul berharap Daud tewas ditangan musuh ketika perang, namun sebaliknya Daud selalu berhasil dalam penugasannya. (Tercatat dalam 1 Samuel 18: 17)
🥊 Saul meyakini akan nubuatan Samuel dan penolakan Allah atas Saul
Samuel pernah mengatakan bahwa kerajaan Saul akan diberikan kepada orang lain yang lebih baik.
Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: "TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.
Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal." 1 Samuel 15: 28 - 29
Menghadapi ketidaksukaan Saul pada dirinya (baca: Daud), Daud memilih tidak melakukan konfrontasi balasan atas hal buruk yang dia terima dari Saul.
Daud memilih mengasingkan diri, lari dan bersembunyi. Daud menolak untuk membunuh Saul, dan tetap menganggap Saul sebagai orang yang diurapi Tuhan.
Samuel sebelumnya sudah pernah bertemu dengan Daud, dan Samuel telah mengurapi Daud, ketika Daud masih muda kala itu, ketika masih di Betlehem. Sejak pengurapan itu, Daud tetap menjalani kehidupannya seperti biasa hingga akhirnya Daud bisa mencapai popularitasnya ketika berada di dalam lingkungan kerajaan yang dipimpin Saul.
Hingga akhirnya Saul berserta putera-puteranya gugur ketika kalah perang melawan Bangsa Filistin.
Meskipun perbuatan jahat yang dilakukan Saul pada Daud, namun mendengar kematian Saul, Daud justru meratapinya dengan kesedihan dan mengumumkan perkabungan untuk situasi tersebut.
Hingga akhirnya Daud diurapi menjadi raja atas Yehuda.
Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Apakah aku harus pergi ke salah satu kota di Yehuda?" Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah." Lalu kata Daud: "Ke mana aku pergi?" Firman-Nya: "Ke Hebron."
Lalu pergilah Daud ke sana dengan kedua isterinya: Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu.
Juga Daud membawa serta orang-orangnya yang mengiringinya masing-masing dengan rumah tangganya, dan menetaplah mereka di kota-kota Hebron.
Kemudian datanglah orang-orang Yehuda, lalu mengurapi Daud di sana menjadi raja atas kaum Yehuda. 2 Samuel 2: 1 - 4
Ketika itu masih ada tersisa kerajaan Israel warisan dari Raja Saul. Anaknya Isyboset menjadi raja atas wilayah sisa kekuasaan Saul dahulu.
Setelahnya terjadi konflik antara keluarga Daud dan keluarga Isyboset. Dimana keluarga Daud makin kuat sedangkan keluarga Saul yang diwarisi pada Isyboset makin lemah. Sampai pada akhirnya Isyboset mati dibunuh oleh orangnya sendiri. Daud yang mengetahui pembunuh itu, menghukum mati pembunuhnya.
Akhirnya Daud mendapatkan restu dari tua-tua Israel untuk menjadi raja. Kemudian Daud diurapi menjadi raja atas seluruh Israel. (Tercatat dalam 2 Samuel 5: 1 - 3)
Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: "Ketahuilah, kami ini darah dagingmu.
Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel."
Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.
Daud berusia 30 tahun ketika dia menjadi Raja. Diketahui, dia memerintah Israel selama 40 tahun. Rinciannya 7,5 tahun memerintah di wilayah Hebron atas wilayah Yehuda dan selama 33 tahun memerintah Yerusalem atas seluruh wilayah Israel.
Daud diurapi sejak dia masih muda. Daud selalu menggantungkan hidupnya pada Allah yang yang dia yakini, dan Daud selalu berlaku benar. Bahkan ketika Saul menghalalkan yang jahat padanya, Daud tidak membalasnya. Daud percaya pada Allahnya.
Daud menjadi raja bukan karena semata-mata kemampuannya, tapi karena Daud berkenan kepada Allah.
#Kehidupan pribadi Daud, istri-istri dan anak-anak nya
Sebelum menjadi raja, Daud telah mempunyai beberapa istri, diantaranya yaitu:
👰♀️ Mikal (anak Saul)
Hingga kematiannya, Daud tak memiliki anak darinya.
👰♀️ Ahinoam (dari Yizreel)
Darinya lahirlah Amnon.
👰♀️ Abigail (janda nya Nabal orang Karmel)
Darinya lahirlah Kileab / Daniel.
👰♀️ Maakha (anak dari Talmai, Raja Gesur)
Darinya lahirlah Absalom dan Tamar.
👰♀️ Hagit
Darinya lahirlah Adonia.
👰♀️ Abital
Darinya lahirlah Sefaca / Sefatya.
👰♀️ Egla
Darinya lahirlah Yitream.
Ketika Daud menjadi raja atas seluruh Israel di Yerusalem, di sana dia juga mengambil selir dan istri-istri lain yang tak tercatat dalam kitab suci.
Tidak diketahui siapa nama ibu dari anak-anak Daud ini, tetapi mereka ini disebutkan sebagai anak-anak Daud: Inilah nama anak-anak yang lahir bagi dia di Yerusalem: Syamua, Sobab, Natan, Salomo, Yibhar, Elisua, Nefeg, Yafia, Elisama, Elyada dan Elifelet.
Dari nama-nama itu ada satu nama yang kelak menjadi penerus Raja Daud di Yerusalem, yaitu Salomo. Namun pada post kali ini kita tidak akan membahasnya.
Ketika Daud berkuasa, ada hal-hal yang ternyata membuat Daud bisa juga jatuh dalam dosa. Peristiwa ini dicatat dan diberikan highlight dalam kitab suci, Narasinya terdapat terutama di 2 Samuel 11. Teks ini tidak berusaha memperindah Daud; justru memperlihatkan penyalahgunaan kuasa, akibatnya, dan pertobatannya.
Daud punya hak sebagai raja untuk memperistri wanita yang ada di kerajaannya, namun kesalahan terbesar Daud adalah tidur dengan wanita yang sudah bersuami, dan menghalalkan hal buruk untuk mengusahakan kematian suami wanita itu. Kelakuan ini disebutkan kitab suci sebagai sesuatu yang jahat dimata Tuhan.
Jadi Daud jatuh cinta pada seorang wanita yang tengah mandi, wanita itu adalah Batsyeba binti Eliam. Dia adalah istri dari prajuritnya bernama Uria.
Ketika suaminya tengah pergi berperang, Daud mengambil Batsyeba dan menidurinya, hingga Batsyeba mengandung. Setelah mengetahui bahwa Batsyeba mengandung, Daud ternyata bersiasat, dari siasat yang bersifat mengelabui namun gagal, hingga akhirnya siasat jahat yang menyebabkan Uria mati di medan perang.
Setelah kematian Uria, Daud mengambil Batsyeba menjadi istrinya. Anak pertama dari hasil perzinahan itu diketahui mati, dan barulah lahir anak kedua dari Batsyeba dan lahirlah Salomo yang kelak menjadi penerus tahta Kerajaan Israel.
Pada akhirnya Daud memang mengakui kesalahannya itu dan bertobat, namun dosa itu telah terjadi. Namun ternyata Allah punya rencana-Nya, Dia punya kuasa atas hal yang mungkin bagi manusia adalah sesuatu yang buruk, namun Kasih Karunia Allah membuat hal itu menjadi proses karya penyelamatan yang luar biasa kelak.
Daud pada akhirnya beranjak lanjut usia, ia tidak lagi memiliki kekuatan fisik seperti dulu. Para pelayan mencari seorang perempuan muda, Abisag, untuk merawat dan menghangatkannya.
Diusianya yang sudah lanjut, ada pertanyaan, siapa penerus tahtanya?
Anak sulung dalam kebudayaan Yahudi adalah penerus dari kekuasaan ayahnya, dan itu terjadi demikian jika semua berjalan normal. Tidak ada seperti menjual kesulungan atau hal kematian, namun jika itu terjadi pewarisan kepada yang sulung bisa saja tak terjadi demikian. Hal yang sama terjadi pada pewarisan tahta Raja Daud.
Diketahui anak sulung Raja Daud adalah Amnon. Namun Amnon melakukan kesalahan besar, dia melakukan tipu muslihat karena dia menyukai adik tirinya, dan terjadilah perbuatan cabul itu dengan pemaksaan kepada saudara tirinya Tamar.
Amnon digambarkan pria tidak bertanggung jawab, setelah kejadian itu justru Tamar dibenci dan diusirnya.
Daud yang mengetahui kejadian ini marah namun tidak menghukum anaknya itu. Namun peristiwa ini mencemarkan kerajaan.
Absalom yang adalah kakak dari Tamar marah dan berusaha membalas dendam. Selang dua tahun dari peristiwa itu, Absalom merancang pembunuhan terhadap Amnon kakak tirinya. Amnin pun tewas. Situasi ini jelas membuat tahta sulung penerus tahta Daud hilang dari tangan si sulung.
Tragedi yang dialami keluarga Daud ini juga merupakan nubuatan dari Nabi Nathan, seperti yang tertulis dalam 2 Samuel 12: 10 - 11.
Nubuatan ini muncul karena kedosaan Daud ketika mengingini bahkan mengambil istri sah dari prajuritnya (Uria), kemudian membuat siasat buruk untuk menghalalkan keinginannya itu.
Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.
Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."
Sebenarnya Absalom adalah fitur yang karismatik, tampan dan dikagumi oleh rakyat Israel. Sehingga memungkinkan jika pewaris tahta selanjutnya adalah dia.
Absalom akhirnya berani memproklamirkan diri sebagai Raja di Hebron. Melihat situasi ini Raja Daud memutuskan mundur dari Yerusalem demi menghindari pertumpahan darah di kota. Namin perang tetap terjadi pada akhirnya, pasukan Daud menang dan Absalom tewas dalam perang.
Daud sendiri tidak bergembira atas kemenangannya, justru malah menangisi kematian puteranya itu.
Alhasil tahta Daud masih menjadi tanda tanya akan diwariskan pada siapa?
Putera Daud lainnya masih ada, dialah Adonia. Adonia merasa percaya diri dan dengan lantang menyatakan dirinya akan menjadi raja. Pernyataan ini membuatnya mendapatkan dukungan dari Yoab panglima perang kerajaan dan Abyatar seorang imam kerajaan. Adonia hampir saja mendapatkan legitimasi penobatan resmi.
Namun pada prosesnya, Batsyeba (ibu Salomo) dan Nabi Nathan mengingatkan Raja Daud, bahwa puteranya yang lain yaitu Salomo lah yang telah ditetapkan sebagai penerus Kerajaan Daud.
Akhirnya Daud memerintahkan Salomo untuk diurapi, dan disampaikan ke publik. Sejak inilah klaim Adonia gugur.
Adonia nampaknya tidak tinggal diam, dia melakukan siasat lainnya dengan meminta Abisag (wanita yang merawat masa tua Daud). Hal ini membuat Salomo menghukum mati Adonia.
Ketika itu, Raja Daud masih ada, tengah dalam penghujung akhir hayatnya. Menjelang ajalnya, Raja Daud memberikan amanat:
🤴 Untuk tetap setia pada Taurat Musa
🤴 Bertindak bijaksana terhadap lawan-lawan politik tertentu, yaitu Yoan dan Simeone
🤴 Membalas kebaikan kepada keluarga Barzilai
Setelah kematian Daud, pemerintahan Kerajaan Israel dilanjutkan puteranya, Salomo. Kelak dia dikenal sebagai raja yang bijaksana dan terkenal hingga namanya dipakai oleh penganut keyakinan lain dalam kisah kitab suci buatan sendiri oleh 'nabi' yang lahir di jazirah pada abad ke-6 atau ke-7.
Itulah dia sedikit rangkuman mengenai tokoh besar dalam Perjanjian Lama, Raja Daud. Nama yang akan selalu kita dengar pasca kita mengenal Yesus Kristus, sang penerus Tahta Daud sejati.
Semoga kisa bisa belajar dari kisah Daud ini, bagaimana Daud berkenan pada Allah, namun karena dosa Daud bisa membuat Allah murka dan menghukum Daud, tapi pada akhirnya dari kesalahan Daud itu, Allah memberikan jalan keselamatan yang lain dari sana.
Dari putera-putera Daud kita bisa juga banyak belajar bagaimana untuk selalu berlaku benar sesuai apa yang seharusnya yang benar itu terjadi.
Allah bekerja melalui manusia yang nyata—penuh iman, tetapi juga penuh kelemahan. Allah melihat hati, bukan status siapa anda, iman lebih besar daripada senjata (ketika Daud menghadapi Goliat), sabar menunggu waktu Tuhan dan tidak berambisi (ketika Daud konfrontasi dengan Saul), bahaya akan kuasa bahkan yang telah dipilih Allah bisa jatuh ke dalam dosa jika tidak mawas diri, pertobatan sejati itu penting meski kita telah jatuh dalam dosa, meski begitu konsekuensi dosa tetap diterima meski kamu telah bertobat.
Sampai jumpa dipembahasan sejarah tentang tokoh Alkitab lainnya, semoga bisa jadi bahan refleksi. Postingan ini saya buat karena terpicu dari bahasan soal firman pada saat Ibadah Doa Jumat ke-1 di GBIS Bosan Pandaan, meski tidak membahas langsung soal Daud, tapi ada sedikit membahas soal Daud. Jadi saya penasaran aja mengenal tokoh satu ini. -cpr
#onedayonepost
#sejarah
#rajadaud
#informas


.png)




