Jumat, 20 Februari 2026

Konseling Pranikah di GBIS Hosana Pandaan (2)

Akhirnya tiba juga konseling pra nikah GBIS Hosana Pandaan untuk pertemuan pertama, tanggal 20 Februari 2026, dimulai pukul 19:00 di office sekretariat GBIS Hosana Pandaan. 

Pada postingan sebelumnya itu konseling pra nikah diawali dengan pasangan yang akan mengikuti sesi konseling mengisi daftar pertanyaan yang akan jadi bahan konseling nanti. Pada post kali ini akan saya share apa yang dibahas dari pertemuan yang dilakukan. Post sebelumnya bisa dibaca ditautan terlampir. 


Konseling pra nikah ini dipandu oleh Pdt. Otniel Rosa Setiawan, diikuti dua pasang mempelai yang akan menikah ada semester I tahun 2026 ini, termasuk saya dan pasangan saya. 

Ilustrasi dibuatkan oleh chatgpt

Materi awal konseling pra nikah kali ini membahas soal 'pendahuluan', kira² lebih ke pemahaman awal mengenai pernikahan itu, yang kelak menjadi dasar pemahaman ketika terjadi konflik dalam pernikahan. Pasangan diajak untuk memahami dasar awal atau esensi dua pribadi yang Allah ciptakan itu punya nilai yang sama. 

Ini sebenarnya merupakan sari pati apa yang pernah disampaikan Pdt. Otniel pada khotbah ibadah raya, saya pernah menuliskannya kembali isi yang saya tangkap ketika ibadah tersebut. 


Apa saja yang dibahas? 

Pasangan diajak untuk memahami apa itu konseling? Adalah proses bantuan profesional melalui percakapan terstruktur antara konselor dan konseli untuk membantu memahami diri, mengatasi masalah, mengambil keputusan, serta mengembangkan potensi diri. 

Dalam hal ini konselingnya berhubungan dengan 'pra nikah', jadi yang dibahas ya seputar kebutuhan dalam persiapan dalam membina rumah tangga / dalam lembaga pernikahan Kristen. 

Kami ditanya, apa tujuan pernikahan? 

Kami menjawab masing², ada yang menjalankan apa yang diperintahkan dalam Alkitab: karena tidak baik hidup sendiri, karena itu butuh pasangan hidup. Saya sendiri menjawab karena dalam hidup pilihannya ada dua, hidup selibat dan hidup bekerluarga, saya memilih untuk berkeluarga. 

Kami juga ditanya lagi, bagaimana ketika tujuan mu itu tidak tercapai pada akhirnya? 

*soal ini dijawab masing² saja ya dalam hati

Seharusnya tujuan pernikahan adalah Kristus, dan pernikahan itu justru bukanlah tujuan dari hidup, ketika memilih menikah itu artinya tujuannya mencari Kristus. Jadi pernikahan itu sarana untuk menuju kedewasaan Kristus. 

Pasangan harus mengenal dirinya dan pasangannya. Karena akan banyak masalah berasal dari masing² diri pasangan, pengasuhan anak, atau dari luar pasangan. Jika pasangan tidak mengenal dirinya dan pasangannya dan tidak punya tujuan yang sama (Kristus) maka akan mudah untuk tidak terhubung pada akhirnya, karena tujuannya berbeda-beda masing² pribadi, belum lagi ketika tujuan itu tidak terealisasi maka akan kecewa dan itu awal mula perpisahan. 

Bagi konselor 'dunia', perceraian adalah solusi ketika sudah tidak ada kecocokan dari pria dan wanita dalam ikatan pernikahan. Sedangkan gereja, sebaliknya, "tidak ada perceraian dalam pernikahan Kristen".

Berikut beberapa poin dalam pernikahan Kristen yang harus dipahami:

#1 Pernikahan Itu dari Allah
Pernikahan yang ideal itu adalah sah secara agama dan secara negara, artinya disahkan oleh lembaga agama dalam hal ini gereja dan disahkan oleh negara melalui lembaga pencatatan kependudukan dan sipil (baca: catatan sipil). 

Kejadian 1: 26 - 27
Intinya Allah menciptakan manusia karena bernilai dihadapan Allah, karena manusia serupa dan segambar dengan Allah. 
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 

Efesus 5: 22 - 33
Intinya pernikahan itu seperti hubungan Allah dengan jemaat-Nya. 
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 
karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 
untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 
supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
karena kita adalah anggota tubuh-Nya. 
Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 
Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. 
Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Ada istilah 'unconditional love' yang harusnya jadi dasar pasangan Kristen dalam membina pernikahan, ketika terjadi suatu masalah. 

*seorang istri diuji ketika suami tidak mempunyai apa², sedangkan sebaliknya seorang suami diuji ketika dia mempunyai segalanya


#2 Pernikahan adalah dua menjadi satu
Pernikahan adalah antara pria dan wanita, dalam pernikahan Kristen tidak ada istilah atau pemakluman terhadap sesama jenis. Meskipun ada denominasi Kristen lain yang 'memaklumi' atau 'menghargai' keputusan itu. 

Tapi dasar Kristen yang benar mengikuti apa yang tertulis di Alkitab. 

Kejadian 2: 18
TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Sepadan bukan bicara soal atribut atau kemampuan atau status apapun, belum ada sesuatu yang dicapai ketika mula². Tapi tentang keberadaan diri dan identitas pada awalnya. Masing² punya nilai bukan apa yang telah dicapai itu makna sepadan. Laki² dan perempuan punya nilai yang sama (dihadapan Allah). 


Arti sepadan : tidak ada yang lebih unggul atau lebih baik, dan sanggup untuk hidup bersama dan berproses. 

Arti sepadan saling melengkapi, mau mengikuti proses. 

Jadi dalam suatu keluarga (yang terdiri dari ayah dan ibu), merupakan sumber dari anak. Anak itu bersumber dari keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu. 

Dan sumber dari keluarga adalah dari seorang ayah, yang memiliki hubungan erat dengan Tuhan. Seorang ayah adalah sumber dari keluarga. Dari ayah yang seperti apa? Yaitu dari ayah yang punya hubungan erat dengan Tuhan, koneksi ayah dengan Tuhan adalah wajib. Koneksi adalah tanggung jawab yang wajib diemban seorang ayah.

Ayah harus punya Otoritas (+afeksi juga) dan ibu adalah sumber afeksi. 


#3 Pernikahan Tidak Boleh Terceraikan
Terkadang ada pemahaman yang salah bahkan di lingkungan Kristen, bahwa dalam Kekristenan perceraian itu dimungkinkan, karena sebagian orang salah memahami cuplikan ayat yang menyatakan demikian:

"Kata Yesus kepada mereka: Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan istrimu. . ..."

"Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."

Terkadang kalimat itu dipahami sepotong tanpa dipahami secara utuh, padahal ada kalimat tertulis lain, "tetapi sejak semula tidaklah demikian."

Matius 19: 4 - 9
Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? 
Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?" 
Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."

Matius 19: 8
Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.

Di sana tertulis demikian, bahwa sejak semula sebenarnya tidak diizinkan adanya perceraian, "tetapi tidak semula tidaklah demikian".

Itu yang tidak dipahami oleh orang Kristen yang masih saja percaya bahwa Alkitab mengijinkan perceraian, padahal jika dipahami secara utuh dan runtut sejak Kitab Kejadian, sejak semula pria dan wanita diciptakan untuk jadi satu, tak terpisahkan, kecuali maut yang memisahkan. 

Namun ada pertanyaan menarik, ada sebagian orang Kristen yang berpendapat demikian: perceraian adalah solusi daripada hidup bersama namun tanpa kesatuan, karena tidak akan memberikan kebaikan, akan banyak yang dirugikan. Kata banyak ini merujuk pada pola asuh dan pendidikan anak, dimana anak akhirnya tumbuh jadi pribadi yang lemah, tidak berprinsip karena terombang ambing pada pilihan mendukung ayah atau ibunya, karena tanpa perceraian ayah dan ibu tetap tinggal bersama tapi tidak ada damai di sana, sehingga di dalamnya anak tidak mendapatkan bekal hidup yang benar. Malah lebih baik ketika suami istri bercerai, sehingga anak akan ikut salah satunya dan mendapatkan arah asuh dan pendidikan yang satu, tidak bingung. Lalu apakah perceraian adalah solusi? 

*pertanyaan ini mungkin akan dijawab pada sesi berikutnya, karena ini cukup mendasar karena jadi opini yang dirasa benar bagi sebagian orang. 


#4 Pernikahan adalah sarana, bukan tujuan
Poin ini kembali menegaskan bahwa ketika pasangan memilih untuk menikah itu bukanlah tujuan, karena serharusnya tujuannya disamakan hanya kepada Kristus. Sehingga pernikahan hendaknya dipandang sebagai sarana. 

Suami dan istri diibaratkan tengah menaiki sebuah mobil. Suami sebagai pengemudinya dan istri mendampinginya. Ketika sudah di atas mobil itu, siapapun orangnya yang di dalam pasti mempunyai tujuan, meskipun sekedar jalan-jalan atau bahkan akan menuju suatu tempat, itulah tujuan. 

Dalam analogi pernikahan, pernikahan itu ibarat mobilnya dan jalan-jalan atau suatu tempat yang dituju adalah tujuannya, dan dalam analogi pernikahan tujuannya itu hanya kepada Kristus Yesus. 

Oleh karena pernikahan ibarat mobil, maka perlu juga dalam perjalanannya dilakukan perawatan rutin (dicek, dicuci dll.) baik secara harian, bulanan, tahunan, diservis jika ada kerusakan. Begitu juga dengan pernikahan itu harus juga dirawat dan dipelihara agar tetap menjadi sarana yang baik dan benar menuju Kristus. 

Kenapa kaca mobil dibuat lebih besar dan luas dibandingkan kaca belakang? 

Itu supaya kita bisa melihat ke depan lebih luas, lapang, menatap masa depan dengan lebih yakin karena nampak semua, tetapi kaca belakang dibuat lebih kecil karena kita hanya perlu sedikit saja melihat ke belakang, karena tujuan kita itu ke depan, bukan ke belakang. Bahkan spion saja dibuat kecil di kiri kanan hanya untuk mengecek ke belakang, tapi bukan fokus melihat ke belakang, karena kalau terlalu fokus melihat ke belakang yang terjadi bisa tabrakan, iya apa iya? Itulah alasannya kenapa. 


Sebenarnya ada poin lain yang hilang, yang tidak sempat saya tuliskan, kayaknya ada 5 poin kemarin, tapi saya hanya bisa catatkan 4 saja. Mungkin ada yang terlewat. 

Tapi secara umum apa yang dibahas pada pertemuan pertama ini seperti yang saya bagikan singkat di atas. 

Pada pertemuan selanjutnya kita akan diberikan materi mengenai : Parenting ; Melayani Gereja Lokal ; dan pada pertemuan ke-4 nanti masing² pasangan akan ada sesi tersendiri, akan dikulik lebih dalam mengenai konflik² yang mungkin terjadi dalam relasi pernikahan. 

Itu saja catatan jurnal yang bisa saya bagikan di sini, ini sekaligus sharing dan catatan saya yang kelak bisa saya baca kembali ketika saya nanti menghadapi masalah ketika sudah ada di dalam 'mobil' yang sama  dengan pasangan hidup saya. 

Mungkin ada hal² yang tidak tercapture semua di sini dan ada kata² atau diksi atau pemahaman atau penangkapan yang berbeda dari apa yang disampaikan Pdt. Otniel. Karena ada 4 orang di ruangan itu, bisa saja penangkapan atau pemahamannya bisa berbeda masing-masing, walaupun intinya adalah sama. Cara penyerapan dan pemahaman bisa saja berbeda, belum lagi ketika orang tersebut sudah punya prinsip tersendiri yang menurut dia itu benar dan orang lain itu tidak benar, itu akan berbeda lagi. 

Jadi saya disclaimer terlebih dahulu sebelum apa yang saya tuliskan ini mendapatkan judgement. Karena itu biasa terjadi, jadi saya disclaimer diakhir postingan ini. 

Sampai jumpa dipertemuan berikutnya lagi. Mungkin ini sharing dari saya, siapa tahu ada yang mengalami dengan hal berbeda bisa disharing saja di kolom komentar, tidak untuk diperdebatkan tapi dipahami saja dan tidak perlu menjudge orang lain dengan pandangan mu, meskipun kamu merasa kamu paling benar, karena kebenaran yang sejati hanya milik Dia. Kita hanya berusaha untuk hidup benar, tapi yang berhak menghakimi itu Tuhan bukan manusia. -cpr

#onedayonepost
#jurnal
#gbis
#konselingpranikah
#pertemuanpertama

Minggu, 15 Februari 2026

Mereka yang Takut Akan Salib Kristus

Pekan yang lalu, saya beribadah di GKRI Mojorejo, Batu. Iya sudah lama gak berkunjung dan ibadah di sana, pas kebetulan pasangan saya pergi ke Batu dan saya menyusul ke sana. 

Ternyata ada kisah menarik dari GKRI Mojorejo, gereja ini tengah mendapatkan 'persekusi' secara tidak langsung dari pihak² yang takut akan Kristus, takut akan tanda kemenangan Kristus yaitu salib. Salib adalah lambang kehinaan dahulu, tapi ketika Yesus ada di sana dan menang atas maut, Salib jadi tanda kemenangan. 

Ini membuat beberapa pihak atau mungkin gelintir orang itu takut bahkan ngeri, sampai harus ditutupi agar tak terlihat. Begitu kecil imannya, dan itulah yang tampak. 

Jadi beberapa bulan yang lalu tanah di sekitar GKRI Mojorejo itu dibeli oleh seseorang untuk dimanfaatkan usaha atau bisnis. Posisi GKRI Mojorejo memang nyempil sekali, bahkan akses masuknya saja hanya selebar mobil Rubicon #mungkin ya, soalnya kalau Datsun parkir di situ masih bisa ada motor lewat, tapi kalau Rubicon kayanya ngepas banget. 

Dulu tanah di sekitar GKRI Mojorejo itu kosong, ya hanya tanah tak terurus. Hal ini membuat GKRI Mojorejo masih terlihat dan tampak dari jalan utama Malang ke Batu. Dari jalan utama itu GKRI Mojorejo tampak jelas, Salib merahnya tampak, menunjukan bahwa bangunan itu adalah sebuah gereja. 

Tapi ketika tanah di dekat gereja ini dibeli dan akan dimanfaatkan sebagai lahan bisnis sempet ada kekhawatiran nanti gimana ya. Tapi ketika itu berpikir positif saja, karena tanah di sekitar gereja masih luas, pasti ya sewajarnya saja. 

Tapi ternyata seiring waktu yang terjadi adalah sebaliknya, justru bisnis atau usaha itu berusaha untuk menutupi gereja, jadi bisnis ini berusaha menghilangkan eksistensi bahwa di sana ada sebuah gereja. 

Si pemilik usaha nampaknya anti dengan keberagaman, sehingga berusaha menghilangkan bahwa di sana ada sebuah gereja. Bagi mereka ini haram ketika usaha 'halal' mereka ada di samping bangunan gereja. 

Karena posisi gereja ini memang sulit dan terjepit, dan ketika lahan itu dibeli, posisi gereja pada akhirnya akan tertutupi bisnis tersebut jika si pemilik usaha itu punya mental berusaha menghilangkan eksistensi penampakan gereja. 

Saya langsung saja sebut, ternyata si pemilik usaha ini adalah mantan artis atau publik figur yang dulu jadi bintang utama sinetron Cinta Fitri. Kita tahu ybs. mengikuti aliran yang kita kenal sebagai Wahabi, dan track record mereka yang akrab dengan aliran ini ya seperti itu, sangat anti dengan keberagaman. 

Nah keunikannya tidak sampai di situ. Unit usaha yang dia bangun ini adalah sebuah toko oleh² yang menjual ragam oleh², karena Kota Batu adalah kota wisata sehingga peluang bisnis jika menjual pusat oleh² di wilayah Kota Batu. 

Pembangunan usahanya ini berjalan dengan baik, jemaat gereja pun biasa saja dan tidak bereaksi apapun, ya wajar namanya mau berbisnis, dimana pun tidak masalah. Sampai akhirnya kelucuan muncul, jadi untuk memagari usaha bisnisnya, dibangunlah sebuah tembok untuk memagari sekeliling bangunan usaha ini. 

Nah lucunya, dibangunlah di dinding tinggi menjulang dimana dibalik dinding itu ada berdiri sebuah gereja, gereja itu adalah GKRI Mojorejo. Dimana gereja itu sudah ada bertahun-tahun lalu sebelum unit usaha itu ada, bahkan mungkin jauh sebelum si mantan artis itu terkenal dengan sinetronnya (yang udah usang). 

Tadinya dinding itu dibangun wajar, dari kejauhan arah jalan masih tampak bahwa di balik bangunan itu ada berdiri bangunan gereja, nampak dari Salib berwarna merah yang masih tampak bagian atasnya. 

Tapi ternyata hal ini membuat si empunya usaha gerah, tidak merasa nyaman, sehingga inginnya tembok itu ditinggikan kembali sampai membuat Salib gereja tidak tampak. 

Pas saya ke sana saya mencoba mendokumentasikan apa yang terjadi. Nampak dinding nya yang sudah jadi yang masih menampakkan Salib gereja itu, sudah terpasang logo neon sign dari unit usaha ini, tapi karena kepicikan dari si empunya, si dinding itu ditinggakan kembali sampai membuat Salib tak lagi kelihatan dari sisi jalan Malang menuju Batu. 

Ini foto yang saya ambil ketika saya selepas ibadah dan mengetahui cerita ini,  saya coba membuktikannya dan memang benar, picik sekali manusia seperti ini. 

Ini gambar saya ambil dari pov arah Malang menuju Batu, dari sisi sini Salib sudah tak tampak. Bisa terlihat tambahan bata ringan yang belum dicat, sebuah bata tambahan yang disengaja untuk menutupi Salib gereja.

Dari pov ini Salib merah gereja mengintip dari baliknya, sudah mulai tertutup bata ringan tambahan. Padahal neon sign sudah dipasang seharmoni dengan dinding tembok yang direncanakan awal. Tapi karena mereka takut akan Salib Kristus, tembok itu ditinggikan lagi. 

Dari pov ini Salib merah gereja masih tampak, soalnya pemasangan bata dinding belum selesai. Tapi ketika penambahan dinding ini selesai maka Salib gereja tidak akan tampak lagi dan orang tidak akan tahu bahwa dibalik dinding itu ada gereja. 

Nah lho, picik sekali bukan? 

Sayangnya orang Kristen bukan yang senang membalas hal buruk dengan buruk. Mungkin jika situasinya dibalik, si pemilik usaha itu seorang Kristen dan dibalik itu adalah masjid, dan kita melakukan hal itu, wah udah mencak² itu jemaat masjid di sana, pasti ijin pembangunan tempat usaha gak akan berjalan mulus. 

Iya itulah karakter saudara kita. Saya saking jengkelnya akhirnya memberanikan diri menuliskan opini pribadi ini di sini, walaupun itu tidak baik, tapi ini untuk menunjukan sesuatu hal inilah realitas kehidupan beragama kita dalam masyarakat. Parahnya lagi ini muncul dari seorang publik figur 

Mudah-mudahan sih usaha ini berkah karena sudah mengorbankan kepentingan orang lain, semoga Malang Strudel ini bisa berkah dan bermanfaat, kita lihat saja ke depan, semoga ybs. diberikan 'hidayah', untuk memahami bagaimana berbangsa dan bermasyarakat di tengah masyarakat yang heterogen dan majemuk. 

Oh iya, saya tidak lupa menyampaikan jadi si pemilik usaha ini punya 'itikad baik', jadi sebenarnya maunya adalah gereja ini direlokasi ke tanah di bagian belakang bangunan usaha ini, sehingga gereja ini digusur dan dipindah ke bagian belakang. Nanti pembangunan gereja itu akan dibiayai oleh si empunya usaha. Asal mau jika gereja dipindahkan ke bagian belakang. 

Nah masalahnya begini, tanah yang disediakan itu lokasinya ada di bagian belakang dan di jalan kecil aksesnya, kemudian di depannya ada bangunan masjid yang sudah berdiri di sana. 

Masalah akan muncul pasti akan ada penolakan dari pihak lain, yang ada gereja sudah terlanjur dibongkar tapi gak bisa dibangun kembali, inilah kepicikan dari itikad baik ini. 

Karena logika saja, yang punya sertifikat hak milik, administrasi jelas, surat rekomendasi FKUB sudah dikantongi, untuk bangun gereja dengan dana sendiri saja dipersulit, apalagi dengan kaya begini. 

Untungnya gereja tetap teguh dan tidak mau direlokasi karena memang surat² gereja jelas sehingga mereka tidak berani memaksakan kehendaknya. Alhasil yang terjadi adalah seperti foto yang saya bagikan  itu. 


Memang tidak ada yang tahu dinamika ke depannya tapi apa yang terjadi saat ini sudah jadi preseden buruk tentang bagaimana karakter si empunya usaha ini. 

Sebagai orang Kristen mendapatkan hal seperti sudah biasa dan pasti mampu. Bayangkan jika situasinya dibalik, mereka pasti gak akan mampu menghadapinya dengan kepala dingin, yang ada pasti rusuh. Karena kita semua sudah memahami track record mereka ketika menghadapi masalah keberagaman. 

Semoga hal baik bisa mereka terima dan diberikan  terang Ilahi sehingga pelajaran kehidupan yang terbaik bisa mereka terima. -cpr

#onedayonepost
#gkri
#gkrimojorejo
#opini
#informasi
#re-action

Sabtu, 07 Februari 2026

[History] Mengenal Tokoh Kitab Suci "Raja Daud"

Pada postingan kali ini saya akan membahas salah satu tokoh Alkitab dari Perjanjian Lama, yang juga memang dicatatkan lebih dulu pada kitab-kitab Yahudi. Tokoh itu adalah Raja Daud. 

Hal yang buat saya tertarik adalah bahwa Daud tidak benar dalam hidupnya, namun entah kenapa Allah tetap berkenan pada Daud.

Karena dari garis keturunan Daud inilah Yesus Kristus dilahirkan dan karya penyelamatan Allah di dunia nyata dalam Yesus Kristus. 

Daud diketahui pernah berselingkuh dengan wanita, dan itu adalah hal yang salah, namun itu dilakukan oleh Daud. Tapi kenapa Allah masih berkenan kepadanya? Mari kita mengenal Daud lebih lagi, supaya kita memahami apa rencana Allah dan kita bisa mengambil refleksi iman dari kisah tersebut. 

Ilustrasi Daud, gambar dibuatkan oleh chatgpt

Daud atau דָּוִד / Dawid punya makna "yang dikasihi",  berasal dari suku Yehuda. 

Daud adalah anak laki-laki bungsu (anak laki-laki kedelapan) dari ayah yang bernama Isai (Yishai) dari Betlehem. Ibunya tidak disebutkan siapa. Siapa sajakah anak-anak Isai? 

Bisa dilihat di 1 Tawarikh 2: 13 - 15, nama dari anak-anak Isai tersebut. 
👶 Eliab
👶 Abinadab
👶 Simea / Syama / Shammah
👶 Netaneel
👶 Radai
👶 Ozem
👶 Daud

Ada perbedaan jumlah anak berdasarkan yang tercatat di 1 Samuel 16: 10 - 11, dimana di sana diinfokan delapan anak, sedangkan di 1 Tawarikh 2: 13 - 15 menyebutkan tujuh. Dimungkinkan ada anak yang meninggal, tapi tidak disebutkan yang keberapa dan siapa namanya. 

Selain anak laki-laki, Isai juga punya dua anak perempuan yang tercatat dalam Alkitab, 1 Tawarikh 2: 16. Mereka adalah:
👧 Zeruya
👧 Abigail


Kita coba melihat sosok Daud sesuai apa yang digambarkan dalam Alkitab:
Dalam 1 Samuel 16: 12, Daud digambarkan : berkulit kemerahan (admoni), bermata indah dan berparas elok.
Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia." 1 Samuel 16: 12

Postur tubuh Daud tidak digambarkan secara jelas apakah besar atau kecil. Hanya Saul dan Goliat yang digambarkan soal posturnya. Dimana Saul lebih tinggi dari semua orang Israel, dari bahu ke atas (tercatat dalam 1 Samuel 9: 2)  dan Goliat tingginya enam hasta sejengkal (sangat tinggi) (tercatat dalam 1 Samuel 17: 4).

Satu hal yang tidak langsung menggambarkan postur tubuh Daud, tergambar eksplisit dalam kisah Daud melawan Goliat. 

Yaitu saat Daud dipakaikan baju perang milik Saul, dimana baju perang Saul dipakaikan kepada Daud, tetapi kebesaran dan tidak pas, sehingga ia menanggalkannya. (tercatat dalam 1 Samuel 17: 38 - 39).


Namun satu hal, bukan soal fisik yang ditekankan soal tokoh Alkitab ini, melainkan terkait pada perkenanan Tuhan pada dirinya (baca: Daud). 

Sebelum menjadi seorang raja, Daud adalah penggembala kambing domba. 

Beranjak usianya, Daud kerap melayani Saul. Daud semakin dikenal ketika dia berhasil menumbangkan Goliat dengan ketapel tangan. Sejak saat itu Saul menempatkan Daud dalam dinas kerajaan, dan Daud selalu berhasil dalam tiap penugasannya. (tercatat dalam 1 Samuel 18: 5) . 

Karir militer Daud terus berlanjut, dia diangkat menjadi kepala pasukan seribu (tercatat dalam 1 Samuel 18: 13). 

Daud selalu berhasil dalam setiap misi penugasannya, dan rakyat mengasihinya (tercatat dalam 1 Samuel 18: 14 - 16).

Daud mengalami konflik dengan Saul. Permasalahan dengan Saul ini justru dimulai dari Saul. Berikut beberapa hal yang menjadi intrik permasalahan antara Daud dan Saul, sbb. :
🥊 Popularitas Daud makin melejit, sejak kemenangannya atas Goliat dan kemengangannya dalam misi militernya, membuat Daud dikasihi rakyat. Hal ini membuat Saul cemburu.  (Tercatat dalam 1 Samuel 18: 7
“Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”

Situasi ini membuat Saul menjadi curiga terhadap Daud. Di sini mulai ada api konflik diantara Saul dan Daud, meskipun Daud tidak merasa apa yang dia lakukan itu ternyata memberikan efek kecemburuan dalam diri Saul. 

🥊 Saul takut kehilangan tahtanya
Saul melihat bahwa Tuhan mengasihi Daud, begitu juga rakyatnya. Popularitas Daud terus meningkat seiring keberhasilannya dalam tiap misi. 

🥊 Upaya Saul membunuh Daud, pengaruh roh jahat
Saul bahkan terang-terangan melempar tombak untuk membunuh Daud. (Tercatat dalam 1 Samuel 18: 10 - 11).
Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya. Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya: "Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding." Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali. 

Ilustrasi, gambar disiapkan chatgpt

🥊 Saul berusaha menyingkirkan Daud dengan penugasan perang
Saul berharap Daud tewas ditangan musuh ketika perang, namun sebaliknya Daud selalu berhasil dalam penugasannya. (Tercatat dalam 1 Samuel 18: 17


🥊 Saul meyakini akan nubuatan Samuel dan penolakan Allah atas Saul
Samuel pernah mengatakan bahwa kerajaan Saul akan diberikan kepada orang lain yang lebih baik. 
Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: "TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.
Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal." 1 Samuel 15: 28 - 29


Menghadapi ketidaksukaan Saul pada dirinya (baca: Daud), Daud memilih tidak melakukan konfrontasi balasan atas hal buruk yang dia terima dari Saul. 

Daud memilih mengasingkan diri, lari dan bersembunyi. Daud menolak untuk membunuh Saul, dan tetap menganggap Saul sebagai orang yang diurapi Tuhan. 

Samuel sebelumnya sudah pernah bertemu dengan Daud, dan Samuel telah mengurapi Daud, ketika Daud masih muda kala itu, ketika masih di Betlehem. Sejak pengurapan itu, Daud tetap menjalani kehidupannya seperti biasa hingga akhirnya Daud bisa mencapai popularitasnya ketika berada di dalam lingkungan kerajaan yang dipimpin Saul. 


Hingga akhirnya Saul berserta putera-puteranya gugur ketika kalah perang melawan Bangsa Filistin. 

Ilustrasi, Saul tewas kalah perang, gambar disiapkan chatgpt

Meskipun perbuatan jahat yang dilakukan Saul pada Daud, namun mendengar kematian Saul, Daud justru meratapinya dengan kesedihan dan mengumumkan perkabungan untuk situasi tersebut. 

Hingga akhirnya Daud diurapi menjadi raja atas Yehuda.
Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Apakah aku harus pergi ke salah satu kota di Yehuda?" Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah." Lalu kata Daud: "Ke mana aku pergi?" Firman-Nya: "Ke Hebron." 
Lalu pergilah Daud ke sana dengan kedua isterinya: Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu. 
Juga Daud membawa serta orang-orangnya yang mengiringinya masing-masing dengan rumah tangganya, dan menetaplah mereka di kota-kota Hebron.
Kemudian datanglah orang-orang Yehuda, lalu mengurapi Daud di sana menjadi raja atas kaum Yehuda. 2 Samuel 2: 1 - 4


Ketika itu masih ada tersisa kerajaan Israel warisan dari Raja Saul. Anaknya Isyboset menjadi raja atas wilayah sisa kekuasaan Saul dahulu. 

Setelahnya terjadi konflik antara keluarga Daud dan keluarga Isyboset. Dimana keluarga Daud makin kuat sedangkan keluarga Saul yang diwarisi pada Isyboset makin lemah. Sampai pada akhirnya Isyboset mati dibunuh oleh orangnya sendiri. Daud yang mengetahui pembunuh itu, menghukum mati pembunuhnya. 

Akhirnya Daud mendapatkan restu dari tua-tua Israel untuk menjadi raja. Kemudian Daud diurapi menjadi raja atas seluruh Israel. (Tercatat dalam 2 Samuel 5: 1 - 3
Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: "Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. 
Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel."
Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. 

Daud berusia 30 tahun ketika dia menjadi Raja. Diketahui, dia memerintah Israel selama 40 tahun. Rinciannya 7,5 tahun memerintah di wilayah Hebron atas wilayah Yehuda dan selama 33 tahun memerintah Yerusalem atas seluruh wilayah Israel. 


Daud diurapi sejak dia masih muda. Daud selalu menggantungkan hidupnya pada Allah yang yang dia yakini, dan Daud selalu berlaku benar. Bahkan ketika Saul menghalalkan yang jahat padanya, Daud tidak membalasnya. Daud percaya pada Allahnya.

Daud menjadi raja bukan karena semata-mata kemampuannya, tapi karena Daud berkenan kepada Allah. 


#Kehidupan pribadi Daud, istri-istri dan anak-anak nya
Sebelum menjadi raja, Daud telah mempunyai beberapa istri, diantaranya yaitu:
👰‍♀️ Mikal (anak Saul) 
Hingga kematiannya, Daud tak memiliki anak darinya. 

👰‍♀️ Ahinoam (dari Yizreel) 
Darinya lahirlah Amnon. 

👰‍♀️ Abigail (janda nya Nabal orang Karmel) 
Darinya lahirlah Kileab / Daniel. 

👰‍♀️ Maakha (anak dari Talmai, Raja Gesur) 
Darinya lahirlah Absalom dan Tamar. 

👰‍♀️ Hagit
Darinya lahirlah Adonia. 

👰‍♀️ Abital
Darinya lahirlah Sefaca / Sefatya. 

👰‍♀️ Egla
Darinya lahirlah Yitream. 

Ketika Daud menjadi raja atas seluruh Israel di Yerusalem, di sana dia juga mengambil selir dan istri-istri lain yang tak tercatat dalam kitab suci.

Tidak diketahui siapa nama ibu dari anak-anak Daud ini, tetapi mereka ini disebutkan sebagai anak-anak Daud: Inilah nama anak-anak yang lahir bagi dia di Yerusalem: Syamua, Sobab, Natan, Salomo, Yibhar, Elisua, Nefeg, Yafia, Elisama, Elyada dan Elifelet.

Dari nama-nama itu ada satu nama yang kelak menjadi penerus Raja Daud di Yerusalem, yaitu Salomo. Namun pada post kali ini kita tidak akan membahasnya. 


Ketika Daud berkuasa, ada hal-hal yang ternyata membuat Daud bisa juga jatuh dalam dosa. Peristiwa ini dicatat dan diberikan highlight dalam kitab suci, Narasinya terdapat terutama di 2 Samuel 11. Teks ini tidak berusaha memperindah Daud; justru memperlihatkan penyalahgunaan kuasa, akibatnya, dan pertobatannya.

Daud punya hak sebagai raja untuk memperistri wanita yang ada di kerajaannya, namun kesalahan terbesar Daud adalah tidur dengan wanita yang sudah bersuami, dan menghalalkan hal buruk untuk mengusahakan kematian suami wanita itu. Kelakuan ini disebutkan kitab suci sebagai sesuatu yang jahat dimata Tuhan. 

Jadi Daud jatuh cinta pada seorang wanita yang tengah mandi, wanita itu adalah Batsyeba binti Eliam. Dia adalah istri dari prajuritnya bernama Uria. 

Ilustrasi, gambar disiapkan oleh chatgpt

Ketika suaminya tengah pergi berperang, Daud mengambil Batsyeba dan menidurinya, hingga Batsyeba mengandung. Setelah mengetahui bahwa Batsyeba mengandung, Daud ternyata bersiasat, dari siasat yang bersifat mengelabui namun gagal, hingga akhirnya siasat jahat yang menyebabkan Uria mati di medan perang. 

Setelah kematian Uria, Daud mengambil Batsyeba menjadi istrinya. Anak pertama dari hasil perzinahan itu diketahui mati, dan barulah lahir anak kedua dari Batsyeba dan lahirlah Salomo yang kelak menjadi penerus tahta Kerajaan Israel. 

Pada akhirnya Daud memang mengakui kesalahannya itu dan bertobat, namun dosa itu telah terjadi. Namun ternyata Allah punya rencana-Nya, Dia punya kuasa atas hal yang mungkin bagi manusia adalah sesuatu yang buruk, namun Kasih Karunia Allah membuat hal itu menjadi proses karya penyelamatan yang luar biasa kelak. 


Daud pada akhirnya beranjak lanjut usia, ia tidak lagi memiliki kekuatan fisik seperti dulu. Para pelayan mencari seorang perempuan muda, Abisag, untuk merawat dan menghangatkannya.

Diusianya yang sudah lanjut, ada pertanyaan, siapa penerus tahtanya? 

Anak sulung dalam kebudayaan Yahudi adalah penerus dari kekuasaan ayahnya, dan itu terjadi demikian jika semua berjalan normal. Tidak ada seperti menjual kesulungan atau hal kematian, namun jika itu terjadi pewarisan kepada yang sulung bisa saja tak terjadi demikian. Hal yang sama terjadi pada pewarisan tahta Raja Daud. 

Diketahui anak sulung Raja Daud adalah Amnon. Namun Amnon melakukan kesalahan besar, dia melakukan tipu muslihat karena dia menyukai adik tirinya, dan terjadilah perbuatan cabul itu dengan pemaksaan kepada saudara tirinya Tamar. 

Amnon digambarkan pria tidak bertanggung jawab, setelah kejadian itu justru Tamar dibenci dan diusirnya. 

Daud yang mengetahui kejadian ini marah namun tidak menghukum anaknya itu. Namun peristiwa ini mencemarkan kerajaan. 

Absalom yang adalah kakak dari Tamar marah dan berusaha membalas dendam. Selang dua tahun dari peristiwa itu, Absalom merancang pembunuhan terhadap Amnon kakak tirinya. Amnin pun tewas. Situasi ini jelas membuat tahta sulung penerus tahta Daud hilang dari tangan si sulung. 

Tragedi yang dialami keluarga Daud ini juga merupakan nubuatan dari Nabi Nathan, seperti yang tertulis dalam 2 Samuel 12: 10 - 11.
Nubuatan ini muncul karena kedosaan Daud ketika mengingini bahkan mengambil istri sah dari prajuritnya (Uria), kemudian membuat siasat buruk untuk menghalalkan keinginannya itu.
Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.  
Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."

Sebenarnya Absalom adalah fitur yang karismatik, tampan dan dikagumi oleh rakyat Israel. Sehingga memungkinkan jika pewaris tahta selanjutnya adalah dia. 

Absalom akhirnya berani memproklamirkan diri sebagai Raja di Hebron. Melihat situasi ini Raja Daud memutuskan mundur dari Yerusalem demi menghindari pertumpahan darah di kota. Namin perang tetap terjadi pada akhirnya, pasukan Daud menang dan Absalom tewas dalam perang. 

Daud sendiri tidak bergembira atas kemenangannya, justru malah menangisi kematian puteranya itu. 

Alhasil tahta Daud masih menjadi tanda tanya akan diwariskan pada siapa? 

Putera Daud lainnya masih ada, dialah Adonia. Adonia merasa percaya diri dan dengan lantang menyatakan dirinya akan menjadi raja. Pernyataan ini membuatnya mendapatkan dukungan dari Yoab panglima perang kerajaan dan Abyatar seorang imam kerajaan. Adonia hampir saja mendapatkan legitimasi penobatan resmi. 

Namun pada prosesnya, Batsyeba (ibu Salomo) dan Nabi Nathan mengingatkan Raja Daud, bahwa puteranya yang lain yaitu Salomo lah yang telah ditetapkan sebagai penerus Kerajaan Daud. 

Akhirnya Daud memerintahkan Salomo untuk diurapi, dan disampaikan ke publik. Sejak inilah klaim Adonia gugur. 

Adonia nampaknya tidak tinggal diam, dia melakukan siasat lainnya dengan meminta Abisag (wanita yang merawat masa tua Daud). Hal ini membuat Salomo menghukum mati Adonia. 

Ketika itu, Raja Daud masih ada, tengah dalam penghujung akhir hayatnya. Menjelang ajalnya, Raja Daud memberikan amanat:
🤴 Untuk tetap setia pada Taurat Musa

🤴 Bertindak bijaksana terhadap lawan-lawan politik tertentu, yaitu Yoan dan Simeone

🤴 Membalas kebaikan kepada keluarga Barzilai


Setelah kematian Daud, pemerintahan Kerajaan Israel dilanjutkan puteranya, Salomo. Kelak dia dikenal sebagai raja yang bijaksana dan terkenal hingga namanya dipakai oleh penganut keyakinan lain dalam kisah kitab suci buatan sendiri oleh 'nabi' yang lahir di jazirah pada abad ke-6 atau ke-7. 

Itulah dia sedikit rangkuman mengenai tokoh besar dalam Perjanjian Lama, Raja Daud. Nama yang akan selalu kita dengar pasca kita mengenal Yesus Kristus, sang penerus Tahta Daud sejati. 

Semoga kisa bisa belajar dari kisah Daud ini, bagaimana Daud berkenan pada Allah, namun karena dosa Daud bisa membuat Allah murka dan menghukum Daud, tapi pada akhirnya dari kesalahan Daud itu, Allah memberikan jalan keselamatan yang lain dari sana. 

Dari putera-putera Daud kita bisa juga banyak belajar bagaimana untuk selalu berlaku benar sesuai apa yang seharusnya yang benar itu terjadi. 

Allah bekerja melalui manusia yang nyata—penuh iman, tetapi juga penuh kelemahan. Allah melihat hati, bukan status siapa anda, iman lebih besar daripada senjata (ketika Daud menghadapi Goliat), sabar menunggu waktu Tuhan dan tidak berambisi (ketika Daud konfrontasi dengan Saul), bahaya akan kuasa bahkan yang telah dipilih Allah bisa jatuh ke dalam dosa jika tidak mawas diri, pertobatan sejati itu penting meski kita telah jatuh dalam dosa, meski begitu konsekuensi dosa tetap diterima meski kamu telah bertobat. 

Sampai jumpa dipembahasan sejarah tentang tokoh Alkitab lainnya, semoga bisa jadi bahan refleksi. Postingan ini saya buat karena terpicu dari bahasan soal firman pada saat Ibadah Doa Jumat ke-1 di GBIS Bosan Pandaan, meski tidak membahas langsung soal Daud, tapi ada sedikit membahas soal Daud. Jadi saya penasaran aja mengenal tokoh satu ini. -cpr

#onedayonepost
#sejarah
#rajadaud
#informas

Minggu, 01 Februari 2026

[Firman] Hidup Berpadanan dengan Injil Kristus

 
Catatan ini saya tuliskan berdasarkan refleksi iman ketika mendengar penyampaian firman oleh Pdm. Trifena Stefanus, pada Ibadah Raya II, tanggal 1 Februari 2026.

Nanti saya akan bagikan link video streaming Ibadah Raya tersebut, supaya yang ingin memahami apa yang disampaikan Ibu Pendeta bisa mendengarnya dengan menonton video streaming tersebut. Karena apa yang saya tuliskan ini sesuai apa yang jadi refleksi iman saya sesuai apa yang disampaikan, jadi kalau ada sedikit banyak kata atau diksi yang berbeda harap dimaklumi ya, ini saya sampaikan disclaimer terlebih dahulu. 

Ilustrasi dibantu dibuatkan chatgpt

Tema apa yang disampaikan ibu Pendeta pada awal pekan ini seperti yang tertulis dijudul postingan ini, yaitu hidup berpadanan dengan Injil Kristus. 

Sebagai orang Kristen harus paham betul siapa guru agung kita, tentunya apa yang kita lakukan itu harus berpadanan dan sesuai dengan apa yang Yesus Kristus ajarkan, firmankan. 

Dan semuanya itu dituliskan dalam Injil, apa yang Yesus Kristus perintahkan dan ajarkan tertulis dalam Injil. Orang Kristen harus paham betul, ada berapa Injil? 

Jangan sampai mengaku Kristen ketika ditanya Injil-Nya tidak tahu, bahkan salah menjawab. Injil Kristus yang kanon ada empat Kitab, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

Jika ada saudara kita sesama manusia yang menyebutkan 'injil' lain, dipastikan itu bukan Injil yang diakui Gereja. Jadi abaikan saja. 

Apa yang tertulis dalam Injil adalah pengajaran daripada Tuhan,  sebagai pedoman hidup orang Kristen. Meskipun di luar sana ada ajaran lain yang nampaknya baik, namun bagi orang Kristen pengajaran yang utama adalah yang bersumber daripada Yesus Kristus sendiri, benturkan ajaran lain pada ajaran -Nya, jika bertentangan dipastikan bukanlah ajaran yang benar.


Hal ini tertulis seperti pada Alkitab, pada Filipi 1: 27, tertulis demikian:
Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil. 

Para rasul mengajarkan apa yang Yesus ajarkan ketika tinggal bersama-sama mereka, pengajaran itu disebarkan ke seluruh dunia, seperti yang tertulis di Alkitab, ketika rasul Yesus mengajar pada jemaat di Filipi. 

Apa saja yang Yesus ajarkan? 

Sebenarnya sangatlah banyak yang Yesus ajarkan kepada orang Yahudi dan non Yahudi yang ada di Yerusalem ketika itu, bahkan kepada para murid-Nya. Pada firman kali ini disebutkan beberapa, sisanya kita biasakan membaca Alkitab, karena di sana sumber pengajaran kita sebagai orang Kristen. 


Ketika Yesus mengajar "Sabda Bahagia"
Matius 5: 2 - 12,  tertulis demikian:
Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: 
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Terkadang kita terbawa kesedihan ketika menghadapi banyak hal dalam kehidupan ini, tapi sebenarnya Yesus menyampaikan bahwa kita seharusnya memperbanyak bahagia dan sukacita. Ada banyak yang Yesus sampaikan kenapa kita harus berbahagia dan bersukacita. 


Selanjutnya Yesus juga mengajarkan kita untuk menjadi "Garam dan Terang Dunia". Ini yang paling sering kita dengar sebagai orang Kristen, haruslah menjadi seperti demikian. 

Ini seperti tertulis dalam Matius 5: 13 - 14. Seperti yang tertulis demikian:
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi."

Dalam kehidupan sehari-hari kita mengetahui sifat garam itu seperti apa? 
*garam itu menyedapkan masakan
*garam itu bisa mengawetkan
*garam itu punya manfaat dan kegunaan dalam. Kehidupan kita sehari-hari

Orang Kristen itu harus menjadi garam. Kita ada di tengah kehidupan di dunia yang beragam. Kita harus bisa menggarami atau memberikan kesedapan dalam kehidupan kita berada. Tempatkan diri kita sebagai 'garam'. Jangan sampai ada orang yang melihat kita sebagai sesuatu yang mengganggu atau tidak bermanfaat. Orang Kristen harus bisa menempatkan diri, dari ucapan, tutur kata, perilaku. Inilah yang Yesus ajarkan. 

Begitupun orang Kristen juga harus menjadi terang dunia. Dunia yang penuh kejahatan, kita harus berbeda bukan malah mengikuti yang jahat, tetapi kita harus berbeda dan menjadi contoh yang baik. Dimana kita berada, kita harus mengakui bahwa kita Kristen. 


Selanjutnya pengajaran Yesus bagaimana soal pembalasan. Ingat dalam Perjanjian Lama tertulis di sana ajaran Taurat, dimana selalu ada pembalasan, mata ganti mata, dimana apabila kita dijahati maka kita harus melakukan pembalasan, syukur² impas, jika mungkin membalas yang lebih kejam. 

Ingatkan soal pepatah dunia, "pembalasan harus lebih kejam"

Tapi Yesus mengajarkan hal yang sebaliknya, seperti yang tertulis dalam Matius 5: 39 - 40, dimana tertulis demikian:
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.

Pengajaran yang radikal yang sangat sulit sekali dilakukan jika kita masih terikat pengajaran dunia atau masih terikat pada ajaran Taurat. Ini yang terjadi dikehidupan saat ini, dimana perang terjadi oleh karena pembalasan. 

Tapi Yesus mengajarkan hal (+) untuk tidak membalas apa perbuatan jahat orang lain pada kita. Karena pembalasan itu datang dari Tuhan. 


Selanjutnya pengajaran Yesus yang tak kalah radikal yang, yakni soal "penghakiman" atau judgment. Hal yang lumrah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, hanya karena kita merasa diri kita sudah paling dan menjalankan apa yang benar. 

Ini seperti yang tertulis dalam Matius 7: 1 - 5, tertulis demikian:
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Kita sering terjebak dengan mudahnya menjudge seseorang hanya karena kita merasa sudah lebih baik daripada orang lain, cara kita yang salah ketika menegur orang lainlah yang pada akhirnya berlaku seperti menghakimi orang lain. 
Terkadang kita menghakimi dengan kata-kata, atau bahkan kita melakukan penghakiman dengan main hakim sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna: jangan membesar-besarkan masalah. Sadarilah keberadaan diri kita dan menyadari kesalahan kita sendiri. 


Karena dari semua pengajaran Yesus ini, akan berhubungan dengan apa yang akan disediakan di Kerajaan Surga kelak. 

Seperti yang tertulis dalam Matius 7: 21, yang tertulis demikian:
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Pesan Yesus ini cukup keras sebagai peringatan kita agar melakukan kehendak Bapa-Nya di sorga. 

Kebenaran Injil berbeda dengan pengajaran yang lain. Kita harus mengetahui kebenaran yang sesungguhnya terlebih dulu untuk membedakan pengajaran yang lain. Karena banyak pengajaran yang lain yang nampaknya baik, tapi bertentangan dengan ajaran Yesus. 

Karena pada akhirnya kita itu diminta untuk merefleksikan Yesus Kristus dalam hidup kita, agar benar-benar Kerajaan Allah dimuliakan dan tergambar dalam hidup kita. 

Seperti pengajaran² yang disampaikan oleh para rasul-Nya kepada jemaat Kristen mula-mula, pengajaran yang sama pula juga disampaikan pada kita saat ini. 

Seperti yang tertulis pada Roma 1: 16, yang berbunyi demikian:
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Juga tertulis pada 2 Korintus 3: 2 - 3, yang berbunyi demikian:
Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.  

Juga tertulis pada 1 Petrus 2: 12, yang berbunyi demikian:
Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. 

Hendaklah kita hidup seturut pengajaran-Nya dan hidup sesuai firman yang telah Dia sampaikan. Karena kita adalah pengikut Kristus kita harus hidup sesuai dengan kehendak-Nya jika kita mau masuk ke dalam kerajaan-Nya. 


Refleksi yang saya re-write di sini saya sesuaikan dengan apa yang saya bisa paham dengan panca indera saya. 

Untuk memahaminya sendiri bisa dilihat streaming Ibadah Raya II di GBIS Hosana Pandaan dengan mengklik tautan ini

Rajinlah membaca Alkitab, karena di sanalah semua pengajaran yang benar agar hidup kita seturut kehendak-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. -cpr

#onedayonepost
#gbis
#firman
#refleksi
#iman
#youtube