Sabtu, 07 Februari 2026

[History] Mengenal Tokoh Kitab Suci "Raja Daud"

Pada postingan kali ini saya akan membahas salah satu tokoh Alkitab dari Perjanjian Lama, yang juga memang dicatatkan lebih dulu pada kitab-kitab Yahudi. Tokoh itu adalah Raja Daud. 

Hal yang buat saya tertarik adalah bahwa Daud tidak benar dalam hidupnya, namun entah kenapa Allah tetap berkenan pada Daud.

Karena dari garis keturunan Daud inilah Yesus Kristus dilahirkan dan karya penyelamatan Allah di dunia nyata dalam Yesus Kristus. 

Daud diketahui pernah berselingkuh dengan wanita, dan itu adalah hal yang salah, namun itu dilakukan oleh Daud. Tapi kenapa Allah masih berkenan kepadanya? Mari kita mengenal Daud lebih lagi, supaya kita memahami apa rencana Allah dan kita bisa mengambil refleksi iman dari kisah tersebut. 

Ilustrasi Daud, gambar dibuatkan oleh chatgpt

Daud atau דָּוִד / Dawid punya makna "yang dikasihi",  berasal dari suku Yehuda. 

Daud adalah anak laki-laki bungsu (anak laki-laki kedelapan) dari ayah yang bernama Isai (Yishai) dari Betlehem. Ibunya tidak disebutkan siapa. Siapa sajakah anak-anak Isai? 

Bisa dilihat di 1 Tawarikh 2: 13 - 15, nama dari anak-anak Isai tersebut. 
👶 Eliab
👶 Abinadab
👶 Simea / Syama / Shammah
👶 Netaneel
👶 Radai
👶 Ozem
👶 Daud

Ada perbedaan jumlah anak berdasarkan yang tercatat di 1 Samuel 16: 10 - 11, dimana di sana diinfokan delapan anak, sedangkan di 1 Tawarikh 2: 13 - 15 menyebutkan tujuh. Dimungkinkan ada anak yang meninggal, tapi tidak disebutkan yang keberapa dan siapa namanya. 

Selain anak laki-laki, Isai juga punya dua anak perempuan yang tercatat dalam Alkitab, 1 Tawarikh 2: 16. Mereka adalah:
👧 Zeruya
👧 Abigail


Kita coba melihat sosok Daud sesuai apa yang digambarkan dalam Alkitab:
Dalam 1 Samuel 16: 12, Daud digambarkan : berkulit kemerahan (admoni), bermata indah dan berparas elok.
Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia." 1 Samuel 16: 12

Postur tubuh Daud tidak digambarkan secara jelas apakah besar atau kecil. Hanya Saul dan Goliat yang digambarkan soal posturnya. Dimana Saul lebih tinggi dari semua orang Israel, dari bahu ke atas (tercatat dalam 1 Samuel 9: 2)  dan Goliat tingginya enam hasta sejengkal (sangat tinggi) (tercatat dalam 1 Samuel 17: 4).

Satu hal yang tidak langsung menggambarkan postur tubuh Daud, tergambar eksplisit dalam kisah Daud melawan Goliat. 

Yaitu saat Daud dipakaikan baju perang milik Saul, dimana baju perang Saul dipakaikan kepada Daud, tetapi kebesaran dan tidak pas, sehingga ia menanggalkannya. (tercatat dalam 1 Samuel 17: 38 - 39).


Namun satu hal, bukan soal fisik yang ditekankan soal tokoh Alkitab ini, melainkan terkait pada perkenanan Tuhan pada dirinya (baca: Daud). 

Sebelum menjadi seorang raja, Daud adalah penggembala kambing domba. 

Beranjak usianya, Daud kerap melayani Saul. Daud semakin dikenal ketika dia berhasil menumbangkan Goliat dengan ketapel tangan. Sejak saat itu Saul menempatkan Daud dalam dinas kerajaan, dan Daud selalu berhasil dalam tiap penugasannya. (tercatat dalam 1 Samuel 18: 5) . 

Karir militer Daud terus berlanjut, dia diangkat menjadi kepala pasukan seribu (tercatat dalam 1 Samuel 18: 13). 

Daud selalu berhasil dalam setiap misi penugasannya, dan rakyat mengasihinya (tercatat dalam 1 Samuel 18: 14 - 16).

Daud mengalami konflik dengan Saul. Permasalahan dengan Saul ini justru dimulai dari Saul. Berikut beberapa hal yang menjadi intrik permasalahan antara Daud dan Saul, sbb. :
🥊 Popularitas Daud makin melejit, sejak kemenangannya atas Goliat dan kemengangannya dalam misi militernya, membuat Daud dikasihi rakyat. Hal ini membuat Saul cemburu.  (Tercatat dalam 1 Samuel 18: 7
“Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”

Situasi ini membuat Saul menjadi curiga terhadap Daud. Di sini mulai ada api konflik diantara Saul dan Daud, meskipun Daud tidak merasa apa yang dia lakukan itu ternyata memberikan efek kecemburuan dalam diri Saul. 

🥊 Saul takut kehilangan tahtanya
Saul melihat bahwa Tuhan mengasihi Daud, begitu juga rakyatnya. Popularitas Daud terus meningkat seiring keberhasilannya dalam tiap misi. 

🥊 Upaya Saul membunuh Daud, pengaruh roh jahat
Saul bahkan terang-terangan melempar tombak untuk membunuh Daud. (Tercatat dalam 1 Samuel 18: 10 - 11).
Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya. Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya: "Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding." Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali. 

Ilustrasi, gambar disiapkan chatgpt

🥊 Saul berusaha menyingkirkan Daud dengan penugasan perang
Saul berharap Daud tewas ditangan musuh ketika perang, namun sebaliknya Daud selalu berhasil dalam penugasannya. (Tercatat dalam 1 Samuel 18: 17


🥊 Saul meyakini akan nubuatan Samuel dan penolakan Allah atas Saul
Samuel pernah mengatakan bahwa kerajaan Saul akan diberikan kepada orang lain yang lebih baik. 
Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: "TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.
Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal." 1 Samuel 15: 28 - 29


Menghadapi ketidaksukaan Saul pada dirinya (baca: Daud), Daud memilih tidak melakukan konfrontasi balasan atas hal buruk yang dia terima dari Saul. 

Daud memilih mengasingkan diri, lari dan bersembunyi. Daud menolak untuk membunuh Saul, dan tetap menganggap Saul sebagai orang yang diurapi Tuhan. 

Samuel sebelumnya sudah pernah bertemu dengan Daud, dan Samuel telah mengurapi Daud, ketika Daud masih muda kala itu, ketika masih di Betlehem. Sejak pengurapan itu, Daud tetap menjalani kehidupannya seperti biasa hingga akhirnya Daud bisa mencapai popularitasnya ketika berada di dalam lingkungan kerajaan yang dipimpin Saul. 


Hingga akhirnya Saul berserta putera-puteranya gugur ketika kalah perang melawan Bangsa Filistin. 

Ilustrasi, Saul tewas kalah perang, gambar disiapkan chatgpt

Meskipun perbuatan jahat yang dilakukan Saul pada Daud, namun mendengar kematian Saul, Daud justru meratapinya dengan kesedihan dan mengumumkan perkabungan untuk situasi tersebut. 

Hingga akhirnya Daud diurapi menjadi raja atas Yehuda.
Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Apakah aku harus pergi ke salah satu kota di Yehuda?" Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah." Lalu kata Daud: "Ke mana aku pergi?" Firman-Nya: "Ke Hebron." 
Lalu pergilah Daud ke sana dengan kedua isterinya: Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu. 
Juga Daud membawa serta orang-orangnya yang mengiringinya masing-masing dengan rumah tangganya, dan menetaplah mereka di kota-kota Hebron.
Kemudian datanglah orang-orang Yehuda, lalu mengurapi Daud di sana menjadi raja atas kaum Yehuda. 2 Samuel 2: 1 - 4


Ketika itu masih ada tersisa kerajaan Israel warisan dari Raja Saul. Anaknya Isyboset menjadi raja atas wilayah sisa kekuasaan Saul dahulu. 

Setelahnya terjadi konflik antara keluarga Daud dan keluarga Isyboset. Dimana keluarga Daud makin kuat sedangkan keluarga Saul yang diwarisi pada Isyboset makin lemah. Sampai pada akhirnya Isyboset mati dibunuh oleh orangnya sendiri. Daud yang mengetahui pembunuh itu, menghukum mati pembunuhnya. 

Akhirnya Daud mendapatkan restu dari tua-tua Israel untuk menjadi raja. Kemudian Daud diurapi menjadi raja atas seluruh Israel. (Tercatat dalam 2 Samuel 5: 1 - 3
Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: "Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. 
Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel."
Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. 

Daud berusia 30 tahun ketika dia menjadi Raja. Diketahui, dia memerintah Israel selama 40 tahun. Rinciannya 7,5 tahun memerintah di wilayah Hebron atas wilayah Yehuda dan selama 33 tahun memerintah Yerusalem atas seluruh wilayah Israel. 


Daud diurapi sejak dia masih muda. Daud selalu menggantungkan hidupnya pada Allah yang yang dia yakini, dan Daud selalu berlaku benar. Bahkan ketika Saul menghalalkan yang jahat padanya, Daud tidak membalasnya. Daud percaya pada Allahnya.

Daud menjadi raja bukan karena semata-mata kemampuannya, tapi karena Daud berkenan kepada Allah. 


#Kehidupan pribadi Daud, istri-istri dan anak-anak nya
Sebelum menjadi raja, Daud telah mempunyai beberapa istri, diantaranya yaitu:
👰‍♀️ Mikal (anak Saul) 
Hingga kematiannya, Daud tak memiliki anak darinya. 

👰‍♀️ Ahinoam (dari Yizreel) 
Darinya lahirlah Amnon. 

👰‍♀️ Abigail (janda nya Nabal orang Karmel) 
Darinya lahirlah Kileab / Daniel. 

👰‍♀️ Maakha (anak dari Talmai, Raja Gesur) 
Darinya lahirlah Absalom dan Tamar. 

👰‍♀️ Hagit
Darinya lahirlah Adonia. 

👰‍♀️ Abital
Darinya lahirlah Sefaca / Sefatya. 

👰‍♀️ Egla
Darinya lahirlah Yitream. 

Ketika Daud menjadi raja atas seluruh Israel di Yerusalem, di sana dia juga mengambil selir dan istri-istri lain yang tak tercatat dalam kitab suci.

Tidak diketahui siapa nama ibu dari anak-anak Daud ini, tetapi mereka ini disebutkan sebagai anak-anak Daud: Inilah nama anak-anak yang lahir bagi dia di Yerusalem: Syamua, Sobab, Natan, Salomo, Yibhar, Elisua, Nefeg, Yafia, Elisama, Elyada dan Elifelet.

Dari nama-nama itu ada satu nama yang kelak menjadi penerus Raja Daud di Yerusalem, yaitu Salomo. Namun pada post kali ini kita tidak akan membahasnya. 


Ketika Daud berkuasa, ada hal-hal yang ternyata membuat Daud bisa juga jatuh dalam dosa. Peristiwa ini dicatat dan diberikan highlight dalam kitab suci, Narasinya terdapat terutama di 2 Samuel 11. Teks ini tidak berusaha memperindah Daud; justru memperlihatkan penyalahgunaan kuasa, akibatnya, dan pertobatannya.

Daud punya hak sebagai raja untuk memperistri wanita yang ada di kerajaannya, namun kesalahan terbesar Daud adalah tidur dengan wanita yang sudah bersuami, dan menghalalkan hal buruk untuk mengusahakan kematian suami wanita itu. Kelakuan ini disebutkan kitab suci sebagai sesuatu yang jahat dimata Tuhan. 

Jadi Daud jatuh cinta pada seorang wanita yang tengah mandi, wanita itu adalah Batsyeba binti Eliam. Dia adalah istri dari prajuritnya bernama Uria. 

Ilustrasi, gambar disiapkan oleh chatgpt

Ketika suaminya tengah pergi berperang, Daud mengambil Batsyeba dan menidurinya, hingga Batsyeba mengandung. Setelah mengetahui bahwa Batsyeba mengandung, Daud ternyata bersiasat, dari siasat yang bersifat mengelabui namun gagal, hingga akhirnya siasat jahat yang menyebabkan Uria mati di medan perang. 

Setelah kematian Uria, Daud mengambil Batsyeba menjadi istrinya. Anak pertama dari hasil perzinahan itu diketahui mati, dan barulah lahir anak kedua dari Batsyeba dan lahirlah Salomo yang kelak menjadi penerus tahta Kerajaan Israel. 

Pada akhirnya Daud memang mengakui kesalahannya itu dan bertobat, namun dosa itu telah terjadi. Namun ternyata Allah punya rencana-Nya, Dia punya kuasa atas hal yang mungkin bagi manusia adalah sesuatu yang buruk, namun Kasih Karunia Allah membuat hal itu menjadi proses karya penyelamatan yang luar biasa kelak. 


Daud pada akhirnya beranjak lanjut usia, ia tidak lagi memiliki kekuatan fisik seperti dulu. Para pelayan mencari seorang perempuan muda, Abisag, untuk merawat dan menghangatkannya.

Diusianya yang sudah lanjut, ada pertanyaan, siapa penerus tahtanya? 

Anak sulung dalam kebudayaan Yahudi adalah penerus dari kekuasaan ayahnya, dan itu terjadi demikian jika semua berjalan normal. Tidak ada seperti menjual kesulungan atau hal kematian, namun jika itu terjadi pewarisan kepada yang sulung bisa saja tak terjadi demikian. Hal yang sama terjadi pada pewarisan tahta Raja Daud. 

Diketahui anak sulung Raja Daud adalah Amnon. Namun Amnon melakukan kesalahan besar, dia melakukan tipu muslihat karena dia menyukai adik tirinya, dan terjadilah perbuatan cabul itu dengan pemaksaan kepada saudara tirinya Tamar. 

Amnon digambarkan pria tidak bertanggung jawab, setelah kejadian itu justru Tamar dibenci dan diusirnya. 

Daud yang mengetahui kejadian ini marah namun tidak menghukum anaknya itu. Namun peristiwa ini mencemarkan kerajaan. 

Absalom yang adalah kakak dari Tamar marah dan berusaha membalas dendam. Selang dua tahun dari peristiwa itu, Absalom merancang pembunuhan terhadap Amnon kakak tirinya. Amnin pun tewas. Situasi ini jelas membuat tahta sulung penerus tahta Daud hilang dari tangan si sulung. 

Tragedi yang dialami keluarga Daud ini juga merupakan nubuatan dari Nabi Nathan, seperti yang tertulis dalam 2 Samuel 12: 10 - 11.
Nubuatan ini muncul karena kedosaan Daud ketika mengingini bahkan mengambil istri sah dari prajuritnya (Uria), kemudian membuat siasat buruk untuk menghalalkan keinginannya itu.
Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.  
Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."

Sebenarnya Absalom adalah fitur yang karismatik, tampan dan dikagumi oleh rakyat Israel. Sehingga memungkinkan jika pewaris tahta selanjutnya adalah dia. 

Absalom akhirnya berani memproklamirkan diri sebagai Raja di Hebron. Melihat situasi ini Raja Daud memutuskan mundur dari Yerusalem demi menghindari pertumpahan darah di kota. Namin perang tetap terjadi pada akhirnya, pasukan Daud menang dan Absalom tewas dalam perang. 

Daud sendiri tidak bergembira atas kemenangannya, justru malah menangisi kematian puteranya itu. 

Alhasil tahta Daud masih menjadi tanda tanya akan diwariskan pada siapa? 

Putera Daud lainnya masih ada, dialah Adonia. Adonia merasa percaya diri dan dengan lantang menyatakan dirinya akan menjadi raja. Pernyataan ini membuatnya mendapatkan dukungan dari Yoab panglima perang kerajaan dan Abyatar seorang imam kerajaan. Adonia hampir saja mendapatkan legitimasi penobatan resmi. 

Namun pada prosesnya, Batsyeba (ibu Salomo) dan Nabi Nathan mengingatkan Raja Daud, bahwa puteranya yang lain yaitu Salomo lah yang telah ditetapkan sebagai penerus Kerajaan Daud. 

Akhirnya Daud memerintahkan Salomo untuk diurapi, dan disampaikan ke publik. Sejak inilah klaim Adonia gugur. 

Adonia nampaknya tidak tinggal diam, dia melakukan siasat lainnya dengan meminta Abisag (wanita yang merawat masa tua Daud). Hal ini membuat Salomo menghukum mati Adonia. 

Ketika itu, Raja Daud masih ada, tengah dalam penghujung akhir hayatnya. Menjelang ajalnya, Raja Daud memberikan amanat:
🤴 Untuk tetap setia pada Taurat Musa

🤴 Bertindak bijaksana terhadap lawan-lawan politik tertentu, yaitu Yoan dan Simeone

🤴 Membalas kebaikan kepada keluarga Barzilai


Setelah kematian Daud, pemerintahan Kerajaan Israel dilanjutkan puteranya, Salomo. Kelak dia dikenal sebagai raja yang bijaksana dan terkenal hingga namanya dipakai oleh penganut keyakinan lain dalam kisah kitab suci buatan sendiri oleh 'nabi' yang lahir di jazirah pada abad ke-6 atau ke-7. 

Itulah dia sedikit rangkuman mengenai tokoh besar dalam Perjanjian Lama, Raja Daud. Nama yang akan selalu kita dengar pasca kita mengenal Yesus Kristus, sang penerus Tahta Daud sejati. 

Semoga kisa bisa belajar dari kisah Daud ini, bagaimana Daud berkenan pada Allah, namun karena dosa Daud bisa membuat Allah murka dan menghukum Daud, tapi pada akhirnya dari kesalahan Daud itu, Allah memberikan jalan keselamatan yang lain dari sana. 

Dari putera-putera Daud kita bisa juga banyak belajar bagaimana untuk selalu berlaku benar sesuai apa yang seharusnya yang benar itu terjadi. 

Allah bekerja melalui manusia yang nyata—penuh iman, tetapi juga penuh kelemahan. Allah melihat hati, bukan status siapa anda, iman lebih besar daripada senjata (ketika Daud menghadapi Goliat), sabar menunggu waktu Tuhan dan tidak berambisi (ketika Daud konfrontasi dengan Saul), bahaya akan kuasa bahkan yang telah dipilih Allah bisa jatuh ke dalam dosa jika tidak mawas diri, pertobatan sejati itu penting meski kita telah jatuh dalam dosa, meski begitu konsekuensi dosa tetap diterima meski kamu telah bertobat. 

Sampai jumpa dipembahasan sejarah tentang tokoh Alkitab lainnya, semoga bisa jadi bahan refleksi. Postingan ini saya buat karena terpicu dari bahasan soal firman pada saat Ibadah Doa Jumat ke-1 di GBIS Bosan Pandaan, meski tidak membahas langsung soal Daud, tapi ada sedikit membahas soal Daud. Jadi saya penasaran aja mengenal tokoh satu ini. -cpr

#onedayonepost
#sejarah
#rajadaud
#informas

Minggu, 01 Februari 2026

[Firman] Hidup Berpadanan dengan Injil Kristus

 
Catatan ini saya tuliskan berdasarkan refleksi iman ketika mendengar penyampaian firman oleh Pdm. Trifena Stefanus, pada Ibadah Raya II, tanggal 1 Februari 2026.

Nanti saya akan bagikan link video streaming Ibadah Raya tersebut, supaya yang ingin memahami apa yang disampaikan Ibu Pendeta bisa mendengarnya dengan menonton video streaming tersebut. Karena apa yang saya tuliskan ini sesuai apa yang jadi refleksi iman saya sesuai apa yang disampaikan, jadi kalau ada sedikit banyak kata atau diksi yang berbeda harap dimaklumi ya, ini saya sampaikan disclaimer terlebih dahulu. 

Ilustrasi dibantu dibuatkan chatgpt

Tema apa yang disampaikan ibu Pendeta pada awal pekan ini seperti yang tertulis dijudul postingan ini, yaitu hidup berpadanan dengan Injil Kristus. 

Sebagai orang Kristen harus paham betul siapa guru agung kita, tentunya apa yang kita lakukan itu harus berpadanan dan sesuai dengan apa yang Yesus Kristus ajarkan, firmankan. 

Dan semuanya itu dituliskan dalam Injil, apa yang Yesus Kristus perintahkan dan ajarkan tertulis dalam Injil. Orang Kristen harus paham betul, ada berapa Injil? 

Jangan sampai mengaku Kristen ketika ditanya Injil-Nya tidak tahu, bahkan salah menjawab. Injil Kristus yang kanon ada empat Kitab, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

Jika ada saudara kita sesama manusia yang menyebutkan 'injil' lain, dipastikan itu bukan Injil yang diakui Gereja. Jadi abaikan saja. 

Apa yang tertulis dalam Injil adalah pengajaran daripada Tuhan,  sebagai pedoman hidup orang Kristen. Meskipun di luar sana ada ajaran lain yang nampaknya baik, namun bagi orang Kristen pengajaran yang utama adalah yang bersumber daripada Yesus Kristus sendiri, benturkan ajaran lain pada ajaran -Nya, jika bertentangan dipastikan bukanlah ajaran yang benar.


Hal ini tertulis seperti pada Alkitab, pada Filipi 1: 27, tertulis demikian:
Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil. 

Para rasul mengajarkan apa yang Yesus ajarkan ketika tinggal bersama-sama mereka, pengajaran itu disebarkan ke seluruh dunia, seperti yang tertulis di Alkitab, ketika rasul Yesus mengajar pada jemaat di Filipi. 

Apa saja yang Yesus ajarkan? 

Sebenarnya sangatlah banyak yang Yesus ajarkan kepada orang Yahudi dan non Yahudi yang ada di Yerusalem ketika itu, bahkan kepada para murid-Nya. Pada firman kali ini disebutkan beberapa, sisanya kita biasakan membaca Alkitab, karena di sana sumber pengajaran kita sebagai orang Kristen. 


Ketika Yesus mengajar "Sabda Bahagia"
Matius 5: 2 - 12,  tertulis demikian:
Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: 
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Terkadang kita terbawa kesedihan ketika menghadapi banyak hal dalam kehidupan ini, tapi sebenarnya Yesus menyampaikan bahwa kita seharusnya memperbanyak bahagia dan sukacita. Ada banyak yang Yesus sampaikan kenapa kita harus berbahagia dan bersukacita. 


Selanjutnya Yesus juga mengajarkan kita untuk menjadi "Garam dan Terang Dunia". Ini yang paling sering kita dengar sebagai orang Kristen, haruslah menjadi seperti demikian. 

Ini seperti tertulis dalam Matius 5: 13 - 14. Seperti yang tertulis demikian:
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi."

Dalam kehidupan sehari-hari kita mengetahui sifat garam itu seperti apa? 
*garam itu menyedapkan masakan
*garam itu bisa mengawetkan
*garam itu punya manfaat dan kegunaan dalam. Kehidupan kita sehari-hari

Orang Kristen itu harus menjadi garam. Kita ada di tengah kehidupan di dunia yang beragam. Kita harus bisa menggarami atau memberikan kesedapan dalam kehidupan kita berada. Tempatkan diri kita sebagai 'garam'. Jangan sampai ada orang yang melihat kita sebagai sesuatu yang mengganggu atau tidak bermanfaat. Orang Kristen harus bisa menempatkan diri, dari ucapan, tutur kata, perilaku. Inilah yang Yesus ajarkan. 

Begitupun orang Kristen juga harus menjadi terang dunia. Dunia yang penuh kejahatan, kita harus berbeda bukan malah mengikuti yang jahat, tetapi kita harus berbeda dan menjadi contoh yang baik. Dimana kita berada, kita harus mengakui bahwa kita Kristen. 


Selanjutnya pengajaran Yesus bagaimana soal pembalasan. Ingat dalam Perjanjian Lama tertulis di sana ajaran Taurat, dimana selalu ada pembalasan, mata ganti mata, dimana apabila kita dijahati maka kita harus melakukan pembalasan, syukur² impas, jika mungkin membalas yang lebih kejam. 

Ingatkan soal pepatah dunia, "pembalasan harus lebih kejam"

Tapi Yesus mengajarkan hal yang sebaliknya, seperti yang tertulis dalam Matius 5: 39 - 40, dimana tertulis demikian:
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.

Pengajaran yang radikal yang sangat sulit sekali dilakukan jika kita masih terikat pengajaran dunia atau masih terikat pada ajaran Taurat. Ini yang terjadi dikehidupan saat ini, dimana perang terjadi oleh karena pembalasan. 

Tapi Yesus mengajarkan hal (+) untuk tidak membalas apa perbuatan jahat orang lain pada kita. Karena pembalasan itu datang dari Tuhan. 


Selanjutnya pengajaran Yesus yang tak kalah radikal yang, yakni soal "penghakiman" atau judgment. Hal yang lumrah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, hanya karena kita merasa diri kita sudah paling dan menjalankan apa yang benar. 

Ini seperti yang tertulis dalam Matius 7: 1 - 5, tertulis demikian:
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Kita sering terjebak dengan mudahnya menjudge seseorang hanya karena kita merasa sudah lebih baik daripada orang lain, cara kita yang salah ketika menegur orang lainlah yang pada akhirnya berlaku seperti menghakimi orang lain. 
Terkadang kita menghakimi dengan kata-kata, atau bahkan kita melakukan penghakiman dengan main hakim sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna: jangan membesar-besarkan masalah. Sadarilah keberadaan diri kita dan menyadari kesalahan kita sendiri. 


Karena dari semua pengajaran Yesus ini, akan berhubungan dengan apa yang akan disediakan di Kerajaan Surga kelak. 

Seperti yang tertulis dalam Matius 7: 21, yang tertulis demikian:
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Pesan Yesus ini cukup keras sebagai peringatan kita agar melakukan kehendak Bapa-Nya di sorga. 

Kebenaran Injil berbeda dengan pengajaran yang lain. Kita harus mengetahui kebenaran yang sesungguhnya terlebih dulu untuk membedakan pengajaran yang lain. Karena banyak pengajaran yang lain yang nampaknya baik, tapi bertentangan dengan ajaran Yesus. 

Karena pada akhirnya kita itu diminta untuk merefleksikan Yesus Kristus dalam hidup kita, agar benar-benar Kerajaan Allah dimuliakan dan tergambar dalam hidup kita. 

Seperti pengajaran² yang disampaikan oleh para rasul-Nya kepada jemaat Kristen mula-mula, pengajaran yang sama pula juga disampaikan pada kita saat ini. 

Seperti yang tertulis pada Roma 1: 16, yang berbunyi demikian:
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Juga tertulis pada 2 Korintus 3: 2 - 3, yang berbunyi demikian:
Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.  

Juga tertulis pada 1 Petrus 2: 12, yang berbunyi demikian:
Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. 

Hendaklah kita hidup seturut pengajaran-Nya dan hidup sesuai firman yang telah Dia sampaikan. Karena kita adalah pengikut Kristus kita harus hidup sesuai dengan kehendak-Nya jika kita mau masuk ke dalam kerajaan-Nya. 


Refleksi yang saya re-write di sini saya sesuaikan dengan apa yang saya bisa paham dengan panca indera saya. 

Untuk memahaminya sendiri bisa dilihat streaming Ibadah Raya II di GBIS Hosana Pandaan dengan mengklik tautan ini

Rajinlah membaca Alkitab, karena di sanalah semua pengajaran yang benar agar hidup kita seturut kehendak-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. -cpr

#onedayonepost
#gbis
#firman
#refleksi
#iman
#youtube

Minggu, 25 Januari 2026

[Firman] Dis(X)Connected Couple

Saya mau share firman yang saya resapi mengawali pekan ini, firman Tuhan disampaikan melalui Pdt. Otniel pada saat Ibadah Raya II, pada 25 Januari 2026.

Firman yang saya dengar pekan ini relate dengan situasi hubungan saya saat ini, sekaligus refleksi iman pada diri saya sendiri, ini cara Tuhan menegur saya pribadi yang selalu membuat hubungan ini jadi selalu dis (x) connected dengan pasangan. Sekaligus juga dari firman ini saya mengetahui apa makna sepadan dalam sebuah relasi pasangan. 

Mari kita simak apa yang bisa saya peroleh dari firman yang disampaikan ini. Jika mau mendengarkan langsung apa yang disampaikan, link nya akan saya bagikan diakhir catatan ini. 

Ilustrasi disiapkan oleh chatgpt

Jadi, poin utama hubungan antar personal pria dan wanita atau suami dan istri, diawali dengan keterhubungan dengan Allah. Karena keterhubungan masing-masing dengan Allah akan memberikan dampak ke banyak hal, bahkan untuk hubungan antar personal. 

Refleksi dikehidupan kita, tujuan umum pria dan wanita menikah antara lain:
👫 Ingin bahagia atau dibahagiakan oleh pasangannya
👫 Memperoleh keturunan
👫 Menjalin relasi bisnis
👫 Pembuktian pada lingkungan
👫 Memperbaiki taraf kehidupan
👫 Menaikan status level (yang penting menikah) 
👫 Desakan dari keluarga

Rata-rata jika tujuan itu tidak tersampaikan ketika setelah menikah yang ada akhirnya perasaan kecewa

Pak Pendeta memulai dengan nats Kitab Suci seperti apa yang tertulis pada Kejadian 2: 18. Dimana di sana tertulis demikian:
TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya,  yang sepadan dengan dia."

Di sana tertulis kata 'sepadan', lalu apa maknanya? 
Kata sepada di sini bukan dimaknai sebagai atribut, kemampuan atau status apapun, atau bahkan pencapaian. Karena ketika pertama kali manusia diciptakan, tidak ada capaian apapun. Tapi kata 'sepadan' ini dimaknai sebagai keberadaan diri dan identitas pada mulanya. Sepadan diartikan juga pria dan wanita diciptakan dengan nilai yang sama tingginya dihadapan Allah. Nilai yang sama dihadapan Allah, itulah makna kata sepadan. 

#1 Pernikahan adalah kesatuan antara dua manusia, yaitu pria dan wanita. 
Hal ini dapat dilihat dari apa yang tertulis di dalam Kitab Suci, dasar Allah menciptakan manusia. Tertulis dalam Kejadian 1: 26 - 27, yang tertulis demikian:
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 

Di sini saya coba keluar sedikit dari konteks: di sini saya menyadari bahwa Allah Tritunggal telah ada sejak semula, sejak awal kita manusia diciptakan. Dari mana dasarnya, di sana tertulis kata 'kita'. Jika bukan orang percaya, pasti akan menilai bahwa Allah kita adalah polytheisme, karena di sana tersebut makna jamak. Tapi kita yang percaya memahami bahwa konsep Tritunggal ada sejak Yesus ada. Tapi ternyata jika mundur ke belakang ketika penciptaan, tersebut jelas di sana bahwa ada kata 'kita'. Yesus kita yakini bahwa Dia-lah Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus, konsep Tritunggal kita kenal ketika pengajaran Yesus, Yesus sendiri adalah Alpha dan Omega, awal dan akhir, dimana Dia telah ada sebelum bumi ini dijadikan. Itu terlihat jelas bahwa ada perbincangan diantara Allah-Putera-Roh Kudus, tiga dalam satu pribadi. Inilah yang membuat saya semakin yakin akan konsep Tritunggal ini dan itu terbukti sejak dahulu, sekarang dan akan datang. 


Kita kembali ke pembahasan, saya agak melenceng sedikit, abaikan saja tulisan diatas, itu hanya selingan saja. 

Dari apa yang tertulis di sana Pak Pendeta memberikan gambaran yang menarik, bahwa penciptaan manusia (pria dan wanita) itu berbeda dari makluk ciptaan-Nya yang lain. 

Makluk yang lain diciptakan melalui firman, apa yang Dia ucapkan maka terjadilah. Tapi yang dilakukan pada penciptaan manusia, ada diskusi diantara tiga pribadi, seperti yang dicatatkan dalam kitab suci. "Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita."

Itu kenapa manusia adalah makluk ciptaan-Nya yang paling mulia, karena manusia diciptakan tidak semata-mata ciptaan tapi memang diciptakan serupa, segambar dengan-Nya. 

Penghargaan pada pasangan kita hendaknya dimaknai dengan penghargaan sebagai sesama manusia yang bernilai tinggi di hadapan Allah. 

Karena ketika kita melihat keterbatasan pada masing-masing individu pasangan, secara manusiawi kita seperti membandingkan. Kenapa dia begini, kenapa dia begitu, saya sudah begini kenapa dia tidak begini juga. 

Yang sering terjadi kita membandingkan antara keluarga satu dan yang lainnya. Keluarga di sana begitu, hidupnya enak, suaminya perhatian, ekonominya mapan dll., sedangkan kita tidak. Tapi satu hal yang perlu dipahami, setiap atau semua keluarga di dunia ini punya pergumulannya masing-masing. 

Namun apabila kita menghormati Allah ketika kita melihat sisi yang lain yaitu menghargai dan menghormati sesama kita itu harusnya sesuai dengan nilai dirinya bukan karena penampilan, atribut atau performa dirinya. 


#2 Pernikahan adalah menjadikan dua menjadi satu.
Iya betul, menjadikan dua menjadi satu tapi bukan membuat menjadi sama atau seragam tetapi melebur menjadi satu dalam segala aspek. 

Oleh karena yang dua telah menjadi satu, maka tidak ada kata 'perceraian' dalam pernikahan Kristen. 

Dalam Kekristenan denominasi apapun, tidak ada perceraian, itulah yang harus diyakini semua orang Kristen. Jika pun ada masalah dalam pernikahan, selalu pastikan ada solusi terbaik untuk mendamaikan. 

Mari kita baca lagi apa yang tertulis dalam Efesus 5: 22 - 23, tertulis demikian:
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. 
Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 
Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Pesan ini yang harus dipahami sebagai suami dan istri, sebuah pesan yang penting dalam pedoman hidup berkeluarga. 


#3 Kenakanlah Kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 
Karena celah yang terjadi diantara suami dan istri akan selalu dimanfaatkan iblis. Semua ini terjadi karena membiasakan hal yang biasa. Maksudnya begini, terbiasa diam ketika terjadi masalah antara suami dan istri, ketika terbiasa dengan hal ini, jeda kekosongan ini akan dimanfaatkan iblis untuk semakin membuat suami dan istri tak terhubung satu sama lain. 

Seperti apa yang tertulis dalam Kolose 5: 14 - 15, tertulis demikian:
Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

Kasih adalah pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 



Pernikahan dunia adalah pernikahan yang fokus pada diri sendiri atau selfies. Sedangkan pernikahan yang sesuai dengan firman Allah itu tidak demikian, tapi pernikahan yang berfokus atau berpusat pada Allah sendiri. 

Pak Pendeta menggambarkan relasi ini dalam SEGITIGA PERNIKAHAN. 

Ilustrasi dibantu disiapkan chatgpt

Kalau suami penuh dengan shalom, maka shalom itu akan melimpah pada istri dan anak-anaknya dan ke semua keluarga besarnya. 

Pusat dari pernikahan Kristen antara suami dan istri harus berpusat pada Allah. Seperti bentuk segitiga, puncak segitiga adalah Allah sendiri, sedangkan sudut kaki segitiga ada suami dan istri. 

Jika suami dan istri keduanya terarah dan fokus pada Allah, maka keduanya akan bertemu pada titik yang sama yaitu Allah. Jadi, tujuan utama suami istri haruslah sama, yaitu Allah, karena hanya Allah lah yang akan menyatukan keduanya. 

Tidak bisa jika hanya salah satunya, misalkan hanya istrinya saja, istrinya sampai pada Allah sedangkan suaminya tidak maka tidak ada kesatuan yang sempurna, begitu pula sebaliknya. Keduanya harus bersama-sama, tetap saling terhubung dalam kesatuan pada Allah sebagai pusat suatu hubungan. 


Hendaklah pria dan wanita, suami dan istri selalu terhubung, dimana dasarnya harus pada kasih Allah. Keterhubungan dengan Allah akan membuat relasi pria dan wanita, suami atau istri ini akan selalu terhubung satu sama lain, karena setiap celah yang ada, adalah jalan masuk untuk iblis berkuasa atas hubungan dan akhirnya akan merusak segalanya, relasi dengan Allah dan relasi dengan pasangan. 


Apa yang saya tuliskan di sini saya sesuaikan dengan refleksi yang saya terima ketika mendengar penyampaian firman oleh Pdt. Otniel Rosa Setiawan. 

Untuk mengetahui secara lengkap bisa mengikuti video streaming dari Ibadah Raya hari itu, bisa klik tautan ini

Semoga saya bisa mewujudkan ini, menjadikan sebuah relasi yang terus terhubung. Catatan ini saya tuliskan setelah dua minggu berlalu, dan setelah firman ini kami berdua dengarkan, kami langsung diuji, menciptakan koneksi atau malah sebaliknya. 

Postingan ini saya terbitkan back date, untuk menyesuaikan time line firman ini disampaikan, karena pekan selanjutnya ada firman lain yang akan saya sampaikan, berefleksi dari apa yang saya terima ketika ibadah raya mingguan. 

Semoga kita dimampukan menjadi pasangan yang seturut kehendak 😇🙏👼 Allah. -cpr

#latepost
#onedayonepost
#refleksi
#firman
#iman
#refleksi
#gbis
#youtube

Sabtu, 24 Januari 2026

[History] Mengenal Apa Itu Hillsong?

Ketika saya awal² menjadi Kristen Protestan aliran Pentakosta, saya mulai dikenalkan pada pujian² penyembahan atau praise & worship song. Nah saking banyaknya musik² rohani, ada sebuah kata yang saya kira itu adalah genre musik, 'hillsong', sebuah musik yang diperuntukan untuk penyembuhan rohani. Iya itulah yang saya maknai ketika saya mendengar kata itu, 'hillsong'. 

Tapi setelah saya menonton sebuah video YouTube dokumenter yang mungkin agak satir dan 'menelanjangi', saya baru tahu bahwa 'hillsong' adalah nama sebuah gereja, tepatnya Big Church atau malahan Mega Church yang meng-global, yang dikenal dunia pada jamannya. 

Ilustrasi dibantu chatgpt yang menyiapkan gambar ini

Dari video yang saya tonton itu akhirnya saya penasaran mengenal sejarah gereja ini, meskipun di video dokumenter itu diceritakan juga awal mula sejarahnya gereja itu lahir, dari benih kecil hingga menjadi gereja yang besar dan mendunia, bahkan menjadi trend center gereja² lain di dunia bahkan di Indonesia, dimana tata kelola dan style nya serupa tapi tak sama dengan Gereja Hillsong ini. 

Mari kita bahas mengenai gereja ini. Oh ya video yang saya tonton nanti akan saya sajikan diakhir postingan ini, biar kalian tonton, bukan untuk mencela atau membuat keyakinan jadi terombang-ambing, tidak demikian, tapi untuk jadi bahan refleksi saja. Meskipun video itu bisa saja dibuat sebagai misi melumpuhkan iman, untuk membenarkan suatu paham tertentu, agnostik atau bahkan atheis. 

Tapi bukan ke sana arahnya, tapi kita belajar melihat sejarahnya, bukan skandalnya. Oke, sepakat? Kalau gak sepakat ya gak apa², toh ini kita belajar memahami sejarah, dimana gereja kecil bisa menjadi gereja besar bahkan mega, bahkan menjadi pusat percontohan tata kelola gereja² lain hingga saat ini. 


Hillsong adalah Mega Church asal Australia. Sebelum menjadi gereja yang besar kala itu, bermula dari sebuah gereja kecil yang jemaatnya masih bisa dihitung dengan 'sempoa'. 

Gereja ini berakar dan bermula dari tradisi atau aliran Pentakosta, tepatnya Australian Christian Churches (ACC). Merupakan bagian dari Gereja Assemblies of God. 

Awal mukanya dikenal sebuah gereja bernama Sydney Christian Life Centre,  didirikan oleh Pdt. Frank Houston di Sydney pada tahun 1977. Frank Houston punya anak yang bernama Brian Houston, dia juga seorang pendeta.

Pada tahun 1983, Brian Houston bersama istrinya Bobbie Houston, mereka menggembala di gereja yang sebelumnya bergabung dengan gereja ayahnya yaitu Sydney Christian Life Centre cabang Baulkham Hills, dengan nama Hills Christian Life Center, di sana Brian punya jemaat kecil sebanyak 45 orang, memanfaatkan bangunan sebagai gerejanya di aula sekolah umum. 

Nama Hills diambil dari tempat dimana gereja itu tumbuh, yaitu Baulkham Hills, sebuah tempat di pinggiran barat laut Sydney. Hingga pada akhirnya nama Hillsong lebih dikenal, hingga mendunia karena karakternya yang akrab dengan musik praise & worship nya. 

Sejak gereja ini ada, dari 45 jemaat inilah gereja ini terus berkembang. Dimana gereja ini bermula dari tata ibadah dengan pendekatan pujian dan penyembahan kontemporer (praise & worship). Pendekatan ini berhasil menarik animo anak² muda untuk ke gereja. 

Gereja ini semakin dikenal dipantik ketika tahun 1986 dimulailah Konferensi Hillsong tahunan,  yang mana hal ini akhirnya menjadi fenomena global. 

Gereja 'Hillsong' pada waktu itu punya cara ibadah yang menarik, sehingga menarik animo kaum muda kala itu, dengan praise & worship yang dikemas seperti layaknya konser musik, dengan full pengiring musik dengan grup band, sound system yang baik dan lampu panggung yang mendukung serta video tron yang menarik sebagai background 'altar'. 

'Altar' yang saya maksud di sini adalah panggung tempat dimana worship leader memimpin jalannya ibadah dan tempat seorang pendeta juga menyampaikan firman-Nya. 

Pada awal tahun 1990-an, 'Hillsong' Church mulai go to international, mulai membuka cabang gereja di negara lain. Seperti di London dan Kyiv pada tahun 1992. Saat itu, Hillsong masih bukan sebutan untuk gereja, karena nama gerejanya adalah Hills Christian Life Centre. 

Pada tahun 1999, Hills Christian Life Centre bergabung dengan Sydney Christian Life Centre dibawah kepemimpinan Pdt. Brian Houston. Setelahnya pada tahun 2001 mergernya kedua gereja ini membuatnya berubah nama menjadi Hillsong Church. Pemilihan nama ini dikarenakan 'Hillsong' sudah sangat dikenal di kalangan jemaat kala itu, ibarat sebagai brand rohani yang mendunia. 

Sejak saat itu, pada tahun 2000-an, Hillsong Church mulai menyebar ke negara² lain di dunia seperti Russia 🇷🇺,  South Africa 🇿🇦, Sweden 🇸🇪, Israel 🇮🇱, Kanada 🇨🇦 , Meksiko 🇮🇹, Amerika Serikat 🇺🇸 dan beberapa negara lainnya. 

Pada tahun² itu worship music menjadi suatu fenomena, ministry musik 'Hillsong' menjadi fenomena global yang mendunia, termasuk sampai ke Indonesia 🇮🇩. Brand Hillsong Worship dan Hillsong United tidak asing di pendengar musik rohani kala itu. 

Pada tahun 2018 Hillsong Church secara resmi keluar dari struktur komunitas Australian Christian Church dan menjadi denominasi tersendiri, meskipun akar aliran Pentakosta nya masih kental. 

Banyak artis, publik figur dunia yang menjadi daya tarik gereja ini, disamping tata ibadahnya yang berhasil membuat jemaatnya merasa mampu menghadirkan Tuhan ketika praise & worship. 

Style Hillsong Church ini pada akhirnya diadaptasi banyak gereja di Indonesia, meski tidak diakui secara resmi, namun cara, tata cara ibadah dan gayanya serupa jika diamati dari luar, gereja mana saja? 

Sebut saja GBI (Gereja Bethel Indonesia), JPCC (Jakarta Praise Community Church), GMS (GBI Mawar Sharon), Bethany Church, IFGF (International Full Gospel Fellowship), GSJS (Gereja Sidang Jemaat Setempat), ada juga GSJA (Gereja Sidang Jemaat Allah). Itu dia gereja² yang secara style mirip dengan Hillsong Church dari sisi style atau gaya Penginjilannya. 

Ciri khas Penginjilan Hillsong Church antara lain:
📌 Penginjilan relasional
📌 Musik dan ibadah sebagai pintu masuk Injil
📌 Penginjilan lewat budaya kota (menjaring kaum muda) 
📌 Media, branding dan konsistensi global
📌 Khotbah praktis bukan debat doktrinal
📌 Komunitas sell jadi mesin Penginjilan
📌 Penginjilan global yang kontekstual

Itulah kira² sedikit ya sejarah mengenai Hillsong Church. Saat ini gereja ini masih ada dan melakukan Penginjilannya di berbagai belahan dunia, masih dikenal sebagai gereja yang modern.

Meskipun pada tahun 2021/2022 pemimpin gerejanya yaitu Brian Houston tersandung skandal pribadi, yang juga melibatkan ayahnya, yang pada akhirnya membuat guncangan pada gereja ini. Meski begitu gereja ini terus berbenah memperbaiki dirinya sendiri dari dalam. Gereja ini masih eksis hingga saat ini, pengaruhnya masih ada, dimana bagi orang muda Kristen, Hillsong gak akan pernah hilang dari ingatan mereka, apalagi lagu² rohani dengan label Hillsong pasti akan teringat terus. 

Sesuai janji saya, saya akan berikan video yang pernah saya tonton soal dokumenter mengenai Hillsong Church. Ingat saya tekankan lagi, ini bukan untuk mengguncang pandangan iman mu soal cara beribadah, tidak sama sekali, tidak ada maksud apapun, hanya belajar melihat proses sejarah, memahami bagaimana gereja bertumbuh. 


Gereja perdana pun tidak lahir dengan kemudahan, banyak hal yang terjadi ditubuh gereja, tapi karena itulah gereja semakin besar dan kuat, bukan terpecah tapi semakin berakar kuat, walaupun berbeda cara ibadahnya, percaya bahwa Yesus nya tetap sama, yang membedakan cuma cara beribadah yang, tapi satu hal, jangan sampai melupakan esensi atau inti dari ajaran Kristus, dengan dalil² pribadi untuk membenarkan globalisasi yang salah. 

Segitu saja dulu, sampai jumpa dibahasan seputar iman Kekristenan. -cpr

#onedayonepost
#hillsongchurch
#sejarah
#informasi
#youtube