Minggu, 01 Februari 2026

[Firman] Hidup Berpadanan dengan Injil Kristus

 
Catatan ini saya tuliskan berdasarkan refleksi iman ketika mendengar penyampaian firman oleh Pdm. Trifena Stefanus, pada Ibadah Raya II, tanggal 1 Februari 2026.

Nanti saya akan bagikan link video streaming Ibadah Raya tersebut, supaya yang ingin memahami apa yang disampaikan Ibu Pendeta bisa mendengarnya dengan menonton video streaming tersebut. Karena apa yang saya tuliskan ini sesuai apa yang jadi refleksi iman saya sesuai apa yang disampaikan, jadi kalau ada sedikit banyak kata atau diksi yang berbeda harap dimaklumi ya, ini saya sampaikan disclaimer terlebih dahulu. 

Ilustrasi dibantu dibuatkan chatgpt

Tema apa yang disampaikan ibu Pendeta pada awal pekan ini seperti yang tertulis dijudul postingan ini, yaitu hidup berpadanan dengan Injil Kristus. 

Sebagai orang Kristen harus paham betul siapa guru agung kita, tentunya apa yang kita lakukan itu harus berpadanan dan sesuai dengan apa yang Yesus Kristus ajarkan, firmankan. 

Dan semuanya itu dituliskan dalam Injil, apa yang Yesus Kristus perintahkan dan ajarkan tertulis dalam Injil. Orang Kristen harus paham betul, ada berapa Injil? 

Jangan sampai mengaku Kristen ketika ditanya Injil-Nya tidak tahu, bahkan salah menjawab. Injil Kristus yang kanon ada empat Kitab, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

Jika ada saudara kita sesama manusia yang menyebutkan 'injil' lain, dipastikan itu bukan Injil yang diakui Gereja. Jadi abaikan saja. 

Apa yang tertulis dalam Injil adalah pengajaran daripada Tuhan,  sebagai pedoman hidup orang Kristen. Meskipun di luar sana ada ajaran lain yang nampaknya baik, namun bagi orang Kristen pengajaran yang utama adalah yang bersumber daripada Yesus Kristus sendiri, benturkan ajaran lain pada ajaran -Nya, jika bertentangan dipastikan bukanlah ajaran yang benar.


Hal ini tertulis seperti pada Alkitab, pada Filipi 1: 27, tertulis demikian:
Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil. 

Para rasul mengajarkan apa yang Yesus ajarkan ketika tinggal bersama-sama mereka, pengajaran itu disebarkan ke seluruh dunia, seperti yang tertulis di Alkitab, ketika rasul Yesus mengajar pada jemaat di Filipi. 

Apa saja yang Yesus ajarkan? 

Sebenarnya sangatlah banyak yang Yesus ajarkan kepada orang Yahudi dan non Yahudi yang ada di Yerusalem ketika itu, bahkan kepada para murid-Nya. Pada firman kali ini disebutkan beberapa, sisanya kita biasakan membaca Alkitab, karena di sana sumber pengajaran kita sebagai orang Kristen. 


Ketika Yesus mengajar "Sabda Bahagia"
Matius 5: 2 - 12,  tertulis demikian:
Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: 
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Terkadang kita terbawa kesedihan ketika menghadapi banyak hal dalam kehidupan ini, tapi sebenarnya Yesus menyampaikan bahwa kita seharusnya memperbanyak bahagia dan sukacita. Ada banyak yang Yesus sampaikan kenapa kita harus berbahagia dan bersukacita. 


Selanjutnya Yesus juga mengajarkan kita untuk menjadi "Garam dan Terang Dunia". Ini yang paling sering kita dengar sebagai orang Kristen, haruslah menjadi seperti demikian. 

Ini seperti tertulis dalam Matius 5: 13 - 14. Seperti yang tertulis demikian:
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi."

Dalam kehidupan sehari-hari kita mengetahui sifat garam itu seperti apa? 
*garam itu menyedapkan masakan
*garam itu bisa mengawetkan
*garam itu punya manfaat dan kegunaan dalam. Kehidupan kita sehari-hari

Orang Kristen itu harus menjadi garam. Kita ada di tengah kehidupan di dunia yang beragam. Kita harus bisa menggarami atau memberikan kesedapan dalam kehidupan kita berada. Tempatkan diri kita sebagai 'garam'. Jangan sampai ada orang yang melihat kita sebagai sesuatu yang mengganggu atau tidak bermanfaat. Orang Kristen harus bisa menempatkan diri, dari ucapan, tutur kata, perilaku. Inilah yang Yesus ajarkan. 

Begitupun orang Kristen juga harus menjadi terang dunia. Dunia yang penuh kejahatan, kita harus berbeda bukan malah mengikuti yang jahat, tetapi kita harus berbeda dan menjadi contoh yang baik. Dimana kita berada, kita harus mengakui bahwa kita Kristen. 


Selanjutnya pengajaran Yesus bagaimana soal pembalasan. Ingat dalam Perjanjian Lama tertulis di sana ajaran Taurat, dimana selalu ada pembalasan, mata ganti mata, dimana apabila kita dijahati maka kita harus melakukan pembalasan, syukur² impas, jika mungkin membalas yang lebih kejam. 

Ingatkan soal pepatah dunia, "pembalasan harus lebih kejam"

Tapi Yesus mengajarkan hal yang sebaliknya, seperti yang tertulis dalam Matius 5: 39 - 40, dimana tertulis demikian:
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.

Pengajaran yang radikal yang sangat sulit sekali dilakukan jika kita masih terikat pengajaran dunia atau masih terikat pada ajaran Taurat. Ini yang terjadi dikehidupan saat ini, dimana perang terjadi oleh karena pembalasan. 

Tapi Yesus mengajarkan hal (+) untuk tidak membalas apa perbuatan jahat orang lain pada kita. Karena pembalasan itu datang dari Tuhan. 


Selanjutnya pengajaran Yesus yang tak kalah radikal yang, yakni soal "penghakiman" atau judgment. Hal yang lumrah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, hanya karena kita merasa diri kita sudah paling dan menjalankan apa yang benar. 

Ini seperti yang tertulis dalam Matius 7: 1 - 5, tertulis demikian:
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Kita sering terjebak dengan mudahnya menjudge seseorang hanya karena kita merasa sudah lebih baik daripada orang lain, cara kita yang salah ketika menegur orang lainlah yang pada akhirnya berlaku seperti menghakimi orang lain. 
Terkadang kita menghakimi dengan kata-kata, atau bahkan kita melakukan penghakiman dengan main hakim sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna: jangan membesar-besarkan masalah. Sadarilah keberadaan diri kita dan menyadari kesalahan kita sendiri. 


Karena dari semua pengajaran Yesus ini, akan berhubungan dengan apa yang akan disediakan di Kerajaan Surga kelak. 

Seperti yang tertulis dalam Matius 7: 21, yang tertulis demikian:
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Pesan Yesus ini cukup keras sebagai peringatan kita agar melakukan kehendak Bapa-Nya di sorga. 

Kebenaran Injil berbeda dengan pengajaran yang lain. Kita harus mengetahui kebenaran yang sesungguhnya terlebih dulu untuk membedakan pengajaran yang lain. Karena banyak pengajaran yang lain yang nampaknya baik, tapi bertentangan dengan ajaran Yesus. 

Karena pada akhirnya kita itu diminta untuk merefleksikan Yesus Kristus dalam hidup kita, agar benar-benar Kerajaan Allah dimuliakan dan tergambar dalam hidup kita. 

Seperti pengajaran² yang disampaikan oleh para rasul-Nya kepada jemaat Kristen mula-mula, pengajaran yang sama pula juga disampaikan pada kita saat ini. 

Seperti yang tertulis pada Roma 1: 16, yang berbunyi demikian:
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Juga tertulis pada 2 Korintus 3: 2 - 3, yang berbunyi demikian:
Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.  

Juga tertulis pada 1 Petrus 2: 12, yang berbunyi demikian:
Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. 

Hendaklah kita hidup seturut pengajaran-Nya dan hidup sesuai firman yang telah Dia sampaikan. Karena kita adalah pengikut Kristus kita harus hidup sesuai dengan kehendak-Nya jika kita mau masuk ke dalam kerajaan-Nya. 


Refleksi yang saya re-write di sini saya sesuaikan dengan apa yang saya bisa paham dengan panca indera saya. 

Untuk memahaminya sendiri bisa dilihat streaming Ibadah Raya II di GBIS Hosana Pandaan dengan mengklik tautan ini

Rajinlah membaca Alkitab, karena di sanalah semua pengajaran yang benar agar hidup kita seturut kehendak-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. -cpr

#onedayonepost
#gbis
#firman
#refleksi
#iman
#youtube

Minggu, 25 Januari 2026

[Firman] Dis(X)Connected Couple

Saya mau share firman yang saya resapi mengawali pekan ini, firman Tuhan disampaikan melalui Pdt. Otniel pada saat Ibadah Raya II, pada 25 Januari 2026.

Firman yang saya dengar pekan ini relate dengan situasi hubungan saya saat ini, sekaligus refleksi iman pada diri saya sendiri, ini cara Tuhan menegur saya pribadi yang selalu membuat hubungan ini jadi selalu dis (x) connected dengan pasangan. Sekaligus juga dari firman ini saya mengetahui apa makna sepadan dalam sebuah relasi pasangan. 

Mari kita simak apa yang bisa saya peroleh dari firman yang disampaikan ini. Jika mau mendengarkan langsung apa yang disampaikan, link nya akan saya bagikan diakhir catatan ini. 

Ilustrasi disiapkan oleh chatgpt

Jadi, poin utama hubungan antar personal pria dan wanita atau suami dan istri, diawali dengan keterhubungan dengan Allah. Karena keterhubungan masing-masing dengan Allah akan memberikan dampak ke banyak hal, bahkan untuk hubungan antar personal. 

Refleksi dikehidupan kita, tujuan umum pria dan wanita menikah antara lain:
👫 Ingin bahagia atau dibahagiakan oleh pasangannya
👫 Memperoleh keturunan
👫 Menjalin relasi bisnis
👫 Pembuktian pada lingkungan
👫 Memperbaiki taraf kehidupan
👫 Menaikan status level (yang penting menikah) 
👫 Desakan dari keluarga

Rata-rata jika tujuan itu tidak tersampaikan ketika setelah menikah yang ada akhirnya perasaan kecewa

Pak Pendeta memulai dengan nats Kitab Suci seperti apa yang tertulis pada Kejadian 2: 18. Dimana di sana tertulis demikian:
TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya,  yang sepadan dengan dia."

Di sana tertulis kata 'sepadan', lalu apa maknanya? 
Kata sepada di sini bukan dimaknai sebagai atribut, kemampuan atau status apapun, atau bahkan pencapaian. Karena ketika pertama kali manusia diciptakan, tidak ada capaian apapun. Tapi kata 'sepadan' ini dimaknai sebagai keberadaan diri dan identitas pada mulanya. Sepadan diartikan juga pria dan wanita diciptakan dengan nilai yang sama tingginya dihadapan Allah. Nilai yang sama dihadapan Allah, itulah makna kata sepadan. 

#1 Pernikahan adalah kesatuan antara dua manusia, yaitu pria dan wanita. 
Hal ini dapat dilihat dari apa yang tertulis di dalam Kitab Suci, dasar Allah menciptakan manusia. Tertulis dalam Kejadian 1: 26 - 27, yang tertulis demikian:
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 

Di sini saya coba keluar sedikit dari konteks: di sini saya menyadari bahwa Allah Tritunggal telah ada sejak semula, sejak awal kita manusia diciptakan. Dari mana dasarnya, di sana tertulis kata 'kita'. Jika bukan orang percaya, pasti akan menilai bahwa Allah kita adalah polytheisme, karena di sana tersebut makna jamak. Tapi kita yang percaya memahami bahwa konsep Tritunggal ada sejak Yesus ada. Tapi ternyata jika mundur ke belakang ketika penciptaan, tersebut jelas di sana bahwa ada kata 'kita'. Yesus kita yakini bahwa Dia-lah Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus, konsep Tritunggal kita kenal ketika pengajaran Yesus, Yesus sendiri adalah Alpha dan Omega, awal dan akhir, dimana Dia telah ada sebelum bumi ini dijadikan. Itu terlihat jelas bahwa ada perbincangan diantara Allah-Putera-Roh Kudus, tiga dalam satu pribadi. Inilah yang membuat saya semakin yakin akan konsep Tritunggal ini dan itu terbukti sejak dahulu, sekarang dan akan datang. 


Kita kembali ke pembahasan, saya agak melenceng sedikit, abaikan saja tulisan diatas, itu hanya selingan saja. 

Dari apa yang tertulis di sana Pak Pendeta memberikan gambaran yang menarik, bahwa penciptaan manusia (pria dan wanita) itu berbeda dari makluk ciptaan-Nya yang lain. 

Makluk yang lain diciptakan melalui firman, apa yang Dia ucapkan maka terjadilah. Tapi yang dilakukan pada penciptaan manusia, ada diskusi diantara tiga pribadi, seperti yang dicatatkan dalam kitab suci. "Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita."

Itu kenapa manusia adalah makluk ciptaan-Nya yang paling mulia, karena manusia diciptakan tidak semata-mata ciptaan tapi memang diciptakan serupa, segambar dengan-Nya. 

Penghargaan pada pasangan kita hendaknya dimaknai dengan penghargaan sebagai sesama manusia yang bernilai tinggi di hadapan Allah. 

Karena ketika kita melihat keterbatasan pada masing-masing individu pasangan, secara manusiawi kita seperti membandingkan. Kenapa dia begini, kenapa dia begitu, saya sudah begini kenapa dia tidak begini juga. 

Yang sering terjadi kita membandingkan antara keluarga satu dan yang lainnya. Keluarga di sana begitu, hidupnya enak, suaminya perhatian, ekonominya mapan dll., sedangkan kita tidak. Tapi satu hal yang perlu dipahami, setiap atau semua keluarga di dunia ini punya pergumulannya masing-masing. 

Namun apabila kita menghormati Allah ketika kita melihat sisi yang lain yaitu menghargai dan menghormati sesama kita itu harusnya sesuai dengan nilai dirinya bukan karena penampilan, atribut atau performa dirinya. 


#2 Pernikahan adalah menjadikan dua menjadi satu.
Iya betul, menjadikan dua menjadi satu tapi bukan membuat menjadi sama atau seragam tetapi melebur menjadi satu dalam segala aspek. 

Oleh karena yang dua telah menjadi satu, maka tidak ada kata 'perceraian' dalam pernikahan Kristen. 

Dalam Kekristenan denominasi apapun, tidak ada perceraian, itulah yang harus diyakini semua orang Kristen. Jika pun ada masalah dalam pernikahan, selalu pastikan ada solusi terbaik untuk mendamaikan. 

Mari kita baca lagi apa yang tertulis dalam Efesus 5: 22 - 23, tertulis demikian:
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. 
Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 
Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Pesan ini yang harus dipahami sebagai suami dan istri, sebuah pesan yang penting dalam pedoman hidup berkeluarga. 


#3 Kenakanlah Kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 
Karena celah yang terjadi diantara suami dan istri akan selalu dimanfaatkan iblis. Semua ini terjadi karena membiasakan hal yang biasa. Maksudnya begini, terbiasa diam ketika terjadi masalah antara suami dan istri, ketika terbiasa dengan hal ini, jeda kekosongan ini akan dimanfaatkan iblis untuk semakin membuat suami dan istri tak terhubung satu sama lain. 

Seperti apa yang tertulis dalam Kolose 5: 14 - 15, tertulis demikian:
Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

Kasih adalah pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 



Pernikahan dunia adalah pernikahan yang fokus pada diri sendiri atau selfies. Sedangkan pernikahan yang sesuai dengan firman Allah itu tidak demikian, tapi pernikahan yang berfokus atau berpusat pada Allah sendiri. 

Pak Pendeta menggambarkan relasi ini dalam SEGITIGA PERNIKAHAN. 

Ilustrasi dibantu disiapkan chatgpt

Kalau suami penuh dengan shalom, maka shalom itu akan melimpah pada istri dan anak-anaknya dan ke semua keluarga besarnya. 

Pusat dari pernikahan Kristen antara suami dan istri harus berpusat pada Allah. Seperti bentuk segitiga, puncak segitiga adalah Allah sendiri, sedangkan sudut kaki segitiga ada suami dan istri. 

Jika suami dan istri keduanya terarah dan fokus pada Allah, maka keduanya akan bertemu pada titik yang sama yaitu Allah. Jadi, tujuan utama suami istri haruslah sama, yaitu Allah, karena hanya Allah lah yang akan menyatukan keduanya. 

Tidak bisa jika hanya salah satunya, misalkan hanya istrinya saja, istrinya sampai pada Allah sedangkan suaminya tidak maka tidak ada kesatuan yang sempurna, begitu pula sebaliknya. Keduanya harus bersama-sama, tetap saling terhubung dalam kesatuan pada Allah sebagai pusat suatu hubungan. 


Hendaklah pria dan wanita, suami dan istri selalu terhubung, dimana dasarnya harus pada kasih Allah. Keterhubungan dengan Allah akan membuat relasi pria dan wanita, suami atau istri ini akan selalu terhubung satu sama lain, karena setiap celah yang ada, adalah jalan masuk untuk iblis berkuasa atas hubungan dan akhirnya akan merusak segalanya, relasi dengan Allah dan relasi dengan pasangan. 


Apa yang saya tuliskan di sini saya sesuaikan dengan refleksi yang saya terima ketika mendengar penyampaian firman oleh Pdt. Otniel Rosa Setiawan. 

Untuk mengetahui secara lengkap bisa mengikuti video streaming dari Ibadah Raya hari itu, bisa klik tautan ini

Semoga saya bisa mewujudkan ini, menjadikan sebuah relasi yang terus terhubung. Catatan ini saya tuliskan setelah dua minggu berlalu, dan setelah firman ini kami berdua dengarkan, kami langsung diuji, menciptakan koneksi atau malah sebaliknya. 

Postingan ini saya terbitkan back date, untuk menyesuaikan time line firman ini disampaikan, karena pekan selanjutnya ada firman lain yang akan saya sampaikan, berefleksi dari apa yang saya terima ketika ibadah raya mingguan. 

Semoga kita dimampukan menjadi pasangan yang seturut kehendak 😇🙏👼 Allah. -cpr

#latepost
#onedayonepost
#refleksi
#firman
#iman
#refleksi
#gbis
#youtube

Sabtu, 24 Januari 2026

[History] Mengenal Apa Itu Hillsong?

Ketika saya awal² menjadi Kristen Protestan aliran Pentakosta, saya mulai dikenalkan pada pujian² penyembahan atau praise & worship song. Nah saking banyaknya musik² rohani, ada sebuah kata yang saya kira itu adalah genre musik, 'hillsong', sebuah musik yang diperuntukan untuk penyembuhan rohani. Iya itulah yang saya maknai ketika saya mendengar kata itu, 'hillsong'. 

Tapi setelah saya menonton sebuah video YouTube dokumenter yang mungkin agak satir dan 'menelanjangi', saya baru tahu bahwa 'hillsong' adalah nama sebuah gereja, tepatnya Big Church atau malahan Mega Church yang meng-global, yang dikenal dunia pada jamannya. 

Ilustrasi dibantu chatgpt yang menyiapkan gambar ini

Dari video yang saya tonton itu akhirnya saya penasaran mengenal sejarah gereja ini, meskipun di video dokumenter itu diceritakan juga awal mula sejarahnya gereja itu lahir, dari benih kecil hingga menjadi gereja yang besar dan mendunia, bahkan menjadi trend center gereja² lain di dunia bahkan di Indonesia, dimana tata kelola dan style nya serupa tapi tak sama dengan Gereja Hillsong ini. 

Mari kita bahas mengenai gereja ini. Oh ya video yang saya tonton nanti akan saya sajikan diakhir postingan ini, biar kalian tonton, bukan untuk mencela atau membuat keyakinan jadi terombang-ambing, tidak demikian, tapi untuk jadi bahan refleksi saja. Meskipun video itu bisa saja dibuat sebagai misi melumpuhkan iman, untuk membenarkan suatu paham tertentu, agnostik atau bahkan atheis. 

Tapi bukan ke sana arahnya, tapi kita belajar melihat sejarahnya, bukan skandalnya. Oke, sepakat? Kalau gak sepakat ya gak apa², toh ini kita belajar memahami sejarah, dimana gereja kecil bisa menjadi gereja besar bahkan mega, bahkan menjadi pusat percontohan tata kelola gereja² lain hingga saat ini. 


Hillsong adalah Mega Church asal Australia. Sebelum menjadi gereja yang besar kala itu, bermula dari sebuah gereja kecil yang jemaatnya masih bisa dihitung dengan 'sempoa'. 

Gereja ini berakar dan bermula dari tradisi atau aliran Pentakosta, tepatnya Australian Christian Churches (ACC). Merupakan bagian dari Gereja Assemblies of God. 

Awal mukanya dikenal sebuah gereja bernama Sydney Christian Life Centre,  didirikan oleh Pdt. Frank Houston di Sydney pada tahun 1977. Frank Houston punya anak yang bernama Brian Houston, dia juga seorang pendeta.

Pada tahun 1983, Brian Houston bersama istrinya Bobbie Houston, mereka menggembala di gereja yang sebelumnya bergabung dengan gereja ayahnya yaitu Sydney Christian Life Centre cabang Baulkham Hills, dengan nama Hills Christian Life Center, di sana Brian punya jemaat kecil sebanyak 45 orang, memanfaatkan bangunan sebagai gerejanya di aula sekolah umum. 

Nama Hills diambil dari tempat dimana gereja itu tumbuh, yaitu Baulkham Hills, sebuah tempat di pinggiran barat laut Sydney. Hingga pada akhirnya nama Hillsong lebih dikenal, hingga mendunia karena karakternya yang akrab dengan musik praise & worship nya. 

Sejak gereja ini ada, dari 45 jemaat inilah gereja ini terus berkembang. Dimana gereja ini bermula dari tata ibadah dengan pendekatan pujian dan penyembahan kontemporer (praise & worship). Pendekatan ini berhasil menarik animo anak² muda untuk ke gereja. 

Gereja ini semakin dikenal dipantik ketika tahun 1986 dimulailah Konferensi Hillsong tahunan,  yang mana hal ini akhirnya menjadi fenomena global. 

Gereja 'Hillsong' pada waktu itu punya cara ibadah yang menarik, sehingga menarik animo kaum muda kala itu, dengan praise & worship yang dikemas seperti layaknya konser musik, dengan full pengiring musik dengan grup band, sound system yang baik dan lampu panggung yang mendukung serta video tron yang menarik sebagai background 'altar'. 

'Altar' yang saya maksud di sini adalah panggung tempat dimana worship leader memimpin jalannya ibadah dan tempat seorang pendeta juga menyampaikan firman-Nya. 

Pada awal tahun 1990-an, 'Hillsong' Church mulai go to international, mulai membuka cabang gereja di negara lain. Seperti di London dan Kyiv pada tahun 1992. Saat itu, Hillsong masih bukan sebutan untuk gereja, karena nama gerejanya adalah Hills Christian Life Centre. 

Pada tahun 1999, Hills Christian Life Centre bergabung dengan Sydney Christian Life Centre dibawah kepemimpinan Pdt. Brian Houston. Setelahnya pada tahun 2001 mergernya kedua gereja ini membuatnya berubah nama menjadi Hillsong Church. Pemilihan nama ini dikarenakan 'Hillsong' sudah sangat dikenal di kalangan jemaat kala itu, ibarat sebagai brand rohani yang mendunia. 

Sejak saat itu, pada tahun 2000-an, Hillsong Church mulai menyebar ke negara² lain di dunia seperti Russia 🇷🇺,  South Africa 🇿🇦, Sweden 🇸🇪, Israel 🇮🇱, Kanada 🇨🇦 , Meksiko 🇮🇹, Amerika Serikat 🇺🇸 dan beberapa negara lainnya. 

Pada tahun² itu worship music menjadi suatu fenomena, ministry musik 'Hillsong' menjadi fenomena global yang mendunia, termasuk sampai ke Indonesia 🇮🇩. Brand Hillsong Worship dan Hillsong United tidak asing di pendengar musik rohani kala itu. 

Pada tahun 2018 Hillsong Church secara resmi keluar dari struktur komunitas Australian Christian Church dan menjadi denominasi tersendiri, meskipun akar aliran Pentakosta nya masih kental. 

Banyak artis, publik figur dunia yang menjadi daya tarik gereja ini, disamping tata ibadahnya yang berhasil membuat jemaatnya merasa mampu menghadirkan Tuhan ketika praise & worship. 

Style Hillsong Church ini pada akhirnya diadaptasi banyak gereja di Indonesia, meski tidak diakui secara resmi, namun cara, tata cara ibadah dan gayanya serupa jika diamati dari luar, gereja mana saja? 

Sebut saja GBI (Gereja Bethel Indonesia), JPCC (Jakarta Praise Community Church), GMS (GBI Mawar Sharon), Bethany Church, IFGF (International Full Gospel Fellowship), GSJS (Gereja Sidang Jemaat Setempat), ada juga GSJA (Gereja Sidang Jemaat Allah). Itu dia gereja² yang secara style mirip dengan Hillsong Church dari sisi style atau gaya Penginjilannya. 

Ciri khas Penginjilan Hillsong Church antara lain:
📌 Penginjilan relasional
📌 Musik dan ibadah sebagai pintu masuk Injil
📌 Penginjilan lewat budaya kota (menjaring kaum muda) 
📌 Media, branding dan konsistensi global
📌 Khotbah praktis bukan debat doktrinal
📌 Komunitas sell jadi mesin Penginjilan
📌 Penginjilan global yang kontekstual

Itulah kira² sedikit ya sejarah mengenai Hillsong Church. Saat ini gereja ini masih ada dan melakukan Penginjilannya di berbagai belahan dunia, masih dikenal sebagai gereja yang modern.

Meskipun pada tahun 2021/2022 pemimpin gerejanya yaitu Brian Houston tersandung skandal pribadi, yang juga melibatkan ayahnya, yang pada akhirnya membuat guncangan pada gereja ini. Meski begitu gereja ini terus berbenah memperbaiki dirinya sendiri dari dalam. Gereja ini masih eksis hingga saat ini, pengaruhnya masih ada, dimana bagi orang muda Kristen, Hillsong gak akan pernah hilang dari ingatan mereka, apalagi lagu² rohani dengan label Hillsong pasti akan teringat terus. 

Sesuai janji saya, saya akan berikan video yang pernah saya tonton soal dokumenter mengenai Hillsong Church. Ingat saya tekankan lagi, ini bukan untuk mengguncang pandangan iman mu soal cara beribadah, tidak sama sekali, tidak ada maksud apapun, hanya belajar melihat proses sejarah, memahami bagaimana gereja bertumbuh. 


Gereja perdana pun tidak lahir dengan kemudahan, banyak hal yang terjadi ditubuh gereja, tapi karena itulah gereja semakin besar dan kuat, bukan terpecah tapi semakin berakar kuat, walaupun berbeda cara ibadahnya, percaya bahwa Yesus nya tetap sama, yang membedakan cuma cara beribadah yang, tapi satu hal, jangan sampai melupakan esensi atau inti dari ajaran Kristus, dengan dalil² pribadi untuk membenarkan globalisasi yang salah. 

Segitu saja dulu, sampai jumpa dibahasan seputar iman Kekristenan. -cpr

#onedayonepost
#hillsongchurch
#sejarah
#informasi
#youtube

Minggu, 18 Januari 2026

[Firman] Menciptakan Damai dalam Keluarga

Mengawali pekan dipertengahan Januari 2026, saya kembali diberikan pesan firman yang baik, untuk bekal mendirikan keluarga Kristus. 

Firman Tuhan ini disampaikan oleh Ibu Pdm. Trifena Stefanus pada tanggal 18 Januari 2025 dalam ibadah raya ketiga disore hari, pesannya adalah "menciptakan damai dalam keluarga".

Karena memang saat ini banyak permasalahan dimana masalah keluarga jadi bibit awal kehancuran, dimana suami istri dan anak-anak pada akhirnya tercerai berai, tidak ada damai di dalamnya, akhirnya pada memilih jalannya masing-masing. Sedangkan menurut Allah, keluarga yang dibangun itu tidaklah boleh sampai hancur tercerai berai, hanya maut yang memisahkan, tapi bukan hancur tercerai berai. 

Ilustrasi dibuatkan oleh chatgpt

Catatan ini saya sarikan dari firman yang saya terima, masuk melalui telinga dan kemudian saya pahami dengan hati, semoga apa yang saya serap ini sesuai dengan apa yang firman Allah sampaikan melalui Ibu Pdt. sore ini. 

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus (Roma 5: 1) 

Ada satu hal yang perlu diketahui, bahwa damai itu tidak bisa datang dari luar, melainkan diciptakan dari dalam. 

Damai itu diciptakan oleh keluarga itu sendiri, bukan datang dari luar. 

Dan damai sejahtera itu akan terjadi jika hidup kita dibenarkan. Hidup yang benar menurut Allah, bukan menurut diri kita sendiri. 

Kita yang dibenarkan itu karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah Tuhan kita, oleh karena Yesus Kristus. 

Lalu, dari mana memungkinkan kebenaran itu akan menciptakan Damai? Karena sebenarnya akibat kebenaran itulah akan datang ketenangan dan ketentraman

Di mana ada kebenaran  di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya. (Yesaya 32: 17) 

Dimana ada kebenaran maka akan ada ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya. Kebenaran yang datang dari Allah saja, bukan kebenaran dari manusia atau bahkan diri kita yang merasa benar. 

Contoh hidup benar: tidak berkompromi dengan dosa

Lalu bagaimana kita mengatasi konflik yang muncul di dalam keluarga?  

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Galatia 5: 22 - 23) 

Apabila ada konflik dalam keluarga, yang perlu adalah penguasaan diri, termasuk buah² roh. Ada baiknya juga kita mengalami atau bahkan menghasilkan buah-buah roh itu seperti kasih, sukacita, Damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kesetiaan, kebaikan, kelemah lembutan, dan penguasaan diri. Namun satu hal ketika mengalami konflik dalam keluarga, yang terutama adalah bagaimana kita bisa melakukan penguasaan diri. 


Pasangan hidup akan terus bersama. Tetapi anak belum tentu akan terus perhatian. Sehingga ciptakan hubungan harmonis dengan pasangan, karena pasangan yang akan bersama kita selama-lamanya. 

Apa yang harus kita perbuat demi menciptakan damai itu dalam keluarga? 


#1 Hubungan diantara kita sesama manusia harus didasari ketulusan dan kemurnian yang berasal dari Allah (kasih karunia Allah), bukan dari hikmat duniawi. 

Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah. (2 Korintus 1: 12) 


#2 Lepaskan pengampunan
"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6: 14 - 15) 

Sehingga mengampuni adalah hal terpenting dalam bagian ini dan bagian yang tidak kalah penting dalame menjaga relasi hubungan adalah meminta maaf. Apabila sudah ada permohonan maaf hendaknya kita bisa mengampuni. Malah terkadang pengampunan lahir ketika tidak ada permohonan maaf pada kita.


#3 Jangan berikan tempat pada iblis
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. (Efesus 4: 26 - 27) 

Iblis akan berusaha menghancurkan keluarga Kristen. Karena kita memberi tempat pada iblis. Contoh kemarahan yang membuat dosa: - misalnya marah dengan mengumpat, mengutuk, makian, atau juga menghancurkan. 

Lihatlah sampah: merupakan sisa, kotor, bekas, hal yang bau dan menjijikan. Sampah itu tidak berguna, menimbulkan penyakit, lalat, semua hal yang buruk. Jadi jangan simpan sampah dalam diri kita. Tapi bersihkanlah semua itu dan buanglah ke tempatnya keluar dari diri kita. 

Bangunlah 'mezbah keluarga' dalam keluarga masing². Karena Gereja akan kuat jika dibangun dari keluarga² yang kuat pondasinya. Buat waktu teduh dalam keluarga, berdoa dan membaca firman serta memuji Allah. 


#4 Ciptakan damai dan kejarlah kekudusan (dari pikiran dan perbuatan) 
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. (Ibrani 12: 14) 

Semua itu dimulai dari pikiran, ketika kita bisa menjaga pikiran kita tetap bersih, kekudusan akan tercipta dan itu akan lahir dalam perbuatan kita, jika sebaliknya maka kekudusan itu tidak akan ada. 


Semoga pesan firman Allah ini bisa meresap dan dipahami serta dilakukan dalam keseharian, jika mau menciptakan damai dalam keluarga inilah yang penting kita pahami dan lakukan. 


Sekian dulu share yang bisa saya bagikan, saya simpan diblog ini, untuk sebagai pengingat. Apabila ingin mengetahui firman ini bisa disaksikan di streaming Ibadah Raya II, 18 Januari 2026 yang ada di Channel YouTube GBIS Hosaana Pandaan, bisa klik link 🔗 ini

Sampai jumpa dipostingan lainnya lagi, masih di blog ini, saya akan konsisten menuliskan sesuatu di sini, supaya blog ini terus hidup. -cpr

#onedayonepost
#gbis
#firman
#refleksi
#damaidalamkeluarga

Sabtu, 10 Januari 2026

Melihat Ciri Khas Gereja Kristen Protestan dan Gereja Kristen Pentakosta Karismatik

Ketika dulu saya masih seorang Kristen Katolik (Roma), saya menilai dari pov saat itu bahwa Kristen Protestan semuanya sama, ya sama seperti Katolik Roma yang dimana-mana sama, tapi ternyata tidak demikian, jadi di dalam tubuh komunitas Kristen Protestan yang tertulis di kolom agama pada KTP, di dalamnya ada banyak lagi sub² Kekristenan dari berbagai denominasi. 

Salah satu aliran besarnya ada Pentakosta Karismatik, Lutheran, Calvinis dll. Dan saya ternyata itu ada di kelompok komunitas Kristen dengan aliran Pentakosta Karismatik. Sedangkan ada teman saya juga di KTP nya tertulis Kristen Protestan namun alirannya berbeda dengan saya yaitu GKJW dan ada pula yang GKI. 

Ilustrasi, infografis disiapkan oleh chatgpt

Ketika kami berdiskusi tentang Kekristenan Protestan, ternyata setelah diselidiki dan dipahami lebih dalam, ada hal pembeda di dalamnya. Meskipun dasar teologisnya sama.

Di sini kita tidak memasukan komunitas Saksi Yehuwa dan Gereja Orang Suci Jaman Akhir ke dalam Kekristenan ya, itu kenapa saya coret mereka dari Kekristenan. Tapi kita tidak akan bahas hal itu sekarang. 

Kita kembali ke topik, lalu apa sih yang membuatnya punya ciri khas yang berbeda satu sama lainnya? 

Jadi kita akan melihat secara teologis, liturgis dan spiritual. 

Gereja Kristen Protestan arus utama, seperti yang saya sebutkan tadi di atas contohnya GKI, GKJW dan gereja lain yang tidak saya sebutkan, lahir berasal dari reformasi abad ke-16, dipicu reformator gereja di Eropa yang bernama Martin Luther dan pada periode lainnya ada John Calvin. 

Lalu kemudian masuk ke Indonesia melalui zending Belanda. 


Teologi yang dibawa sangat kental dengan Teologi Reformed. Dengan ciri khas: tradisi gereja mapan, terikat pengakuan iman klasik, serta fokus pada pendidikan teologi dan etika sosial. 

Sedangkan gereja denominasi lain yang dalam hal ini aliran Pentakosta Karismatik, saya beri contoh di sini ada GPdI, GBIS, GBI, GKRI dan banyak lagi gereja lainnya, bermula dari sebuah acara kebangunan rohani di Azusa Street,  Amerika Serikat pada tahun 1906.

Berawal dari pengalaman spiritual langsung, aliran Pentakosta Karismatik mulai berkembang, hingga tiba di Indonesia pada kisaran abad ke-20. Dimana aliran ini berkembang dari pengalaman spiritual akan Roh Kudus. 




Dari sisi liturgi atau ibadah, Kristen Protestan arus utama GKI, GKJW punya ciri khas ibadah dengan liturgi yang tertata dan tenang, nyanyian Mazmur dan Kidung Jemaat, dengan ekspresi emosional terbatas. 

Sedangkan Kristen aliran Pentakosta Karismatik, ciri khas ibadah yang dinamis dan ekspresif, pujian yang panjang dengan musik iringan band, jemaat diajak untuk mengekspresikan pujian dengan mengangkat tangan, tepuk tangan, hingga menghayati tiap pujian dengan hari tangis.  Ada pula tarian dari tim tamborine. Selain itu ditekankan pada nubuat dan doa syafaat spontan. 


Bagi Kristen Protestan arus utama aliran Reformed, pengakuan iman merupakan suatu hal yang wajib dan formal, tetapi bagi Kristen aliran Pentakosta Karismatik pengakuan iman tidak terlalu ditekankan, ketika mengakui Yesus dan memberi diri dibaptis itu adalah bentuk pengakuan iman, serta hidup meninggalkan kehidupan yang lama karena telah dosa lama telah ditenggelamkan ketika baptisan.

Persamaan keduannya adalah soal sakramen, dimana baptisan dan perjamuan kudus jadi yang utama. 

Bagi Kristen Protestan arus utama, iman = percaya + memahami, sedangkan Kristen aliran Pentakosta Karismatik, iman = percaya + mengalami. 

Gereja dianggap sebagai penjaga ajaran bagi Kristen Prostestan arus utama, sedangkan bagi aliran Pentakosta Karismatik gereja adalah komunitas kuasa Roh. 

Tidak ada perbedaan dalam pemahaman Injil, yang membedakan hanya akses spiritual dan cara beribadahnya saja, selama tidak melenceng dari dasar Teologi Kekristenan, hal pembedanya hanya sejauh pada pemahaman ritual ibadah saja, memahami firman dengan cara berbeda tapi tidak merubah dasar teologinya, seperti yang dilakukan Saksi Yehuwa dan Gereja Suci Jaman Akhir. 


Sebagai penutup kesimpulannya, Gereja Kristen Protestan secara umum menekankan pada Otoritas iman ada pada firman saja, karena gereja bisa lahir kapan saja dan dimana saja. 

Segitu saja deh sharing² sedikit, kembali saya tegaskan, bahwa ini hanya soal bagaimana cara beribadah saja, karena Yesus Kristus datang tidak mengajarkan cara beribadah dengan harus ini itu, yang utama adalah apa yang Yesus ajarkan. Manusia punya kehendak bebas untuk memahami ajaran-Nya, dengan cara apa pun, dengan ajaran yang satu yaitu dari Yesus Kristus sendiri. -cpr

#onedayonepost
#iman
#gbis
#gkri
#informasi

Selasa, 30 Desember 2025

Menorah, Lilin Israel yang Terlihat di Perayaan Natal

Tahun ini saya full mengikuti perayaan Natal di Gereja Kristen, sudah beberapa perayaan Natal yang saya ikuti. Dalam perayaan itu saya melihat ada tempat lilin yang mirip seperti tempat lilin yang umum digunakan di ibadah keagamaan Yahudi. Saya menyebutnya 'lilin Israel'. Bahkan ketika kamu mengetikan menorah 🕎, logo simbolnya otomatis muncul. 

Ternyata tempat lilin ini punya nama istilahnya sendiri yaitu menorah. Pada postingan kali ini saya akan membahas soal menorah. 

Menorah adalah tempat pelita (kaki dian) bercabang tujuh, sangat penting dalam tradisi Yahudi. Kata 'menorah' sendiri berasal dari bahasa Ibrani yang berarti lampu atau pelita. 

Ilustrasi, gambar dibantu disiapkan oleh chatgpt

Bentuknya adalah satu lilin ditengah dengan tiga cabang di kiri dan kanan, sehingga membentuk formasi 7 pelita. Jika menurut Kitab Taurat, menorah ini dibuat dari emas murni. 

Nah jadi umum jika dimasa sekarang sering kita melihat menorah yang dipakai diperibadatan Kristen berwarna keemasan, untuk simbol yang diceritakan di atas tadi, yang pasti itu bukan bahan emas murni karena tidak mungkin juga membuat sekedar tempat lilin tapi dari bahan emas murni, harganya pasti mahal dan itu pasti dianggap barang berharga, berapa kg beratnya, dikalikan harga emas saat ini, sudah cukup fantastis untuk harga sebuah tempat lilin. 

Di Bait Suci Yerusalem, menorah menyala terus sebagai perlambang:
🕯 Terang Allah dan kehadiran-Nya
🕯 Hikmat Ilahi
🕯 Penciptaan (7 hari) 

Petunjuk pembuatan menorah ini ternyata tertulis secara rinci pembuatannya, yaitu pada Keluaran 25: 31 - 40.
"Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya - dengan tombolnya dan kembangnya - haruslah seiras dengan kandil itu. Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain. Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu - dengan tombol dan kembangnya - dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain - dengan tombol dan kembangnya -; demikianlah juga kau buat keenam cabang yang timbul dari kandil itu. Pada kandil itu sendiri harus ada empat kelopak berupa bunga badam — dengan tombolnya dan kembangnya. Juga harus ada satu tombol di bawah sepasang cabang yang pertama, yang timbul dari kandil itu, dan satu tombol di bawah yang kedua, dan satu tombol di bawah yang ketiga; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.Keluaran 25:36-40 (TB) Tombol dan cabang itu harus timbul dari kandil itu, dan semuanya itu haruslah dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni. Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya. Sepitnya dan penadahnya haruslah dari emas murni. Dari satu talenta emas murni haruslah dibuat kandil itu dengan segala perkakasnya itu. 
Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." 

Itu dia catatan mengenai menorah yang dalam teks Alkitab disebut sebagai 'kandil'. Itulah yang masih digunakan hingga saat ini, bahkan tradisi ini tetap lestari bisa kita jumpai pada Israel modern dan Kekristenan,  yang menggunakannya ketika perayaan Natal. 

Kembali ke sejarahnya, pada tahun 70 M ketika Bait Suci Yerusalem dihancurkan oleh Romawi, menorah emas yang dikisahkan pada Alkitab tadi dirampas dan dibawa ke Roma. Artinya ketika jaman Yesus, menorah itu ada di dalam Bait Suci.

Peristiwa ini terabadikan dalam Arch of Titus di Roma. Setelahnya fisik menorah yang asli ini hilang dari sejarah, terabaikan seperti layaknya barang rampasan perang, hilang entah dilebur menjadi perhiasan, jadi apa entah tidak lagi dianggap berharga. 

Namun simbol menorah ini tetap ada seperti yang saya jelaskan di atas tadi, kita bisa menjumpainya di Sinagoga Yahudi, naskah² seni Yahudi, hingga pada lambang negara Israel modern. 

Ilustrasi dibantu dibuatkan chatgpt

Dalam Alkitab sendiri selain tertulis dalam Kitab Keluaran, ada juga tersebut benda atau simbol serupa menorah, yaitu tercatat di Kitab Wahyu, yaitu istilah "7 kaki dian emas".

Tertulis dalam Kitab Wahyu 1: 12 - 20,   yang isinya berbunyi demikian:
Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.
Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. 
Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.  
Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.  
Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan Kerajaan maut. Karena itu tuliskanlah  yang telah kau lihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini. Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kau lihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."


Jumlahnya sama² tujuh. Lalu apa itu kaki dian?  Kaki dian adalah tempat atau penopang pelita atau lampu,  serupa dengan menorah kalau kaki dian tiang pelita ini berdiri sendiri² sebanyak 7 buah. 

Gambaran dari apa yang tertulis dalam Kitab Wahyu, gambar dibantu disiapkan chatgpt

Yesus sendiri pernah berfirman dengan perumpamaan dan menyinggung soal istilah 'kaki dian', yaitu pada Matius 5: 15, tertulis demikian:
"Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Baik menorah dan kaki dian yang Yesus dan Rasul. Yohanes maksudkan adalah sama fungsinya sebagai sumber terang. Pada perumpamaan itu, Yesus menyampaikan agar iman kita, tidak disimpan saja tetapi di tempatkan di tempat dimana bisa menerangi semua orang, supaya banyak orang yang melihat kita akhirnya mengenal siapa Bapa kita dan memuliakan-Nya. 


Oh iya melenceng sedikit dari bahasan, barang kali kalian menemukan tempat pelita mirip seperti menorah, namun bercabang 9, itu disebut 'hanukkiah' umum digunakan dalam tradisi dan budaya Yahudi saat perayaan Hanukkah. 

Ini ilustrasi hanukkiah, jadi biar gak bingung. Gambar dibantu disiapkan chatgpt

Dalam  teologi Kekristenan, terang itu adalah Yesus Kristus sendiri, sedangkan dalam tradisi Yahudi, mereka melanjutkan tradisi yang Allah nya perintahkan dahulu, seperti tertulis dalam Kitab Keluaran, mereka membuat menorah atau hanukkiah sebagai simbol terang. 

Sedangkan orang² Kristen Yesus ajak untuk menjadi terang dalam dirinya masing² karena dalam kita ada Dia, dan kita dalam Dia, sehingga sudah selayaknya kita menjadi terang bagi dunia dimana kita hidup. 

Akhir kata, jadi ketika kalian melihat tempat lilin seperti yang digambarkan pada postingan ini kalian jadi tahu apa namanya dan bagaimana sejarahnya berdasarkan Alkitab, jika pun menemukan yang serupa tapi dengan cabang lebih banyak apa namanya pun sudah tahu, kemudian ada pula bentuk lainnya yang kita yakini dalam teologi Kekristenan soal kaki dian, itu pun kalian sudah bisa memahaminya. 

Semoga postingan ini bisa menambah wawasan seputar Kitab Suci dan iman Kekristenan, sekali lagi bukan sekedar simbol saja namun ada makna teologis iman dari situ, terutama bagaimana kita diajak untuk menjadi terang itu, seperti Yesus Kristus Sang Terang itu sendiri. Tuhan Yesus memberkati kita semua. -cpr

#onedayonepost
#menorah
#kakidian
#informasi
#iman
#sejarah