Sabtu, 07 Februari 2026

[TA] Mengenal Tokoh Kitab Suci "Raja Daud"

Pada postingan kali ini saya akan membahas salah satu tokoh Alkitab dari Perjanjian Lama, yang juga memang dicatatkan lebih dulu pada kitab-kitab Yahudi. Tokoh itu adalah Raja Daud. 

Hal yang buat saya tertarik adalah bahwa Daud tidak benar dalam hidupnya, namun entah kenapa Allah tetap berkenan pada Daud.

Karena dari garis keturunan Daud inilah Yesus Kristus dilahirkan dan karya penyelamatan Allah di dunia nyata dalam Yesus Kristus. 

Daud diketahui pernah berselingkuh dengan wanita, dan itu adalah hal yang salah, namun itu dilakukan oleh Daud. Tapi kenapa Allah masih berkenan kepadanya? Mari kita mengenal Daud lebih lagi, supaya kita memahami apa rencana Allah dan kita bisa mengambil refleksi iman dari kisah tersebut. 

Ilustrasi Daud, gambar dibuatkan oleh chatgpt

Daud atau דָּוִד / Dawid punya makna "yang dikasihi",  berasal dari suku Yehuda. 

Daud adalah anak laki-laki bungsu (anak laki-laki kedelapan) dari ayah yang bernama Isai (Yishai) dari Betlehem. Ibunya tidak disebutkan siapa. Siapa sajakah anak-anak Isai? 

Bisa dilihat di 1 Tawarikh 2: 13 - 15, nama dari anak-anak Isai tersebut. 
👶 Eliab
👶 Abinadab
👶 Simea / Syama / Shammah
👶 Netaneel
👶 Radai
👶 Ozem
👶 Daud

Ada perbedaan jumlah anak berdasarkan yang tercatat di 1 Samuel 16: 10 - 11, dimana di sana diinfokan delapan anak, sedangkan di 1 Tawarikh 2: 13 - 15 menyebutkan tujuh. Dimungkinkan ada anak yang meninggal, tapi tidak disebutkan yang keberapa dan siapa namanya. 

Selain anak laki-laki, Isai juga punya dua anak perempuan yang tercatat dalam Alkitab, 1 Tawarikh 2: 16. Mereka adalah:
👧 Zeruya
👧 Abigail


Kita coba melihat sosok Daud sesuai apa yang digambarkan dalam Alkitab:
Dalam 1 Samuel 16: 12, Daud digambarkan : berkulit kemerahan (admoni), bermata indah dan berparas elok.
Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia." 1 Samuel 16: 12

Postur tubuh Daud tidak digambarkan secara jelas apakah besar atau kecil. Hanya Saul dan Goliat yang digambarkan soal posturnya. Dimana Saul lebih tinggi dari semua orang Israel, dari bahu ke atas (tercatat dalam 1 Samuel 9: 2)  dan Goliat tingginya enam hasta sejengkal (sangat tinggi) (tercatat dalam 1 Samuel 17: 4).

Satu hal yang tidak langsung menggambarkan postur tubuh Daud, tergambar eksplisit dalam kisah Daud melawan Goliat. 

Yaitu saat Daud dipakaikan baju perang milik Saul, dimana baju perang Saul dipakaikan kepada Daud, tetapi kebesaran dan tidak pas, sehingga ia menanggalkannya. (tercatat dalam 1 Samuel 17: 38 - 39).


Namun satu hal, bukan soal fisik yang ditekankan soal tokoh Alkitab ini, melainkan terkait pada perkenanan Tuhan pada dirinya (baca: Daud). 

Sebelum menjadi seorang raja, Daud adalah penggembala kambing domba. 

Beranjak usianya, Daud kerap melayani Saul. Daud semakin dikenal ketika dia berhasil menumbangkan Goliat dengan ketapel tangan. Sejak saat itu Saul menempatkan Daud dalam dinas kerajaan, dan Daud selalu berhasil dalam tiap penugasannya. (tercatat dalam 1 Samuel 18: 5) . 

Karir militer Daud terus berlanjut, dia diangkat menjadi kepala pasukan seribu (tercatat dalam 1 Samuel 18: 13). 

Daud selalu berhasil dalam setiap misi penugasannya, dan rakyat mengasihinya (tercatat dalam 1 Samuel 18: 14 - 16).

Daud mengalami konflik dengan Saul. Permasalahan dengan Saul ini justru dimulai dari Saul. Berikut beberapa hal yang menjadi intrik permasalahan antara Daud dan Saul, sbb. :
🥊 Popularitas Daud makin melejit, sejak kemenangannya atas Goliat dan kemengangannya dalam misi militernya, membuat Daud dikasihi rakyat. Hal ini membuat Saul cemburu.  (Tercatat dalam 1 Samuel 18: 7) 
“Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”

Situasi ini membuat Saul menjadi curiga terhadap Daud. Di sini mulai ada api konflik diantara Saul dan Daud, meskipun Daud tidak merasa apa yang dia lakukan itu ternyata memberikan efek kecemburuan dalam diri Saul. 

🥊 Saul takut kehilangan tahtanya
Saul melihat bahwa Tuhan mengasihi Daud, begitu juga rakyatnya. Popularitas Daud terus meningkat seiring keberhasilannya dalam tiap misi. 

🥊 Upaya Saul membunuh Daud, pengaruh roh jahat
Saul bahkan terang-terangan melempar tombak untuk membunuh Daud. (Tercatat dalam 1 Samuel 18: 10 - 11).
Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya. Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya: "Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding." Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali. 

Ilustrasi, gambar disiapkan chatgpt

🥊 Saul berusaha menyingkirkan Daud dengan penugasan perang
Saul berharap Daud tewas ditangan musuh ketika perang, namun sebaliknya Daud selalu berhasil dalam penugasannya. (Tercatat dalam 1 Samuel 18: 17) 


🥊 Saul meyakini akan nubuatan Samuel dan penolakan Allah atas Saul
Samuel pernah mengatakan bahwa kerajaan Saul akan diberikan kepada orang lain yang lebih baik. 
Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: "TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.
Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal." 1 Samuel 15: 28 - 29


Menghadapi ketidaksukaan Saul pada dirinya (baca: Daud), Daud memilih tidak melakukan konfrontasi balasan atas hal buruk yang dia terima dari Saul. 

Daud memilih mengasingkan diri, lari dan bersembunyi. Daud menolak untuk membunuh Saul, dan tetap menganggap Saul sebagai orang yang diurapi Tuhan. 

Samuel sebelumnya sudah pernah bertemu dengan Daud, dan Samuel telah mengurapi Daud, ketika Daud masih muda kala itu, ketika masih di Betlehem. Sejak pengurapan itu, Daud tetap menjalani kehidupannya seperti biasa hingga akhirnya Daud bisa mencapai popularitasnya ketika berada di dalam lingkungan kerajaan yang dipimpin Saul. 


Hingga akhirnya Saul berserta putera-puteranya gugur ketika kalah perang melawan Bangsa Filistin. 

Ilustrasi, Saul tewas kalah perang, gambar disiapkan chatgpt

Meskipun perbuatan jahat yang dilakukan Saul pada Daud, namun mendengar kematian Saul, Daud justru meratapinya dengan kesedihan dan mengumumkan perkabungan untuk situasi tersebut. 

Hingga akhirnya Daud diurapi menjadi raja atas Yehuda.
Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Apakah aku harus pergi ke salah satu kota di Yehuda?" Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah." Lalu kata Daud: "Ke mana aku pergi?" Firman-Nya: "Ke Hebron." 
Lalu pergilah Daud ke sana dengan kedua isterinya: Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu. 
Juga Daud membawa serta orang-orangnya yang mengiringinya masing-masing dengan rumah tangganya, dan menetaplah mereka di kota-kota Hebron.
Kemudian datanglah orang-orang Yehuda, lalu mengurapi Daud di sana menjadi raja atas kaum Yehuda. 2 Samuel 2: 1 - 4


Ketika itu masih ada tersisa kerajaan Israel warisan dari Raja Saul. Anaknya Isyboset menjadi raja atas wilayah sisa kekuasaan Saul dahulu. 

Setelahnya terjadi konflik antara keluarga Daud dan keluarga Isyboset. Dimana keluarga Daud makin kuat sedangkan keluarga Saul yang diwarisi pada Isyboset makin lemah. Sampai pada akhirnya Isyboset mati dibunuh oleh orangnya sendiri. Daud yang mengetahui pembunuh itu, menghukum mati pembunuhnya. 

Akhirnya Daud mendapatkan restu dari tua-tua Israel untuk menjadi raja. Kemudian Daud diurapi menjadi raja atas seluruh Israel. (Tercatat dalam 2 Samuel 5: 1 - 3) 
Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: "Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. 
Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel."
Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. 

Daud berusia 30 tahun ketika dia menjadi Raja. Diketahui, dia memerintah Israel selama 40 tahun. Rinciannya 7,5 tahun memerintah di wilayah Hebron atas wilayah Yehuda dan selama 33 tahun memerintah Yerusalem atas seluruh wilayah Israel. 


Daud diurapi sejak dia masih muda. Daud selalu menggantungkan hidupnya pada Allah yang yang dia yakini, dan Daud selalu berlaku benar. Bahkan ketika Saul menghalalkan yang jahat padanya, Daud tidak membalasnya. Daud percaya pada Allahnya.

Daud menjadi raja bukan karena semata-mata kemampuannya, tapi karena Daud berkenan kepada Allah. 


#Kehidupan pribadi Daud, istri-istri dan anak-anak nya
Sebelum menjadi raja, Daud telah mempunyai beberapa istri, diantaranya yaitu:
👰‍♀️ Mikal (anak Saul) 
Hingga kematiannya, Daud tak memiliki anak darinya. 

👰‍♀️ Ahinoam (dari Yizreel) 
Darinya lahirlah Amnon. 

👰‍♀️ Abigail (janda nya Nabal orang Karmel) 
Darinya lahirlah Kileab / Daniel. 

👰‍♀️ Maakha (anak dari Talmai, Raja Gesur) 
Darinya lahirlah Absalom dan Tamar. 

👰‍♀️ Hagit
Darinya lahirlah Adonia. 

👰‍♀️ Abital
Darinya lahirlah Sefaca / Sefatya. 

👰‍♀️ Egla
Darinya lahirlah Yitream. 

Ketika Daud menjadi raja atas seluruh Israel di Yerusalem, di sana dia juga mengambil selir dan istri-istri lain yang tak tercatat dalam kitab suci.

Tidak diketahui siapa nama ibu dari anak-anak Daud ini, tetapi mereka ini disebutkan sebagai anak-anak Daud: Inilah nama anak-anak yang lahir bagi dia di Yerusalem: Syamua, Sobab, Natan, Salomo, Yibhar, Elisua, Nefeg, Yafia, Elisama, Elyada dan Elifelet.

Dari nama-nama itu ada satu nama yang kelak menjadi penerus Raja Daud di Yerusalem, yaitu Salomo. Namun pada post kali ini kita tidak akan membahasnya. 


Ketika Daud berkuasa, ada hal-hal yang ternyata membuat Daud bisa juga jatuh dalam dosa. Peristiwa ini dicatat dan diberikan highlight dalam kitab suci, Narasinya terdapat terutama di 2 Samuel 11. Teks ini tidak berusaha memperindah Daud; justru memperlihatkan penyalahgunaan kuasa, akibatnya, dan pertobatannya.

Daud punya hak sebagai raja untuk memperistri wanita yang ada di kerajaannya, namun kesalahan terbesar Daud adalah tidur dengan wanita yang sudah bersuami, dan menghalalkan hal buruk untuk mengusahakan kematian suami wanita itu. Kelakuan ini disebutkan kitab suci sebagai sesuatu yang jahat dimata Tuhan. 

Jadi Daud jatuh cinta pada seorang wanita yang tengah mandi, wanita itu adalah Batsyeba binti Eliam. Dia adalah istri dari prajuritnya bernama Uria. 

Ilustrasi, gambar disiapkan oleh chatgpt

Ketika suaminya tengah pergi berperang, Daud mengambil Batsyeba dan menidurinya, hingga Batsyeba mengandung. Setelah mengetahui bahwa Batsyeba mengandung, Daud ternyata bersiasat, dari siasat yang bersifat mengelabui namun gagal, hingga akhirnya siasat jahat yang menyebabkan Uria mati di medan perang. 

Setelah kematian Uria, Daud mengambil Batsyeba menjadi istrinya. Anak pertama dari hasil perzinahan itu diketahui mati, dan barulah lahir anak kedua dari Batsyeba dan lahirlah Salomo yang kelak menjadi penerus tahta Kerajaan Israel. 

Pada akhirnya Daud memang mengakui kesalahannya itu dan bertobat, namun dosa itu telah terjadi. Namun ternyata Allah punya rencana-Nya, Dia punya kuasa atas hal yang mungkin bagi manusia adalah sesuatu yang buruk, namun Kasih Karunia Allah membuat hal itu menjadi proses karya penyelamatan yang luar biasa kelak. 


Daud pada akhirnya beranjak lanjut usia, ia tidak lagi memiliki kekuatan fisik seperti dulu. Para pelayan mencari seorang perempuan muda, Abisag, untuk merawat dan menghangatkannya.

Diusianya yang sudah lanjut, ada pertanyaan, siapa penerus tahtanya? 

Anak sulung dalam kebudayaan Yahudi adalah penerus dari kekuasaan ayahnya, dan itu terjadi demikian jika semua berjalan normal. Tidak ada seperti menjual kesulungan atau hal kematian, namun jika itu terjadi pewarisan kepada yang sulung bisa saja tak terjadi demikian. Hal yang sama terjadi pada pewarisan tahta Raja Daud. 

Diketahui anak sulung Raja Daud adalah Amnon. Namun Amnon melakukan kesalahan besar, dia melakukan tipu muslihat karena dia menyukai adik tirinya, dan terjadilah perbuatan cabul itu dengan pemaksaan kepada saudara tirinya Tamar. 

Amnon digambarkan pria tidak bertanggung jawab, setelah kejadian itu justru Tamar dibenci dan diusirnya. 

Daud yang mengetahui kejadian ini marah namun tidak menghukum anaknya itu. Namun peristiwa ini mencemarkan kerajaan. 

Absalom yang adalah kakak dari Tamar marah dan berusaha membalas dendam. Selang dua tahun dari peristiwa itu, Absalom merancang pembunuhan terhadap Amnon kakak tirinya. Amnin pun tewas. Situasi ini jelas membuat tahta sulung penerus tahta Daud hilang dari tangan si sulung. 

Tragedi yang dialami keluarga Daud ini juga merupakan nubuatan dari Nabi Nathan, seperti yang tertulis dalam 2 Samuel 12: 10 - 11.
Nubuatan ini muncul karena kedosaan Daud ketika mengingini bahkan mengambil istri sah dari prajuritnya (Uria), kemudian membuat siasat buruk untuk menghalalkan keinginannya itu.
Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.  
Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."

Sebenarnya Absalom adalah fitur yang karismatik, tampan dan dikagumi oleh rakyat Israel. Sehingga memungkinkan jika pewaris tahta selanjutnya adalah dia. 

Absalom akhirnya berani memproklamirkan diri sebagai Raja di Hebron. Melihat situasi ini Raja Daud memutuskan mundur dari Yerusalem demi menghindari pertumpahan darah di kota. Namin perang tetap terjadi pada akhirnya, pasukan Daud menang dan Absalom tewas dalam perang. 

Daud sendiri tidak bergembira atas kemenangannya, justru malah menangisi kematian puteranya itu. 

Alhasil tahta Daud masih menjadi tanda tanya akan diwariskan pada siapa? 

Putera Daud lainnya masih ada, dialah Adonia. Adonia merasa percaya diri dan dengan lantang menyatakan dirinya akan menjadi raja. Pernyataan ini membuatnya mendapatkan dukungan dari Yoab panglima perang kerajaan dan Abyatar seorang imam kerajaan. Adonia hampir saja mendapatkan legitimasi penobatan resmi. 

Namun pada prosesnya, Batsyeba (ibu Salomo) dan Nabi Nathan mengingatkan Raja Daud, bahwa puteranya yang lain yaitu Salomo lah yang telah ditetapkan sebagai penerus Kerajaan Daud. 

Akhirnya Daud memerintahkan Salomo untuk diurapi, dan disampaikan ke publik. Sejak inilah klaim Adonia gugur. 

Adonia nampaknya tidak tinggal diam, dia melakukan siasat lainnya dengan meminta Abisag (wanita yang merawat masa tua Daud). Hal ini membuat Salomo menghukum mati Adonia. 

Ketika itu, Raja Daud masih ada, tengah dalam penghujung akhir hayatnya. Menjelang ajalnya, Raja Daud memberikan amanat:
🤴 Untuk tetap setia pada Taurat Musa

🤴 Bertindak bijaksana terhadap lawan-lawan politik tertentu, yaitu Yoan dan Simeone

🤴 Membalas kebaikan kepada keluarga Barzilai


Setelah kematian Daud, pemerintahan Kerajaan Israel dilanjutkan puteranya, Salomo. Kelak dia dikenal sebagai raja yang bijaksana dan terkenal hingga namanya dipakai oleh penganut keyakinan lain dalam kisah kitab suci buatan sendiri oleh 'nabi' yang lahir di jazirah pada abad ke-6 atau ke-7. 

Itulah dia sedikit rangkuman mengenai tokoh besar dalam Perjanjian Lama, Raja Daud. Nama yang akan selalu kita dengar pasca kita mengenal Yesus Kristus, sang penerus Tahta Daud sejati. 

Semoga kisa bisa belajar dari kisah Daud ini, bagaimana Daud berkenan pada Allah, namun karena dosa Daud bisa membuat Allah murka dan menghukum Daud, tapi pada akhirnya dari kesalahan Daud itu, Allah memberikan jalan keselamatan yang lain dari sana. 

Dari putera-putera Daud kita bisa juga banyak belajar bagaimana untuk selalu berlaku benar sesuai apa yang seharusnya yang benar itu terjadi. 

Allah bekerja melalui manusia yang nyata—penuh iman, tetapi juga penuh kelemahan. Allah melihat hati, bukan status siapa anda, iman lebih besar daripada senjata (ketika Daud menghadapi Goliat), sabar menunggu waktu Tuhan dan tidak berambisi (ketika Daud konfrontasi dengan Saul), bahaya akan kuasa bahkan yang telah dipilih Allah bisa jatuh ke dalam dosa jika tidak mawas diri, pertobatan sejati itu penting meski kita telah jatuh dalam dosa, meski begitu konsekuensi dosa tetap diterima meski kamu telah bertobat. 

Sampai jumpa dipembahasan sejarah tentang tokoh Alkitab lainnya, semoga bisa jadi bahan refleksi. Postingan ini saya buat karena terpicu dari bahasan soal firman pada saat Ibadah Doa Jumat ke-1 di GBIS Bosan Pandaan, meski tidak membahas langsung soal Daud, tapi ada sedikit membahas soal Daud. Jadi saya penasaran aja mengenal tokoh satu ini. -cpr

#onedayonepost
#sejarah
#rajadaud
#informasi
#tokohalkitab

Senin, 24 November 2025

Kitab Ibrani Siapa Sih yang Menulis? Spekulatif

Ketika saya mulai sering membuka Alkitab, saya sering bertanya-tanya siapa sih penulis kitab-kitab yang kini kita baca sebagai Perjanjian Baru. Ada beberapa kitab yang kita ketahui dengan pasti siapa penulisnya. 

Seperti contoh yang secara nyata, Injil itu dituliskan oleh penulisnya, jadi kalau Injil Matius ya yang menuliskan adalah Matius, begitupun Injil Lukas, Injil Yohanes dan Injil Markus.

Tapi kalau Kisah Para Rasul, siapa yang nulis? Tradisi gereja bisa menjawabnya bahwa yang menuliskannya adalah Lukas. Kemudian Kitab Wahyu, siapa yang menulis? Lagi² tradisi gereja bisa menjawab itu, Yohanes lah yang menuliskannya ketika berada di Pulau Patmos, selain dipastikan tertulis nama penulisnya di catatan Kitab tersebut. 


Ilustrasi dibuatkan oleh ChatGPT

Ada satu Kitab yang juga jadi pertanyaan saya, yaitu Kitab Ibrani. Tadinya saya berpikir Kitab Ibrani itu berasal dari Perjanjian Lama, menyoal istilah 'Ibrani'. 

Ibrani sendiri dalam bahasa Indonesia itu merujuk suku bangsa, Hebrew. Merujuk pada keturunan Abraham, Ishak dan Yakub (Israel). 

Dahulu kata 'Ibrani' lebih sering dipakai sebelum merujuk pada 'Israel' yang seiring waktu dikenal sebagai bangsa yang besar. Jadi jika dikatakan Bangsa Ibrani =  Bangsa Israel sama, rasa nya ya memang begituitu, keduanya sama saja. Namun Bangsa Ibrani lebih cocok digunakan untuk merujuk bangsa pada masa Abraham, Ishak, Yakub hingga jaman Musa. 

Selain merujuk sebagai bangsa, 'Ibrani' juga merujuk pada bahasa, bahasa yang digunakan pada masyarakat jaman itu salah satunya ya bahasa Ibrani. Bahasa yang merupakan keluarga dari Semit Barat Laut, serumpun dengan bahasa Aram, bahasa fenesia, bahasa Arab. 

Pada kitab² Perjanjian Lama, ditulis 95% dengan bahasa Ibrani, lainnya seperti Kitab Daniel dan Kitab Ezra ditulis dengan bahasa Aram. 

Kitab Ibrani terdiri dari 13 pasal, dimana dari tiga belas pasal tersebut terdiri dari beberapa inti atau pokok bahasan yaitu:
🖊 Pasal 1-4 : membahas tentang keunggulan Kristus, bahwa Yesus lebih tinggi dari malaikat dan Musa. 
🖊 Pasal 5-10 : Yesus adalah imam besar
🖊 Pasal 11-12 : pahlawan iman dan panggilan untuk bertekun
🖊 Pasal 13 : nasihat praktis hidup Kristen sehari-hari


Kita kembali ke bahasan tadi, soal Kitab Ibrani. Kitab ini berisi surat-surat kepada jemaat Kristen yang berkebangsaan Yahudi (Kristen Yahudi). Kitab ini dimasukan ke dalam kanon Perjanjian Baru. Surat-surat yang dituliskan ini guna memperkuat iman jemaat kala itu yang tengah mendapatkan persekusi. 

Pertanyaannya, siapakah penulis Kitab Ibrani ini? 

Jawabannya adalah tidak diketahui, alias anonim. Meski para ahli sejarah sudah mencoba mencari tahu kepastiannya, siapa yang menuliskannya. Namun ada beberapa tokoh yang dikira menuliskanya, tapi tetap saja masih ada pro kontra untuk memastikannya. 

Ada beberapa tokoh Perjanjian Baru yang dikira sebagai penulis Kitab Ibrani, tapi meski begitu hingga saat belum bisa dipastikan siapa yang menulis Kitab ini. Mari kita bahas di bawah ini:

🦅 Paulus
Gereja awal mengira Kitab ini ditulis oleh Paulus, tetapi dari sisi gaya bahasanya berbeda dengan surat² yang ditulis oleh Paulus,  tidak ada sapaan salam khas yang disampaikan Paulus seperti dalam surat² nya. 

Sehingga dugaan jika Paulus yang menulis Kitab ini kemungkinannya sangat kecil. Tidak menunjukan karakter gaya bahasa Paulus itu sendiri sebagai penulis. 


🦅 Barnabas
Bapa Gereja (Tertulian) menyatakan bahwa penulis kitab ini adalah Barnabas. Atas dasar Barnabas adalah seorang Lewi. Karena tema umum dari Kitab ini adalah tentang imam, mezbah, dan sistem keimanan. 

Meski begitu ini hanya dugaan saja, tidak merupakan suatu kepastian bahwa Barnabaslah yang menulis Kitab ini. 


🦅 Apolos
Diketahui dari tradisi, karakter Apolos, dengan gaya retorika Ibraninya sepertinya cocok dengan  gaya penulisan di kitab ini. Namun tidak ada bukti yang mengarah ke sini. 


🦅 Lukas
Lukas diketahui secara pasti sebagai penulis Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul. Tapi ketika dicari kesamaan gaya bahasanya pun tidak menjamin kebenarannya bahwa penulis Kitab Ibrani adalah Lukas. 


🦅 Priscilla
Priscilla merupakan guru atau pengajar yang menjadi rekan Paulus dalam pewartaan. Priscilla adalah seorang wanita, kebetulan di Kitab Ibrani ini tidak menuliskan nama penulisnya, bisa saja, jika penulisnya adalah Priscilla yang seorang wanita, sengaja tidak menuliskan nama untuk menutupi identitas penulisnya. Tapi ini hanya spekulatif saja. 



Meski beberapa tokoh Alkitab di atas diduga sebagai penulis Kitab Ibrani namun ternyata tidak bisa dipastikan secara valid. Tapi setidaknya  nama-nama tersebut bisa jadi guide singkat. 

Entah siapapun penulis Kitab tersebut, yang pasti dia adalah pengabar Injil, kita pun hendaknya juga menjadi pengabar Injil kepada mereka yang belum mengenal Kristus. 

Segitu saja pembahasan kali ini. Saya cukupkan pembahasan kali ini. Kita jumpa lagi dipembahasan lainnya, bahas hal lainnya seputar keimanan Kekristenan, menjadi pewarta Injil, mengenalkan Kristus keluar yang belum mengenal Kristus. -cpr

#onedayonepost
#informasi
#kitabibrani
#perjanjianbaru
#tokoh

Jumat, 21 November 2025

[TA] Mengenal Tokoh Alkitab: Ruth Figur Istri yang Langka Masa Kini

Pada masa kini sangat jarang ditemukan sosok seorang istri yang saleh, saat ini lebih banyak seorang istri yang mandiri dan mampu berdiri di kakinya sendiri, karena memang peran suami dimasa kini juga tidak optimal. 

Kita bisa belajar dari sosok tokoh Alkitab dari Perjanjian Lama yaitu Ruth. Ruth dikenal akan kesetiaan, iman dan pengorbanan.

Ilustrasi sosok Ruth, dibantu dibuatkan oleh ChatGPT

Sangat berbeda dengan tipe wanita saat ini ketika mereka punya pilihan, maka pilihan lain lah yang akan dipilih, bukan bertahan dengan kondisi yang ada, karena logika bermain bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik jika kita mau memilih. 

Ruth berasal dari Bangsa Moab, bangsa yang pada masa itu dikenal sebagai musuh Bangsa Israel. 

Diketahui bahwa Ruth ini menikah dengan anak dari seorang wanita Israel (Naomi), kebetulan tinggal di tanah Moab, mengungsi karena di tanah Yehuda terjadi kelaparan. Dimana pasangan dari Ruth ini bukanlah pria normal, punya keterbatasan (keterbelakangan mental dan sakit-sakitan). 

Ketika memutuskan untuk menikah dengan sosok pria yang tidak sempurna, Ruth tetap melakukannya, dia tidak berhenti dan tetap melanjutkan pernikahan tersebut. Walaupun pada akhirnya suaminya itu meninggal karena sakit, dan Ruth akhirnya menjadi janda. Di saat ini Ruth punya kesempatan kedua untuk kembali ke bangsanya, dan mencari suami lain yang lebih baik, tetapi Ruth memilih untuk tetap menjadi bagian keluarga Naomi seorang Israel. 

Naomi ini punya menantu lain selain Ruth, bernama Orpa. 

Sepeninggal suami Ruth, Naomi memutuskan untuk kembali ke Betlehem. Ibu mertuanya mempersilahkan kedua menantunya untuk kembali ke daerah asalnya masing-masing, tetapi Ruth memastikan untuk tetap ikut ke Betlehem. 

Pernyataan Ruth yang dikenal:
Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;" (Rut 1: 16) 

Dari sini tampak jika Ruth tetap setia meski suaminya sudah meninggal, Ruth tetap memilih bersama ibu mertuanya dan pergi ke tanah Israel, dan percaya kepada Allah Israel. 

Di Betlehem Ruth bekerja sebagai pemungut jelai di sebuah ladang di tanah Israel, milik seseorang bernama Boas. Ruth bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan mertuanya. Boas adalah kerabat dari Naomi (mertua Ruth). Boas dikenal baik dan saleh. 

Seiring waktu pada akhirnya Boas memperhatikan kebaikan Ruth, melindunginya dan akhirnya Boas menikahi Ruth. 

Ternyata Allah punya kehendak lain terhadap Ruth, Ruth dan Boas punya peran besar dalam garis keturunan penting dalam catatan Alkitab. Dimana Boas dan Ruth, memperanakan Obed. Obed ini adalah ayah dari Isai. Isai adalah ayah dari Daud. Dari garis keturunan Raja Daud inilah Yesus Kristus berasal. 

Allah mempunyai rencana-Nya, dimana para nabi terdahulu telah menubuatkannya, nubuat yang tidak diterima oleh nabi² lainnya, bahkan nabi yang muncul di abad ke-7 sekalipun tidak pernah tercatat nubuatnya, hanya cocoklogi semata. 


Dari kisah Ruth ini kita bisa berefleksi bahwa:
🕯 Allah punya rencana yang kita tidak pernah ketahui, Allah ternyata bisa menggunakan kita orang biasa untuk menjalankan karya-Nya yang besar, karya penyelamatan dunia. 

🕯 Dari kisah Ruth nampaknya Ruth yang memilih Allah Israel daripada allah bangsanya (Moab), tapi sesungguhnya sejak semula Allah telah memilih Ruth. 

🕯 Meski Ruth memilih jalan yang menurut kebanyakan orang bukan pilihan terbaik, tapi akhirnya pilihan yang dia ambil ternyata jadi sesuatu yang baik pada akhirnya, bahkan karena keyakinannya itu pada akhirnya dia jadi bagian dari proses karya keselamatan Allah. 

🕯 Ketika Ruth memutuskan meninggalkan bangsanya (Moab), dia meninggalkan masa lalunya dan fokus pada apa yang menjadi pilihannya. Sama ketika kita telah memilih Yesus Kristus, maka layaknya kita pun meninggalkan atau menyalibkan segala masa lalu kita dan teguh berpaling pada Yesus saja. 


Semoga kita bisa berefleksi dari apa yang telah Ruth alami ini, keturunan dari bangsa yang jadi musuh Israel malah jadi bagian karya Allah itu sendiri. Intinya, Ruth percaya dan yakin pada jalan yang telah dipilihnya, semua itu berbuah, keyakinan yang berbuah. Kita pun diajak untuk yakin pada Allah, apalagi pilihan yang memang Allah sediakan bagi kita. 

Sampai jumpa dipostingan refleksi iman lainnya, syaloom, Tuhan memberkati kita semua. -cpr

#onedayonepost
#refleksi
#iman
#ruth
#moab
#boas
#israel
#tokohalkitab

Kamis, 20 November 2025

[TA] Kisah Ayub dalam Perjanjian Lama, Inspirasi Iman

Setiap kali ibadah Minggu, penyampai firman entah itu bapak gembala, bu pendeta, pak pendeta sering menyebutkan tokoh Alkitab yang bernama Ayub, namanya sering disebut ketika mengisahkan bagaimana sikap tetap percaya pada Allah ketika digempur banyak penderitaan. 

Saya jadi penasaran tentang kisah tokoh Alkitab ini, mengenalnya membantu kita dalam mencari inspirasi iman, bagaimana bersikap ketika menghadapi penderitaan yang hebat dan bertubi-tubi. 

Ilustrasi Ayub, gambar dibantu oleh ChatGPT

Ayub dikenal sebagai pria saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan dan sangat diberkati. 

Ayub punya 10 orang anak. Selain itu Ayub dilimpahi dimampukan secara ekonomi: punya ternak kambing domba hingga 7000 ekor, unta 3000 ekor, 500 pasang lembu, dan 500 keledai betina. Di lingkungannya dia sangat dihormati. Bahkan Allah menyebut Ayub sebagai orang yang tidak ada tandingannya di bumi. (Ayub 1: 8) 

Jadi suatu peristiwa, iblis menuduh bahwa hidup Ayub yang setia itu karena hidup yang terberkati dan berada di zona nyaman. Sehingga Allah mengizinkan iblis untuk menguji Ayub, dengan catatan tidak mengambil nyawanya. 

Ujian pertama:
Ayub kehilangan semua yang dia miliki secara mendadak. Ternaknya, hamba-hambanya, semua anak-anaknya meninggal dunia karena musibah rumahnya ambruk. 

"Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayub 1: 21) 


Ujian kedua:
Begitu hebat pukulan diujian pertama, namun Ayub tetap setia pada Allah. Iblis meminta ijin kepada Allah untuk kembali menguji Ayub, dengan catatan tidak menghilangkan nyawanya. 

Pada ujian kedua ini Ayub dihadapkan pada penyakit keras, tubuhnya diserang borok busuk dari kepala hingga kakinya. Pada saat kondisi yang seperti itu istrinya justru malah bertindak tidak mendukung Ayub, malah meminta Ayub mengutuki Allah nya, "Kutukilah Allah mu dan matilah!"

Namun lagi Ayub menunjukan tetap setia pada Allah nya, Ayub mengatakan: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" (Ayub 2: 10) 

Ditengah penderitaannya itu, Ayub didatangi (baca: dijenguk) oleh ketiga sahabatnya, yaitu Elifas, Bildad dan Zofar. Sahabat² nya itu tinggal selama 7 hari sebagai tanda berduka. 

Namun melihat penderitaan Ayub yang bertubi-tubi, sahabat² nya justru punya pendapat lain, mereka menganggap Ayub berdosa, karena melihat apa yang dialami Ayub adalah bentuk dari murka Allah. Karena menurut mereka, Allah tidak akan menghukum orang yang tidak berdosa. Karena Ayub menderita begitu hebat, berarti Ayub dituduh berdosa. 

Menyadari hal itu Ayub tidak mengutuki Allah, tetapi Ayub lebih ke begumul, marah dan sedih atas apa yang dia alami, hal manusiawi yang juga biasa kita alami ketika menghadapi masalah, jika kita seperti itu, kita sudah berada pada jalur yang benar, kita hanya perlu belajar seperti Ayub untuk tetap selalu percaya pada kuasa Allah. 

Berbeda dari ketiga sahabat sebelumnya, muncul Elihu. Dia lebih muda menegur sahabat² nya itu, karena menuduh Ayub demikian. Elihu juga menegur Ayub yang terlalu menuntut Allah. Elihu menjelaskan bahwa Allah itu adil dan hikmat Allah itu jauh melampaui pikiran manusia. 

Allah pada akhirnya memulihkan Ayub, karena ditengah ujian yang menerpanya dia tetap setia pada Allah dan memilih untuk tidak berdosa. 

Allah kemudian memberikan berkatnya: memberikan dia kali lipat dari harta sebelumnya, memberikan 10 anak lagi, usianya dipanjangkan hingga 140 tahun hingga akhirnya Ayub meninggal karena menua dan lanjut umurnya. 

Dari kisah Ayub ini bisa menjadi refleksi bagi kita bahwa:
🕯 Penderitaan itu bukan terjadi karena kita berdosa saja, bahkan bagi yang tidak pun kita akan tetap akan mengalami penderitaan. Kita juga bisa berkaca pada Yesus Kristus, apakah Dia berdosa sampai harus menderita di kayu salib. Semua hanya karena kehendak Allah. 

🕯 Allah punya kuasa dan berdaulat, Dia tidak perlu menjelaskan semua rencana -Nya pada hidup kita. 

🕯 Iman akan diuji dari dan oleh penderitaan. 

🕯 Pergumulan tidak hanya dialami orang biasa seperti kita, bahkan orang yang sudah hidup dalam kebenaran akan selalu bergumul, yang membedakan adalah bagaimana kesetiaan pada Allah ditengah pergumulan itu. 

🕯 Berkaca dari sahabat² Ayub, penghiburan dilakukan dengan empati bukan dengan judgement atau tuduhan. 


Semoga kita bisa belajar, berefleksi dari kisah Ayub ini, dan apa yang Ayub alami masih relate dengan kehidupan kita saat ini. Sehingga apa yang dialami Ayub bisa jadi contoh yang baik bagaimana menghadapi penderitaan dengan cara yang benar. 

Segitu saja bahan refleksi kita kali ini, semoga bisa menjadi inspirasi kita semua. Syaloom, Tuhan memberkati kita semua. -cpr

#onedayonepost
#refleksiiman
#iman
#refleksi
#tokohalkitab

Selasa, 11 November 2025

Berefleksi dari Simon Mantan Penyihir dari Samaria

Ketika saya mulai membaca Kisah Para Rasul dan mencatat nama tokoh² yang muncul dalam tulisan yang ditulis Lukas, saya menemukan banyak nama orang yang disebutkan di sana, baik itu Rasul/ murid-murid Yesus, jemaat pada saat itu, bahkan orang² yang tidak menerima Yesus sekalipun. 

Saya mencatat ada satu nama yang menarik dan dituliskan agak panjang, bukan soal profilnya, tapi karena kepercayaannya kepada Yesus hanya setengah-setengah, bahkan dia berniat membeli karunia Tuhan dengan sejumlah uang. 

Pada postingan kali ini saya mencoba untuk berefleksi dari tokoh yang bernama Simon ini. 

Kisah ini tercatat dalam Kisah Para Rasul 8: 4 - 24. Memang tidak seluruhnya menceritakan tentang Simon, tapi saya berikan range ayat yang panjang supaya bisa dibaca dengan utuh kisahnya. Lebih baik memang membaca keseluruhan itu jauh lebih baik. 


Stefanus wafat sebagai martir karena kesaksiannya akan Dia. Saat itu Saulus diketahui menjadi saksi kematian Stefanus. Kiprah Saulus sebagai penganiaya pengikut Kristus mulai dikenal dalam Alkitab. 

Saulus ketika itu menjadi semakin keras melenyapkan dan memasukan ke dalam penjara semua pengikut Kristus. Banyak dari pengikut Kristus pergi ke menjelajah ke seluruh negeri. 

Filipus pergi ke negeri Samaria, ke sebuah kota di Samaria. Di sana Filipus memberitakan tentang Mesias. Di sana Filipus banyak memberikan tanda-tanda kuasa-Nya, banyak orang yang disembuhkan, hingga mengusir roh jahat. Tanda-tanda ini membuat banyak orang di kota itu menjadi percaya pada kuasa-Nya. 

Ilustrasi, seorang Simon Penyihir dari Samaria, yang bertobat hanya untuk kepentingan dirinya secara tidak dia sadari. Gambar dibantu oleh ChatGPT

Ada seorang di sana yang bernama Simon, dia sudah lama melakukan aktivitas sihir di kota itu. Simon takjub melihat apa yang dilakukan Filipus pada banyak orang di sana. Karena banyak orang kecil hingga orang besar mengikuti Filipus setelah melihat tanda-tanda mukjijat. 

Sebelumnya banyak orang² itu mengikuti Simon karena sihirnya itu, tapi kini semua orang itu mengikuti Filipus karena tanda-tanda yang dibuat Filipus dalam nama Tuhan. 

Banyak orang memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan. Ternyata Simon pun akhirnya percaya akan apa yang disampaikan oleh Filipus. Simon pun dibaptis oleh Filipus dan setelahnya senantiasa mengikuti Filipus kemanapun. 

Rasul dan murid-murid di Yerusalem mendengar bahwa banyak orang percaya akan Yesus atas penginjilan Filipus, bahwa tanah Samaria telah menerima Kristus. Maka Petrus dan Yohanes pergi ke tempat dimana Filipus berada.

Petrus dan Yohanes berdoa untuk agar orang-orang Samaria juga beroleh Roh Kudus. Karena menurut mereka, orang-orang Samaria hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Petrus dan Yohanes juga ingin agar mereka juga dicurahi Roh Kudus, dibaptis dalam Roh Kudus, sama seperti mereka. 

Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan kepada orang-orang di Samaria itu, dan Roh Kudus tercurah kepada mereka di sana. 

Simon melihat apa yang dilakukan Petrus dan Yohanes. Ternyata dalam hati, Simon berpikir dia juga ingin mendapatkan Roh Kudus sama seperti orang-orang di sana. 

Simon berkata kepada dua rasul itu: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus."

Mendengar perkataan Simon itu, Petrus langsung berkata:
"Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hak mu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatan mu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan." Kisah Para Rasul 8: 20 - 24

Mendengar ucapan Petrus ini, Simon pun berkata: "Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu."

'Simon Penyihir dari Samaria' ini menurut tradisi gereja Kristen mula-mula dikenal juga dengan Simon Magus. 

Menurut catatan Bapa-bapa Gereja, seperti Irenaeus, Hippolytus, Yustinus Martir, dan Epifanius menuliskan bahwa 'Simon Penyihir dari Samaria' tidak benar-benar bertobat. Ia kemudian menjadi pengajar sesat yang menyesatkan banyak orang.

Menurut catatan Yustinus 'martir', Simon ini akhirnya pergi ke Roma pada tahun 41-54 M pada masa pemerintahan Kaisar Claudius.


Nah dari kisah ini kita bisa berefleksi, apa yang tergambar pada peristiwa itu dulu kala ternyata juga masih terjadi di masa sekarang ini. Apa saja itu, contohnya mari kita sebutkan:

🕯 Banyak dari kita dewasa ini yang sudah percaya menjadi pengikut Kristus, sebagai seorang Kristen, tapi kepercayaan kita hanya sebatas ketakjuban semata. Tapi tidak didalami dengan baik. 

🕯 Kita sebagai orang Kristen ternyata tidak sepenuhnya percaya, kita cenderung berpikir materialistis, berpikir bahwa karunia Allah itu bisa dibayar atau dibeli dengan uang. Muncul sifat keserakahan rohani. 

🕯 Terkadang sebagai seorang Kristen, kita punya maksud dan tujuan tersembunyi (agenda khusus) yang tidak untuk memuliakan Allah tapi hanya untuk agenda pribadi semata, ingin dilihat saleh oleh orang lain, mengikuti tren semata dll. 

🕯 Perilaku Simon ini menjadi lambang seorang manusia yang ingin memperoleh kuasa rohani tanpa pertobatan sejati, mencampur-adukan Injil dengan sihir serta filsafat duniawi. 


Tanpa kita sadari kita bisa saja menjadi orang Kristen yang seperti 'Simon Penyihir dari Samaria', dimana pertobatannya tidak tulus. 

Dari nama Simon Magus ini muncul istilah 'simoni' yang berarti dosa atas tindakan menjual atau membeli jabatan atau berkat rohani dalam Gereja. 

Dari kisah yang ditulis Lukas ini kita bisa belajar menjadi orang Kristen yang bijak dan benar-benar bertobat mengikuti-Nya dari hati dan pikiran yang jernih, serta yakin dan percaya akan karya penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus. 

Segitu mungkin refleksi yang saya bisa petik dari kisah 'Simon Penyihir dari Samaria'. Tidak diceritakan lebih lagi soal Simon. Tapi apa komentar Simon ini bisa menujukan gambaran jemaat saat itu. 

Sampai jumpa dipostingan lainnya, membahas hal lainnya lagi. Syaloom, Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin. -cpr

#onedayonepost
#iman
#refleksi
#simonpenyihirsamaria
#kisahpararasul

Senin, 03 November 2025

Mengenal Tokoh Penginjil Pribumi Lainnya: Paulus Tosari

Masih diedisi mengenal tokoh² penyebaran Injil di Indonesia, yang murni Pribumi, bukan missionaris Eropa. Karena jika bukan karena tokoh² ini Kekristenan tidak akan mengakar baik di masyarakat Pribumi kala itu, karena ketika itu sudah ada Islam lebih dulu. Ditambah lagi, Kekristenan masuk bersama kolonialisme, otomatis masyarakat nusantara kala itu menganggap negatif pada Kekristenan. 

Sebelumnya sudah kita bahas soal Tunggul Wulung, Sadrach, Karolus Wiryoguno dan beberapa tokoh lain yang namanya secara gak langsung tersebutkan. 



Kali ini kita akan bahas tokoh yang bernama Paulus Tosari. Jika membahas sejarah Kekristenan nusantara ini, nama ini gak asing. Maka kita coba mengenal siapa ybs. ini. 

Nama Paulus Tosari ini dikenal dalam sejarah dari Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW). 

Ilustrasi, gambar diambil dari ChatGPT

Beliau dikenal dengan nama Tosari. Ada informasi lain beliau punya nama asli Kasan Jariyo. Namanya berubah menjadi Tosari setelah dia berguru kepada penganjar Injil C. L. Coolen, sekitar tahun 1840. 

Berprofesi sebagai seorang petani Jawa. Hingga akhirnya dia menjadi pemimpin jemaat Kristen di daerah Ngoro, Mojowarno, Jawa Timur pada abad ke-19. 

Coolen tidak bisa membaptisnya karena hanya pengajar Injil, sehingga Tosari pergi bertemu dengan Pdt. Johannes Emde untuk dibaptis, dibaptis tanggal 12 September 1844, mengambil nama baptis Paulus, sehingga kedepannya dikenal dengan nama Paulus Tosari. 

Pengajaran Pdt. Johannes Emde ini berbeda dengan Coolen, dimana tegas dan paten bahwa Kekristenan harus mengikut apa yang dibawa sesuai apa yang dilakukan penginjilan Eropa, tidak menerima kebiasaan budaya Jawa. Jemaat yang dibaptis oleh Pdt. Johannes Emde ini harus dipangkas rambutnya, lalu memakai pakaian Eropa, dan menjauhkan diri dari tontonan wayang kulit yang dianggap sebagai seni ritual yang bersifat semisakral. 

Pada tahun 1844 dari informasi yang saya baca, Pdt. Emde ini mendirikan sebuah komunitas desa, yang diberi nama Mojowarno, berjarak 6 km dari Ngoro. Paulus Tosari diangkat sebagai pemuka jemaat Kristen Jawa di sana, sesuai keputusan Majelis Jemaat Kristen Protestan di Surabaya tanggal 29 Maret 1851.


Setelah wafatnya C. L. Coolen,  Tosari lebih mandiri mendirikan komunitas jemaat Kristen di daerahnya tersebut, dia dikenal sebagai pemimpin jemaat yang bijak, saleh dan berwibawa.

Gereja Mojowarno ini diresmikan pada tanggal 8 Maret 1881.

Jemaat Kristen dibawah pimpinannya sudah beribadah dengan budaya Jawa tak lagi mengikuti ibadah versi missionaris Eropa kala itu. Hal ini membuat Gereja Jawa sudah bisa mandiri lepas dari bayang² misi Kristen Eropa.

Komunitas yang dipimpin oleh Tosari inilah jadi cikal bakal berdirinya GKJW pada 11 Desember tahun 1931. Hal ini juga nyambung dengan ketokohan dari Karolus Wiryoguno, dimana cikal bakal jemaat GKJW juga berasal dari komunitas yang dipimpinnya ketika dia membuka desa baru. 


Nama Tosari atau Paulus Tosari ini pasti tidak akan dilupakan oleh komunitas GKJW di Mojowarno, karena andil dalam merintis jemaat Kristen mula² di daerah itu. 

Karya puisi² Jawa yang digunakan jemaat Kristen di Mojowarno masih ada sampai saat ini menjadi warisan dari sosok Paulus Tosari ini. 

Kira² itu saja ya yang bisa saya bagikan mengenai sosok Paulus Tosari, penginjil Jawa yang membangun pondasi kuat bagi Kekristenan di tanah Jawa. Sehingga Kekristenan bisa relatif kuat di Jawa, tumbuh berdampingan dengan Keislaman yang berkembang juga cukup pesat. 

Sampai jumpa dibahasan sejarah² lainnya yang berhubungan dengan perkembangan Kekristenan di tanah nusantara ini. Mungkin nanti kita bahas perkembangan Kekristenan di pulau nusantara lainnya. 

Sebagai penutup postingan ini, saya mengutip ayat yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus: "Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu." (1 Korintus 1: 3). -cpt

#onedayonepost
#sejarah
#informasi
#paulustosari
#gkjw
#kristenjawa