Kamis, 15 Januari 2026

Konseling Pranikah di GBIS Hosana Pandaan (1)

Akhirnya saya mencapai tahap ini, proses pendaftaran di gereja dilakukan sejak November 2025 yang lalu, bahkan sebelumnya sudah request formulir pendaftaran, kemudian submit beberapa persyaratan, sampai akhirnya kami dipanggil untuk mengisi beberapa pertanyaan pra-konseling untuk persiapan konseling pranikah. 

Ilustrasi, gambar dibantu disiapkan oleh chatgpt

Kami berdua memutuskan untuk mendaftarkan pernikahan kami di GBIS Hosana Pandaan, karena di sini kami pergi ibadah setiap awal pekan dan mengikuti ibadah² rutin. 

Kebetulan memang gereja ini yang terdekat dengan domisili kami tinggal saat ini. Alasan lain adalah kelembagaan gereja lokal yang sudah cukup mapan dalam melayani kebutuhan² jemaat. Terutama soal pembinaan di awal menuju pernikahan, pendidikan anak, hingga kegiatan² aktivitas menggereja. 

Saya sendiri punya standar persiapan pernikahan yang begitu ribet di Katolik dulu, bukan karena saya pernah menikah. Tetapi yang saya ketahui selama ini di Katolik persiapan pernikahan itu begitu ribetnya. Saya bersyukur di GBIS Hosana pun menerapkan hal yang serupa. 

Prinsip dasar saya, opini pribadi saya, ketika mempersiapkannya saja sudah repot, masa iya kepikiran hanya karena suatu masalah mau dengan mudahnya mengakhiri pernikahan. Karena ternyata yang saya ketahui saat ini, bahwa pernikahan Kristen apapun denominasinya, tidak terceraikan. 

Meskipun ada yang melakukan itu, tetapi pada dasarnya apa yang telah dipersatukan Tuhan di hadapan-Nya itu tidak terceraikan. Ulah-ulah manusianya itu sendirilah yang membuat itu terjadi, bukan karena-Nya. Kecuali memang dipisahkan oleh maut yang itu sudah garis takdir. 


Kembali ke topik, jadi pada 15 Januari 2026 kami berdua janjian dengan pihak gereja untuk janji temu. Ternyata pada janji temu ini adalah untuk pra-konseling. 

Apa itu pra-konseling? Saya disclaimer dulu, istilahnya mungkin bisa berbeda tapi saya menyebutnya demikian karena ini belum konselingnya, tapi kami berdua itu diberikan atau disodorkan seperti isian atau kuisioner yang isinya daftar pertanyaan untuk menggali tentang kami berdua. 

Pertanyaan seputar data diri pribadi kami masing-masing, keluarga inti, dari hal positif dan negatifnya, lalu meluas ke lingkaran pertemanan kami berdua, soal pekerjaan dan kondisi ekonomi kami masing-masing, kemudian bagaimana pemahaman kita soal ilmu agama dasar, pemahaman kita soal seksualitas, pertanyaan menyelidik apakah kami ini pacaran yang positif atau pernah melakukan dosa, hingga ke soal kesehatan kami masing-masing. 

Pertanyaan kuisioner ini diberikan untuk kami masing-masing, mengisi sendiri tanpa berdiskusi satu sama lain.

Nantinya jawaban dari pertanyaan² itu akan jadi bahan Bapak Gembala dan Pendeta untuk menyelidiki kami berdua, satu sama lain, melihat perbedaan, kesamaan, dan peluang masalah yang kelak akan kami hadapi. Meskipun itu tidak memberikan gambaran yang nyata, tapi setidaknya itu akan jadi awal pintu masuk menyelami kami berdua. 

Poinnya adalah bagaimana menyelidiki kelayakan kami berdua untuk mempersatukan ikatan dihadapan Tuhan nanti. Karena Bapak Gembala dan Pendeta inilah yang jadi wakil Tuhan yang akan mempersatukan kami dalam pernikahan yang sah menurut gereja di hadapan Tuhan. 

Mengisi pertanyaan yang begitu banyak ini jujur saja membuat lelah, meski pertanyaannya sederhana nampaknya tapi menjawabnya toh tidak semudah itu. 

Jujur saja bagi saya cukup sulit ketika ditanya pertanyaan ini: "sebutkan apa kelebihan dirimu", saya yang tidak pernah merasa unggul ketika melihat diri sendiri otomatis bingung, apa kelebihan diri saya? Pertanyaan sejenis ini yang membuat saya sulit menjawab. Karena saya tipe orang yang gak terlalu memusingkan itu, kecuali di satu titik terbentur dengan hal itu, tapi jika itu terjadi sudah lama, iya akhirnya lupa. Makanya pas disuruh menjawab sulitnya bukan main. 

Iya mungkin itu sih share yang bisa saya bagikan. Itu dari pendapat saya, mungkin pasangan saya punya opini lain dan kesulitan yang lain. Bagi dia menjawab pertanyaan yang bagi saya sulit, baginya pasti lebih mudah. 

Jadi itulah yang bisa saya bagikan menuliskan pengalaman bagaimana proses konseling pranikah yang saya alami, ikuti terus postingan ini dipost berikutnya. 

Sekali lagi, ini baru proses awal. Selanjutnya baru akan masuk ke konselingnya, ada yang nanti materi umum, disampaikan bersama-sama dengan pasangan lain dan nanti ada materi khusus untuk masing-masing pasangan, bahkan untuk kami sendiri-sendiri untuk dikonfrontir baru nanti disatukan. Ini baru perkiraan saja, nanti selengkapnya ikuti terus jurnal saya di sini. 

Sampai jumpa dipostingan berikutnya. Rencananya pertemuan konseling berikutnya akan dilaksanakan pada 20 Februari 2026, sekitar jam 19:00 sampai dengan selesai, berlokasi di GBIS Hosana Pandaan. Pada masa pendaftaran pernikahan periode ini akan ada dua pasangan calon pengantin, salah satunya saya dan pasangan saya ini. 

Saya akan coba ceritakan bagaimana prosesnya pada pertemuan itu, jadi ditunggu saja updatenya pada poin (2) berikutnya. Semoga semuanya dilancarkan, Tuhan Yesus memberkati kami berdua. -cpr

#onedayonepost
#jurnal
#gbis
#konselingpranikah
Previous Post
Next Post

http://bit.ly/cocoper6

0 komentar: