Sabtu, 10 Januari 2026

Melihat Ciri Khas Gereja Kristen Protestan dan Gereja Kristen Pentakosta Karismatik

Ketika dulu saya masih seorang Kristen Katolik (Roma), saya menilai dari pov saat itu bahwa Kristen Protestan semuanya sama, ya sama seperti Katolik Roma yang dimana-mana sama, tapi ternyata tidak demikian, jadi di dalam tubuh komunitas Kristen Protestan yang tertulis di kolom agama pada KTP, di dalamnya ada banyak lagi sub² Kekristenan dari berbagai denominasi. 

Salah satu aliran besarnya ada Pentakosta Karismatik, Lutheran, Calvinis dll. Dan saya ternyata itu ada di kelompok komunitas Kristen dengan aliran Pentakosta Karismatik. Sedangkan ada teman saya juga di KTP nya tertulis Kristen Protestan namun alirannya berbeda dengan saya yaitu GKJW dan ada pula yang GKI. 

Ilustrasi, infografis disiapkan oleh chatgpt

Ketika kami berdiskusi tentang Kekristenan Protestan, ternyata setelah diselidiki dan dipahami lebih dalam, ada hal pembeda di dalamnya. Meskipun dasar teologisnya sama.

Di sini kita tidak memasukan komunitas Saksi Yehuwa dan Gereja Orang Suci Jaman Akhir ke dalam Kekristenan ya, itu kenapa saya coret mereka dari Kekristenan. Tapi kita tidak akan bahas hal itu sekarang. 

Kita kembali ke topik, lalu apa sih yang membuatnya punya ciri khas yang berbeda satu sama lainnya? 

Jadi kita akan melihat secara teologis, liturgis dan spiritual. 

Gereja Kristen Protestan arus utama, seperti yang saya sebutkan tadi di atas contohnya GKI, GKJW dan gereja lain yang tidak saya sebutkan, lahir berasal dari reformasi abad ke-16, dipicu reformator gereja di Eropa yang bernama Martin Luther dan pada periode lainnya ada John Calvin. 

Lalu kemudian masuk ke Indonesia melalui zending Belanda. 


Teologi yang dibawa sangat kental dengan Teologi Reformed. Dengan ciri khas: tradisi gereja mapan, terikat pengakuan iman klasik, serta fokus pada pendidikan teologi dan etika sosial. 

Sedangkan gereja denominasi lain yang dalam hal ini aliran Pentakosta Karismatik, saya beri contoh di sini ada GPdI, GBIS, GBI, GKRI dan banyak lagi gereja lainnya, bermula dari sebuah acara kebangunan rohani di Azusa Street,  Amerika Serikat pada tahun 1906.

Berawal dari pengalaman spiritual langsung, aliran Pentakosta Karismatik mulai berkembang, hingga tiba di Indonesia pada kisaran abad ke-20. Dimana aliran ini berkembang dari pengalaman spiritual akan Roh Kudus. 




Dari sisi liturgi atau ibadah, Kristen Protestan arus utama GKI, GKJW punya ciri khas ibadah dengan liturgi yang tertata dan tenang, nyanyian Mazmur dan Kidung Jemaat, dengan ekspresi emosional terbatas. 

Sedangkan Kristen aliran Pentakosta Karismatik, ciri khas ibadah yang dinamis dan ekspresif, pujian yang panjang dengan musik iringan band, jemaat diajak untuk mengekspresikan pujian dengan mengangkat tangan, tepuk tangan, hingga menghayati tiap pujian dengan hari tangis.  Ada pula tarian dari tim tamborine. Selain itu ditekankan pada nubuat dan doa syafaat spontan. 


Bagi Kristen Protestan arus utama aliran Reformed, pengakuan iman merupakan suatu hal yang wajib dan formal, tetapi bagi Kristen aliran Pentakosta Karismatik pengakuan iman tidak terlalu ditekankan, ketika mengakui Yesus dan memberi diri dibaptis itu adalah bentuk pengakuan iman, serta hidup meninggalkan kehidupan yang lama karena telah dosa lama telah ditenggelamkan ketika baptisan.

Persamaan keduannya adalah soal sakramen, dimana baptisan dan perjamuan kudus jadi yang utama. 

Bagi Kristen Protestan arus utama, iman = percaya + memahami, sedangkan Kristen aliran Pentakosta Karismatik, iman = percaya + mengalami. 

Gereja dianggap sebagai penjaga ajaran bagi Kristen Prostestan arus utama, sedangkan bagi aliran Pentakosta Karismatik gereja adalah komunitas kuasa Roh. 

Tidak ada perbedaan dalam pemahaman Injil, yang membedakan hanya akses spiritual dan cara beribadahnya saja, selama tidak melenceng dari dasar Teologi Kekristenan, hal pembedanya hanya sejauh pada pemahaman ritual ibadah saja, memahami firman dengan cara berbeda tapi tidak merubah dasar teologinya, seperti yang dilakukan Saksi Yehuwa dan Gereja Suci Jaman Akhir. 


Sebagai penutup kesimpulannya, Gereja Kristen Protestan secara umum menekankan pada Otoritas iman ada pada firman saja, karena gereja bisa lahir kapan saja dan dimana saja. 

Segitu saja deh sharing² sedikit, kembali saya tegaskan, bahwa ini hanya soal bagaimana cara beribadah saja, karena Yesus Kristus datang tidak mengajarkan cara beribadah dengan harus ini itu, yang utama adalah apa yang Yesus ajarkan. Manusia punya kehendak bebas untuk memahami ajaran-Nya, dengan cara apa pun, dengan ajaran yang satu yaitu dari Yesus Kristus sendiri. -cpr

#onedayonepost
#iman
#gbis
#gkri
#informasi

Selasa, 30 Desember 2025

Menorah, Lilin Israel yang Terlihat di Perayaan Natal

Tahun ini saya full mengikuti perayaan Natal di Gereja Kristen, sudah beberapa perayaan Natal yang saya ikuti. Dalam perayaan itu saya melihat ada tempat lilin yang mirip seperti tempat lilin yang umum digunakan di ibadah keagamaan Yahudi. Saya menyebutnya 'lilin Israel'. Bahkan ketika kamu mengetikan menorah 🕎, logo simbolnya otomatis muncul. 

Ternyata tempat lilin ini punya nama istilahnya sendiri yaitu menorah. Pada postingan kali ini saya akan membahas soal menorah. 

Menorah adalah tempat pelita (kaki dian) bercabang tujuh, sangat penting dalam tradisi Yahudi. Kata 'menorah' sendiri berasal dari bahasa Ibrani yang berarti lampu atau pelita. 

Ilustrasi, gambar dibantu disiapkan oleh chatgpt

Bentuknya adalah satu lilin ditengah dengan tiga cabang di kiri dan kanan, sehingga membentuk formasi 7 pelita. Jika menurut Kitab Taurat, menorah ini dibuat dari emas murni. 

Nah jadi umum jika dimasa sekarang sering kita melihat menorah yang dipakai diperibadatan Kristen berwarna keemasan, untuk simbol yang diceritakan di atas tadi, yang pasti itu bukan bahan emas murni karena tidak mungkin juga membuat sekedar tempat lilin tapi dari bahan emas murni, harganya pasti mahal dan itu pasti dianggap barang berharga, berapa kg beratnya, dikalikan harga emas saat ini, sudah cukup fantastis untuk harga sebuah tempat lilin. 

Di Bait Suci Yerusalem, menorah menyala terus sebagai perlambang:
🕯 Terang Allah dan kehadiran-Nya
🕯 Hikmat Ilahi
🕯 Penciptaan (7 hari) 

Petunjuk pembuatan menorah ini ternyata tertulis secara rinci pembuatannya, yaitu pada Keluaran 25: 31 - 40.
"Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya - dengan tombolnya dan kembangnya - haruslah seiras dengan kandil itu. Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain. Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu - dengan tombol dan kembangnya - dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain - dengan tombol dan kembangnya -; demikianlah juga kau buat keenam cabang yang timbul dari kandil itu. Pada kandil itu sendiri harus ada empat kelopak berupa bunga badam — dengan tombolnya dan kembangnya. Juga harus ada satu tombol di bawah sepasang cabang yang pertama, yang timbul dari kandil itu, dan satu tombol di bawah yang kedua, dan satu tombol di bawah yang ketiga; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.Keluaran 25:36-40 (TB) Tombol dan cabang itu harus timbul dari kandil itu, dan semuanya itu haruslah dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni. Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya. Sepitnya dan penadahnya haruslah dari emas murni. Dari satu talenta emas murni haruslah dibuat kandil itu dengan segala perkakasnya itu. 
Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." 

Itu dia catatan mengenai menorah yang dalam teks Alkitab disebut sebagai 'kandil'. Itulah yang masih digunakan hingga saat ini, bahkan tradisi ini tetap lestari bisa kita jumpai pada Israel modern dan Kekristenan,  yang menggunakannya ketika perayaan Natal. 

Kembali ke sejarahnya, pada tahun 70 M ketika Bait Suci Yerusalem dihancurkan oleh Romawi, menorah emas yang dikisahkan pada Alkitab tadi dirampas dan dibawa ke Roma. Artinya ketika jaman Yesus, menorah itu ada di dalam Bait Suci.

Peristiwa ini terabadikan dalam Arch of Titus di Roma. Setelahnya fisik menorah yang asli ini hilang dari sejarah, terabaikan seperti layaknya barang rampasan perang, hilang entah dilebur menjadi perhiasan, jadi apa entah tidak lagi dianggap berharga. 

Namun simbol menorah ini tetap ada seperti yang saya jelaskan di atas tadi, kita bisa menjumpainya di Sinagoga Yahudi, naskah² seni Yahudi, hingga pada lambang negara Israel modern. 

Ilustrasi dibantu dibuatkan chatgpt

Dalam Alkitab sendiri selain tertulis dalam Kitab Keluaran, ada juga tersebut benda atau simbol serupa menorah, yaitu tercatat di Kitab Wahyu, yaitu istilah "7 kaki dian emas".

Tertulis dalam Kitab Wahyu 1: 12 - 20,   yang isinya berbunyi demikian:
Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.
Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. 
Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.  
Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.  
Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan Kerajaan maut. Karena itu tuliskanlah  yang telah kau lihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini. Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kau lihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."


Jumlahnya sama² tujuh. Lalu apa itu kaki dian?  Kaki dian adalah tempat atau penopang pelita atau lampu,  serupa dengan menorah kalau kaki dian tiang pelita ini berdiri sendiri² sebanyak 7 buah. 

Gambaran dari apa yang tertulis dalam Kitab Wahyu, gambar dibantu disiapkan chatgpt

Yesus sendiri pernah berfirman dengan perumpamaan dan menyinggung soal istilah 'kaki dian', yaitu pada Matius 5: 15, tertulis demikian:
"Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Baik menorah dan kaki dian yang Yesus dan Rasul. Yohanes maksudkan adalah sama fungsinya sebagai sumber terang. Pada perumpamaan itu, Yesus menyampaikan agar iman kita, tidak disimpan saja tetapi di tempatkan di tempat dimana bisa menerangi semua orang, supaya banyak orang yang melihat kita akhirnya mengenal siapa Bapa kita dan memuliakan-Nya. 


Oh iya melenceng sedikit dari bahasan, barang kali kalian menemukan tempat pelita mirip seperti menorah, namun bercabang 9, itu disebut 'hanukkiah' umum digunakan dalam tradisi dan budaya Yahudi saat perayaan Hanukkah. 

Ini ilustrasi hanukkiah, jadi biar gak bingung. Gambar dibantu disiapkan chatgpt

Dalam  teologi Kekristenan, terang itu adalah Yesus Kristus sendiri, sedangkan dalam tradisi Yahudi, mereka melanjutkan tradisi yang Allah nya perintahkan dahulu, seperti tertulis dalam Kitab Keluaran, mereka membuat menorah atau hanukkiah sebagai simbol terang. 

Sedangkan orang² Kristen Yesus ajak untuk menjadi terang dalam dirinya masing² karena dalam kita ada Dia, dan kita dalam Dia, sehingga sudah selayaknya kita menjadi terang bagi dunia dimana kita hidup. 

Akhir kata, jadi ketika kalian melihat tempat lilin seperti yang digambarkan pada postingan ini kalian jadi tahu apa namanya dan bagaimana sejarahnya berdasarkan Alkitab, jika pun menemukan yang serupa tapi dengan cabang lebih banyak apa namanya pun sudah tahu, kemudian ada pula bentuk lainnya yang kita yakini dalam teologi Kekristenan soal kaki dian, itu pun kalian sudah bisa memahaminya. 

Semoga postingan ini bisa menambah wawasan seputar Kitab Suci dan iman Kekristenan, sekali lagi bukan sekedar simbol saja namun ada makna teologis iman dari situ, terutama bagaimana kita diajak untuk menjadi terang itu, seperti Yesus Kristus Sang Terang itu sendiri. Tuhan Yesus memberkati kita semua. -cpr

#onedayonepost
#menorah
#kakidian
#informasi
#iman
#sejarah

Selasa, 16 Desember 2025

Musik: Besar Anugerah-Mu (2012)

Saya mau share lagu rohani lagi yang berkesan ketika saya mengikuti Ibadah Raya pekan lalu. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya mendengar lagu ini, sebelum² nya sudah pernah mendengarkannya tetapi pekan lalu sepertinya lagu ini berkesan. 

Walaupun saya hanya sedikit hapal dibagian refren saja, karena nadanya mudah saya ingat dibandingkan lirik awal lagu, tapi saya bisa terbawa ke maksud apa yang mau disampaikan dalam lagu ini.

Lagu ini tidak diketahui pasti kapan rilisnya, namun internet mencatat beberapa orang yang mempopulerkan lagu ini. Oh iya, judul lagu yang saya maksud ini adalah Besar Anugerah-Mu. 

Ilustrasi, gambar diambil dari chatgpt

Lagu ini pertama kali dipopulerkan atau dikenalkan oleh penyanyi Jeffry S. Tjandra melalui Impact Worship pada 21 Desember 2012. Seperti yang saya bagikan video Youtube nya ini rilis 2016 dibawah ini:



Versi lainnya dipopulerkan oleh Welyar Kauntu,  dimana lagu ini dimasukan dalam album musiknya berjudul Healing Worship (The Best of Welyar Kauntu,  Vol. 1) yang dirilis tanggal 27 Desember 2014. Videonya seperti yang saya bagikan di bawah ini:



Lalu siapa pencipta lagu ini? 

Jujur saja saya masih menyangsikan pencarian dichatgpt soal pencipta lagu ini. Tapi disebutkan pencipta lagu ini adalah Welyar Kauntu dengan alasan dia memasukannya ke dalam album musiknya seperti yang saya catat di atas tadi. 

Liriknya ini berdasarkan doktrin Kristen bahwa keselamatan yang kita terima itu berasal dari kasih karunia Allah. Bersumber dari Efesus 2: 8 - 9:
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan iman. 

Anugerah sebenarnya adalah pemberian Allah yang sebenarnya tidak layak kita terima namun Allah memberikannya secara cuma-cuma melalui Kristus. Kasih adalah sumber anugerah itu sendiri. Karena kasih Allah itu mendahului pertobatan manusia. 

Berikut ini liriknya:
Ku ada sebagaimana ku ada
Berdiri menghadap takhta-Mu, Bapa
Semua kar'na anug'rah-Mu
Yang t'lah s'lamatkanku

Ku hidup dalam s'gala kelimpahan
Ku layak untuk melayani Tuhan
Semua kar'na anug'rah-Mu
Tercurah bagiku

Reff:
Besar anug'rah-Mu
Berlimpah kasih-Mu
Semakin hari s'makin bertambah

Besar anug'rah-Mu
Ku hidup dalam s'gala kelimpahan
Ku layak untuk melayani Tuhan

Semua kar'na anug'rah-Mu
Tercurah bagiku

Besar anug'rah-Mu
Berlimpah kasih-Mu
Semakin hari s'makin bertambah

Besar anug'rah-Mu
Besar anug'rah-Mu
Berlimpah kasih-Mu
Semakin hari s'makin bertambah

Besar anug'rah-Mu
Semakin hari s'makin bertambah
Besar anug'rah-Mu
Besar anug'rah-Mu, Yesus
Besar anug'rah-Mu

Semoga semakin banyak lagu² rohani yang bisa membantu saya meresapi apa yang Tuhan sampaikan melalui firman-Nya. Untuk menyadari bahwa semuanya itu karena kemurahan Dia, tidak lain dan tidak bukan, hanya kekuatan kita, tapi hanya karena Dia. -cpr

#onedayonepost
#hiburanrohani
#youtube

Senin, 15 Desember 2025

Kenapa Yesus Lahir di Betlehem?

Wah kali ini ada hal yang menarik yang mau saya bagikan, saya juga baru memahaminya saat ini. Ternyata banyak hal² yang tidak kita sadari bahwa kelahiran Yesus Kristus itu memang sudah Allah persiapkan, bahkan jauh² dari waktu yang lampau, bahkan sejak manusia itu jatuh ke dalam dosa. 

Nah hal yang mau saya bahas ini adalah soal pertanyaan: Kenapa Yesus itu lahir di Betlehem? Kenapa Allah mengaturnya demikian, kenapa Betlehem jadi kota atau tempat yang dipilih sebagai kelahiran-Nya? 

Ilustrasi, Yesus Sang Anak Domba Allah, gambar disiapkan oleh chatgpt

Sebuah pertanyaan sederhana yang jika dijawab asal, ya itu memang Tuhan berkenan demikian untuk lahir di sana, karena kebetulan memang Maria dan Yusuf ada di tempat itu. 

Tapi sebenarnya tidak sesederhana itu. Kita telah mengetahui karya penyelamatan Allah, Injil telah sampai pada kita saat ini, kita bisa mengetahui bagaimana kasih karunia Allah ada pada kita, hanya oleh kasih Allah saja. 

Apa yang kita ketahui sekarang ini jika ditilik lagi ke belakang, semuanya itu tidak lepas dari rencana Allah itu sendiri pada manusia. Manusia tidak akan pernah bisa mengembalikan hubungan yang telah rusak karena dosa tanpa kasih Allah sendiri yang mengembalikan itu semua, kita tidak bisa dan tidak punya kuasa apapun, meski kita hidup baik dan benar sekalipun. 

Yesus kita kenal sebagai:
🕯 "Anak Domba Allah"
🕯 Yesus lahir sebagai manusia di kandang domba, di tempatkan di palungan dan dibungkus kain lampin
🕯 Yesus wafat di kayu salib untuk dosa² kita, dia adalah korban yang hidup, itu kenapa kita menganggapnya sebagai korban yang sejati

Selama ini tradisi umat Yahudi, kerap mengorbankan persembahan bakaran anak domba tak bercacat di mezbah Bait Allah. Pada masa Yesus, Yerusalem adalah pusatnya dan di sana Bait Allah berada.

Bahkan persembahan korban bakaran anak domba tak bercela itu sudah ada sejak jaman dahulu kala, orang Yahudi kerap melakukan itu untuk menyenangkan Allah. 

Kita balik lagi ke pertanyaan di atas tadi, nah lalu, kenapa Betlehem itu dipilih sebagai tempat kelahiran Tuhan Yesus Kristus? 


Jadi ada yang perlu kalian tahu. Seperti yang tadi saya bilang, ritual kurban persembahan anak domba itu sangat umum dilakukan masyarakat Yahudi. Menyembelih anak domba tak bercacat untuk korban bakaran. Anak-anak domba yang tak bercacat itu diperoleh dari mana? 

Ada yang dari ternak yang dimiliki sendiri, pelihara dan menggembala sendiri. Ada juga yang membeli atau memperoleh dari penggembala domba. 

Nah Kota Betlehem adalah kota yang dikenal pada masa itu sebagai penyuplai hewan ternak dalam hal ini domba, domba² yang digunakan untuk persembahan kurban bakaran di Bait Allah. Meski informasi ini tidak tercatat di Alkitab, namun catatan sejarah dan tradisi² yang ada menyatakan demikian, bahwa Betlehem adalah kota pemasok domba terbaik, yang dibutuhkan dalam prosesi persembahan korban bakaran. 

Betlehem punya karakter lingkungan perbukitan, dimana di sini subur ditumbuhi padang rumput,  nah ini sangat cocok untuk pemeliharaan domba atau hewan ternak. Sudah sangat lama dihuni komunitas gembala. 

Didalam Injil, dituliskan atau digambarkan suasana mengenai daerah Betlehem:
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. (Lukas 2: 8) 

Betlehem sendiri jaraknya tidak terlalu jauh dengan Yerusalem, kurang lebih 8-10 km. Sehingga domba² untuk korban bakaran bisa disuplai dari wilayah ini. Dimana domba² ini digunakan untuk acara: 
🐑 Korban harian (tamid): dua ekor anak domba untuk pagi dan sore
🐑 Korban Paskah: anak domba tak bercela disembelih pada malam Paskah
🐑 Korban nazar atau penebusan dosa: diatur sesuai hukum Taurat
🐑 Korban pentahiran: dilakukan pasca kelahiran dan kenajisan ritual

Nah bisa dibayangkan berapa seringnya domba digunakan dalam tiap kali ritual² keagamaan dalam tradisi Yahudi. Disitu kita bisa lihat begitu utamanya anak domba dalam tiap persembahan kepada Allah. Anak domba selalu dikorbankan untuk korban silih. 

Selalu saya sampaikan bahwa korban yang dipergunakan adalah domba tak bercela atau tak bercacat, hal ini seperti yang tertulis dalam Alkitab:
Juga apabila seseorang mempersembahkan kepada TUHAN korban keselamatan sebagai pembayar nazar khusus atau sebagai korban sukarela dari lembu atau kambing domba, maka korban itu haruslah tidak bercela, supaya TUHAN berkenan akan dia, janganlah badanya bercacat sedikit pun. (Imamat 22: 21) 

Dari sini sudah mulai terjalin kan arah dan maksud kenapa Yesus dilahirkan di Betlehem, sebagai tempat asal kurban² persembahan di Bait Allah. Sejak Yesus lahir itu pun sudah jadi tanda bahwa Yesus akan dikorbankan. 

Yesus adalah sungguh Anak Domba Allah, Dia tidak bercacat atau bercela, dia dikorbankan di kayu salib atas fitnah dan tuduhan yang tidak berdasar, Dia disalibkan oleh karena Dia 'diserahkan' oleh Yudas Iskariot dengan 30 keping perak. 

Pada saat Yesus akan dibaptis, Yohanes Pembaptis berseru:
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1: 29

Sehingga, Betlehem bukan sembarangan dipilih sebagai tempat kelahiran Sang Juruselamat. Karena semua yang Allah rencanakan didesign sempurna. Kita hanya mengetahui setelah semuanya terjadi, setelah kita semua membaca catatan kitab nabi² terdahulu, yang kini sudah dibuat menjadi Alkitab yang kita baca, kita bisa mengetahui serentetan karya Allah. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa hingga Allah mengembalikan hubungan antara manusia dengan-Nya. Karena bukan karena usaha manusia, tetapi karena kemurahan hati Allah, hubungan yang rusak itu dikembalikan oleh Dia dalam Yesus Kristus. Sejak itulah kita bisa kembali menyebut-Nya dengan sebutan Bapa, seperti orang tua dan anak, hubungan yang sangat dekat. 

Kota ini menghasilkan domba² tak bercacat dan bercela untuk korban persembahan yang menyenangkan Allah, itu usaha manusia. 

Dari kota ini pula, Allah sendiri ternyata menunjukan diri-Nya dalam rupa Yesus Kristus, bahwa kurban yang sejati itu melalui-Nya. Tidak ada jalan menuju Bapa tanpa melalui Yesus, karena Dia-lah Allah itu sendiri, pribadi Bapa yang turun menjadi manusia, sabda/firman yang telah menjadi daging, hidup seperti manusia, sengsara, wafat disalibkan. Meski Dia manusia, tapi Dia tidak berdosa sekalipun Dia disalibkan. Melalui Dia salib bukan lagi tanda kedosaan, melainkan lambang kemenangan, karena seharusnya kita menyalibkan segala kedosaan kita di sana (baca: salib). 


Jadi kenapa Yesus dilahirkan di Betlehem sebagai kota kelahiran? Itu memang rencana Allah untuk menggenapi karya-Nya. Bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah dan kebetulan karena Betlehem adalah daerah penyuplai domba² korban sembelihan, Dia yang lahir di Betlehem ini akan jadi tanda cinta kasih Allah bagi kita, Dia mau mengembalikan manusia kepada-Nya, Dia mengajarkan langsung bagaimana seharusnya manusia bisa kembali kepada Bapa kelak. 

Selain dikenal sebagai daerah penyuplai anak domba untuk korban persembahan di Bait Allah, kota ini juga dikenal sebagai 'rumah roti'. Secara teologis roti adalah sumber makanan, bisa diartikan sebagai sumber hidup. 

Yesus sendiri pernah berkata bahwa Dia-lah roti hidup:
Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tak akan haus lagi." (Yohanes 6: 35) 


Bener² sebuah plot twist yang saya baru ketahui sekarang ini, ternyata kelahiran Yesus itu bukan sekedar seremonial yang diulang setiap tahunnya, senang², hura² dengan segala pernak-perniknya, namun ternyata lebih dari itu. 

Masikah kamu tidak mempercayai Dia, Raja diatas segala Raja, empunya surga dan bumi. Hanya dalam nama Tuhan Yesus Kristus kita semua orang percaya diselamatkan tanpa, oleh karena kasih karunia-Nya. Berbahagialah bagi mereka yang tak melihat namun percaya. -cpr

#onedayonepost
#refleks
#iman
#informasi
#betlehem
#korbanbakaran
#korbansembelihan

Minggu, 14 Desember 2025

Musik: Segala Perkara Dapat Kutanggung (2018)

Lagu ini sering saya dengar ketika ibadah streaming penyembuhan oleh Ps. Andi Simon setiap pagi hari. Karena penasaran saya mencari tahu liriknya, judulnya apa sih. Ternyata lagu yang saya maksud ini berjudul Segala Perkara (Dapat Kutanggung). 

Lagu ini didasarkan pada ayat di Alkitab:
Segala perkara dapat Kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Filipi 4: 13) 

Lagu ini meneguhkan bahwa kekuatan kita sebagai orang percaya itu tidak bersumber dari kekuatan kita sendiri, tetapi bersumber dari Kristus. Kita hidup adalah karena kasih karunia-Nya, hanya karena itulah kita ada dan dimampukan. Sehingga kita itu harus percaya dan bersandar pada Dia. 

Ilustrasi, gambar disiapkan oleh chatgpt


Lagu ini diciptakan oleh Elisa Soetopo dan dipopulerkan oleh grup musik Sound of Prise rilis awal tahun 2018, kemudian dirilis kembali di YouTube 08 Februari 2022. Videonya saya share di bawah ini:



Kemudian dipopulerkan lagi oleh Putri Siagian melalui kanal YouTube Sion Production, yang dirilis pada 01 Oktober 2022. Videonya saya bagikan di bawah ini:



Ada pula lagu ini dinyanyikan kembali di Youtube oleh Valerie Utomo feat Jason yang dirilis oleh Impact Music Indonesia, rilis 20 Januari 2019 seperti video yang saya bagikan dibawah ini:



Sebenarnya setelahnya juga ada lagu rohani dengan judul serupa yang dirilis dengan judul Segala Perkara Dapat Kutanggung dibdalam Dia oleh Sina Spencer pada 9 Mei 2025, dirilis di Apple Music. 

Namun dalam pembahasan ini, lagu rohani yang saya maksud adalah yang saya sebutkan di awal tadi. Lagu rohani ini sederhana tapi punya maksud yang dalam. Ketika mendengarnya saya seperti langsung diajak instropeksi dan berefleksi tentang apa yang dimaksud dalam lagu ini. 

Lirik lagu yang saya maksud adalah sebagai berikut:
Verse 1
Penolong yang selalu setia
Memenuhi keperluanku
Tak pernah Dia mengecewakan
Yesusku tak pernah gagal

Chorus
Segala perkara dapat kutanggung
Di dalam Dia yang memberi kekuatan
Tuhan Yesus penolong dan sahabat
Tetap percaya Tuhan setia

Verse 1
Penolong yang selalu setia
Memenuhi keperluanku
Tak pernah Dia mengecewakan
Yesusku tak pernah gagal

Chorus
Segala perkara dapat kutanggung
Di dalam Dia yang memberi kekuatan
Tuhan Yesus penolong dan sahabat
Tetap percaya Tuhan setia

Chorus
Segala perkara dapat kutanggung
Di dalam Dia yang memberi kekuatan
Tuhan Yesus penolong dan sahabat
Tetap percaya Tuhan setia

Segala perkara dapat kutanggung
Di dalam Dia yang memberi kekuatan
Tuhan Yesus penolong dan sahabat
Tetap percaya Tuhan setia

Outro
Tetap percaya Tuhan setia
Tetap percaya Tuhan setia

Saya mencoba membiasakan terus mengkonsumsi musik atau lagu² rohani untuk mengisi diri dengan apa yang seharusnya dikonsumsi, karena kata Yesus, manusia hidup bukan hanya dari roti saja tetapi dari firman -Nya. 
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4: 4) 

Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." (Lukas 4: 4) 

Apa yang Yesus ucapkan ini berdasarkan apa yang tertulis di kitab sebelumnya, pada saat peristiwa yang lain:
"Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN." (Ulangan 8: 3) 

Sampai jumpa dishare lagu rohani lainnya, masih diblog ini. Akan bahas hal² seputar Kekristenan mengenal Yesus Kristus Sang Gembala yang Baik, tidak ada yang bertemu Bapa tanpa melalui Dia. Tuhan Yesus memberkati kita semua. -cpr

#onedayonepost
#hiburanrohani
#youtube

Sabtu, 13 Desember 2025

Penggambaran Kandang Yesus yang Salah? Apa Memang Salah Sih? Rasanya Tidak!

Saat ini di jaman modern, kita sering melihat gambaran kandang Natal yang beragam, ada yang seperti murni kandang ternak, ada yang menyerupai gua batu, ada yang berdesign seperti UFO dll., banyak sekali tematik kandang Natal pada masa modern saat ini. 

Biasanya gereja menyesuaikan dengan isu global yang terjadi saat itu, jadi dekorasi Natal bisa sangat beragam dan bervariasi, ini memberikan kekhasan pada momen Natal di berbagai tempat di belahan dunia. Penggambaran dekorasi Natal itu bisa membawa pesan tertentu, bahwa Yesus itu lahir di tengah-tengah kita yang punya banyak isu permasalahan yang berbeda-beda. 

Lalu apa itu salah? 

Ilustrasi, dekorasi Natal cartoon. Gambar diambil dari Google

Hmm rasanya tidak ya!

Yang terpenting menurut saya adalah esensi dari perayaan Natal itu sendiri, kita terkadang hanya terpaku pada otentikfikasi saja, oh karena gak sesuai Alkitab itu salah, kalau tidak begini itu keliru. 

Okelah itu boleh² saja, karena orang Kristen harus pintar memahami sejarah, tapi gak perlu juga jadi ajang 'salah-menyalahkan' atau keliru-mengkelirukan, saya agak kurang sependapat dengan video ini. Dengan cara yang sama juga akhirnya bisa dikembalikan ke ybs., bisa saja anda juga keliru. 
Apapun design atau tematik kandang Natal itu bebas saja, bisa beragam menyesuaikan isu global yang terjadi saat itu, justru ini menunjukan bahwa Yesus itu lahir dibanyak jaman atau dibanyak momen dan dihati siapa saja.

Jadi itu bukan suatu salah atau benar, kecuali niatnya memang buruk, mendekorasikan Natal tapi niatnya melecehkan. Seperti yang terjadi di sebuah pemeran di Eropa sana pas pada saat momen menyambut perayaan Natal. 

Sekedar informasi, pada jaman Yesus di tanah Israel sana: seperti apa sih bentuk kandang domba yang umum di masyarakat saat itu? 

Ini harus kita pisahkan dulu dengan kebudayaan di Indonesia ya! Dimana kalau di Indonesia, gambaran kandang domba, kambing atau sapi ternak itu seperti bangunan semi permanen, terbuat dari kayu atau bambu, ada yang beratap jerami atau genteng gerabah, atau seng atau apapun itu, ya itulah gambaran kandang dibudaya kita. Itupun dibangun atau dibuat terpisah dengan rumah utama si pemilik kandang, malah dibuat jauh dari rumah si empunya kandang. 

Ini bisa berbeda antara satu budaya dan budaya negara lain, jadi jangan dipukul rata kalau mau bikin kandang Natal itu harus seotentik jaman Yesus dulu, gak begitu konsepnya.

Kembali ke intinya, Yesus itu lahir dengan simbol kesederhanaan, padahal Dia itu adalah Tuhan, Dia itu firman-Nya yang menjadi manusia, serupa dengan kita manusia, hanya Dia tidak berdosa sedangkan kita orang berdosa, Dia ingin merasakan penderitaan kita manusia, dan Dia punya misi mengajarkan apa yang harus kita lakukan menghadapi penderitaan itu. 

Oke balik lagi ke konteks bahasan postingan kali ini. Kita bahas soal model kandang ternak pada jaman abad pertama di tanah Yudea. 


Di Israel kandang domba yang paling umum adalah di lapang terbuka, berbentuk oval atau melingkar, dengan dindingnya disusun dari batu alam tanpa disemen. Tinggi dindingnya sekitar 1 - 1,5 meter dari tanah. Umumnya tidak beratap, alias langsung beratapkan langit. Dengan akses satu pintu berukuran pas untuk hewan ternak itu. 

Biasanya gembalanya berjaga di ambang pintu kandang. Ini identik seperti firman yang Yesus sampaikan, yang menggambarkan apa yang terjadi di budaya masyarakat saat itu, di Israel. 

Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu." (Yohanes 10: 7) 

Yesus kita kenal sebagai gembala yang baik, Yesus mengumpamakan diri-Nya adalah gembala itu dan situasi dan kondisi penggembalaan ya tergambar dalam budaya masyarakat Israel saat itu. Dimana para gembala sangat umum berjaga di pintu kandang domba.

Perihal Yesus adalah gembala yang baik itu tertulis dalam Alkitab:
"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu." (Yohanes 10: 11 - 12)

Di atas tadi penjelasan gambaran pertama model kandang domba atau ternak jaman Yesus saat itu. 

Gambaran kedua kandang domba jaman Yesus adalah kandang domba atau ternak yang menyatu dengan rumah.

Di desa atau kota kecil seperti Betlehem misalnya, umum juga ditemukan kandang domba yang menyatu dengan rumah keluarga. Biasanya itu ada di bagian bawah atau samping rumah. Pada bagian atas dijadikan ruang tinggal keluarga atau jika di bagian samping berarti sisi sebelahnya adalah ruang tinggal keluarga. Kadang hanya dipisahkan sekat batu atau tanah tinggi.

Nah poin yang dianggap kita selama ini keliru terhadap ilustrasi dari dekorasi Natal dalam video tersebut mengambil ayat dari Injil Matius:
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (Matius 2: 11)

Di sini si konten kreator membahas dari ayat tersebut, dia mengkritisi soal 'rumah', menurutnya saat itu Yesus ditemui kondisinya bukan seperti 'kandang' yang dekorasinya umum kita lihat, menurut dia ini salah kaprah alias keliru.

Padahal tidak tepat jika dia mengkritisi demikian hanya dari satu ayat saja. Pengantar dia tidak tepat, jika dia mau membahas bahwa waktu ketika 3 majusi datang menemui kanak-kanak Yesus itu adalah bukan saat Yesus masih bayi, tetapi ketika Yesus sudah berusia 1-2 tahun (misalnya sesuai dengan asumsi si konten kreator ini), seharusnya menggunakan pengantar yang lain, jangan mengkelirukan soal pembuatan ilustrasi² Natal yang menggambarkan bentuk kandang Natal. 

Sehingga terkait konteks 'kandang' dan Yesus lahir di kandang domba lalu diintepretasikan oleh banyak budaya soal kandang natal yang kita lihat saat ini, justru itu tidaklah keliru. Inilah yang saya re-action kembali dipostingan, kurang tepat saja sih apa yang disampaikan konten kreator itu.

Kalau mencoba memahami kembali maksud konten kreator ini, mungkin adalah gambaran 3 orang majus yang datang ke kandang natal ketika Yesus masih bayi itu kurang tepat, it's okelah. 

Karena menurutnya jika berdasarkan Alkitab, 3 majus itu menemui Yesus dan keluarganya di rumah. Kemudian, 3 majus itu berasal dari timur dan mereka melakukan perjalanan darat dengan jalan kaki, tidak mungkin butuh waktu yang singkat, otomatis butuh waktu yang lama ketika mereka tiba menemui Yesus, bisa saja Yesus sudah tidak bayi lagi, diperkirakan menurut konten kreator itu sudah berusia 1-2 tahun.

Tetapi yang saya re-action, bisa saja 'rumah' itu ya bisa merujuk rumah yang ada kandang dombanya, seperti yang mungkin ada terjadi pada budaya masyarakat Israel kala itu, karena itu rumah ada kandang dombanya di bagian bawah rumah atau samping rumah, sehingga yang digambarkan banyak budaya soal ilustrasi kandang Natal itu ya sudah sesuai alias tidak keliru. 

Karena begini, pada Injil lain, soal Yesus lahir di palungan pun tertulis di sana:
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. (Lukas 2: 6 - 7)

Di sana memang tidak tertulis kandang, tetapi palungan, dimana palungan adalah tempat makan untuk hewan ternak (domba), dimana palungan itu berada ya di dalam kandang domba, tidak mungkin juga di meja makan di dalam rumah. Tetapi kandang domba bisa saja ada di salah satu bagian rumah seperti umum pada budaya masyarakat Israel kala itu. Rumah-rumah abad pertama di Yudea rata-rata demikian.

Ilustrasi, ketika 3 majus menemui kanak Yesus. Gambar diambil dari Bing


Nah bisa saja di sinilah kata 'rumah' yang dimaksud di Injil Matius tadi, bisa di rumah yang sama ketika Yesus lahir bahwa 3 orang majus itu bertemu Yesus setelah Yesus berusia 1-2 tahun, karena butuh waktu perjalanan dari timur menuju Betlehem dengan berjalan kaki.

Kisah 3 majus ini hanya ada di Injil Matius, disebutkan pada beberapa ayat:
- Matius 2: 1
- Matius 2: 7
- Matius 2: 13
- Matius 2: 16

Pada Matius 2: 13, Yusuf, Maria dan Yesus pergi ke Mesir itu setelah mendapatkan mimpi untuk membawa Yesus ke Mesir. Mimpi itu terjadi setelah orang majus itu berangkat setelah habis menemui kanak-kanak Yesus. Jadi bukan bertemu di Mesir atau bertemu di tempat lain 'di rumah' yang bukan rumah kelahiran Yesus itu (kandang domba).

Jadi soal dekorasi yang dimaksud dianggap keliru oleh konten kreator itu tidak tepat. Jika dekorasi, gambar atau apapun itu menggambarkan demikian itu bukan semata-mata, menyalahi apa yang ditulis di Alkitab, jangan mikir ke sana, itu hanya ilustrasi saja.

Yang penting itu makna apa yang tertulis di Alkitab itu bagaimana, jika mau disesuaikan dengan keadaan sesungguhnya, yang dikatakannya juga gak tepat. Mungkin yang tepat adalah bisa saja Yesus ditemui itu ketika usianya 1-2 tahun, tidak bayi baru lahir, itu bisa saja.

Lalu kemudian bisa juga ketika sesudah lahir, Yusuf dan Maria membawa Yesus ke rumah yang layaknya rumah, bukan rumah yang ada kandang dombanya, itu ya bisa saja, namun kan di Alkitab tidak tertulis demikian, tidak ada catatan mereka pindah tempat, kecuali setelah Yusuf mendapatkan mimpi, mereka pindah ke Mesir, otomatis pindah tempat tinggal dong.

Jadi kesimpulannya, 3 majus memang bertemu Yesus di rumah, tetapi memang penggambaran rumah di jaman itu bisa difungsikan dibagian lainnya sebagai kandang ternak, Yusuf keluarganya mendiami bagian lain di rumah itu yang diperuntukan untuk kandang domba, jadi benar jika Yesus memang lahir di kandang domba dan penggambaran atau ilustrasi banyak budaya hingga budaya saat ini menggambarkan demikian, dan itu tidak keliru.

Jadi jika dia (konten kreator) mau mengajak kita berpikir soal pemahaman soal kapan Yesus (usia berapa) ditemui oleh majus itu, bisa memulai bukan dari kata 'rumah' tadi, justru dia harusnya jelaskan soal time line kedatangan majusnya. Karena itu tidak keliru, justru dia yang keliru memahami budaya masyarakat Yudea pada abad pertama, bahwa di rumah itu bisa ada kandang ternak di bagian lain di rumah itu.

Kita orang Kristiani itu memang harus kritis dan memahami sejarah dengan benar itu harus, karena iman kita bukan sekedar percaya, tapi karena memang apa yang kita percayai dan yakini dan imani ini memang sungguh-sungguh terjadi, bukan rekaan atau karangan nabi yang mendongeng atau menyalin kisah-kisah nabi-nabi terdahulu lalu disesuaikan dengan budaya Arab.

Ini re-action saya terhadap video itu, saya kurang setuju saja dengan pendapatnya yang mengkelirukan ilustrasi kandang natal atau gambaran-gambaran ilustrasi natal yang dia maksudkan di video itu.

Jika ada yang punya pendapat lain memahami video tersebut, mohon dijelaskan dikolom komentar, soalnya saya ingin tahu juga dari sisi pov yang lain memahami apa yang disampaikan divideo tersebut. -cpr

#onedayonepost
#re-action
#opini
#informasi
#majus
#natal