Tulisan ini saya juga catat dan publish diblog saya lainnya, karena memang jadi pergumulan dan pertanyaan yang sama dalam hati, soal kenapa:
"Yesus itu satu dan sama, Dia lahir di tempat yang sama, sosok yang sama, dimulai di Betlehem, punya murid-murid yang sama, yang diajarkan-Nya sama, tetapi kenapa umat-Nya justru mengotak-ngotakan diri!? Dimulai dari perpecahan gereja barat dan timur, terus lagi perpecahan lagi abad ke-16, hingga akhirnya puluhan ribu denominasi gereja. Padahal, asal dan sumbernya satu dan sama. Kenapa, umat-Nya justru mengotak-ngotakan? Cara memahami Yesus lah yang berbeda, tapi tak perlu mengotak-ngotakan, kenapa membeda-bedaka, ritual, liturgi, cara beribadah, teologis, dogma dll., oke dibedakan, tapi tak perlu lah menyalahkan satu dan lain, mengatakan ini itu satu dan yang lain. Jika pilihan mu beribadah dengan cara itu, lakukanlah, jika cara itu bisa membuatmu serupa seperti Yesus secara perilaku. Tapi gak perlu membeda-bedakannya dalam tendensi merasa benar."
Itulah pergumulan saya. Apa yang saya pikirkan ini pasti akan ditentang oleh masing² pemuka agama. Karena masing² pemuka agama pasti akan membela dan mendukung teologi dan dogmanya masing-masing.
![]() |
| Ilustrasi, gambar diambil dari Google |
Tapi tidak sadar semua dogma dan teologi itu merupakan hasil refleksi dan perenungan pikiran manusia, sedangkan realitanya apa yang dikenalkan sumbernya ya satu dan sama, yaitu Yesus Kristus.
Sekarang begini, misalkan ya, dimasa yang akan datang, ada lagi yang tidak nyaman dan kurang sreg cara beribadah dari denominasi Kristen yang sudah ada, lalu mendirikan lagi gereja baru, dengan teologi, dogma baru dan dasar² baru lagi, terus aja akan seperti itu. Nanti ujungnya, itu semua bersumber dari Yesus yang sama. Jadi akan terus seperti itu.
Sebenarnya, gak usah lah buat² baru lagi aliran², ini itu hanya karena alasan tidak sependapat, saat ini sudah banyak pilihan, pilih saja salah satunya, dan lakukan ajaran-Nya dengan baik dan benar, selesai, gak perlu buat gereja dengan alasan penginjilan.
Dunia menjadi seperti ini ya karena pikiran manusia juga, coba dulu sudahlah, Kristen itu ya satu, ambil seluruh sejarahnya dan jangan dipotong-potong. Ada yang percaya Maria bunda Yesus, ada yang gak, ada yang hormati ada yang gak, ada yang percaya Tritunggal ada yang gak. Padahal secara nyata Yesus menyatakan demikian, dan secara fakta Yesus lahir dari perawan Maria, namun ada saja perbedaan. Padahal hal ini sebenarnya tak perlu. Kemudian satu itu karena mengikuti suksesi rasul Petrus, satu lagi Andreas, satu lagi Markus dan lain sebagainya. Jika sejak semula manusia² itu bisa memahami bahwa Yesus itu satu dan sama, kenapa harus pada ribut dengan perbedaan.
Hal ini yang jujur saja jadi pergumulan saya, karena yang ada ialah saling merasa benar satu sama lain, dan menyalahkan atau tidak membenarkan satu sama lainnya.
Kalau mau hidup benar, ya hidup seturut Kristus saja, urusan ritual, tata cara ibadah, dengan model apapun, asal tak menyalahi apa yang Yesus ajarkan ya sudah.
Apa Yesus mengajarkan ibadah dengan menyanyi² pujian dengan musik meriah?
Tidak ada bukti sahih yang menunjukan peribadahan yang kita lakukan saat ini Yesus yang ajarkan, tidak ada itu.
Apa Yesus mengajarkan ibadah dengan tata cara liturgi ketat?
Yesus mengajarkan jamuan makan, memecah-mecah roti dan jamuan minum, itu yang Yesus selalu tunjukan dan gereja saat ini mengenangkan peristiwa ini dalam tiap ibadahnya, lalu apa itu salah? Ini hanya soal istilah, satu pihak menggunakan istilah bahasa Latin, satu pihak pakai bahasa Yunani, satu pihak pakai bahasa umum. Semuanya sama² mengenangkan peristiwa itu, lalu kenapa membeda-bedakan, menyalah-satu sama lain.
Yesus hanya mengajar tentang apa yang seharusnya manusia lakukan, tidak memaksa ke sini atau ke sana, Yesus pastinya memaksa kita hidup seturut kehendak-Nya.
Lalu kenapa sekarang kita umat-Nya koq mengotak-ngotakan diri. Sekali lagi saya bilang, jika kamu mau beribadah dengan cara A, ya silakan, cara B, ya sudah jika itu bisa membawa mu ke jalan yang benar menurut kehendak-Nya.
Memang selalu ada ungkapan, "tidak ada kecap nomor #2, yang ada selalu nomor #1".
Sekali lagi ini pergumulan dalam pikiran saya. Saya percaya Yesus Kristus yang sama dan satu, yang lahir di Betlehem, wafat dikayu salib, Dia yang awal dan akhir. Saya mempercayai semua dogma gereja sejak mula² tidak ada keraguan sedikit pun.
Jika membahas perbedaan, jika yang dibandingkan adalah sosok yang namanya Isa, jelas itu patut dibedakan, dan itu jelas tidak sama. Dalam sejarah dunia hanya ada Yesus Kristus. Isa adalah kisah adoptif untuk seolah-olah menyerupakan sosok kudus, namun agar supaya umatnya tak mengikuti ajaran Yesus Kristus yang benar, maka diciptakan tokoh Isa yang sekedar figuran nabi² pada umumnya.
Kalau itu yang terjadi, jelas kita katakan berbeda dan jelas tidak sama, barulah kita perdebatkan dan gak perlu debat lagi, langsung tolak, karena tidak sesuai dengan Yesus yang kita percaya dan imani.
Semua catatan di atas adalah pergumulan saya, yang selalu tidak bisa diungkapkan di forum komunikasi dengan sesama manusia, yang ada saya belum sempat ngomong sudah disanggah, saya ingat, saya mau ngomong eh disangka menyela pembicaraan orang lain. Yang jelas, ini adalah sudut pandang saya yang percaya Yesus itu satu dan sama, kita saja manusia yang mengotak-ngotakan diri dengan dalil² filsafat masing-masing sebagai cara memahami maksud-Nya.
Tidak masalah jika tidak jadi ajang menyalah-nyalahkan orang lain atau membenar-benarkan diri, tapi yang terjadi ya seperti itu, makanya saya jadi agak gimana gitu, koq ya aneh gitu. Gurunya sama koq pada ribut sendiri.
Karena dunia ini menjadikan Dia berbeda-beda, Dia menurut Katolik, dia menurut Ortodoks, dia menurut Kristen Protestan: Lutheran, Calvinis, Presbiterian, Anglikan, Pentakosta, Baptis, dan lain sebagainya. Padahal Yesus yang satu dan sama, tapi manusialah yang membeda-bedakannya.
Bolehlah berbeda, jika kamu ingin beribadah dengan cara A, B atau C, itu terserah ke pribadi masing² tapi tak perlu menyalahkan satu sama lain, ketika pemahamannya adalah sama, bahwa Yesus adalah Allah.
Perbedaan cara ibadah, cara menghargai orang² kudus, bahkan soal peran Bunda Maria itu gak usah diperdebatkan, jika kamu tak mengakui peran Maria ya sudahlah, begitupun kamu yang mengakui peran Maria ya sudahlah, gak perlu memaksakan orang lain ikut dengan pandanganmu.
Jika kamu mau meniru ya akuilah, jika tidak ya sudah. Permasalahan sekarang adalah mengakui perbedaan, tetapi pada kenyataan saling tiru-meniru tapi gak mengakui. Akuilah sejarah diciptakan dari awal ke akhir. Semua terjadi karena ada sejarahnya jadi gak perlu lah membeda-bedakan. Perbedaan itu memang ada, tapi kembali bagaimana cara mu berkomunikasi dengan Yesus, pilihlah caramu itu, karena kita menyembah pada Yesus yang sama.
Saya bukan dalam maksud mencampur adukan, tetapi lebih memahami, jika kita orang Kristiani pengikut Kristus mau bersatu dalam Kekristenan, robohkan border itu pengotak-ngotakan itu dan saling menghormati. Ini hanya masalah cara saja, "banyak jalan menuju Roma", kita punya rujukannya yaitu firman -Nya.
Sudah gitu saja, ini unek² saya ketika berdebat soal perbedaan Kekristenan. Padahal sejarahnya dimulai dari satu, kenapa berbeda semua bisa dijelaskan tapi bukan untuk diperdebatkan, karena kita ini awalnya semua sama, yaitu pengikut Kristen. Jangan melupakan sejarah, karena semua rasul dimulai dari Yesus yang sama, jadi yang lahir belakangan juga gak perlu merasa benar. Cukup sekian dan terima kasih. -cpr
#onedayonepost
#postingpribadi
#coratcoret
#opini
#re-action
#kristenadalahsatu
%20(11).jpeg)
Setelah post ini rilis, saya dapat beberapa pencerahan bahwa:
BalasHapusYesus Kristus datang tidak membawa agama, melainkan Dia mewartakan Kerajaan Allah, dan membawa keselamatan bagi manusia. Katolik, Ortodoks, hingga Protestan dan denominasi Kristen lainnya lahir dari perjalanan sejarah, dan konteks yang berbeda, namun semuanya bersumber dari Kristus Yesus, sebagai Tuhan dan Juruslamat. Jika ada perbedaan diantara yang ada, hendaknya bukan jadi ajang perpecahan tetapi jadi keanekaragaman cara bagaimana mengenal Dia.