Wah kali ini ada hal yang menarik yang mau saya bagikan, saya juga baru memahaminya saat ini. Ternyata banyak hal² yang tidak kita sadari bahwa kelahiran Yesus Kristus itu memang sudah Allah persiapkan, bahkan jauh² dari waktu yang lampau, bahkan sejak manusia itu jatuh ke dalam dosa.
Nah hal yang mau saya bahas ini adalah soal pertanyaan: Kenapa Yesus itu lahir di Betlehem? Kenapa Allah mengaturnya demikian, kenapa Betlehem jadi kota atau tempat yang dipilih sebagai kelahiran-Nya?
Sebuah pertanyaan sederhana yang jika dijawab asal, ya itu memang Tuhan berkenan demikian untuk lahir di sana, karena kebetulan memang Maria dan Yusuf ada di tempat itu.
Tapi sebenarnya tidak sesederhana itu. Kita telah mengetahui karya penyelamatan Allah, Injil telah sampai pada kita saat ini, kita bisa mengetahui bagaimana kasih karunia Allah ada pada kita, hanya oleh kasih Allah saja.
Apa yang kita ketahui sekarang ini jika ditilik lagi ke belakang, semuanya itu tidak lepas dari rencana Allah itu sendiri pada manusia. Manusia tidak akan pernah bisa mengembalikan hubungan yang telah rusak karena dosa tanpa kasih Allah sendiri yang mengembalikan itu semua, kita tidak bisa dan tidak punya kuasa apapun, meski kita hidup baik dan benar sekalipun.
Yesus kita kenal sebagai:
π― "Anak Domba Allah"
π― Yesus lahir sebagai manusia di kandang domba, di tempatkan di palungan dan dibungkus kain lampin
π― Yesus wafat di kayu salib untuk dosa² kita, dia adalah korban yang hidup, itu kenapa kita menganggapnya sebagai korban yang sejati
Selama ini tradisi umat Yahudi, kerap mengorbankan persembahan bakaran anak domba tak bercacat di mezbah Bait Allah. Pada masa Yesus, Yerusalem adalah pusatnya dan di sana Bait Allah berada.
Bahkan persembahan korban bakaran anak domba tak bercela itu sudah ada sejak jaman dahulu kala, orang Yahudi kerap melakukan itu untuk menyenangkan Allah.
Kita balik lagi ke pertanyaan di atas tadi, nah lalu, kenapa Betlehem itu dipilih sebagai tempat kelahiran Tuhan Yesus Kristus?
Jadi ada yang perlu kalian tahu. Seperti yang tadi saya bilang, ritual kurban persembahan anak domba itu sangat umum dilakukan masyarakat Yahudi. Menyembelih anak domba tak bercacat untuk korban bakaran. Anak-anak domba yang tak bercacat itu diperoleh dari mana?
Ada yang dari ternak yang dimiliki sendiri, pelihara dan menggembala sendiri. Ada juga yang membeli atau memperoleh dari penggembala domba.
Nah Kota Betlehem adalah kota yang dikenal pada masa itu sebagai penyuplai hewan ternak dalam hal ini domba, domba² yang digunakan untuk persembahan kurban bakaran di Bait Allah. Meski informasi ini tidak tercatat di Alkitab, namun catatan sejarah dan tradisi² yang ada menyatakan demikian, bahwa Betlehem adalah kota pemasok domba terbaik, yang dibutuhkan dalam prosesi persembahan korban bakaran.
Betlehem punya karakter lingkungan perbukitan, dimana di sini subur ditumbuhi padang rumput, nah ini sangat cocok untuk pemeliharaan domba atau hewan ternak. Sudah sangat lama dihuni komunitas gembala.
Didalam Injil, dituliskan atau digambarkan suasana mengenai daerah Betlehem:
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. (Lukas 2: 8)
Betlehem sendiri jaraknya tidak terlalu jauh dengan Yerusalem, kurang lebih 8-10 km. Sehingga domba² untuk korban bakaran bisa disuplai dari wilayah ini. Dimana domba² ini digunakan untuk acara:
π Korban harian (tamid): dua ekor anak domba untuk pagi dan sore
π Korban Paskah: anak domba tak bercela disembelih pada malam Paskah
π Korban nazar atau penebusan dosa: diatur sesuai hukum Taurat
π Korban pentahiran: dilakukan pasca kelahiran dan kenajisan ritual
Nah bisa dibayangkan berapa seringnya domba digunakan dalam tiap kali ritual² keagamaan dalam tradisi Yahudi. Disitu kita bisa lihat begitu utamanya anak domba dalam tiap persembahan kepada Allah. Anak domba selalu dikorbankan untuk korban silih.
Selalu saya sampaikan bahwa korban yang dipergunakan adalah domba tak bercela atau tak bercacat, hal ini seperti yang tertulis dalam Alkitab:
Juga apabila seseorang mempersembahkan kepada TUHAN korban keselamatan sebagai pembayar nazar khusus atau sebagai korban sukarela dari lembu atau kambing domba, maka korban itu haruslah tidak bercela, supaya TUHAN berkenan akan dia, janganlah badanya bercacat sedikit pun. (Imamat 22: 21)
Dari sini sudah mulai terjalin kan arah dan maksud kenapa Yesus dilahirkan di Betlehem, sebagai tempat asal kurban² persembahan di Bait Allah. Sejak Yesus lahir itu pun sudah jadi tanda bahwa Yesus akan dikorbankan.
Yesus adalah sungguh Anak Domba Allah, Dia tidak bercacat atau bercela, dia dikorbankan di kayu salib atas fitnah dan tuduhan yang tidak berdasar, Dia disalibkan oleh karena Dia 'diserahkan' oleh Yudas Iskariot dengan 30 keping perak.
Pada saat Yesus akan dibaptis, Yohanes Pembaptis berseru:
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1: 29)
Sehingga, Betlehem bukan sembarangan dipilih sebagai tempat kelahiran Sang Juruselamat. Karena semua yang Allah rencanakan didesign sempurna. Kita hanya mengetahui setelah semuanya terjadi, setelah kita semua membaca catatan kitab nabi² terdahulu, yang kini sudah dibuat menjadi Alkitab yang kita baca, kita bisa mengetahui serentetan karya Allah. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa hingga Allah mengembalikan hubungan antara manusia dengan-Nya. Karena bukan karena usaha manusia, tetapi karena kemurahan hati Allah, hubungan yang rusak itu dikembalikan oleh Dia dalam Yesus Kristus. Sejak itulah kita bisa kembali menyebut-Nya dengan sebutan Bapa, seperti orang tua dan anak, hubungan yang sangat dekat.
Kota ini menghasilkan domba² tak bercacat dan bercela untuk korban persembahan yang menyenangkan Allah, itu usaha manusia.
Dari kota ini pula, Allah sendiri ternyata menunjukan diri-Nya dalam rupa Yesus Kristus, bahwa kurban yang sejati itu melalui-Nya. Tidak ada jalan menuju Bapa tanpa melalui Yesus, karena Dia-lah Allah itu sendiri, pribadi Bapa yang turun menjadi manusia, sabda/firman yang telah menjadi daging, hidup seperti manusia, sengsara, wafat disalibkan. Meski Dia manusia, tapi Dia tidak berdosa sekalipun Dia disalibkan. Melalui Dia salib bukan lagi tanda kedosaan, melainkan lambang kemenangan, karena seharusnya kita menyalibkan segala kedosaan kita di sana (baca: salib).
Jadi kenapa Yesus dilahirkan di Betlehem sebagai kota kelahiran? Itu memang rencana Allah untuk menggenapi karya-Nya. Bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah dan kebetulan karena Betlehem adalah daerah penyuplai domba² korban sembelihan, Dia yang lahir di Betlehem ini akan jadi tanda cinta kasih Allah bagi kita, Dia mau mengembalikan manusia kepada-Nya, Dia mengajarkan langsung bagaimana seharusnya manusia bisa kembali kepada Bapa kelak.
Selain dikenal sebagai daerah penyuplai anak domba untuk korban persembahan di Bait Allah, kota ini juga dikenal sebagai 'rumah roti'. Secara teologis roti adalah sumber makanan, bisa diartikan sebagai sumber hidup.
Yesus sendiri pernah berkata bahwa Dia-lah roti hidup:
Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tak akan haus lagi." (Yohanes 6: 35)
Bener² sebuah plot twist yang saya baru ketahui sekarang ini, ternyata kelahiran Yesus itu bukan sekedar seremonial yang diulang setiap tahunnya, senang², hura² dengan segala pernak-perniknya, namun ternyata lebih dari itu.
Masikah kamu tidak mempercayai Dia, Raja diatas segala Raja, empunya surga dan bumi. Hanya dalam nama Tuhan Yesus Kristus kita semua orang percaya diselamatkan tanpa, oleh karena kasih karunia-Nya. Berbahagialah bagi mereka yang tak melihat namun percaya. -cpr
#onedayonepost
#refleks
#iman
#informasi
#betlehem
#korbanbakaran
#korbansembelihan

0 komentar: