Sabtu, 24 Januari 2026

[History] Mengenal Apa Itu Hillsong?

Ketika saya awal² menjadi Kristen Protestan aliran Pentakosta, saya mulai dikenalkan pada pujian² penyembahan atau praise & worship song. Nah saking banyaknya musik² rohani, ada sebuah kata yang saya kira itu adalah genre musik, 'hillsong', sebuah musik yang diperuntukan untuk penyembuhan rohani. Iya itulah yang saya maknai ketika saya mendengar kata itu, 'hillsong'. 

Tapi setelah saya menonton sebuah video YouTube dokumenter yang mungkin agak satir dan 'menelanjangi', saya baru tahu bahwa 'hillsong' adalah nama sebuah gereja, tepatnya Big Church atau malahan Mega Church yang meng-global, yang dikenal dunia pada jamannya. 

Ilustrasi dibantu chatgpt yang menyiapkan gambar ini

Dari video yang saya tonton itu akhirnya saya penasaran mengenal sejarah gereja ini, meskipun di video dokumenter itu diceritakan juga awal mula sejarahnya gereja itu lahir, dari benih kecil hingga menjadi gereja yang besar dan mendunia, bahkan menjadi trend center gereja² lain di dunia bahkan di Indonesia, dimana tata kelola dan style nya serupa tapi tak sama dengan Gereja Hillsong ini. 

Mari kita bahas mengenai gereja ini. Oh ya video yang saya tonton nanti akan saya sajikan diakhir postingan ini, biar kalian tonton, bukan untuk mencela atau membuat keyakinan jadi terombang-ambing, tidak demikian, tapi untuk jadi bahan refleksi saja. Meskipun video itu bisa saja dibuat sebagai misi melumpuhkan iman, untuk membenarkan suatu paham tertentu, agnostik atau bahkan atheis. 

Tapi bukan ke sana arahnya, tapi kita belajar melihat sejarahnya, bukan skandalnya. Oke, sepakat? Kalau gak sepakat ya gak apa², toh ini kita belajar memahami sejarah, dimana gereja kecil bisa menjadi gereja besar bahkan mega, bahkan menjadi pusat percontohan tata kelola gereja² lain hingga saat ini. 


Hillsong adalah Mega Church asal Australia. Sebelum menjadi gereja yang besar kala itu, bermula dari sebuah gereja kecil yang jemaatnya masih bisa dihitung dengan 'sempoa'. 

Gereja ini berakar dan bermula dari tradisi atau aliran Pentakosta, tepatnya Australian Christian Churches (ACC). Merupakan bagian dari Gereja Assemblies of God. 

Awal mukanya dikenal sebuah gereja bernama Sydney Christian Life Centre,  didirikan oleh Pdt. Frank Houston di Sydney pada tahun 1977. Frank Houston punya anak yang bernama Brian Houston, dia juga seorang pendeta.

Pada tahun 1983, Brian Houston bersama istrinya Bobbie Houston, mereka menggembala di gereja yang sebelumnya bergabung dengan gereja ayahnya yaitu Sydney Christian Life Centre cabang Baulkham Hills, dengan nama Hills Christian Life Center, di sana Brian punya jemaat kecil sebanyak 45 orang, memanfaatkan bangunan sebagai gerejanya di aula sekolah umum. 

Nama Hills diambil dari tempat dimana gereja itu tumbuh, yaitu Baulkham Hills, sebuah tempat di pinggiran barat laut Sydney. Hingga pada akhirnya nama Hillsong lebih dikenal, hingga mendunia karena karakternya yang akrab dengan musik praise & worship nya. 

Sejak gereja ini ada, dari 45 jemaat inilah gereja ini terus berkembang. Dimana gereja ini bermula dari tata ibadah dengan pendekatan pujian dan penyembahan kontemporer (praise & worship). Pendekatan ini berhasil menarik animo anak² muda untuk ke gereja. 

Gereja ini semakin dikenal dipantik ketika tahun 1986 dimulailah Konferensi Hillsong tahunan,  yang mana hal ini akhirnya menjadi fenomena global. 

Gereja 'Hillsong' pada waktu itu punya cara ibadah yang menarik, sehingga menarik animo kaum muda kala itu, dengan praise & worship yang dikemas seperti layaknya konser musik, dengan full pengiring musik dengan grup band, sound system yang baik dan lampu panggung yang mendukung serta video tron yang menarik sebagai background 'altar'. 

'Altar' yang saya maksud di sini adalah panggung tempat dimana worship leader memimpin jalannya ibadah dan tempat seorang pendeta juga menyampaikan firman-Nya. 

Pada awal tahun 1990-an, 'Hillsong' Church mulai go to international, mulai membuka cabang gereja di negara lain. Seperti di London dan Kyiv pada tahun 1992. Saat itu, Hillsong masih bukan sebutan untuk gereja, karena nama gerejanya adalah Hills Christian Life Centre. 

Pada tahun 1999, Hills Christian Life Centre bergabung dengan Sydney Christian Life Centre dibawah kepemimpinan Pdt. Brian Houston. Setelahnya pada tahun 2001 mergernya kedua gereja ini membuatnya berubah nama menjadi Hillsong Church. Pemilihan nama ini dikarenakan 'Hillsong' sudah sangat dikenal di kalangan jemaat kala itu, ibarat sebagai brand rohani yang mendunia. 

Sejak saat itu, pada tahun 2000-an, Hillsong Church mulai menyebar ke negara² lain di dunia seperti Russia 🇷🇺,  South Africa 🇿🇦, Sweden 🇸🇪, Israel 🇮🇱, Kanada 🇨🇦 , Meksiko 🇮🇹, Amerika Serikat 🇺🇸 dan beberapa negara lainnya. 

Pada tahun² itu worship music menjadi suatu fenomena, ministry musik 'Hillsong' menjadi fenomena global yang mendunia, termasuk sampai ke Indonesia 🇮🇩. Brand Hillsong Worship dan Hillsong United tidak asing di pendengar musik rohani kala itu. 

Pada tahun 2018 Hillsong Church secara resmi keluar dari struktur komunitas Australian Christian Church dan menjadi denominasi tersendiri, meskipun akar aliran Pentakosta nya masih kental. 

Banyak artis, publik figur dunia yang menjadi daya tarik gereja ini, disamping tata ibadahnya yang berhasil membuat jemaatnya merasa mampu menghadirkan Tuhan ketika praise & worship. 

Style Hillsong Church ini pada akhirnya diadaptasi banyak gereja di Indonesia, meski tidak diakui secara resmi, namun cara, tata cara ibadah dan gayanya serupa jika diamati dari luar, gereja mana saja? 

Sebut saja GBI (Gereja Bethel Indonesia), JPCC (Jakarta Praise Community Church), GMS (GBI Mawar Sharon), Bethany Church, IFGF (International Full Gospel Fellowship), GSJS (Gereja Sidang Jemaat Setempat), ada juga GSJA (Gereja Sidang Jemaat Allah). Itu dia gereja² yang secara style mirip dengan Hillsong Church dari sisi style atau gaya Penginjilannya. 

Ciri khas Penginjilan Hillsong Church antara lain:
📌 Penginjilan relasional
📌 Musik dan ibadah sebagai pintu masuk Injil
📌 Penginjilan lewat budaya kota (menjaring kaum muda) 
📌 Media, branding dan konsistensi global
📌 Khotbah praktis bukan debat doktrinal
📌 Komunitas sell jadi mesin Penginjilan
📌 Penginjilan global yang kontekstual

Itulah kira² sedikit ya sejarah mengenai Hillsong Church. Saat ini gereja ini masih ada dan melakukan Penginjilannya di berbagai belahan dunia, masih dikenal sebagai gereja yang modern.

Meskipun pada tahun 2021/2022 pemimpin gerejanya yaitu Brian Houston tersandung skandal pribadi, yang juga melibatkan ayahnya, yang pada akhirnya membuat guncangan pada gereja ini. Meski begitu gereja ini terus berbenah memperbaiki dirinya sendiri dari dalam. Gereja ini masih eksis hingga saat ini, pengaruhnya masih ada, dimana bagi orang muda Kristen, Hillsong gak akan pernah hilang dari ingatan mereka, apalagi lagu² rohani dengan label Hillsong pasti akan teringat terus. 

Sesuai janji saya, saya akan berikan video yang pernah saya tonton soal dokumenter mengenai Hillsong Church. Ingat saya tekankan lagi, ini bukan untuk mengguncang pandangan iman mu soal cara beribadah, tidak sama sekali, tidak ada maksud apapun, hanya belajar melihat proses sejarah, memahami bagaimana gereja bertumbuh. 


Gereja perdana pun tidak lahir dengan kemudahan, banyak hal yang terjadi ditubuh gereja, tapi karena itulah gereja semakin besar dan kuat, bukan terpecah tapi semakin berakar kuat, walaupun berbeda cara ibadahnya, percaya bahwa Yesus nya tetap sama, yang membedakan cuma cara beribadah yang, tapi satu hal, jangan sampai melupakan esensi atau inti dari ajaran Kristus, dengan dalil² pribadi untuk membenarkan globalisasi yang salah. 

Segitu saja dulu, sampai jumpa dibahasan seputar iman Kekristenan. -cpr

#onedayonepost
#hillsongchurch
#sejarah
#informasi
#youtube

Minggu, 18 Januari 2026

[Firman] Menciptakan Damai dalam Keluarga

Mengawali pekan dipertengahan Januari 2026, saya kembali diberikan pesan firman yang baik, untuk bekal mendirikan keluarga Kristus. 

Firman Tuhan ini disampaikan oleh Ibu Pdm. Trifena Stefanus pada tanggal 18 Januari 2025 dalam ibadah raya ketiga disore hari, pesannya adalah "menciptakan damai dalam keluarga".

Karena memang saat ini banyak permasalahan dimana masalah keluarga jadi bibit awal kehancuran, dimana suami istri dan anak-anak pada akhirnya tercerai berai, tidak ada damai di dalamnya, akhirnya pada memilih jalannya masing-masing. Sedangkan menurut Allah, keluarga yang dibangun itu tidaklah boleh sampai hancur tercerai berai, hanya maut yang memisahkan, tapi bukan hancur tercerai berai. 

Ilustrasi dibuatkan oleh chatgpt

Catatan ini saya sarikan dari firman yang saya terima, masuk melalui telinga dan kemudian saya pahami dengan hati, semoga apa yang saya serap ini sesuai dengan apa yang firman Allah sampaikan melalui Ibu Pdt. sore ini. 

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus (Roma 5: 1) 

Ada satu hal yang perlu diketahui, bahwa damai itu tidak bisa datang dari luar, melainkan diciptakan dari dalam. 

Damai itu diciptakan oleh keluarga itu sendiri, bukan datang dari luar. 

Dan damai sejahtera itu akan terjadi jika hidup kita dibenarkan. Hidup yang benar menurut Allah, bukan menurut diri kita sendiri. 

Kita yang dibenarkan itu karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah Tuhan kita, oleh karena Yesus Kristus. 

Lalu, dari mana memungkinkan kebenaran itu akan menciptakan Damai? Karena sebenarnya akibat kebenaran itulah akan datang ketenangan dan ketentraman. 

Di mana ada kebenaran  di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya. (Yesaya 32: 17) 

Dimana ada kebenaran maka akan ada ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya. Kebenaran yang datang dari Allah saja, bukan kebenaran dari manusia atau bahkan diri kita yang merasa benar. 

Contoh hidup benar: tidak berkompromi dengan dosa

Lalu bagaimana kita mengatasi konflik yang muncul di dalam keluarga?  

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Galatia 5: 22 - 23) 

Apabila ada konflik dalam keluarga, yang perlu adalah penguasaan diri, termasuk buah² roh. Ada baiknya juga kita mengalami atau bahkan menghasilkan buah-buah roh itu seperti kasih, sukacita, Damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kesetiaan, kebaikan, kelemah lembutan, dan penguasaan diri. Namun satu hal ketika mengalami konflik dalam keluarga, yang terutama adalah bagaimana kita bisa melakukan penguasaan diri. 


Pasangan hidup akan terus bersama. Tetapi anak belum tentu akan terus perhatian. Sehingga ciptakan hubungan harmonis dengan pasangan, karena pasangan yang akan bersama kita selama-lamanya. 

Apa yang harus kita perbuat demi menciptakan damai itu dalam keluarga? 


#1 Hubungan diantara kita sesama manusia harus didasari ketulusan dan kemurnian yang berasal dari Allah (kasih karunia Allah), bukan dari hikmat duniawi. 

Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah. (2 Korintus 1: 12) 


#2 Lepaskan pengampunan
"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6: 14 - 15) 

Sehingga mengampuni adalah hal terpenting dalam bagian ini dan bagian yang tidak kalah penting dalame menjaga relasi hubungan adalah meminta maaf. Apabila sudah ada permohonan maaf hendaknya kita bisa mengampuni. Malah terkadang pengampunan lahir ketika tidak ada permohonan maaf pada kita.


#3 Jangan berikan tempat pada iblis
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. (Efesus 4: 26 - 27) 

Iblis akan berusaha menghancurkan keluarga Kristen. Karena kita memberi tempat pada iblis. Contoh kemarahan yang membuat dosa: - misalnya marah dengan mengumpat, mengutuk, makian, atau juga menghancurkan. 

Lihatlah sampah: merupakan sisa, kotor, bekas, hal yang bau dan menjijikan. Sampah itu tidak berguna, menimbulkan penyakit, lalat, semua hal yang buruk. Jadi jangan simpan sampah dalam diri kita. Tapi bersihkanlah semua itu dan buanglah ke tempatnya keluar dari diri kita. 

Bangunlah 'mezbah keluarga' dalam keluarga masing². Karena Gereja akan kuat jika dibangun dari keluarga² yang kuat pondasinya. Buat waktu teduh dalam keluarga, berdoa dan membaca firman serta memuji Allah. 


#4 Ciptakan damai dan kejarlah kekudusan (dari pikiran dan perbuatan) 
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. (Ibrani 12: 14) 

Semua itu dimulai dari pikiran, ketika kita bisa menjaga pikiran kita tetap bersih, kekudusan akan tercipta dan itu akan lahir dalam perbuatan kita, jika sebaliknya maka kekudusan itu tidak akan ada. 


Semoga pesan firman Allah ini bisa meresap dan dipahami serta dilakukan dalam keseharian, jika mau menciptakan damai dalam keluarga inilah yang penting kita pahami dan lakukan. 


Sekian dulu share yang bisa saya bagikan, saya simpan diblog ini, untuk sebagai pengingat. Apabila ingin mengetahui firman ini bisa disaksikan di streaming Ibadah Raya II, 18 Januari 2026 yang ada di Channel YouTube GBIS Hosaana Pandaan, bisa klik link 🔗 ini. 

Sampai jumpa dipostingan lainnya lagi, masih di blog ini, saya akan konsisten menuliskan sesuatu di sini, supaya blog ini terus hidup. -cpr

#onedayonepost
#gbis
#firman
#refleksi
#damaidalamkeluarga

Kamis, 15 Januari 2026

Konseling Pranikah di GBIS Hosana Pandaan (1)

Akhirnya saya mencapai tahap ini, proses pendaftaran di gereja dilakukan sejak November 2025 yang lalu, bahkan sebelumnya sudah request formulir pendaftaran, kemudian submit beberapa persyaratan, sampai akhirnya kami dipanggil untuk mengisi beberapa pertanyaan pra-konseling untuk persiapan konseling pranikah. 

Ilustrasi, gambar dibantu disiapkan oleh chatgpt

Kami berdua memutuskan untuk mendaftarkan pernikahan kami di GBIS Hosana Pandaan, karena di sini kami pergi ibadah setiap awal pekan dan mengikuti ibadah² rutin. 

Kebetulan memang gereja ini yang terdekat dengan domisili kami tinggal saat ini. Alasan lain adalah kelembagaan gereja lokal yang sudah cukup mapan dalam melayani kebutuhan² jemaat. Terutama soal pembinaan di awal menuju pernikahan, pendidikan anak, hingga kegiatan² aktivitas menggereja. 

Saya sendiri punya standar persiapan pernikahan yang begitu ribet di Katolik dulu, bukan karena saya pernah menikah. Tetapi yang saya ketahui selama ini di Katolik persiapan pernikahan itu begitu ribetnya. Saya bersyukur di GBIS Hosana pun menerapkan hal yang serupa. 

Prinsip dasar saya, opini pribadi saya, ketika mempersiapkannya saja sudah repot, masa iya kepikiran hanya karena suatu masalah mau dengan mudahnya mengakhiri pernikahan. Karena ternyata yang saya ketahui saat ini, bahwa pernikahan Kristen apapun denominasinya, tidak terceraikan. 

Meskipun ada yang melakukan itu, tetapi pada dasarnya apa yang telah dipersatukan Tuhan di hadapan-Nya itu tidak terceraikan. Ulah-ulah manusianya itu sendirilah yang membuat itu terjadi, bukan karena-Nya. Kecuali memang dipisahkan oleh maut yang itu sudah garis takdir. 


Kembali ke topik, jadi pada 15 Januari 2026 kami berdua janjian dengan pihak gereja untuk janji temu. Ternyata pada janji temu ini adalah untuk pra-konseling. 

Apa itu pra-konseling? Saya disclaimer dulu, istilahnya mungkin bisa berbeda tapi saya menyebutnya demikian karena ini belum konselingnya, tapi kami berdua itu diberikan atau disodorkan seperti isian atau kuisioner yang isinya daftar pertanyaan untuk menggali tentang kami berdua. 

Pertanyaan seputar data diri pribadi kami masing-masing, keluarga inti, dari hal positif dan negatifnya, lalu meluas ke lingkaran pertemanan kami berdua, soal pekerjaan dan kondisi ekonomi kami masing-masing, kemudian bagaimana pemahaman kita soal ilmu agama dasar, pemahaman kita soal seksualitas, pertanyaan menyelidik apakah kami ini pacaran yang positif atau pernah melakukan dosa, hingga ke soal kesehatan kami masing-masing. 

Pertanyaan kuisioner ini diberikan untuk kami masing-masing, mengisi sendiri tanpa berdiskusi satu sama lain.

Nantinya jawaban dari pertanyaan² itu akan jadi bahan Bapak Gembala dan Pendeta untuk menyelidiki kami berdua, satu sama lain, melihat perbedaan, kesamaan, dan peluang masalah yang kelak akan kami hadapi. Meskipun itu tidak memberikan gambaran yang nyata, tapi setidaknya itu akan jadi awal pintu masuk menyelami kami berdua. 

Poinnya adalah bagaimana menyelidiki kelayakan kami berdua untuk mempersatukan ikatan dihadapan Tuhan nanti. Karena Bapak Gembala dan Pendeta inilah yang jadi wakil Tuhan yang akan mempersatukan kami dalam pernikahan yang sah menurut gereja di hadapan Tuhan. 

Mengisi pertanyaan yang begitu banyak ini jujur saja membuat lelah, meski pertanyaannya sederhana nampaknya tapi menjawabnya toh tidak semudah itu. 

Jujur saja bagi saya cukup sulit ketika ditanya pertanyaan ini: "sebutkan apa kelebihan dirimu", saya yang tidak pernah merasa unggul ketika melihat diri sendiri otomatis bingung, apa kelebihan diri saya? Pertanyaan sejenis ini yang membuat saya sulit menjawab. Karena saya tipe orang yang gak terlalu memusingkan itu, kecuali di satu titik terbentur dengan hal itu, tapi jika itu terjadi sudah lama, iya akhirnya lupa. Makanya pas disuruh menjawab sulitnya bukan main. 

Iya mungkin itu sih share yang bisa saya bagikan. Itu dari pendapat saya, mungkin pasangan saya punya opini lain dan kesulitan yang lain. Bagi dia menjawab pertanyaan yang bagi saya sulit, baginya pasti lebih mudah. 

Jadi itulah yang bisa saya bagikan menuliskan pengalaman bagaimana proses konseling pranikah yang saya alami, ikuti terus postingan ini dipost berikutnya. 

Sekali lagi, ini baru proses awal. Selanjutnya baru akan masuk ke konselingnya, ada yang nanti materi umum, disampaikan bersama-sama dengan pasangan lain dan nanti ada materi khusus untuk masing-masing pasangan, bahkan untuk kami sendiri-sendiri untuk dikonfrontir baru nanti disatukan. Ini baru perkiraan saja, nanti selengkapnya ikuti terus jurnal saya di sini. 

Sampai jumpa dipostingan berikutnya. Rencananya pertemuan konseling berikutnya akan dilaksanakan pada 20 Februari 2026, sekitar jam 19:00 sampai dengan selesai, berlokasi di GBIS Hosana Pandaan. Pada masa pendaftaran pernikahan periode ini akan ada dua pasangan calon pengantin, salah satunya saya dan pasangan saya ini. 

Saya akan coba ceritakan bagaimana prosesnya pada pertemuan itu, jadi ditunggu saja updatenya pada poin (2) berikutnya. Semoga semuanya dilancarkan, Tuhan Yesus memberkati kami berdua. -cpr

#onedayonepost
#jurnal
#gbis
#konselingpranikah

Sabtu, 10 Januari 2026

Melihat Ciri Khas Gereja Kristen Protestan dan Gereja Kristen Pentakosta Karismatik

Ketika dulu saya masih seorang Kristen Katolik (Roma), saya menilai dari pov saat itu bahwa Kristen Protestan semuanya sama, ya sama seperti Katolik Roma yang dimana-mana sama, tapi ternyata tidak demikian, jadi di dalam tubuh komunitas Kristen Protestan yang tertulis di kolom agama pada KTP, di dalamnya ada banyak lagi sub² Kekristenan dari berbagai denominasi. 

Salah satu aliran besarnya ada Pentakosta Karismatik, Lutheran, Calvinis dll. Dan saya ternyata itu ada di kelompok komunitas Kristen dengan aliran Pentakosta Karismatik. Sedangkan ada teman saya juga di KTP nya tertulis Kristen Protestan namun alirannya berbeda dengan saya yaitu GKJW dan ada pula yang GKI. 

Ilustrasi, infografis disiapkan oleh chatgpt

Ketika kami berdiskusi tentang Kekristenan Protestan, ternyata setelah diselidiki dan dipahami lebih dalam, ada hal pembeda di dalamnya. Meskipun dasar teologisnya sama.

Di sini kita tidak memasukan komunitas Saksi Yehuwa dan Gereja Orang Suci Jaman Akhir ke dalam Kekristenan ya, itu kenapa saya coret mereka dari Kekristenan. Tapi kita tidak akan bahas hal itu sekarang. 

Kita kembali ke topik, lalu apa sih yang membuatnya punya ciri khas yang berbeda satu sama lainnya? 

Jadi kita akan melihat secara teologis, liturgis dan spiritual. 

Gereja Kristen Protestan arus utama, seperti yang saya sebutkan tadi di atas contohnya GKI, GKJW dan gereja lain yang tidak saya sebutkan, lahir berasal dari reformasi abad ke-16, dipicu reformator gereja di Eropa yang bernama Martin Luther dan pada periode lainnya ada John Calvin. 

Lalu kemudian masuk ke Indonesia melalui zending Belanda. 


Teologi yang dibawa sangat kental dengan Teologi Reformed. Dengan ciri khas: tradisi gereja mapan, terikat pengakuan iman klasik, serta fokus pada pendidikan teologi dan etika sosial. 

Sedangkan gereja denominasi lain yang dalam hal ini aliran Pentakosta Karismatik, saya beri contoh di sini ada GPdI, GBIS, GBI, GKRI dan banyak lagi gereja lainnya, bermula dari sebuah acara kebangunan rohani di Azusa Street,  Amerika Serikat pada tahun 1906.

Berawal dari pengalaman spiritual langsung, aliran Pentakosta Karismatik mulai berkembang, hingga tiba di Indonesia pada kisaran abad ke-20. Dimana aliran ini berkembang dari pengalaman spiritual akan Roh Kudus. 




Dari sisi liturgi atau ibadah, Kristen Protestan arus utama GKI, GKJW punya ciri khas ibadah dengan liturgi yang tertata dan tenang, nyanyian Mazmur dan Kidung Jemaat, dengan ekspresi emosional terbatas. 

Sedangkan Kristen aliran Pentakosta Karismatik, ciri khas ibadah yang dinamis dan ekspresif, pujian yang panjang dengan musik iringan band, jemaat diajak untuk mengekspresikan pujian dengan mengangkat tangan, tepuk tangan, hingga menghayati tiap pujian dengan hari tangis.  Ada pula tarian dari tim tamborine. Selain itu ditekankan pada nubuat dan doa syafaat spontan. 


Bagi Kristen Protestan arus utama aliran Reformed, pengakuan iman merupakan suatu hal yang wajib dan formal, tetapi bagi Kristen aliran Pentakosta Karismatik pengakuan iman tidak terlalu ditekankan, ketika mengakui Yesus dan memberi diri dibaptis itu adalah bentuk pengakuan iman, serta hidup meninggalkan kehidupan yang lama karena telah dosa lama telah ditenggelamkan ketika baptisan.

Persamaan keduannya adalah soal sakramen, dimana baptisan dan perjamuan kudus jadi yang utama. 

Bagi Kristen Protestan arus utama, iman = percaya + memahami, sedangkan Kristen aliran Pentakosta Karismatik, iman = percaya + mengalami. 

Gereja dianggap sebagai penjaga ajaran bagi Kristen Prostestan arus utama, sedangkan bagi aliran Pentakosta Karismatik gereja adalah komunitas kuasa Roh. 

Tidak ada perbedaan dalam pemahaman Injil, yang membedakan hanya akses spiritual dan cara beribadahnya saja, selama tidak melenceng dari dasar Teologi Kekristenan, hal pembedanya hanya sejauh pada pemahaman ritual ibadah saja, memahami firman dengan cara berbeda tapi tidak merubah dasar teologinya, seperti yang dilakukan Saksi Yehuwa dan Gereja Suci Jaman Akhir. 


Sebagai penutup kesimpulannya, Gereja Kristen Protestan secara umum menekankan pada Otoritas iman ada pada firman saja, karena gereja bisa lahir kapan saja dan dimana saja. 

Segitu saja deh sharing² sedikit, kembali saya tegaskan, bahwa ini hanya soal bagaimana cara beribadah saja, karena Yesus Kristus datang tidak mengajarkan cara beribadah dengan harus ini itu, yang utama adalah apa yang Yesus ajarkan. Manusia punya kehendak bebas untuk memahami ajaran-Nya, dengan cara apa pun, dengan ajaran yang satu yaitu dari Yesus Kristus sendiri. -cpr

#onedayonepost
#iman
#gbis
#gkri
#informasi

Selasa, 30 Desember 2025

Menorah, Lilin Israel yang Terlihat di Perayaan Natal

Tahun ini saya full mengikuti perayaan Natal di Gereja Kristen, sudah beberapa perayaan Natal yang saya ikuti. Dalam perayaan itu saya melihat ada tempat lilin yang mirip seperti tempat lilin yang umum digunakan di ibadah keagamaan Yahudi. Saya menyebutnya 'lilin Israel'. Bahkan ketika kamu mengetikan menorah 🕎, logo simbolnya otomatis muncul. 

Ternyata tempat lilin ini punya nama istilahnya sendiri yaitu menorah. Pada postingan kali ini saya akan membahas soal menorah. 

Menorah adalah tempat pelita (kaki dian) bercabang tujuh, sangat penting dalam tradisi Yahudi. Kata 'menorah' sendiri berasal dari bahasa Ibrani yang berarti lampu atau pelita. 

Ilustrasi, gambar dibantu disiapkan oleh chatgpt

Bentuknya adalah satu lilin ditengah dengan tiga cabang di kiri dan kanan, sehingga membentuk formasi 7 pelita. Jika menurut Kitab Taurat, menorah ini dibuat dari emas murni. 

Nah jadi umum jika dimasa sekarang sering kita melihat menorah yang dipakai diperibadatan Kristen berwarna keemasan, untuk simbol yang diceritakan di atas tadi, yang pasti itu bukan bahan emas murni karena tidak mungkin juga membuat sekedar tempat lilin tapi dari bahan emas murni, harganya pasti mahal dan itu pasti dianggap barang berharga, berapa kg beratnya, dikalikan harga emas saat ini, sudah cukup fantastis untuk harga sebuah tempat lilin. 

Di Bait Suci Yerusalem, menorah menyala terus sebagai perlambang:
🕯 Terang Allah dan kehadiran-Nya
🕯 Hikmat Ilahi
🕯 Penciptaan (7 hari) 

Petunjuk pembuatan menorah ini ternyata tertulis secara rinci pembuatannya, yaitu pada Keluaran 25: 31 - 40.
"Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya - dengan tombolnya dan kembangnya - haruslah seiras dengan kandil itu. Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain. Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu - dengan tombol dan kembangnya - dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain - dengan tombol dan kembangnya -; demikianlah juga kau buat keenam cabang yang timbul dari kandil itu. Pada kandil itu sendiri harus ada empat kelopak berupa bunga badam — dengan tombolnya dan kembangnya. Juga harus ada satu tombol di bawah sepasang cabang yang pertama, yang timbul dari kandil itu, dan satu tombol di bawah yang kedua, dan satu tombol di bawah yang ketiga; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.Keluaran 25:36-40 (TB) Tombol dan cabang itu harus timbul dari kandil itu, dan semuanya itu haruslah dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni. Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya. Sepitnya dan penadahnya haruslah dari emas murni. Dari satu talenta emas murni haruslah dibuat kandil itu dengan segala perkakasnya itu. 
Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." 

Itu dia catatan mengenai menorah yang dalam teks Alkitab disebut sebagai 'kandil'. Itulah yang masih digunakan hingga saat ini, bahkan tradisi ini tetap lestari bisa kita jumpai pada Israel modern dan Kekristenan,  yang menggunakannya ketika perayaan Natal. 

Kembali ke sejarahnya, pada tahun 70 M ketika Bait Suci Yerusalem dihancurkan oleh Romawi, menorah emas yang dikisahkan pada Alkitab tadi dirampas dan dibawa ke Roma. Artinya ketika jaman Yesus, menorah itu ada di dalam Bait Suci.

Peristiwa ini terabadikan dalam Arch of Titus di Roma. Setelahnya fisik menorah yang asli ini hilang dari sejarah, terabaikan seperti layaknya barang rampasan perang, hilang entah dilebur menjadi perhiasan, jadi apa entah tidak lagi dianggap berharga. 

Namun simbol menorah ini tetap ada seperti yang saya jelaskan di atas tadi, kita bisa menjumpainya di Sinagoga Yahudi, naskah² seni Yahudi, hingga pada lambang negara Israel modern. 

Ilustrasi dibantu dibuatkan chatgpt

Dalam Alkitab sendiri selain tertulis dalam Kitab Keluaran, ada juga tersebut benda atau simbol serupa menorah, yaitu tercatat di Kitab Wahyu, yaitu istilah "7 kaki dian emas".

Tertulis dalam Kitab Wahyu 1: 12 - 20,   yang isinya berbunyi demikian:
Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.
Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. 
Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.  
Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.  
Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan Kerajaan maut. Karena itu tuliskanlah  yang telah kau lihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini. Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kau lihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."


Jumlahnya sama² tujuh. Lalu apa itu kaki dian?  Kaki dian adalah tempat atau penopang pelita atau lampu,  serupa dengan menorah kalau kaki dian tiang pelita ini berdiri sendiri² sebanyak 7 buah. 

Gambaran dari apa yang tertulis dalam Kitab Wahyu, gambar dibantu disiapkan chatgpt

Yesus sendiri pernah berfirman dengan perumpamaan dan menyinggung soal istilah 'kaki dian', yaitu pada Matius 5: 15, tertulis demikian:
"Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Baik menorah dan kaki dian yang Yesus dan Rasul. Yohanes maksudkan adalah sama fungsinya sebagai sumber terang. Pada perumpamaan itu, Yesus menyampaikan agar iman kita, tidak disimpan saja tetapi di tempatkan di tempat dimana bisa menerangi semua orang, supaya banyak orang yang melihat kita akhirnya mengenal siapa Bapa kita dan memuliakan-Nya. 


Oh iya melenceng sedikit dari bahasan, barang kali kalian menemukan tempat pelita mirip seperti menorah, namun bercabang 9, itu disebut 'hanukkiah' umum digunakan dalam tradisi dan budaya Yahudi saat perayaan Hanukkah. 

Ini ilustrasi hanukkiah, jadi biar gak bingung. Gambar dibantu disiapkan chatgpt

Dalam  teologi Kekristenan, terang itu adalah Yesus Kristus sendiri, sedangkan dalam tradisi Yahudi, mereka melanjutkan tradisi yang Allah nya perintahkan dahulu, seperti tertulis dalam Kitab Keluaran, mereka membuat menorah atau hanukkiah sebagai simbol terang. 

Sedangkan orang² Kristen Yesus ajak untuk menjadi terang dalam dirinya masing² karena dalam kita ada Dia, dan kita dalam Dia, sehingga sudah selayaknya kita menjadi terang bagi dunia dimana kita hidup. 

Akhir kata, jadi ketika kalian melihat tempat lilin seperti yang digambarkan pada postingan ini kalian jadi tahu apa namanya dan bagaimana sejarahnya berdasarkan Alkitab, jika pun menemukan yang serupa tapi dengan cabang lebih banyak apa namanya pun sudah tahu, kemudian ada pula bentuk lainnya yang kita yakini dalam teologi Kekristenan soal kaki dian, itu pun kalian sudah bisa memahaminya. 

Semoga postingan ini bisa menambah wawasan seputar Kitab Suci dan iman Kekristenan, sekali lagi bukan sekedar simbol saja namun ada makna teologis iman dari situ, terutama bagaimana kita diajak untuk menjadi terang itu, seperti Yesus Kristus Sang Terang itu sendiri. Tuhan Yesus memberkati kita semua. -cpr

#onedayonepost
#menorah
#kakidian
#informasi
#iman
#sejarah

Selasa, 16 Desember 2025

Musik: Besar Anugerah-Mu (2012)

Saya mau share lagu rohani lagi yang berkesan ketika saya mengikuti Ibadah Raya pekan lalu. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya mendengar lagu ini, sebelum² nya sudah pernah mendengarkannya tetapi pekan lalu sepertinya lagu ini berkesan. 

Walaupun saya hanya sedikit hapal dibagian refren saja, karena nadanya mudah saya ingat dibandingkan lirik awal lagu, tapi saya bisa terbawa ke maksud apa yang mau disampaikan dalam lagu ini.

Lagu ini tidak diketahui pasti kapan rilisnya, namun internet mencatat beberapa orang yang mempopulerkan lagu ini. Oh iya, judul lagu yang saya maksud ini adalah Besar Anugerah-Mu. 

Ilustrasi, gambar diambil dari chatgpt

Lagu ini pertama kali dipopulerkan atau dikenalkan oleh penyanyi Jeffry S. Tjandra melalui Impact Worship pada 21 Desember 2012. Seperti yang saya bagikan video Youtube nya ini rilis 2016 dibawah ini:



Versi lainnya dipopulerkan oleh Welyar Kauntu,  dimana lagu ini dimasukan dalam album musiknya berjudul Healing Worship (The Best of Welyar Kauntu,  Vol. 1) yang dirilis tanggal 27 Desember 2014. Videonya seperti yang saya bagikan di bawah ini:



Lalu siapa pencipta lagu ini? 

Jujur saja saya masih menyangsikan pencarian dichatgpt soal pencipta lagu ini. Tapi disebutkan pencipta lagu ini adalah Welyar Kauntu dengan alasan dia memasukannya ke dalam album musiknya seperti yang saya catat di atas tadi. 

Liriknya ini berdasarkan doktrin Kristen bahwa keselamatan yang kita terima itu berasal dari kasih karunia Allah. Bersumber dari Efesus 2: 8 - 9:
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan iman. 

Anugerah sebenarnya adalah pemberian Allah yang sebenarnya tidak layak kita terima namun Allah memberikannya secara cuma-cuma melalui Kristus. Kasih adalah sumber anugerah itu sendiri. Karena kasih Allah itu mendahului pertobatan manusia. 

Berikut ini liriknya:
Ku ada sebagaimana ku ada
Berdiri menghadap takhta-Mu, Bapa
Semua kar'na anug'rah-Mu
Yang t'lah s'lamatkanku

Ku hidup dalam s'gala kelimpahan
Ku layak untuk melayani Tuhan
Semua kar'na anug'rah-Mu
Tercurah bagiku

Reff:
Besar anug'rah-Mu
Berlimpah kasih-Mu
Semakin hari s'makin bertambah

Besar anug'rah-Mu
Ku hidup dalam s'gala kelimpahan
Ku layak untuk melayani Tuhan

Semua kar'na anug'rah-Mu
Tercurah bagiku

Besar anug'rah-Mu
Berlimpah kasih-Mu
Semakin hari s'makin bertambah

Besar anug'rah-Mu
Besar anug'rah-Mu
Berlimpah kasih-Mu
Semakin hari s'makin bertambah

Besar anug'rah-Mu
Semakin hari s'makin bertambah
Besar anug'rah-Mu
Besar anug'rah-Mu, Yesus
Besar anug'rah-Mu

Semoga semakin banyak lagu² rohani yang bisa membantu saya meresapi apa yang Tuhan sampaikan melalui firman-Nya. Untuk menyadari bahwa semuanya itu karena kemurahan Dia, tidak lain dan tidak bukan, hanya kekuatan kita, tapi hanya karena Dia. -cpr

#onedayonepost
#hiburanrohani
#youtube

Senin, 15 Desember 2025

Kenapa Yesus Lahir di Betlehem?

Wah kali ini ada hal yang menarik yang mau saya bagikan, saya juga baru memahaminya saat ini. Ternyata banyak hal² yang tidak kita sadari bahwa kelahiran Yesus Kristus itu memang sudah Allah persiapkan, bahkan jauh² dari waktu yang lampau, bahkan sejak manusia itu jatuh ke dalam dosa. 

Nah hal yang mau saya bahas ini adalah soal pertanyaan: Kenapa Yesus itu lahir di Betlehem? Kenapa Allah mengaturnya demikian, kenapa Betlehem jadi kota atau tempat yang dipilih sebagai kelahiran-Nya? 

Ilustrasi, Yesus Sang Anak Domba Allah, gambar disiapkan oleh chatgpt

Sebuah pertanyaan sederhana yang jika dijawab asal, ya itu memang Tuhan berkenan demikian untuk lahir di sana, karena kebetulan memang Maria dan Yusuf ada di tempat itu. 

Tapi sebenarnya tidak sesederhana itu. Kita telah mengetahui karya penyelamatan Allah, Injil telah sampai pada kita saat ini, kita bisa mengetahui bagaimana kasih karunia Allah ada pada kita, hanya oleh kasih Allah saja. 

Apa yang kita ketahui sekarang ini jika ditilik lagi ke belakang, semuanya itu tidak lepas dari rencana Allah itu sendiri pada manusia. Manusia tidak akan pernah bisa mengembalikan hubungan yang telah rusak karena dosa tanpa kasih Allah sendiri yang mengembalikan itu semua, kita tidak bisa dan tidak punya kuasa apapun, meski kita hidup baik dan benar sekalipun. 

Yesus kita kenal sebagai:
🕯 "Anak Domba Allah"
🕯 Yesus lahir sebagai manusia di kandang domba, di tempatkan di palungan dan dibungkus kain lampin
🕯 Yesus wafat di kayu salib untuk dosa² kita, dia adalah korban yang hidup, itu kenapa kita menganggapnya sebagai korban yang sejati

Selama ini tradisi umat Yahudi, kerap mengorbankan persembahan bakaran anak domba tak bercacat di mezbah Bait Allah. Pada masa Yesus, Yerusalem adalah pusatnya dan di sana Bait Allah berada.

Bahkan persembahan korban bakaran anak domba tak bercela itu sudah ada sejak jaman dahulu kala, orang Yahudi kerap melakukan itu untuk menyenangkan Allah. 

Kita balik lagi ke pertanyaan di atas tadi, nah lalu, kenapa Betlehem itu dipilih sebagai tempat kelahiran Tuhan Yesus Kristus? 


Jadi ada yang perlu kalian tahu. Seperti yang tadi saya bilang, ritual kurban persembahan anak domba itu sangat umum dilakukan masyarakat Yahudi. Menyembelih anak domba tak bercacat untuk korban bakaran. Anak-anak domba yang tak bercacat itu diperoleh dari mana? 

Ada yang dari ternak yang dimiliki sendiri, pelihara dan menggembala sendiri. Ada juga yang membeli atau memperoleh dari penggembala domba. 

Nah Kota Betlehem adalah kota yang dikenal pada masa itu sebagai penyuplai hewan ternak dalam hal ini domba, domba² yang digunakan untuk persembahan kurban bakaran di Bait Allah. Meski informasi ini tidak tercatat di Alkitab, namun catatan sejarah dan tradisi² yang ada menyatakan demikian, bahwa Betlehem adalah kota pemasok domba terbaik, yang dibutuhkan dalam prosesi persembahan korban bakaran. 

Betlehem punya karakter lingkungan perbukitan, dimana di sini subur ditumbuhi padang rumput,  nah ini sangat cocok untuk pemeliharaan domba atau hewan ternak. Sudah sangat lama dihuni komunitas gembala. 

Didalam Injil, dituliskan atau digambarkan suasana mengenai daerah Betlehem:
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. (Lukas 2: 8) 

Betlehem sendiri jaraknya tidak terlalu jauh dengan Yerusalem, kurang lebih 8-10 km. Sehingga domba² untuk korban bakaran bisa disuplai dari wilayah ini. Dimana domba² ini digunakan untuk acara: 
🐑 Korban harian (tamid): dua ekor anak domba untuk pagi dan sore
🐑 Korban Paskah: anak domba tak bercela disembelih pada malam Paskah
🐑 Korban nazar atau penebusan dosa: diatur sesuai hukum Taurat
🐑 Korban pentahiran: dilakukan pasca kelahiran dan kenajisan ritual

Nah bisa dibayangkan berapa seringnya domba digunakan dalam tiap kali ritual² keagamaan dalam tradisi Yahudi. Disitu kita bisa lihat begitu utamanya anak domba dalam tiap persembahan kepada Allah. Anak domba selalu dikorbankan untuk korban silih. 

Selalu saya sampaikan bahwa korban yang dipergunakan adalah domba tak bercela atau tak bercacat, hal ini seperti yang tertulis dalam Alkitab:
Juga apabila seseorang mempersembahkan kepada TUHAN korban keselamatan sebagai pembayar nazar khusus atau sebagai korban sukarela dari lembu atau kambing domba, maka korban itu haruslah tidak bercela, supaya TUHAN berkenan akan dia, janganlah badanya bercacat sedikit pun. (Imamat 22: 21) 

Dari sini sudah mulai terjalin kan arah dan maksud kenapa Yesus dilahirkan di Betlehem, sebagai tempat asal kurban² persembahan di Bait Allah. Sejak Yesus lahir itu pun sudah jadi tanda bahwa Yesus akan dikorbankan. 

Yesus adalah sungguh Anak Domba Allah, Dia tidak bercacat atau bercela, dia dikorbankan di kayu salib atas fitnah dan tuduhan yang tidak berdasar, Dia disalibkan oleh karena Dia 'diserahkan' oleh Yudas Iskariot dengan 30 keping perak. 

Pada saat Yesus akan dibaptis, Yohanes Pembaptis berseru:
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1: 29) 

Sehingga, Betlehem bukan sembarangan dipilih sebagai tempat kelahiran Sang Juruselamat. Karena semua yang Allah rencanakan didesign sempurna. Kita hanya mengetahui setelah semuanya terjadi, setelah kita semua membaca catatan kitab nabi² terdahulu, yang kini sudah dibuat menjadi Alkitab yang kita baca, kita bisa mengetahui serentetan karya Allah. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa hingga Allah mengembalikan hubungan antara manusia dengan-Nya. Karena bukan karena usaha manusia, tetapi karena kemurahan hati Allah, hubungan yang rusak itu dikembalikan oleh Dia dalam Yesus Kristus. Sejak itulah kita bisa kembali menyebut-Nya dengan sebutan Bapa, seperti orang tua dan anak, hubungan yang sangat dekat. 

Kota ini menghasilkan domba² tak bercacat dan bercela untuk korban persembahan yang menyenangkan Allah, itu usaha manusia. 

Dari kota ini pula, Allah sendiri ternyata menunjukan diri-Nya dalam rupa Yesus Kristus, bahwa kurban yang sejati itu melalui-Nya. Tidak ada jalan menuju Bapa tanpa melalui Yesus, karena Dia-lah Allah itu sendiri, pribadi Bapa yang turun menjadi manusia, sabda/firman yang telah menjadi daging, hidup seperti manusia, sengsara, wafat disalibkan. Meski Dia manusia, tapi Dia tidak berdosa sekalipun Dia disalibkan. Melalui Dia salib bukan lagi tanda kedosaan, melainkan lambang kemenangan, karena seharusnya kita menyalibkan segala kedosaan kita di sana (baca: salib). 


Jadi kenapa Yesus dilahirkan di Betlehem sebagai kota kelahiran? Itu memang rencana Allah untuk menggenapi karya-Nya. Bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah dan kebetulan karena Betlehem adalah daerah penyuplai domba² korban sembelihan, Dia yang lahir di Betlehem ini akan jadi tanda cinta kasih Allah bagi kita, Dia mau mengembalikan manusia kepada-Nya, Dia mengajarkan langsung bagaimana seharusnya manusia bisa kembali kepada Bapa kelak. 

Selain dikenal sebagai daerah penyuplai anak domba untuk korban persembahan di Bait Allah, kota ini juga dikenal sebagai 'rumah roti'. Secara teologis roti adalah sumber makanan, bisa diartikan sebagai sumber hidup. 

Yesus sendiri pernah berkata bahwa Dia-lah roti hidup:
Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tak akan haus lagi." (Yohanes 6: 35) 


Bener² sebuah plot twist yang saya baru ketahui sekarang ini, ternyata kelahiran Yesus itu bukan sekedar seremonial yang diulang setiap tahunnya, senang², hura² dengan segala pernak-perniknya, namun ternyata lebih dari itu. 

Masikah kamu tidak mempercayai Dia, Raja diatas segala Raja, empunya surga dan bumi. Hanya dalam nama Tuhan Yesus Kristus kita semua orang percaya diselamatkan tanpa, oleh karena kasih karunia-Nya. Berbahagialah bagi mereka yang tak melihat namun percaya. -cpr

#onedayonepost
#refleks
#iman
#informasi
#betlehem
#korbanbakaran
#korbansembelihan