Selasa, 30 Desember 2025

Menorah, Lilin Israel yang Terlihat di Perayaan Natal

Tahun ini saya full mengikuti perayaan Natal di Gereja Kristen, sudah beberapa perayaan Natal yang saya ikuti. Dalam perayaan itu saya melihat ada tempat lilin yang mirip seperti tempat lilin yang umum digunakan di ibadah keagamaan Yahudi. Saya menyebutnya 'lilin Israel'. Bahkan ketika kamu mengetikan menorah 🕎, logo simbolnya otomatis muncul. 

Ternyata tempat lilin ini punya nama istilahnya sendiri yaitu menorah. Pada postingan kali ini saya akan membahas soal menorah. 

Menorah adalah tempat pelita (kaki dian) bercabang tujuh, sangat penting dalam tradisi Yahudi. Kata 'menorah' sendiri berasal dari bahasa Ibrani yang berarti lampu atau pelita. 

Ilustrasi, gambar dibantu disiapkan oleh chatgpt

Bentuknya adalah satu lilin ditengah dengan tiga cabang di kiri dan kanan, sehingga membentuk formasi 7 pelita. Jika menurut Kitab Taurat, menorah ini dibuat dari emas murni. 

Nah jadi umum jika dimasa sekarang sering kita melihat menorah yang dipakai diperibadatan Kristen berwarna keemasan, untuk simbol yang diceritakan di atas tadi, yang pasti itu bukan bahan emas murni karena tidak mungkin juga membuat sekedar tempat lilin tapi dari bahan emas murni, harganya pasti mahal dan itu pasti dianggap barang berharga, berapa kg beratnya, dikalikan harga emas saat ini, sudah cukup fantastis untuk harga sebuah tempat lilin. 

Di Bait Suci Yerusalem, menorah menyala terus sebagai perlambang:
🕯 Terang Allah dan kehadiran-Nya
🕯 Hikmat Ilahi
🕯 Penciptaan (7 hari) 

Petunjuk pembuatan menorah ini ternyata tertulis secara rinci pembuatannya, yaitu pada Keluaran 25: 31 - 40.
"Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya - dengan tombolnya dan kembangnya - haruslah seiras dengan kandil itu. Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain. Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu - dengan tombol dan kembangnya - dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain - dengan tombol dan kembangnya -; demikianlah juga kau buat keenam cabang yang timbul dari kandil itu. Pada kandil itu sendiri harus ada empat kelopak berupa bunga badam — dengan tombolnya dan kembangnya. Juga harus ada satu tombol di bawah sepasang cabang yang pertama, yang timbul dari kandil itu, dan satu tombol di bawah yang kedua, dan satu tombol di bawah yang ketiga; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.Keluaran 25:36-40 (TB) Tombol dan cabang itu harus timbul dari kandil itu, dan semuanya itu haruslah dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni. Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya. Sepitnya dan penadahnya haruslah dari emas murni. Dari satu talenta emas murni haruslah dibuat kandil itu dengan segala perkakasnya itu. 
Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." 

Itu dia catatan mengenai menorah yang dalam teks Alkitab disebut sebagai 'kandil'. Itulah yang masih digunakan hingga saat ini, bahkan tradisi ini tetap lestari bisa kita jumpai pada Israel modern dan Kekristenan,  yang menggunakannya ketika perayaan Natal. 

Kembali ke sejarahnya, pada tahun 70 M ketika Bait Suci Yerusalem dihancurkan oleh Romawi, menorah emas yang dikisahkan pada Alkitab tadi dirampas dan dibawa ke Roma. Artinya ketika jaman Yesus, menorah itu ada di dalam Bait Suci.

Peristiwa ini terabadikan dalam Arch of Titus di Roma. Setelahnya fisik menorah yang asli ini hilang dari sejarah, terabaikan seperti layaknya barang rampasan perang, hilang entah dilebur menjadi perhiasan, jadi apa entah tidak lagi dianggap berharga. 

Namun simbol menorah ini tetap ada seperti yang saya jelaskan di atas tadi, kita bisa menjumpainya di Sinagoga Yahudi, naskah² seni Yahudi, hingga pada lambang negara Israel modern. 

Ilustrasi dibantu dibuatkan chatgpt

Dalam Alkitab sendiri selain tertulis dalam Kitab Keluaran, ada juga tersebut benda atau simbol serupa menorah, yaitu tercatat di Kitab Wahyu, yaitu istilah "7 kaki dian emas".

Tertulis dalam Kitab Wahyu 1: 12 - 20,   yang isinya berbunyi demikian:
Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.
Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. 
Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.  
Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.  
Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan Kerajaan maut. Karena itu tuliskanlah  yang telah kau lihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini. Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kau lihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."


Jumlahnya sama² tujuh. Lalu apa itu kaki dian?  Kaki dian adalah tempat atau penopang pelita atau lampu,  serupa dengan menorah kalau kaki dian tiang pelita ini berdiri sendiri² sebanyak 7 buah. 

Gambaran dari apa yang tertulis dalam Kitab Wahyu, gambar dibantu disiapkan chatgpt

Yesus sendiri pernah berfirman dengan perumpamaan dan menyinggung soal istilah 'kaki dian', yaitu pada Matius 5: 15, tertulis demikian:
"Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Baik menorah dan kaki dian yang Yesus dan Rasul. Yohanes maksudkan adalah sama fungsinya sebagai sumber terang. Pada perumpamaan itu, Yesus menyampaikan agar iman kita, tidak disimpan saja tetapi di tempatkan di tempat dimana bisa menerangi semua orang, supaya banyak orang yang melihat kita akhirnya mengenal siapa Bapa kita dan memuliakan-Nya. 


Oh iya melenceng sedikit dari bahasan, barang kali kalian menemukan tempat pelita mirip seperti menorah, namun bercabang 9, itu disebut 'hanukkiah' umum digunakan dalam tradisi dan budaya Yahudi saat perayaan Hanukkah. 

Ini ilustrasi hanukkiah, jadi biar gak bingung. Gambar dibantu disiapkan chatgpt

Dalam  teologi Kekristenan, terang itu adalah Yesus Kristus sendiri, sedangkan dalam tradisi Yahudi, mereka melanjutkan tradisi yang Allah nya perintahkan dahulu, seperti tertulis dalam Kitab Keluaran, mereka membuat menorah atau hanukkiah sebagai simbol terang. 

Sedangkan orang² Kristen Yesus ajak untuk menjadi terang dalam dirinya masing² karena dalam kita ada Dia, dan kita dalam Dia, sehingga sudah selayaknya kita menjadi terang bagi dunia dimana kita hidup. 

Akhir kata, jadi ketika kalian melihat tempat lilin seperti yang digambarkan pada postingan ini kalian jadi tahu apa namanya dan bagaimana sejarahnya berdasarkan Alkitab, jika pun menemukan yang serupa tapi dengan cabang lebih banyak apa namanya pun sudah tahu, kemudian ada pula bentuk lainnya yang kita yakini dalam teologi Kekristenan soal kaki dian, itu pun kalian sudah bisa memahaminya. 

Semoga postingan ini bisa menambah wawasan seputar Kitab Suci dan iman Kekristenan, sekali lagi bukan sekedar simbol saja namun ada makna teologis iman dari situ, terutama bagaimana kita diajak untuk menjadi terang itu, seperti Yesus Kristus Sang Terang itu sendiri. Tuhan Yesus memberkati kita semua. -cpr

#onedayonepost
#menorah
#kakidian
#informasi
#iman
#sejarah
Previous Post
Next Post

http://bit.ly/cocoper6

0 komentar: