Sabtu, 13 Desember 2025

Penggambaran Kandang Yesus yang Salah? Apa Memang Salah Sih? Rasanya Tidak!

Saat ini di jaman modern, kita sering melihat gambaran kandang Natal yang beragam, ada yang seperti murni kandang ternak, ada yang menyerupai gua batu, ada yang berdesign seperti UFO dll., banyak sekali tematik kandang Natal pada masa modern saat ini. 

Biasanya gereja menyesuaikan dengan isu global yang terjadi saat itu, jadi dekorasi Natal bisa sangat beragam dan bervariasi, ini memberikan kekhasan pada momen Natal di berbagai tempat di belahan dunia. Penggambaran dekorasi Natal itu bisa membawa pesan tertentu, bahwa Yesus itu lahir di tengah-tengah kita yang punya banyak isu permasalahan yang berbeda-beda. 

Lalu apa itu salah? 

Ilustrasi, dekorasi Natal cartoon. Gambar diambil dari Google

Hmm rasanya tidak ya!

Yang terpenting menurut saya adalah esensi dari perayaan Natal itu sendiri, kita terkadang hanya terpaku pada otentikfikasi saja, oh karena gak sesuai Alkitab itu salah, kalau tidak begini itu keliru. 

Okelah itu boleh² saja, karena orang Kristen harus pintar memahami sejarah, tapi gak perlu juga jadi ajang 'salah-menyalahkan' atau keliru-mengkelirukan, saya agak kurang sependapat dengan video ini. Dengan cara yang sama juga akhirnya bisa dikembalikan ke ybs., bisa saja anda juga keliru. 
Apapun design atau tematik kandang Natal itu bebas saja, bisa beragam menyesuaikan isu global yang terjadi saat itu, justru ini menunjukan bahwa Yesus itu lahir dibanyak jaman atau dibanyak momen dan dihati siapa saja.

Jadi itu bukan suatu salah atau benar, kecuali niatnya memang buruk, mendekorasikan Natal tapi niatnya melecehkan. Seperti yang terjadi di sebuah pemeran di Eropa sana pas pada saat momen menyambut perayaan Natal. 

Sekedar informasi, pada jaman Yesus di tanah Israel sana: seperti apa sih bentuk kandang domba yang umum di masyarakat saat itu? 

Ini harus kita pisahkan dulu dengan kebudayaan di Indonesia ya! Dimana kalau di Indonesia, gambaran kandang domba, kambing atau sapi ternak itu seperti bangunan semi permanen, terbuat dari kayu atau bambu, ada yang beratap jerami atau genteng gerabah, atau seng atau apapun itu, ya itulah gambaran kandang dibudaya kita. Itupun dibangun atau dibuat terpisah dengan rumah utama si pemilik kandang, malah dibuat jauh dari rumah si empunya kandang. 

Ini bisa berbeda antara satu budaya dan budaya negara lain, jadi jangan dipukul rata kalau mau bikin kandang Natal itu harus seotentik jaman Yesus dulu, gak begitu konsepnya.

Kembali ke intinya, Yesus itu lahir dengan simbol kesederhanaan, padahal Dia itu adalah Tuhan, Dia itu firman-Nya yang menjadi manusia, serupa dengan kita manusia, hanya Dia tidak berdosa sedangkan kita orang berdosa, Dia ingin merasakan penderitaan kita manusia, dan Dia punya misi mengajarkan apa yang harus kita lakukan menghadapi penderitaan itu. 

Oke balik lagi ke konteks bahasan postingan kali ini. Kita bahas soal model kandang ternak pada jaman abad pertama di tanah Yudea. 


Di Israel kandang domba yang paling umum adalah di lapang terbuka, berbentuk oval atau melingkar, dengan dindingnya disusun dari batu alam tanpa disemen. Tinggi dindingnya sekitar 1 - 1,5 meter dari tanah. Umumnya tidak beratap, alias langsung beratapkan langit. Dengan akses satu pintu berukuran pas untuk hewan ternak itu. 

Biasanya gembalanya berjaga di ambang pintu kandang. Ini identik seperti firman yang Yesus sampaikan, yang menggambarkan apa yang terjadi di budaya masyarakat saat itu, di Israel. 

Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu." (Yohanes 10: 7) 

Yesus kita kenal sebagai gembala yang baik, Yesus mengumpamakan diri-Nya adalah gembala itu dan situasi dan kondisi penggembalaan ya tergambar dalam budaya masyarakat Israel saat itu. Dimana para gembala sangat umum berjaga di pintu kandang domba.

Perihal Yesus adalah gembala yang baik itu tertulis dalam Alkitab:
"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu." (Yohanes 10: 11 - 12)

Di atas tadi penjelasan gambaran pertama model kandang domba atau ternak jaman Yesus saat itu. 

Gambaran kedua kandang domba jaman Yesus adalah kandang domba atau ternak yang menyatu dengan rumah.

Di desa atau kota kecil seperti Betlehem misalnya, umum juga ditemukan kandang domba yang menyatu dengan rumah keluarga. Biasanya itu ada di bagian bawah atau samping rumah. Pada bagian atas dijadikan ruang tinggal keluarga atau jika di bagian samping berarti sisi sebelahnya adalah ruang tinggal keluarga. Kadang hanya dipisahkan sekat batu atau tanah tinggi.

Nah poin yang dianggap kita selama ini keliru terhadap ilustrasi dari dekorasi Natal dalam video tersebut mengambil ayat dari Injil Matius:
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (Matius 2: 11)

Di sini si konten kreator membahas dari ayat tersebut, dia mengkritisi soal 'rumah', menurutnya saat itu Yesus ditemui kondisinya bukan seperti 'kandang' yang dekorasinya umum kita lihat, menurut dia ini salah kaprah alias keliru.

Padahal tidak tepat jika dia mengkritisi demikian hanya dari satu ayat saja. Pengantar dia tidak tepat, jika dia mau membahas bahwa waktu ketika 3 majusi datang menemui kanak-kanak Yesus itu adalah bukan saat Yesus masih bayi, tetapi ketika Yesus sudah berusia 1-2 tahun (misalnya sesuai dengan asumsi si konten kreator ini), seharusnya menggunakan pengantar yang lain, jangan mengkelirukan soal pembuatan ilustrasi² Natal yang menggambarkan bentuk kandang Natal. 

Sehingga terkait konteks 'kandang' dan Yesus lahir di kandang domba lalu diintepretasikan oleh banyak budaya soal kandang natal yang kita lihat saat ini, justru itu tidaklah keliru. Inilah yang saya re-action kembali dipostingan, kurang tepat saja sih apa yang disampaikan konten kreator itu.

Kalau mencoba memahami kembali maksud konten kreator ini, mungkin adalah gambaran 3 orang majus yang datang ke kandang natal ketika Yesus masih bayi itu kurang tepat, it's okelah. 

Karena menurutnya jika berdasarkan Alkitab, 3 majus itu menemui Yesus dan keluarganya di rumah. Kemudian, 3 majus itu berasal dari timur dan mereka melakukan perjalanan darat dengan jalan kaki, tidak mungkin butuh waktu yang singkat, otomatis butuh waktu yang lama ketika mereka tiba menemui Yesus, bisa saja Yesus sudah tidak bayi lagi, diperkirakan menurut konten kreator itu sudah berusia 1-2 tahun.

Tetapi yang saya re-action, bisa saja 'rumah' itu ya bisa merujuk rumah yang ada kandang dombanya, seperti yang mungkin ada terjadi pada budaya masyarakat Israel kala itu, karena itu rumah ada kandang dombanya di bagian bawah rumah atau samping rumah, sehingga yang digambarkan banyak budaya soal ilustrasi kandang Natal itu ya sudah sesuai alias tidak keliru. 

Karena begini, pada Injil lain, soal Yesus lahir di palungan pun tertulis di sana:
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. (Lukas 2: 6 - 7)

Di sana memang tidak tertulis kandang, tetapi palungan, dimana palungan adalah tempat makan untuk hewan ternak (domba), dimana palungan itu berada ya di dalam kandang domba, tidak mungkin juga di meja makan di dalam rumah. Tetapi kandang domba bisa saja ada di salah satu bagian rumah seperti umum pada budaya masyarakat Israel kala itu. Rumah-rumah abad pertama di Yudea rata-rata demikian.

Ilustrasi, ketika 3 majus menemui kanak Yesus. Gambar diambil dari Bing


Nah bisa saja di sinilah kata 'rumah' yang dimaksud di Injil Matius tadi, bisa di rumah yang sama ketika Yesus lahir bahwa 3 orang majus itu bertemu Yesus setelah Yesus berusia 1-2 tahun, karena butuh waktu perjalanan dari timur menuju Betlehem dengan berjalan kaki.

Kisah 3 majus ini hanya ada di Injil Matius, disebutkan pada beberapa ayat:
- Matius 2: 1
- Matius 2: 7
- Matius 2: 13
- Matius 2: 16

Pada Matius 2: 13, Yusuf, Maria dan Yesus pergi ke Mesir itu setelah mendapatkan mimpi untuk membawa Yesus ke Mesir. Mimpi itu terjadi setelah orang majus itu berangkat setelah habis menemui kanak-kanak Yesus. Jadi bukan bertemu di Mesir atau bertemu di tempat lain 'di rumah' yang bukan rumah kelahiran Yesus itu (kandang domba).

Jadi soal dekorasi yang dimaksud dianggap keliru oleh konten kreator itu tidak tepat. Jika dekorasi, gambar atau apapun itu menggambarkan demikian itu bukan semata-mata, menyalahi apa yang ditulis di Alkitab, jangan mikir ke sana, itu hanya ilustrasi saja.

Yang penting itu makna apa yang tertulis di Alkitab itu bagaimana, jika mau disesuaikan dengan keadaan sesungguhnya, yang dikatakannya juga gak tepat. Mungkin yang tepat adalah bisa saja Yesus ditemui itu ketika usianya 1-2 tahun, tidak bayi baru lahir, itu bisa saja.

Lalu kemudian bisa juga ketika sesudah lahir, Yusuf dan Maria membawa Yesus ke rumah yang layaknya rumah, bukan rumah yang ada kandang dombanya, itu ya bisa saja, namun kan di Alkitab tidak tertulis demikian, tidak ada catatan mereka pindah tempat, kecuali setelah Yusuf mendapatkan mimpi, mereka pindah ke Mesir, otomatis pindah tempat tinggal dong.

Jadi kesimpulannya, 3 majus memang bertemu Yesus di rumah, tetapi memang penggambaran rumah di jaman itu bisa difungsikan dibagian lainnya sebagai kandang ternak, Yusuf keluarganya mendiami bagian lain di rumah itu yang diperuntukan untuk kandang domba, jadi benar jika Yesus memang lahir di kandang domba dan penggambaran atau ilustrasi banyak budaya hingga budaya saat ini menggambarkan demikian, dan itu tidak keliru.

Jadi jika dia (konten kreator) mau mengajak kita berpikir soal pemahaman soal kapan Yesus (usia berapa) ditemui oleh majus itu, bisa memulai bukan dari kata 'rumah' tadi, justru dia harusnya jelaskan soal time line kedatangan majusnya. Karena itu tidak keliru, justru dia yang keliru memahami budaya masyarakat Yudea pada abad pertama, bahwa di rumah itu bisa ada kandang ternak di bagian lain di rumah itu.

Kita orang Kristiani itu memang harus kritis dan memahami sejarah dengan benar itu harus, karena iman kita bukan sekedar percaya, tapi karena memang apa yang kita percayai dan yakini dan imani ini memang sungguh-sungguh terjadi, bukan rekaan atau karangan nabi yang mendongeng atau menyalin kisah-kisah nabi-nabi terdahulu lalu disesuaikan dengan budaya Arab.

Ini re-action saya terhadap video itu, saya kurang setuju saja dengan pendapatnya yang mengkelirukan ilustrasi kandang natal atau gambaran-gambaran ilustrasi natal yang dia maksudkan di video itu.

Jika ada yang punya pendapat lain memahami video tersebut, mohon dijelaskan dikolom komentar, soalnya saya ingin tahu juga dari sisi pov yang lain memahami apa yang disampaikan divideo tersebut. -cpr

#onedayonepost
#re-action
#opini
#informasi
#majus
#natal
Previous Post
Next Post

http://bit.ly/cocoper6

2 komentar:

  1. Soal ini sy gak setuju dg konten kreator rohani ini, tapi untuk konten yang lain oke bisa digerima, tapi khusus satu ini sih sy gak setuju.

    BalasHapus
  2. Ternyata, menurut tradisi yang bersumber dari para rasul dan catatan² sejarah, Yesus dilahirkan di sebuah gua yang memang dipergunakan sebagai tempat istirahat hewan ternak dan gembala. Jadi bukan definisi kandang seperti yang kita intepretasikan.

    Namun Alkitab menuliskan 'rumah'. Kalau kita menganggap semua itu benar, bisa saja gua itu ada di bagian bawah rumah, dimana tempat itu dipergunakan untuk hewan ternak. Mengingat di sana perumahan dibangun diatas bukit² dan bisa saja dibawahnya itu ada sebuah pondasi seperti gua.

    Istilah 'gua natal' lebih sering digunakan pada masa awal Kekristenan daripada 'kandang natal'. Hironimus sebagai penerjemah Alkitab pun menulis kan 'gua' dalam suratnya. Karena gua itu tidak jauh dari tempat tinggal Hironimus.
    Hingga akhirnya diatas gua itu dibangun gereja kelahiran Tuhan.

    BalasHapus