Sabtu, 10 Januari 2026

Melihat Ciri Khas Gereja Kristen Protestan dan Gereja Kristen Pentakosta Karismatik

Ketika dulu saya masih seorang Kristen Katolik (Roma), saya menilai dari pov saat itu bahwa Kristen Protestan semuanya sama, ya sama seperti Katolik Roma yang dimana-mana sama, tapi ternyata tidak demikian, jadi di dalam tubuh komunitas Kristen Protestan yang tertulis di kolom agama pada KTP, di dalamnya ada banyak lagi sub² Kekristenan dari berbagai denominasi. 

Salah satu aliran besarnya ada Pentakosta Karismatik, Lutheran, Calvinis dll. Dan saya ternyata itu ada di kelompok komunitas Kristen dengan aliran Pentakosta Karismatik. Sedangkan ada teman saya juga di KTP nya tertulis Kristen Protestan namun alirannya berbeda dengan saya yaitu GKJW dan ada pula yang GKI. 

Ilustrasi, infografis disiapkan oleh chatgpt

Ketika kami berdiskusi tentang Kekristenan Protestan, ternyata setelah diselidiki dan dipahami lebih dalam, ada hal pembeda di dalamnya. Meskipun dasar teologisnya sama.

Di sini kita tidak memasukan komunitas Saksi Yehuwa dan Gereja Orang Suci Jaman Akhir ke dalam Kekristenan ya, itu kenapa saya coret mereka dari Kekristenan. Tapi kita tidak akan bahas hal itu sekarang. 

Kita kembali ke topik, lalu apa sih yang membuatnya punya ciri khas yang berbeda satu sama lainnya? 

Jadi kita akan melihat secara teologis, liturgis dan spiritual. 

Gereja Kristen Protestan arus utama, seperti yang saya sebutkan tadi di atas contohnya GKI, GKJW dan gereja lain yang tidak saya sebutkan, lahir berasal dari reformasi abad ke-16, dipicu reformator gereja di Eropa yang bernama Martin Luther dan pada periode lainnya ada John Calvin. 

Lalu kemudian masuk ke Indonesia melalui zending Belanda. 


Teologi yang dibawa sangat kental dengan Teologi Reformed. Dengan ciri khas: tradisi gereja mapan, terikat pengakuan iman klasik, serta fokus pada pendidikan teologi dan etika sosial. 

Sedangkan gereja denominasi lain yang dalam hal ini aliran Pentakosta Karismatik, saya beri contoh di sini ada GPdI, GBIS, GBI, GKRI dan banyak lagi gereja lainnya, bermula dari sebuah acara kebangunan rohani di Azusa Street,  Amerika Serikat pada tahun 1906.

Berawal dari pengalaman spiritual langsung, aliran Pentakosta Karismatik mulai berkembang, hingga tiba di Indonesia pada kisaran abad ke-20. Dimana aliran ini berkembang dari pengalaman spiritual akan Roh Kudus. 




Dari sisi liturgi atau ibadah, Kristen Protestan arus utama GKI, GKJW punya ciri khas ibadah dengan liturgi yang tertata dan tenang, nyanyian Mazmur dan Kidung Jemaat, dengan ekspresi emosional terbatas. 

Sedangkan Kristen aliran Pentakosta Karismatik, ciri khas ibadah yang dinamis dan ekspresif, pujian yang panjang dengan musik iringan band, jemaat diajak untuk mengekspresikan pujian dengan mengangkat tangan, tepuk tangan, hingga menghayati tiap pujian dengan hari tangis.  Ada pula tarian dari tim tamborine. Selain itu ditekankan pada nubuat dan doa syafaat spontan. 


Bagi Kristen Protestan arus utama aliran Reformed, pengakuan iman merupakan suatu hal yang wajib dan formal, tetapi bagi Kristen aliran Pentakosta Karismatik pengakuan iman tidak terlalu ditekankan, ketika mengakui Yesus dan memberi diri dibaptis itu adalah bentuk pengakuan iman, serta hidup meninggalkan kehidupan yang lama karena telah dosa lama telah ditenggelamkan ketika baptisan.

Persamaan keduannya adalah soal sakramen, dimana baptisan dan perjamuan kudus jadi yang utama. 

Bagi Kristen Protestan arus utama, iman = percaya + memahami, sedangkan Kristen aliran Pentakosta Karismatik, iman = percaya + mengalami. 

Gereja dianggap sebagai penjaga ajaran bagi Kristen Prostestan arus utama, sedangkan bagi aliran Pentakosta Karismatik gereja adalah komunitas kuasa Roh. 

Tidak ada perbedaan dalam pemahaman Injil, yang membedakan hanya akses spiritual dan cara beribadahnya saja, selama tidak melenceng dari dasar Teologi Kekristenan, hal pembedanya hanya sejauh pada pemahaman ritual ibadah saja, memahami firman dengan cara berbeda tapi tidak merubah dasar teologinya, seperti yang dilakukan Saksi Yehuwa dan Gereja Suci Jaman Akhir. 


Sebagai penutup kesimpulannya, Gereja Kristen Protestan secara umum menekankan pada Otoritas iman ada pada firman saja, karena gereja bisa lahir kapan saja dan dimana saja. 

Segitu saja deh sharing² sedikit, kembali saya tegaskan, bahwa ini hanya soal bagaimana cara beribadah saja, karena Yesus Kristus datang tidak mengajarkan cara beribadah dengan harus ini itu, yang utama adalah apa yang Yesus ajarkan. Manusia punya kehendak bebas untuk memahami ajaran-Nya, dengan cara apa pun, dengan ajaran yang satu yaitu dari Yesus Kristus sendiri. -cpr

#onedayonepost
#iman
#gbis
#gkri
#informasi
Latest
Next Post

http://bit.ly/cocoper6

0 komentar: