Ketika saya awal² menjadi Kristen Protestan aliran Pentakosta, saya mulai dikenalkan pada pujian² penyembahan atau praise & worship song. Nah saking banyaknya musik² rohani, ada sebuah kata yang saya kira itu adalah genre musik, 'hillsong', sebuah musik yang diperuntukan untuk penyembuhan rohani. Iya itulah yang saya maknai ketika saya mendengar kata itu, 'hillsong'.
Tapi setelah saya menonton sebuah video YouTube dokumenter yang mungkin agak satir dan 'menelanjangi', saya baru tahu bahwa 'hillsong' adalah nama sebuah gereja, tepatnya Big Church atau malahan Mega Church yang meng-global, yang dikenal dunia pada jamannya.
Dari video yang saya tonton itu akhirnya saya penasaran mengenal sejarah gereja ini, meskipun di video dokumenter itu diceritakan juga awal mula sejarahnya gereja itu lahir, dari benih kecil hingga menjadi gereja yang besar dan mendunia, bahkan menjadi trend center gereja² lain di dunia bahkan di Indonesia, dimana tata kelola dan style nya serupa tapi tak sama dengan Gereja Hillsong ini.
Mari kita bahas mengenai gereja ini. Oh ya video yang saya tonton nanti akan saya sajikan diakhir postingan ini, biar kalian tonton, bukan untuk mencela atau membuat keyakinan jadi terombang-ambing, tidak demikian, tapi untuk jadi bahan refleksi saja. Meskipun video itu bisa saja dibuat sebagai misi melumpuhkan iman, untuk membenarkan suatu paham tertentu, agnostik atau bahkan atheis.
Tapi bukan ke sana arahnya, tapi kita belajar melihat sejarahnya, bukan skandalnya. Oke, sepakat? Kalau gak sepakat ya gak apa², toh ini kita belajar memahami sejarah, dimana gereja kecil bisa menjadi gereja besar bahkan mega, bahkan menjadi pusat percontohan tata kelola gereja² lain hingga saat ini.
Hillsong adalah Mega Church asal Australia. Sebelum menjadi gereja yang besar kala itu, bermula dari sebuah gereja kecil yang jemaatnya masih bisa dihitung dengan 'sempoa'.
Gereja ini berakar dan bermula dari tradisi atau aliran Pentakosta, tepatnya Australian Christian Churches (ACC). Merupakan bagian dari Gereja Assemblies of God.
Awal mukanya dikenal sebuah gereja bernama Sydney Christian Life Centre, didirikan oleh Pdt. Frank Houston di Sydney pada tahun 1977. Frank Houston punya anak yang bernama Brian Houston, dia juga seorang pendeta.
Pada tahun 1983, Brian Houston bersama istrinya Bobbie Houston, mereka menggembala di gereja yang sebelumnya bergabung dengan gereja ayahnya yaitu Sydney Christian Life Centre cabang Baulkham Hills, dengan nama Hills Christian Life Center, di sana Brian punya jemaat kecil sebanyak 45 orang, memanfaatkan bangunan sebagai gerejanya di aula sekolah umum.
Nama Hills diambil dari tempat dimana gereja itu tumbuh, yaitu Baulkham Hills, sebuah tempat di pinggiran barat laut Sydney. Hingga pada akhirnya nama Hillsong lebih dikenal, hingga mendunia karena karakternya yang akrab dengan musik praise & worship nya.
Sejak gereja ini ada, dari 45 jemaat inilah gereja ini terus berkembang. Dimana gereja ini bermula dari tata ibadah dengan pendekatan pujian dan penyembahan kontemporer (praise & worship). Pendekatan ini berhasil menarik animo anak² muda untuk ke gereja.
Gereja ini semakin dikenal dipantik ketika tahun 1986 dimulailah Konferensi Hillsong tahunan, yang mana hal ini akhirnya menjadi fenomena global.
Gereja 'Hillsong' pada waktu itu punya cara ibadah yang menarik, sehingga menarik animo kaum muda kala itu, dengan praise & worship yang dikemas seperti layaknya konser musik, dengan full pengiring musik dengan grup band, sound system yang baik dan lampu panggung yang mendukung serta video tron yang menarik sebagai background 'altar'.
'Altar' yang saya maksud di sini adalah panggung tempat dimana worship leader memimpin jalannya ibadah dan tempat seorang pendeta juga menyampaikan firman-Nya.
Pada awal tahun 1990-an, 'Hillsong' Church mulai go to international, mulai membuka cabang gereja di negara lain. Seperti di London dan Kyiv pada tahun 1992. Saat itu, Hillsong masih bukan sebutan untuk gereja, karena nama gerejanya adalah Hills Christian Life Centre.
Pada tahun 1999, Hills Christian Life Centre bergabung dengan Sydney Christian Life Centre dibawah kepemimpinan Pdt. Brian Houston. Setelahnya pada tahun 2001 mergernya kedua gereja ini membuatnya berubah nama menjadi Hillsong Church. Pemilihan nama ini dikarenakan 'Hillsong' sudah sangat dikenal di kalangan jemaat kala itu, ibarat sebagai brand rohani yang mendunia.
Sejak saat itu, pada tahun 2000-an, Hillsong Church mulai menyebar ke negara² lain di dunia seperti Russia ๐ท๐บ, South Africa ๐ฟ๐ฆ, Sweden ๐ธ๐ช, Israel ๐ฎ๐ฑ, Kanada ๐จ๐ฆ , Meksiko ๐ฎ๐น, Amerika Serikat ๐บ๐ธ dan beberapa negara lainnya.
Pada tahun² itu worship music menjadi suatu fenomena, ministry musik 'Hillsong' menjadi fenomena global yang mendunia, termasuk sampai ke Indonesia ๐ฎ๐ฉ. Brand Hillsong Worship dan Hillsong United tidak asing di pendengar musik rohani kala itu.
Pada tahun 2018 Hillsong Church secara resmi keluar dari struktur komunitas Australian Christian Church dan menjadi denominasi tersendiri, meskipun akar aliran Pentakosta nya masih kental.
Banyak artis, publik figur dunia yang menjadi daya tarik gereja ini, disamping tata ibadahnya yang berhasil membuat jemaatnya merasa mampu menghadirkan Tuhan ketika praise & worship.
Style Hillsong Church ini pada akhirnya diadaptasi banyak gereja di Indonesia, meski tidak diakui secara resmi, namun cara, tata cara ibadah dan gayanya serupa jika diamati dari luar, gereja mana saja?
Sebut saja GBI (Gereja Bethel Indonesia), JPCC (Jakarta Praise Community Church), GMS (GBI Mawar Sharon), Bethany Church, IFGF (International Full Gospel Fellowship), GSJS (Gereja Sidang Jemaat Setempat), ada juga GSJA (Gereja Sidang Jemaat Allah). Itu dia gereja² yang secara style mirip dengan Hillsong Church dari sisi style atau gaya Penginjilannya.
Ciri khas Penginjilan Hillsong Church antara lain:
๐ Penginjilan relasional
๐ Musik dan ibadah sebagai pintu masuk Injil
๐ Penginjilan lewat budaya kota (menjaring kaum muda)
๐ Media, branding dan konsistensi global
๐ Khotbah praktis bukan debat doktrinal
๐ Komunitas sell jadi mesin Penginjilan
๐ Penginjilan global yang kontekstual
Itulah kira² sedikit ya sejarah mengenai Hillsong Church. Saat ini gereja ini masih ada dan melakukan Penginjilannya di berbagai belahan dunia, masih dikenal sebagai gereja yang modern.
Meskipun pada tahun 2021/2022 pemimpin gerejanya yaitu Brian Houston tersandung skandal pribadi, yang juga melibatkan ayahnya, yang pada akhirnya membuat guncangan pada gereja ini. Meski begitu gereja ini terus berbenah memperbaiki dirinya sendiri dari dalam. Gereja ini masih eksis hingga saat ini, pengaruhnya masih ada, dimana bagi orang muda Kristen, Hillsong gak akan pernah hilang dari ingatan mereka, apalagi lagu² rohani dengan label Hillsong pasti akan teringat terus.
Sesuai janji saya, saya akan berikan video yang pernah saya tonton soal dokumenter mengenai Hillsong Church. Ingat saya tekankan lagi, ini bukan untuk mengguncang pandangan iman mu soal cara beribadah, tidak sama sekali, tidak ada maksud apapun, hanya belajar melihat proses sejarah, memahami bagaimana gereja bertumbuh.
Gereja perdana pun tidak lahir dengan kemudahan, banyak hal yang terjadi ditubuh gereja, tapi karena itulah gereja semakin besar dan kuat, bukan terpecah tapi semakin berakar kuat, walaupun berbeda cara ibadahnya, percaya bahwa Yesus nya tetap sama, yang membedakan cuma cara beribadah yang, tapi satu hal, jangan sampai melupakan esensi atau inti dari ajaran Kristus, dengan dalil² pribadi untuk membenarkan globalisasi yang salah.
Segitu saja dulu, sampai jumpa dibahasan seputar iman Kekristenan. -cpr
#onedayonepost
#hillsongchurch
#sejarah
#informasi
#youtube

0 komentar: