Minggu, 18 Januari 2026

[Firman] Menciptakan Damai dalam Keluarga

Mengawali pekan dipertengahan Januari 2026, saya kembali diberikan pesan firman yang baik, untuk bekal mendirikan keluarga Kristus. 

Firman Tuhan ini disampaikan oleh Ibu Pdm. Trifena Stefanus pada tanggal 18 Januari 2025 dalam ibadah raya ketiga disore hari, pesannya adalah "menciptakan damai dalam keluarga".

Karena memang saat ini banyak permasalahan dimana masalah keluarga jadi bibit awal kehancuran, dimana suami istri dan anak-anak pada akhirnya tercerai berai, tidak ada damai di dalamnya, akhirnya pada memilih jalannya masing-masing. Sedangkan menurut Allah, keluarga yang dibangun itu tidaklah boleh sampai hancur tercerai berai, hanya maut yang memisahkan, tapi bukan hancur tercerai berai. 

Ilustrasi dibuatkan oleh chatgpt

Catatan ini saya sarikan dari firman yang saya terima, masuk melalui telinga dan kemudian saya pahami dengan hati, semoga apa yang saya serap ini sesuai dengan apa yang firman Allah sampaikan melalui Ibu Pdt. sore ini. 

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus (Roma 5: 1) 

Ada satu hal yang perlu diketahui, bahwa damai itu tidak bisa datang dari luar, melainkan diciptakan dari dalam. 

Damai itu diciptakan oleh keluarga itu sendiri, bukan datang dari luar. 

Dan damai sejahtera itu akan terjadi jika hidup kita dibenarkan. Hidup yang benar menurut Allah, bukan menurut diri kita sendiri. 

Kita yang dibenarkan itu karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah Tuhan kita, oleh karena Yesus Kristus. 

Lalu, dari mana memungkinkan kebenaran itu akan menciptakan Damai? Karena sebenarnya akibat kebenaran itulah akan datang ketenangan dan ketentraman

Di mana ada kebenaran  di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya. (Yesaya 32: 17) 

Dimana ada kebenaran maka akan ada ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya. Kebenaran yang datang dari Allah saja, bukan kebenaran dari manusia atau bahkan diri kita yang merasa benar. 

Contoh hidup benar: tidak berkompromi dengan dosa

Lalu bagaimana kita mengatasi konflik yang muncul di dalam keluarga?  

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Galatia 5: 22 - 23) 

Apabila ada konflik dalam keluarga, yang perlu adalah penguasaan diri, termasuk buah² roh. Ada baiknya juga kita mengalami atau bahkan menghasilkan buah-buah roh itu seperti kasih, sukacita, Damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kesetiaan, kebaikan, kelemah lembutan, dan penguasaan diri. Namun satu hal ketika mengalami konflik dalam keluarga, yang terutama adalah bagaimana kita bisa melakukan penguasaan diri. 


Pasangan hidup akan terus bersama. Tetapi anak belum tentu akan terus perhatian. Sehingga ciptakan hubungan harmonis dengan pasangan, karena pasangan yang akan bersama kita selama-lamanya. 

Apa yang harus kita perbuat demi menciptakan damai itu dalam keluarga? 


#1 Hubungan diantara kita sesama manusia harus didasari ketulusan dan kemurnian yang berasal dari Allah (kasih karunia Allah), bukan dari hikmat duniawi. 

Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah. (2 Korintus 1: 12) 


#2 Lepaskan pengampunan
"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6: 14 - 15) 

Sehingga mengampuni adalah hal terpenting dalam bagian ini dan bagian yang tidak kalah penting dalame menjaga relasi hubungan adalah meminta maaf. Apabila sudah ada permohonan maaf hendaknya kita bisa mengampuni. Malah terkadang pengampunan lahir ketika tidak ada permohonan maaf pada kita.


#3 Jangan berikan tempat pada iblis
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. (Efesus 4: 26 - 27) 

Iblis akan berusaha menghancurkan keluarga Kristen. Karena kita memberi tempat pada iblis. Contoh kemarahan yang membuat dosa: - misalnya marah dengan mengumpat, mengutuk, makian, atau juga menghancurkan. 

Lihatlah sampah: merupakan sisa, kotor, bekas, hal yang bau dan menjijikan. Sampah itu tidak berguna, menimbulkan penyakit, lalat, semua hal yang buruk. Jadi jangan simpan sampah dalam diri kita. Tapi bersihkanlah semua itu dan buanglah ke tempatnya keluar dari diri kita. 

Bangunlah 'mezbah keluarga' dalam keluarga masing². Karena Gereja akan kuat jika dibangun dari keluarga² yang kuat pondasinya. Buat waktu teduh dalam keluarga, berdoa dan membaca firman serta memuji Allah. 


#4 Ciptakan damai dan kejarlah kekudusan (dari pikiran dan perbuatan) 
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. (Ibrani 12: 14) 

Semua itu dimulai dari pikiran, ketika kita bisa menjaga pikiran kita tetap bersih, kekudusan akan tercipta dan itu akan lahir dalam perbuatan kita, jika sebaliknya maka kekudusan itu tidak akan ada. 


Semoga pesan firman Allah ini bisa meresap dan dipahami serta dilakukan dalam keseharian, jika mau menciptakan damai dalam keluarga inilah yang penting kita pahami dan lakukan. 


Sekian dulu share yang bisa saya bagikan, saya simpan diblog ini, untuk sebagai pengingat. Apabila ingin mengetahui firman ini bisa disaksikan di streaming Ibadah Raya II, 18 Januari 2026 yang ada di Channel YouTube GBIS Hosaana Pandaan, bisa klik link 🔗 ini

Sampai jumpa dipostingan lainnya lagi, masih di blog ini, saya akan konsisten menuliskan sesuatu di sini, supaya blog ini terus hidup. -cpr

#onedayonepost
#gbis
#firman
#refleksi
#damaidalamkeluarga
Latest
Next Post

http://bit.ly/cocoper6

0 komentar: