Rabu, 19 November 2025

Gereja-gereja Yang Melegalkan atau Memberkati Pernikahan LGBT

Postingan ini melanjutkan diskusi sebelumnya, dimana ini bisa dikatakan contoh masa kini ketika ternyata banyak denominasi gereja yang pada akhirnya melegalkan, secara de facto memberkati pernikahan dari komunitas sesama jenis atau LGBT. 


Padahal sejak awal mula² nya, gereja sangat menentang hal ini dan juga memang dalam Alkitab tidak dibenarkan akan hal ini. Tapi entah kenapa, kini banyak denominasi gereja Kristen yang melegalkan itu. Apakah ini karena tafsiran dari ayat yang sudah jelas makna tapi ditafsirkan 'agak laen'? 

Ilustrasi, gereja yang mendukung aktivitas LGBTQ gambar dibantu oleh ChatGPT

Sekali lagi ini tidak untuk mempertentangkan, namun mengajak kita semua bahwa jika memang Alkitab yang jadi dasar (sola scriptura), ya kembali ke Alkitab dan penafsiran yang tidak aneh², karena pada dasarnya ajarannya satu kenapa bisa beragam. Jika masih sesuai guide yang wajar itu masih oke, tetapi ketika sudah ke mana-mana inilah yang masalah. 

Lalu ketika dikembalikan, dimana ayat Alkitab dijadikan pedoman, jika semua orang bisa menafsirkannya sesuka mereka. 

Berikut ini beberapa denominasi gereja Kristen yang telah melegalkan atau memberkati pernikahan sesama jenis:

🏳‍🌈 United Church of Christ
Gereja ini menyetujui pernikahan sejenis secara nasional pada tahun 2005. Terutama adalah UCC USA. Gereja ini tersebar di beberapa negara seperti:
- UCC Canada menyetujui pernikahan sejenis tahun 2003

🏳‍🌈 Evangelical Lutheran Church in America (ELCA)
Gereja ini menginginkan pendetanya dan juga jemaatnya memberkati pernikahan sesama jenis, dimana di wilayah gereja yang mengijinkan pernikahan sejenis secara hukum sipil. Selain itu cabang gereja ini lainnya juga mengizinkan hal yang sama yaitu:
- Evangelical Lutheran Church in Canada (ELCC) 

🏳‍🌈 The Episcopal Church (Anglikan USA) 
Gereja ini mengesahkan Ritus pernikahan sesama jenis pada tahun 2015. Selain gereja ini ada juga cabangnya yang lain juga mengizinkan keuskupannya menyelenggarakan pernikahan sejenis yaitu:
- Angelican Church of Canada (Anglikan Canada) 

🏳‍🌈 Presbyterian Church (USA) 
Mengubah definisi pernikahan dalam konstitusi gerejanya pada tahun 2015, agar lebih infklusif. 

🏳‍🌈 Metropolitan Community Church
Gereja ini didirikan khusus untuk komunitas LGBTQ+ yang beragama Kristen. 

🏳‍🌈 Disciples of Christ (Christian Church) 
Memberikan kebebasan kepada jemaat atau gereja² lokal untuk memutuskan apakah akan memperbolehkan memberkati pernikahan sesama jenis atau bahkan tidak memperbolehkan (congregational autonomy). 

🏳‍🌈 United Reformed Church
Mengesahkan pernikahan sesama jenis sejak tahun 2016.

🏳‍🌈 Scotish Episcopal Church
Mengijinkan pernikahan sesama jenis sejak tahun 2017.

🏳‍🌈 Methodist Church of Great Britain
Mengijinkan pernikahan sesama jenis sejak tahun 2021.

🏳‍🌈 Quakers in Britain (Religious Society of Friends) 
Mengesahkan pernikahan sesama jenis sejak tahun 2009.

🏳‍🌈 Church of England*
Gereja ini tidak mengijinkan secara resmi namun memberikan pemberkatan terbatas pada tahun 2023.

🏳‍🌈 United Protestant Church of France
Mengijinkan pernikahan sesama jenis sejak 2015.

🏳‍🌈 Gereja Komunitas Anugerah (Indonesia) 
Gereja ini pertama kali berdiri tahun 2013 dan bergerak di bidang kemanusiaan dan aktif dalam mendukung jemaatnya yang LGBT, dasar Alkitab mengambil dari Kejadian saat penciptaan manusia. Meski mendukung, GKA tidak menikahkan pasangan LGBTQ. 


Postingan ini untuk membuka mata, jika mau konsisten berpegang pada Alkitab ya buktikan, jangan hanya sebatas ucap, karena situasi seperti ini akan menunjukan bahwa Alkitab bisa ditafsirkan sesuka hati. 

Bisa saja saat ini suatu aliran atau pandangan atau tafsiran dianggap tidak sesuai, eh dikemudia hari tau² dilegalkan, dan dinormalisasi sebagai keragaman tafsiran Alkitab. Apakah bisa seperti itu? 

Pada dasarnya dalam Alkitab tertulis sangat jelas bahwa pernikahan adalah antara dua orang manusia yang berlawanan jenis, yaitu pria dan wanita. Entah kenapa dan apa dasar mereka menyelewengkan tafsiran Alkitab jadi berbeda seperti ini. 

Biarlah ini jadi perenungan kita bersama sebagai orang Kristen, adakah yang salah dalam kehidupan kerohanian kita sehingga hal seperti ini bisa terjadi dalam tubuh gereja. 

Postingan ini akan berhubungan dengan beberapa postingan lain yang juga masih akan membahas soal kemurnian Alkitab ditafsirkan berbeda-beda sesuai kebutuhan, ada yang ditafsirkan secara berbeda dari apa yang tertulis hingga tafsiran yang agak laen, seperti yang saya bahas kali ini. 

Inilah kenapa saya sampaikan pada postingan sebelumnya, jika saat ini kita anggap itu sesat bisa saja itu hanya sementara, karena setelahnya dimasa yang akan datang pasti akan ada hal baru yang 'agak laen' oleh karena kebebasan mentafsirkan yang kebablasan. Jika ini terjadi apakah gereja yang salah? 

Hal yang sama ditanyakan seperti ketika skisma gereja yang terjadi abad ke-16 atau skisma gereja yang terjadi abad mula-mula Kekristenan. Apakah itu salah gereja saat itu atau memang manusianya saja yang ingin punya kehendak bebas atas dasar karunia Roh Kudus?

Bukan menolak personal² LGBT tetapi lebih kepada mengarahkan kepada hal yang benar dan yang seharusnya. LGBT adalah masalah kejiwaan dan psikologis yang harus diperbaiki, ada yang salah dalam prosesnya sejak awal, peran gereja bukan menyingkirkannya namun mengarahkannya kepada yang benar. Tapi tidak mendukung segala aktivitasnya atau melegalkannya, tapi fokusnya mengembalikannya kepada yang seharusnya. 

Semoga kita dijauhkan dari tafsir² bebas yang hanya menyenangkan keinginan daging semata. Tuhan memberkati kita semua. Syaloom. -cpr

#onedayonepost
#opini
#informasi
#refleksi
#gerejamenyimpang

Apa Itu Evangelis? Lalu Apa Perbedaan dengan Pendeta?

Ketika saya mendengar radio, ada sharing firman oleh seseorang 'hamba Tuhan', disebutkan namanya misalnya "evangelis Christo". Nah saya langsung bertanya, apa itu evangelis apakah sama dengan pendeta atau berbeda? 

Bagi non Kristen jelas sangat tidak mengerti, jangankan non, yang Kristiani saja juga belum tentu semuanya paham, terutama yang Katolik. Dulu saya seorang Katolik jadi wajar jika istilah ini belum dipahami betul. Sering dengar tapi tidak tahu apa artinya. 

Ilustrasi, gambar dibantu oleh ChatGPT menggambarkan apa yang tengah dibahas


Jadi, evangelis merupakan istilah dalam Kekristenan untuk menjelaskan seseorang yang secara khusus melayani untuk memberitakan Injil atau kabar baik tentang Yesus Kristus. 

Lalu apa bedanya dengan Pendeta? Bukankah Pendeta juga secara khusus melayani untuk memberitakan kabar sukacita tentang Kristus Yesus, bukankah itu sama saja. Berarti Pendeta = Evangelis, begitupun sebaliknya? 

Evangelis berasal dari bahasa Yunani, εὐαγγελιστής (euangelistēs) yang berarti pembawa kabar baik atau penginjil. Istilah 'penginjil' ini disebutkan dalam Alkitab yaitu Efesus 4: 11:
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar. 

Secara arti dan maknanya memang serupa antara Evangelis dan Pendeta (Gembala Sidang), tapi secara mendasar pembedanya adalah dimana mereka melakukannya. 

Evangelis memberitakan Injil itu keluar, kepada siapa saja tidak terbatasi oleh Gereja atau jemaat di suatu tempat, kemana dia diutus di sana dia akan memberitakan Injil, tidak pula menetap lama di suatu tempat. Ibaratnya menginjil lintas batas, istilah dalam Kekristenan  itu 'outreach'. 

Fokusnya lebih ke memberitakan Injil pada yang belum percaya. Akan lebih terlibat dalam kebaktian kebangunan rohani, karya misi, dan kampanye penginjilan. 

Contoh penginjil atau evangelis jaman para rasul adalah Rasul Filipi, dia menginjil di Samaria dan membabtis sida-sida Ethiopia. (Kisah Para Rasul 28: 8) 

Sedangkan Pendeta atau Gembala Sidang pun memberitakan Injil namun mereka lebih ke jemaat atau gereja (internal) dimana mereka menggembalakan. Lebih ke mengajar, membabtis, melayani perjamuan kudus, konseling, mengurus gereja, dan membina jemaat di satu tempat, sifatnya lokal. 

Istilah evangelis lebih familiar di kalangan Protestan, Pentakosta, Kharismatik, sedangkan di Kristen Katolik dan Ortodoks memilih menggunakan istilah 'penginjil'. 

Dari ayat Efesus 4:11 disebutkan beberapa hal mandat dalam pengabaran Injil ini, antara lain:
🕯 Nabi-nabi (para nabi terdahulu) 
🕯 Para rasul
🕯 Evangelis
🕯 Gembala (jaman saat ini dikenal pendeta) 
🕯 Pengajar (jaman saat ini kita pahami bisa guru² agama, katekis) 

Jadi jika dipahami saudara tua dalam iman Katolik, evangelis itu seperti para imam misi, imam² konggregasi/ordo yang menjadi penginjil dimana pun di daerah misi. Sedangkan Pendeta dipahami seperti para imam/pastor/romo diosesan atau keuskupan atau paroki, atau yang ditugaskan konggregasi/ordo di keuskupan atau paroki tertentu. 

Semoga bisa dipahami mengenai penjelasan ini. Supaya bisa menjawab pertanyaan di atas tadi mengenai apa bedanya evangelis dan pendeta. Syaloom, Tuhan memberkati kita semua. -cpr

#onedayonepost
#evangelis
#pendeta
#penginjilan
#gembala
#kabargembira

Senin, 17 November 2025

Akankah Ajaran-ajaran yang 'Agak Laen' Akan Dinormalisasi Dimasa Akan Datang?

Terkadang saya sering bertanya, ajaran yang satu bisa berkembang menjadi banyak ajaran, ada yang begini, begitu dsb., sangat banyak. Sumbernya ya hanya satu, tapi bisa menyebar dengan banyak tafsiran. 

Yesus Kristus itu satu, memang Dia punya murid sebanyak 12 murid (Yudas diganti Matias), setidaknya jika ada perbedaan tafsiran itu lahir dari 12 murid itu, tapi kenyataannya tidak, bahkan puluhan ribu aliran lahir dari Yesus Kristus yang sama, yang kita imani. 

Ilustrasi, gambar diambil dari Google

Murid-murid Yesus pun punya murid-murid lain yang dibimbing juga, nah murid-murid ini nantinya juga punya murid lagi, terus saja begitu.

Masalahnya ajarannya yang turun dari gurunya terkadang bisa berbeda dengan pemikiran yang ada ditiap-tiap orang yang menjadi murid.

Oleh karena keyakinannya dengan hikmat dari roh kudus akhirnya tafsiran itu disebarkan menjadi aliran yang diyakini dan diikuti banyak orang. Dasar mereka adalah keyakinan bahwa apa yang mereka tafsirkan itu datang dari roh kudus, sedangkan yang melegitimasi itu benar atau salah tidak ada, akhirnya berkembanglah banyak tafsiran dan aliran hingga saat ini. 

Itu menurut pandangan saya, tidak ada guide atau pagar yang begitu nyata, sehingga akan dengan bebasnya suatu tafsiran akan berkembang menjadi aliran yang mainstream dimasa yang akan datang. 

Bisa saja saat ini suatu tafsiran ini dianggap 'agak laen', tapi bisa saja dengan berjalannya waktu, perubahan jaman, dimasa yang akan datang yang agak laen itu akan dinormalisasi, ditambah ketika ada orang² atau jemaat yang juga sepemikiran, maka jadilah 'gereja'. 

Pertanyaan saya, apakah tidak seharusnya ada pagar dan guidelines yang jelas untuk itu, supaya mana yang benar dan salah itu jelas. Mana yang benar² sesat dan mana yang abu² itu jelas. 

Saat ini yang terjadi semuanya bisa saja dinilai abu², bahkan yang sesat sekalipun saat ini bisa saja di waktu yang akan datang dianggap normal dan layak. 

Contoh ajaran yang saat ini masih dianggap agak laen dengan ajaran Kristen mainstream adalah ajaran "saksi yehuwa". Kira² kapan ajaran ini akan dianggap normal dimasa yang akan datang? 

Berikut ini beberapa aliran yang dahulu dianggap 'agak laen' oleh aliran Kristen mainstream saat itu tapi pada akhirnya saat ini dianggap normalisasi dan diyakini tanpa pertentangan. 

🔆 Heliosentrisme
Ajaran atau pandangan ini awalnya dicetuskan oleh Galileo dan Copernicus dianggap sesat oleh Gereja Katolik pada tahun 1616, karena ketika itu apa yang disampaikan oleh kedua orang itu dianggap bertentangan dengan tafsir literal Alkitab Yosua 10: 13, bahwa bumi adalah pusat. 

Pandangan ini akhirnya bisa diterima oleh Gereja Katolik tahun 1992 dan Vatikan merehabilitasi Galileo anggapan sesat terhadapnya. 

🔆 Sinkretisme
Ajaran ini mencampur-adukan ajaran agama, mencampur-adukan antara ajaran lokal (kebiasaan atau tradisi masyarakat lokal). Hal ini kerap dianggap bid'ah atau sesat. Di Asia dan Afrika kerap dilakukan (pencampuradukan ini). Bahkan di Indonesia ketika dalam pelajaran, paham 'sinkretisme' dianggap tidak baik. 

Saat ini istilah 'sinkretisme' sudah tak lagi muncul, dan kini istilah yang muncul sebagai bagian dari identitas budaya. 


🔆 Gnostisisme
Pada abad ke-2 Kristen arus utama aliran atau ajaran ini ditentang, karena menolak pencipta dunia sebagai Tuhan sejati dan menekankan pengetahuan batin untuk keselamatan. 

Saat ini konsep ini dipelajari dalam studi teologi, filsafat dan jadi inspirasi bagi spiritualitas moderan. 

Contoh: Injil Thomas yang dahulu dianggap bid'ah kini dikaji di universitas besar. 


🔆 Protestanisme
Pada saat dimunculkan oleh Martin Luther pada abad ke-16, pandangan ini dianggap sesat oleh Gereja Katolik saat itu. 

Kini aliran ini menjadi bagian dari aliran besar Kristen selain Katolik Roma dan Ortodoks dan aliran Kristen perdana mula-mula. Akhirnya kini diakui dan mendapatkan tempat sebagai aliran Kristen yang mainstream saat ini. Bahkan banyak lahir denominasi Kristen lainnya dari sini. 


Tidak semua saya catat di sini, karena jadi cukup banyak, sebenarnya ada banyak aliran atau keyakinan yang dulunya dianggap 'agak laen' ketika itu tapi akhirnya diakui juga. 

Inti dari postingan ini sebenarnya pada dasarnya apa yang tertulis di Alkitab itu bisa ditafsirkan siapa saja dan sampai kapanpun jika tidak ada guideline yang jelas mengenai dasarnya maka akan terus tumbuh seperti 'jamur' ajaran dan aliran baru, yang pada saat dia tumbuh akan distampel 'agak laen' tapi seiring waktu akan diterima dengan sendirinya sebagai keanekaragaman keyakinan. 

Karena tafsiran dari satu ayat saja itu bisa beragam. Padahal ketika dikembalikan ke konteksnya prinsip yang dipegang adalah berdasarkan Alkitab, namun apa yang tertulis di Alkitab misalnya A, tapi tidak diterjemahkan A namun bisa jadi A1, A2, A3 dst., tergantung kebutuhan dan siapa yang mentafsirkannya. 

Saya hanya bingung ketika dihadapkan pada "harus berpegang pada Alkitab", namun ketika Alkitab menuliskan apa ternyata tidak diikuti, eh ternyata ada tafsiran lain dibelakangnya. Itu yang sebenarnya sulit diterima. 

Tapi sudahlah, inilah indahnya Kekristenan, Yesus datang ke dunia itu pun tidak menghilangkan apa yang diajarkan sebelumnya, Yesus melengkapinya dengan apa yang seharusnya kita lakukan menurut Dia, bukan menurut kita (siapa yang menafsirkan). -cpr

#onedayonepost
#opini
#refleksi
#informasi

Selasa, 11 November 2025

Berefleksi dari Simon Mantan Penyihir dari Samaria

Ketika saya mulai membaca Kisah Para Rasul dan mencatat nama tokoh² yang muncul dalam tulisan yang ditulis Lukas, saya menemukan banyak nama orang yang disebutkan di sana, baik itu Rasul/ murid-murid Yesus, jemaat pada saat itu, bahkan orang² yang tidak menerima Yesus sekalipun. 

Saya mencatat ada satu nama yang menarik dan dituliskan agak panjang, bukan soal profilnya, tapi karena kepercayaannya kepada Yesus hanya setengah-setengah, bahkan dia berniat membeli karunia Tuhan dengan sejumlah uang. 

Pada postingan kali ini saya mencoba untuk berefleksi dari tokoh yang bernama Simon ini. 

Kisah ini tercatat dalam Kisah Para Rasul 8: 4 - 24. Memang tidak seluruhnya menceritakan tentang Simon, tapi saya berikan range ayat yang panjang supaya bisa dibaca dengan utuh kisahnya. Lebih baik memang membaca keseluruhan itu jauh lebih baik. 


Stefanus wafat sebagai martir karena kesaksiannya akan Dia. Saat itu Saulus diketahui menjadi saksi kematian Stefanus. Kiprah Saulus sebagai penganiaya pengikut Kristus mulai dikenal dalam Alkitab. 

Saulus ketika itu menjadi semakin keras melenyapkan dan memasukan ke dalam penjara semua pengikut Kristus. Banyak dari pengikut Kristus pergi ke menjelajah ke seluruh negeri. 

Filipus pergi ke negeri Samaria, ke sebuah kota di Samaria. Di sana Filipus memberitakan tentang Mesias. Di sana Filipus banyak memberikan tanda-tanda kuasa-Nya, banyak orang yang disembuhkan, hingga mengusir roh jahat. Tanda-tanda ini membuat banyak orang di kota itu menjadi percaya pada kuasa-Nya. 

Ilustrasi, seorang Simon Penyihir dari Samaria, yang bertobat hanya untuk kepentingan dirinya secara tidak dia sadari. Gambar dibantu oleh ChatGPT

Ada seorang di sana yang bernama Simon, dia sudah lama melakukan aktivitas sihir di kota itu. Simon takjub melihat apa yang dilakukan Filipus pada banyak orang di sana. Karena banyak orang kecil hingga orang besar mengikuti Filipus setelah melihat tanda-tanda mukjijat. 

Sebelumnya banyak orang² itu mengikuti Simon karena sihirnya itu, tapi kini semua orang itu mengikuti Filipus karena tanda-tanda yang dibuat Filipus dalam nama Tuhan. 

Banyak orang memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan. Ternyata Simon pun akhirnya percaya akan apa yang disampaikan oleh Filipus. Simon pun dibaptis oleh Filipus dan setelahnya senantiasa mengikuti Filipus kemanapun. 

Rasul dan murid-murid di Yerusalem mendengar bahwa banyak orang percaya akan Yesus atas penginjilan Filipus, bahwa tanah Samaria telah menerima Kristus. Maka Petrus dan Yohanes pergi ke tempat dimana Filipus berada.

Petrus dan Yohanes berdoa untuk agar orang-orang Samaria juga beroleh Roh Kudus. Karena menurut mereka, orang-orang Samaria hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Petrus dan Yohanes juga ingin agar mereka juga dicurahi Roh Kudus, dibaptis dalam Roh Kudus, sama seperti mereka. 

Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan kepada orang-orang di Samaria itu, dan Roh Kudus tercurah kepada mereka di sana. 

Simon melihat apa yang dilakukan Petrus dan Yohanes. Ternyata dalam hati, Simon berpikir dia juga ingin mendapatkan Roh Kudus sama seperti orang-orang di sana. 

Simon berkata kepada dua rasul itu: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus."

Mendengar perkataan Simon itu, Petrus langsung berkata:
"Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hak mu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatan mu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan." Kisah Para Rasul 8: 20 - 24

Mendengar ucapan Petrus ini, Simon pun berkata: "Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu."

'Simon Penyihir dari Samaria' ini menurut tradisi gereja Kristen mula-mula dikenal juga dengan Simon Magus. 

Menurut catatan Bapa-bapa Gereja, seperti Irenaeus, Hippolytus, Yustinus Martir, dan Epifanius menuliskan bahwa 'Simon Penyihir dari Samaria' tidak benar-benar bertobat. Ia kemudian menjadi pengajar sesat yang menyesatkan banyak orang.

Menurut catatan Yustinus 'martir', Simon ini akhirnya pergi ke Roma pada tahun 41-54 M pada masa pemerintahan Kaisar Claudius.


Nah dari kisah ini kita bisa berefleksi, apa yang tergambar pada peristiwa itu dulu kala ternyata juga masih terjadi di masa sekarang ini. Apa saja itu, contohnya mari kita sebutkan:

🕯 Banyak dari kita dewasa ini yang sudah percaya menjadi pengikut Kristus, sebagai seorang Kristen, tapi kepercayaan kita hanya sebatas ketakjuban semata. Tapi tidak didalami dengan baik. 

🕯 Kita sebagai orang Kristen ternyata tidak sepenuhnya percaya, kita cenderung berpikir materialistis, berpikir bahwa karunia Allah itu bisa dibayar atau dibeli dengan uang. Muncul sifat keserakahan rohani. 

🕯 Terkadang sebagai seorang Kristen, kita punya maksud dan tujuan tersembunyi (agenda khusus) yang tidak untuk memuliakan Allah tapi hanya untuk agenda pribadi semata, ingin dilihat saleh oleh orang lain, mengikuti tren semata dll. 

🕯 Perilaku Simon ini menjadi lambang seorang manusia yang ingin memperoleh kuasa rohani tanpa pertobatan sejati, mencampur-adukan Injil dengan sihir serta filsafat duniawi. 


Tanpa kita sadari kita bisa saja menjadi orang Kristen yang seperti 'Simon Penyihir dari Samaria', dimana pertobatannya tidak tulus. 

Dari nama Simon Magus ini muncul istilah 'simoni' yang berarti dosa atas tindakan menjual atau membeli jabatan atau berkat rohani dalam Gereja. 

Dari kisah yang ditulis Lukas ini kita bisa belajar menjadi orang Kristen yang bijak dan benar-benar bertobat mengikuti-Nya dari hati dan pikiran yang jernih, serta yakin dan percaya akan karya penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus. 

Segitu mungkin refleksi yang saya bisa petik dari kisah 'Simon Penyihir dari Samaria'. Tidak diceritakan lebih lagi soal Simon. Tapi apa komentar Simon ini bisa menujukan gambaran jemaat saat itu. 

Sampai jumpa dipostingan lainnya, membahas hal lainnya lagi. Syaloom, Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin. -cpr

#onedayonepost
#iman
#refleksi
#simonpenyihirsamaria
#kisahpararasul

Minggu, 09 November 2025

Salah Satu Bukti Yesus, Tahu Segalanya yang Dijadikan

Banyak dari orang non Kristen yang tidak mempercayai Yesus menganggap Yesus hanya manusia biasa, meskipun yang tak percaya juga mengetahui bahwa Yesus dilahirkan tanpa seorang ayah kandung. Misteri yang tidak bisa dijawab, namun mereka yang tak percaya memilih membatasinya bahwa tetaplah Yesus itu manusia biasa, sama seperti nabi² lainnya atau bahkan sama seperti mereka sendiri. 

Tapi ada sebagian kecil orang non Kristen yang meski mereka tidak memilih Yesus sebagai pegangan hidupnya tapi percaya bahwa Yesus itu bukan hanya manusia. Bahwa nanti saat penghakiman Yesuslah yang akan ditemuinya.

Ilustrasi, Yesus dilambangkan Alpha (awal) dan Omega (akhir), Dia tahu segala sesuatunya, bahkan dia mengenal kita domba-domba-Nya. Dia adalah gembala yang baik. Tidak ada nabi yang lebih besar dari Dia. Gambar diambil dari Google


Tapi satu hal yang buat saya tertarik pada satu kutipan apa yang Yesus katakan, yang tertulis dalam Yohanes 8: 58.

Ketika itu Yesus tengah mengajar di hadapan orang banyak (Orang-orang Yahudi), ketika itu ornag-orang Yahudi cenderung skeptis dan tidak percaya pada apa yang dikatakan Yesus, mereka lebih senang mengeluarkan pertanyaan tendesi, dan meragukan apa yang Yesus sampaikan. 

Yesus dikatakan sebagai orang Samaria dan tengah kerasukan setan. Yesus disangkakan seperti merendahkan Abraham:
"Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"

Untuk lebih jelasnya mari kita simak saja kutipan Alkitab tersebut, diambil dari Injil Yohanes. 
Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: "Bukankah benar kalau kamu katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?"
Jawab Yesus: "Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku. Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi. Aku berkata kepada mu: Sesungguhnya barang siapa menuruti firman-Ku ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"
Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa -Ku lah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Akulah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia, dan Aku menuruti firman-Nya." Yohanes 8: 48 - 55

Jadi orang-orang Yahudi berkata-kata "Dia adalah Allah kami." Tapi sesungguhnya Yesus tahu bahwa mereka itu gak mengenal 'Dia yang dikatakan sebagai Allah mereka'. Berkoar-koar mengenal Allah tapi sesungguhnya mereka tidak mengenal sama sekali. Justru Yesus menganggap mereka pendusta. 

"Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah. Yohanes 8: 56 - 59.

Di sana pada ayat ke-58 tertulis dengan jelas perkataan Yesus, bahwa sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada. Sebuah plot twist yang sangat jelas bahwa dengan ini Yesus menyatakan sudah ada sejak semula. Yesus menjadi manusia itu adalah salah satu bentuk karya penyelamatan Allah yang terbesar di dunia ini. 

Allah tidak lagi menyuruh manusia (baca: nabi-nabi) lagi tetapi anak-Nya yang turun ke dunia dalam Yesus Kristus. 

Ini pula sebabnya Yesus sering berkata Dia mengenal domba-domba-Nya, itulah Dia yang sangat mengenal kita. Dan juga bukan kita yang memilih Dia melainkan Dia yang memilih kita. 

"Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buah mu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu." Yohanes 15: 16

Abraham adalah bapak dari segala bangsa yang diakui oleh Yahudi dan Kristen. Islam saya tidak masukan karena mereka hanya adopsi kisahnya lalu disesuaikan dengan pewahyuan mereka, kemudian mereka ambil garis keturunan Ismael, namun karena kisah yang mereka adopsi terlalu banyak diubah dan disesuaikan, maka saya tidak memasukan mereka yang merubah 'sejarah'. 

Abraham lahir lebih dulu, namun ternyata Yesus lebih mengenal Abraham bahkan sebelum dia dijadikan, itu artinya sudah jelas bahwa Yesus bukan berada dari dunia ini tetapi diatas itu. Yesus tahu semuanya. 

Banyak nabi terdahulu pun telah menubuatkan kedatangan-Nya, itu artinya bahwa Allah telah mempersiapkan semuanya untuk dunia ini. 

Buat yang Kristen tapi masih ragu, rasanya harus tinggalkan keraguan itu dan jalanmu saat ini sudah benar, berjalanlah sesuai apa yang Yesus firmankan. Amin. Syalooj, Tuhan Yesus memberkati kita semua. - cpr

#onedayonepost
#refleksi
#iman
#yesuskristus

Selasa, 04 November 2025

Musik: Ingat Kasih-Nya (2023)

Hingga saat ini sudah berapa lagu yang saya coba catat diblog ini, lagu² rohani yang masuk list musik rohani pribadi, kebetulan lagu² ini yang sering saya dengar ketika ibadah di gereja. Ketika mendengar musik dari lagu ini saya bisa dibawa ke dalam suasana ibadah di gereja. 

Lagu yang kali ini saya bahas berjudul "Ingat Kasih-Nya". Lagu ini dibawakan secara official oleh Symphony Worship Family. Lagu ini dirilis pada tahun 2023.

Ilustrasi didapat dari ChatGPT

Lagu ini ditulis oleh Ivan Handojo. Lagu ini bergenre rohani/ pujian, menyuarakan terima kasih Tuhan, atas pengorbanan Kristus, lagu ini mengingatkan kita akan kasih-Nya yang selalu ada. Ivan Handojo sendiri merupakan lead singer dan producer dari kelompok musik ini. 

Lagu ini juga muncul dalam album "Kuasa Kasih Page II" dari Symphony Worship. Lagu ini juga pernah dibawakan atau dicover oleh Sari Simorangkir. 

Symphony Worship Family (SWF) merupakan grup musik worship yang berada dibawah naungan gereja GBI The City Tower Jakarta Pusat. Grup ini dipimpin dan dibina oleh Pdt. atau Ps. Djohan Handojo selaku Gembala Sidang gereja GBI The City Tower. 

Berikut ini saya coba salinkan lirik lagu ini:

Begitu besar kasihMu Bapa
Kau b'rikan anakMu yang tunggal
Di saat aku percaya
Kasih menyelamatkanku

Bukan sebagai hakim dunia
Tapi peny'lamat yang berkorban
Untuk diriku Kau tebusku
Kasih menyelamatkanku

Reff:
Ingat kasihNya yang mengubah hidupku
Ingat kasihNya yang selalu ada
Kasih Yesus kasih Yesus bagiku

Ingat bilurNya yang sembuhkan lukaku
Ingat salibNya yang menebus aku
Kasih Yesus kasih Yesus bagiku

Hanya kasihmu Tuhan hu hu

Begitu besar kasihMu Bapa
Kau b'rikan anakMu yang tunggal
Di saat aku percaya
Kasih menyelamatkanku

Bukan sebagai hakim dunia
Tapi peny'lamat yang berkorban
Untuk diriku Kau tebusku
Kasih menyelamatkanku

Reff:
Ingat kasihNya yang mengubah hidupku
Ingat kasihNya yang selalu ada
Kasih Yesus kasih Yesus bagiku

Ingat bilurNya yang sembuhkan lukaku
Ingat salibNya yang menebus aku
Kasih Yesus kasih Yesus bagiku

KasihMu bebaskanku
Lepaskan dari belenggu dosaku
DarahMu sucikanku
Hanya Yesus
Hanya Yesus

KasihMu bebaskanku
Lepaskan dari belenggu dosaku
DarahMu sucikanku
Hanya Yesus
Hanya Yesus

Ingat kasihNya yang mengubah hidupku
Ingat kasihNya yang selalu ada
Kasih Yesus kasih Yesus bagiku
Ingat bilurNya yang sembuhkan lukaku
Ingat salibNya yang menebus aku
Kasih Yesus kasih Yesus
Kasih Yesus kasih Yesus
Kasih Yesus kasih Yesus
Bagiku

Berikut ini video musik dari lagu: Ingat Kasih-Nya (2023):



Semakin menambah perbendaharaan lagu rohani dalam kepala saya, maklum sejak tahun 2025 saya mulai mengurangi perbendaharaan musik lagu² duniawi, supaya lebih banyak perbendaharaan lagu² Worship. 


Segitu saja deh sharingnya, ini membantu saya untuk menghapal dan membiasakan lirik lagu rohani ini. Sampai jumpa dipostingan lainnya, membahas lagu rohani lainnya yang jadi rekomendasi saya pribadi. -cpr

#onedayonepost
#hiburanrohani
#musikrohani
#youtube

Senin, 03 November 2025

Mengenal Tokoh Penginjil Pribumi Lainnya: Paulus Tosari

Masih diedisi mengenal tokoh² penyebaran Injil di Indonesia, yang murni Pribumi, bukan missionaris Eropa. Karena jika bukan karena tokoh² ini Kekristenan tidak akan mengakar baik di masyarakat Pribumi kala itu, karena ketika itu sudah ada Islam lebih dulu. Ditambah lagi, Kekristenan masuk bersama kolonialisme, otomatis masyarakat nusantara kala itu menganggap negatif pada Kekristenan. 

Sebelumnya sudah kita bahas soal Tunggul Wulung, Sadrach, Karolus Wiryoguno dan beberapa tokoh lain yang namanya secara gak langsung tersebutkan. 



Kali ini kita akan bahas tokoh yang bernama Paulus Tosari. Jika membahas sejarah Kekristenan nusantara ini, nama ini gak asing. Maka kita coba mengenal siapa ybs. ini. 

Nama Paulus Tosari ini dikenal dalam sejarah dari Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW). 

Ilustrasi, gambar diambil dari ChatGPT

Beliau dikenal dengan nama Tosari. Ada informasi lain beliau punya nama asli Kasan Jariyo. Namanya berubah menjadi Tosari setelah dia berguru kepada penganjar Injil C. L. Coolen, sekitar tahun 1840. 

Berprofesi sebagai seorang petani Jawa. Hingga akhirnya dia menjadi pemimpin jemaat Kristen di daerah Ngoro, Mojowarno, Jawa Timur pada abad ke-19. 

Coolen tidak bisa membaptisnya karena hanya pengajar Injil, sehingga Tosari pergi bertemu dengan Pdt. Johannes Emde untuk dibaptis, dibaptis tanggal 12 September 1844, mengambil nama baptis Paulus, sehingga kedepannya dikenal dengan nama Paulus Tosari. 

Pengajaran Pdt. Johannes Emde ini berbeda dengan Coolen, dimana tegas dan paten bahwa Kekristenan harus mengikut apa yang dibawa sesuai apa yang dilakukan penginjilan Eropa, tidak menerima kebiasaan budaya Jawa. Jemaat yang dibaptis oleh Pdt. Johannes Emde ini harus dipangkas rambutnya, lalu memakai pakaian Eropa, dan menjauhkan diri dari tontonan wayang kulit yang dianggap sebagai seni ritual yang bersifat semisakral. 

Pada tahun 1844 dari informasi yang saya baca, Pdt. Emde ini mendirikan sebuah komunitas desa, yang diberi nama Mojowarno, berjarak 6 km dari Ngoro. Paulus Tosari diangkat sebagai pemuka jemaat Kristen Jawa di sana, sesuai keputusan Majelis Jemaat Kristen Protestan di Surabaya tanggal 29 Maret 1851.


Setelah wafatnya C. L. Coolen,  Tosari lebih mandiri mendirikan komunitas jemaat Kristen di daerahnya tersebut, dia dikenal sebagai pemimpin jemaat yang bijak, saleh dan berwibawa.

Gereja Mojowarno ini diresmikan pada tanggal 8 Maret 1881.

Jemaat Kristen dibawah pimpinannya sudah beribadah dengan budaya Jawa tak lagi mengikuti ibadah versi missionaris Eropa kala itu. Hal ini membuat Gereja Jawa sudah bisa mandiri lepas dari bayang² misi Kristen Eropa.

Komunitas yang dipimpin oleh Tosari inilah jadi cikal bakal berdirinya GKJW pada 11 Desember tahun 1931. Hal ini juga nyambung dengan ketokohan dari Karolus Wiryoguno, dimana cikal bakal jemaat GKJW juga berasal dari komunitas yang dipimpinnya ketika dia membuka desa baru. 


Nama Tosari atau Paulus Tosari ini pasti tidak akan dilupakan oleh komunitas GKJW di Mojowarno, karena andil dalam merintis jemaat Kristen mula² di daerah itu. 

Karya puisi² Jawa yang digunakan jemaat Kristen di Mojowarno masih ada sampai saat ini menjadi warisan dari sosok Paulus Tosari ini. 

Kira² itu saja ya yang bisa saya bagikan mengenai sosok Paulus Tosari, penginjil Jawa yang membangun pondasi kuat bagi Kekristenan di tanah Jawa. Sehingga Kekristenan bisa relatif kuat di Jawa, tumbuh berdampingan dengan Keislaman yang berkembang juga cukup pesat. 

Sampai jumpa dibahasan sejarah² lainnya yang berhubungan dengan perkembangan Kekristenan di tanah nusantara ini. Mungkin nanti kita bahas perkembangan Kekristenan di pulau nusantara lainnya. 

Sebagai penutup postingan ini, saya mengutip ayat yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus: "Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu." (1 Korintus 1: 3). -cpt

#onedayonepost
#sejarah
#informasi
#paulustosari
#gkjw
#kristenjawa