Minggu, 14 Desember 2025

Musik: Segala Perkara Dapat Kutanggung (2018)

Lagu ini sering saya dengar ketika ibadah streaming penyembuhan oleh Ps. Andi Simon setiap pagi hari. Karena penasaran saya mencari tahu liriknya, judulnya apa sih. Ternyata lagu yang saya maksud ini berjudul Segala Perkara (Dapat Kutanggung). 

Lagu ini didasarkan pada ayat di Alkitab:
Segala perkara dapat Kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Filipi 4: 13) 

Lagu ini meneguhkan bahwa kekuatan kita sebagai orang percaya itu tidak bersumber dari kekuatan kita sendiri, tetapi bersumber dari Kristus. Kita hidup adalah karena kasih karunia-Nya, hanya karena itulah kita ada dan dimampukan. Sehingga kita itu harus percaya dan bersandar pada Dia. 

Ilustrasi, gambar disiapkan oleh chatgpt


Lagu ini diciptakan oleh Elisa Soetopo dan dipopulerkan oleh grup musik Sound of Prise rilis awal tahun 2018, kemudian dirilis kembali di YouTube 08 Februari 2022. Videonya saya share di bawah ini:



Kemudian dipopulerkan lagi oleh Putri Siagian melalui kanal YouTube Sion Production, yang dirilis pada 01 Oktober 2022. Videonya saya bagikan di bawah ini:



Ada pula lagu ini dinyanyikan kembali di Youtube oleh Valerie Utomo feat Jason yang dirilis oleh Impact Music Indonesia, rilis 20 Januari 2019 seperti video yang saya bagikan dibawah ini:



Sebenarnya setelahnya juga ada lagu rohani dengan judul serupa yang dirilis dengan judul Segala Perkara Dapat Kutanggung dibdalam Dia oleh Sina Spencer pada 9 Mei 2025, dirilis di Apple Music. 

Namun dalam pembahasan ini, lagu rohani yang saya maksud adalah yang saya sebutkan di awal tadi. Lagu rohani ini sederhana tapi punya maksud yang dalam. Ketika mendengarnya saya seperti langsung diajak instropeksi dan berefleksi tentang apa yang dimaksud dalam lagu ini. 

Lirik lagu yang saya maksud adalah sebagai berikut:
Verse 1
Penolong yang selalu setia
Memenuhi keperluanku
Tak pernah Dia mengecewakan
Yesusku tak pernah gagal

Chorus
Segala perkara dapat kutanggung
Di dalam Dia yang memberi kekuatan
Tuhan Yesus penolong dan sahabat
Tetap percaya Tuhan setia

Verse 1
Penolong yang selalu setia
Memenuhi keperluanku
Tak pernah Dia mengecewakan
Yesusku tak pernah gagal

Chorus
Segala perkara dapat kutanggung
Di dalam Dia yang memberi kekuatan
Tuhan Yesus penolong dan sahabat
Tetap percaya Tuhan setia

Chorus
Segala perkara dapat kutanggung
Di dalam Dia yang memberi kekuatan
Tuhan Yesus penolong dan sahabat
Tetap percaya Tuhan setia

Segala perkara dapat kutanggung
Di dalam Dia yang memberi kekuatan
Tuhan Yesus penolong dan sahabat
Tetap percaya Tuhan setia

Outro
Tetap percaya Tuhan setia
Tetap percaya Tuhan setia

Saya mencoba membiasakan terus mengkonsumsi musik atau lagu² rohani untuk mengisi diri dengan apa yang seharusnya dikonsumsi, karena kata Yesus, manusia hidup bukan hanya dari roti saja tetapi dari firman -Nya. 
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4: 4) 

Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." (Lukas 4: 4) 

Apa yang Yesus ucapkan ini berdasarkan apa yang tertulis di kitab sebelumnya, pada saat peristiwa yang lain:
"Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN." (Ulangan 8: 3) 

Sampai jumpa dishare lagu rohani lainnya, masih diblog ini. Akan bahas hal² seputar Kekristenan mengenal Yesus Kristus Sang Gembala yang Baik, tidak ada yang bertemu Bapa tanpa melalui Dia. Tuhan Yesus memberkati kita semua. -cpr

#onedayonepost
#hiburanrohani
#youtube

Sabtu, 13 Desember 2025

Penggambaran Kandang Yesus yang Salah? Apa Memang Salah Sih? Rasanya Tidak!

Saat ini di jaman modern, kita sering melihat gambaran kandang Natal yang beragam, ada yang seperti murni kandang ternak, ada yang menyerupai gua batu, ada yang berdesign seperti UFO dll., banyak sekali tematik kandang Natal pada masa modern saat ini. 

Biasanya gereja menyesuaikan dengan isu global yang terjadi saat itu, jadi dekorasi Natal bisa sangat beragam dan bervariasi, ini memberikan kekhasan pada momen Natal di berbagai tempat di belahan dunia. Penggambaran dekorasi Natal itu bisa membawa pesan tertentu, bahwa Yesus itu lahir di tengah-tengah kita yang punya banyak isu permasalahan yang berbeda-beda. 

Lalu apa itu salah? 

Ilustrasi, dekorasi Natal cartoon. Gambar diambil dari Google

Hmm rasanya tidak ya!

Yang terpenting menurut saya adalah esensi dari perayaan Natal itu sendiri, kita terkadang hanya terpaku pada otentikfikasi saja, oh karena gak sesuai Alkitab itu salah, kalau tidak begini itu keliru. 

Okelah itu boleh² saja, karena orang Kristen harus pintar memahami sejarah, tapi gak perlu juga jadi ajang 'salah-menyalahkan' atau keliru-mengkelirukan, saya agak kurang sependapat dengan video ini. Dengan cara yang sama juga akhirnya bisa dikembalikan ke ybs., bisa saja anda juga keliru. 
Apapun design atau tematik kandang Natal itu bebas saja, bisa beragam menyesuaikan isu global yang terjadi saat itu, justru ini menunjukan bahwa Yesus itu lahir dibanyak jaman atau dibanyak momen dan dihati siapa saja.

Jadi itu bukan suatu salah atau benar, kecuali niatnya memang buruk, mendekorasikan Natal tapi niatnya melecehkan. Seperti yang terjadi di sebuah pemeran di Eropa sana pas pada saat momen menyambut perayaan Natal. 

Sekedar informasi, pada jaman Yesus di tanah Israel sana: seperti apa sih bentuk kandang domba yang umum di masyarakat saat itu? 

Ini harus kita pisahkan dulu dengan kebudayaan di Indonesia ya! Dimana kalau di Indonesia, gambaran kandang domba, kambing atau sapi ternak itu seperti bangunan semi permanen, terbuat dari kayu atau bambu, ada yang beratap jerami atau genteng gerabah, atau seng atau apapun itu, ya itulah gambaran kandang dibudaya kita. Itupun dibangun atau dibuat terpisah dengan rumah utama si pemilik kandang, malah dibuat jauh dari rumah si empunya kandang. 

Ini bisa berbeda antara satu budaya dan budaya negara lain, jadi jangan dipukul rata kalau mau bikin kandang Natal itu harus seotentik jaman Yesus dulu, gak begitu konsepnya.

Kembali ke intinya, Yesus itu lahir dengan simbol kesederhanaan, padahal Dia itu adalah Tuhan, Dia itu firman-Nya yang menjadi manusia, serupa dengan kita manusia, hanya Dia tidak berdosa sedangkan kita orang berdosa, Dia ingin merasakan penderitaan kita manusia, dan Dia punya misi mengajarkan apa yang harus kita lakukan menghadapi penderitaan itu. 

Oke balik lagi ke konteks bahasan postingan kali ini. Kita bahas soal model kandang ternak pada jaman abad pertama di tanah Yudea. 


Di Israel kandang domba yang paling umum adalah di lapang terbuka, berbentuk oval atau melingkar, dengan dindingnya disusun dari batu alam tanpa disemen. Tinggi dindingnya sekitar 1 - 1,5 meter dari tanah. Umumnya tidak beratap, alias langsung beratapkan langit. Dengan akses satu pintu berukuran pas untuk hewan ternak itu. 

Biasanya gembalanya berjaga di ambang pintu kandang. Ini identik seperti firman yang Yesus sampaikan, yang menggambarkan apa yang terjadi di budaya masyarakat saat itu, di Israel. 

Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu." (Yohanes 10: 7) 

Yesus kita kenal sebagai gembala yang baik, Yesus mengumpamakan diri-Nya adalah gembala itu dan situasi dan kondisi penggembalaan ya tergambar dalam budaya masyarakat Israel saat itu. Dimana para gembala sangat umum berjaga di pintu kandang domba.

Perihal Yesus adalah gembala yang baik itu tertulis dalam Alkitab:
"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu." (Yohanes 10: 11 - 12)

Di atas tadi penjelasan gambaran pertama model kandang domba atau ternak jaman Yesus saat itu. 

Gambaran kedua kandang domba jaman Yesus adalah kandang domba atau ternak yang menyatu dengan rumah.

Di desa atau kota kecil seperti Betlehem misalnya, umum juga ditemukan kandang domba yang menyatu dengan rumah keluarga. Biasanya itu ada di bagian bawah atau samping rumah. Pada bagian atas dijadikan ruang tinggal keluarga atau jika di bagian samping berarti sisi sebelahnya adalah ruang tinggal keluarga. Kadang hanya dipisahkan sekat batu atau tanah tinggi.

Nah poin yang dianggap kita selama ini keliru terhadap ilustrasi dari dekorasi Natal dalam video tersebut mengambil ayat dari Injil Matius:
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (Matius 2: 11)

Di sini si konten kreator membahas dari ayat tersebut, dia mengkritisi soal 'rumah', menurutnya saat itu Yesus ditemui kondisinya bukan seperti 'kandang' yang dekorasinya umum kita lihat, menurut dia ini salah kaprah alias keliru.

Padahal tidak tepat jika dia mengkritisi demikian hanya dari satu ayat saja. Pengantar dia tidak tepat, jika dia mau membahas bahwa waktu ketika 3 majusi datang menemui kanak-kanak Yesus itu adalah bukan saat Yesus masih bayi, tetapi ketika Yesus sudah berusia 1-2 tahun (misalnya sesuai dengan asumsi si konten kreator ini), seharusnya menggunakan pengantar yang lain, jangan mengkelirukan soal pembuatan ilustrasi² Natal yang menggambarkan bentuk kandang Natal. 

Sehingga terkait konteks 'kandang' dan Yesus lahir di kandang domba lalu diintepretasikan oleh banyak budaya soal kandang natal yang kita lihat saat ini, justru itu tidaklah keliru. Inilah yang saya re-action kembali dipostingan, kurang tepat saja sih apa yang disampaikan konten kreator itu.

Kalau mencoba memahami kembali maksud konten kreator ini, mungkin adalah gambaran 3 orang majus yang datang ke kandang natal ketika Yesus masih bayi itu kurang tepat, it's okelah. 

Karena menurutnya jika berdasarkan Alkitab, 3 majus itu menemui Yesus dan keluarganya di rumah. Kemudian, 3 majus itu berasal dari timur dan mereka melakukan perjalanan darat dengan jalan kaki, tidak mungkin butuh waktu yang singkat, otomatis butuh waktu yang lama ketika mereka tiba menemui Yesus, bisa saja Yesus sudah tidak bayi lagi, diperkirakan menurut konten kreator itu sudah berusia 1-2 tahun.

Tetapi yang saya re-action, bisa saja 'rumah' itu ya bisa merujuk rumah yang ada kandang dombanya, seperti yang mungkin ada terjadi pada budaya masyarakat Israel kala itu, karena itu rumah ada kandang dombanya di bagian bawah rumah atau samping rumah, sehingga yang digambarkan banyak budaya soal ilustrasi kandang Natal itu ya sudah sesuai alias tidak keliru. 

Karena begini, pada Injil lain, soal Yesus lahir di palungan pun tertulis di sana:
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. (Lukas 2: 6 - 7)

Di sana memang tidak tertulis kandang, tetapi palungan, dimana palungan adalah tempat makan untuk hewan ternak (domba), dimana palungan itu berada ya di dalam kandang domba, tidak mungkin juga di meja makan di dalam rumah. Tetapi kandang domba bisa saja ada di salah satu bagian rumah seperti umum pada budaya masyarakat Israel kala itu. Rumah-rumah abad pertama di Yudea rata-rata demikian.

Ilustrasi, ketika 3 majus menemui kanak Yesus. Gambar diambil dari Bing


Nah bisa saja di sinilah kata 'rumah' yang dimaksud di Injil Matius tadi, bisa di rumah yang sama ketika Yesus lahir bahwa 3 orang majus itu bertemu Yesus setelah Yesus berusia 1-2 tahun, karena butuh waktu perjalanan dari timur menuju Betlehem dengan berjalan kaki.

Kisah 3 majus ini hanya ada di Injil Matius, disebutkan pada beberapa ayat:
- Matius 2: 1
- Matius 2: 7
- Matius 2: 13
- Matius 2: 16

Pada Matius 2: 13, Yusuf, Maria dan Yesus pergi ke Mesir itu setelah mendapatkan mimpi untuk membawa Yesus ke Mesir. Mimpi itu terjadi setelah orang majus itu berangkat setelah habis menemui kanak-kanak Yesus. Jadi bukan bertemu di Mesir atau bertemu di tempat lain 'di rumah' yang bukan rumah kelahiran Yesus itu (kandang domba).

Jadi soal dekorasi yang dimaksud dianggap keliru oleh konten kreator itu tidak tepat. Jika dekorasi, gambar atau apapun itu menggambarkan demikian itu bukan semata-mata, menyalahi apa yang ditulis di Alkitab, jangan mikir ke sana, itu hanya ilustrasi saja.

Yang penting itu makna apa yang tertulis di Alkitab itu bagaimana, jika mau disesuaikan dengan keadaan sesungguhnya, yang dikatakannya juga gak tepat. Mungkin yang tepat adalah bisa saja Yesus ditemui itu ketika usianya 1-2 tahun, tidak bayi baru lahir, itu bisa saja.

Lalu kemudian bisa juga ketika sesudah lahir, Yusuf dan Maria membawa Yesus ke rumah yang layaknya rumah, bukan rumah yang ada kandang dombanya, itu ya bisa saja, namun kan di Alkitab tidak tertulis demikian, tidak ada catatan mereka pindah tempat, kecuali setelah Yusuf mendapatkan mimpi, mereka pindah ke Mesir, otomatis pindah tempat tinggal dong.

Jadi kesimpulannya, 3 majus memang bertemu Yesus di rumah, tetapi memang penggambaran rumah di jaman itu bisa difungsikan dibagian lainnya sebagai kandang ternak, Yusuf keluarganya mendiami bagian lain di rumah itu yang diperuntukan untuk kandang domba, jadi benar jika Yesus memang lahir di kandang domba dan penggambaran atau ilustrasi banyak budaya hingga budaya saat ini menggambarkan demikian, dan itu tidak keliru.

Jadi jika dia (konten kreator) mau mengajak kita berpikir soal pemahaman soal kapan Yesus (usia berapa) ditemui oleh majus itu, bisa memulai bukan dari kata 'rumah' tadi, justru dia harusnya jelaskan soal time line kedatangan majusnya. Karena itu tidak keliru, justru dia yang keliru memahami budaya masyarakat Yudea pada abad pertama, bahwa di rumah itu bisa ada kandang ternak di bagian lain di rumah itu.

Kita orang Kristiani itu memang harus kritis dan memahami sejarah dengan benar itu harus, karena iman kita bukan sekedar percaya, tapi karena memang apa yang kita percayai dan yakini dan imani ini memang sungguh-sungguh terjadi, bukan rekaan atau karangan nabi yang mendongeng atau menyalin kisah-kisah nabi-nabi terdahulu lalu disesuaikan dengan budaya Arab.

Ini re-action saya terhadap video itu, saya kurang setuju saja dengan pendapatnya yang mengkelirukan ilustrasi kandang natal atau gambaran-gambaran ilustrasi natal yang dia maksudkan di video itu.

Jika ada yang punya pendapat lain memahami video tersebut, mohon dijelaskan dikolom komentar, soalnya saya ingin tahu juga dari sisi pov yang lain memahami apa yang disampaikan divideo tersebut. -cpr

#onedayonepost
#re-action
#opini
#informasi
#majus
#natal

Jumat, 12 Desember 2025

Musik: Tuhan Tahu (2021)

Sudah beberapa waktu ini saya gak membagikan lagu/musik rohani lagi. Lagu ini pernah saya dengar ketika ibadah di gereja. Saya tidak tahu liriknya tapi saya kenal lagu ini, ketika diputarkan pasti saya langsung bisa bersenandung. 

Apa judul lagunya? 

Lagu ini berjudul Tuhan Tahu,  lagu ini dirilis pada 20 November 2021. Lagu ini dipopulerkan oleh Melitha Sidabutar, Clarisa Dewi dan Ps. Lukas Kusuma. Lagu ini ditulis lirik dan musiknya diaransement oleh Jason Irwan. Diproduksi oleh dapur rekaman Impact Music. Kalian bisa cari lagu ini di Youtube ▶️. 

Ilustrasi dibantu oleh chatgpt

Lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang tengah mengalami masa sulit, merasa lemah, bingung, dan tak melihat jalan keluar. Pada situasi ini, lagu ini mengajak kita percaya bahwa Tuhan sedang bekerja. Tuhan tahu semua pergumulan kita, Dia tidak diam, waktu Tuhan selalu tepat, selalu ada pengharapan, karena iman itu percaya sebelum kamu melihat-Nya. 

Berikut ini saya bagikan lirik dari lagu ini:
Perhatikanlah bunga bakung di ladang
Tuhan hiasi tanpa bekerja
Apalagi kita orang percaya
Tuhan p'lihara Tuhan cukupkan

Perhatikan burung-burung di udara
Tuhan b'ri makan tanpa bekerja
Apalagi kita kesayangan-Nya
Tuhan p'lihara Tuhan sediakan

Reff:
Saat kau perlu Tuhan tahu
Saat kau minta Tuhan dengar
Saat percaya Tuhan bekerja (oh-uh)
Saat menangis Tuhan tahu
Saat berdoa Tuhan dengar
Saat bersyukur Tuhan berkati

Perhatikan burung-burung di udara
Tuhan b'ri makan tanpa bekerja
Apalagi kita orang percaya
Tuhan p'lihara Tuhan sediakan

Reff:
Saat kau perlu Tuhan tahu
Saat kau minta Tuhan dengar
Saat percaya Tuhan bekerja
Saat menangis Tuhan tahu
Saat berdoa Tuhan dengar
Saat bersyukur Tuhan berkati

Kau Tuhan lebih dari cukup
Kasih-Mu Tuhan
Kau Tuhan lebih dari kar'na
Janji-Mu pasti terjadi
Saat kau perlu Tuhan tahu
Saat kau minta Tuhan dengar
Hu oh oh

Reff:
Saat kau perlu Tuhan tahu
Saat kau minta Tuhan dengar
Saat percaya Tuhan bekerja
Saat menangis Tuhan tahu
Saat berdoa Tuhan dengar
Saat bersyukur Tuhan berkati
Saat bersyukur Tuhan berkati
Saat bersyukur Tuhan berkati


Sebuah renungan:
Dunia adalah lembah air mata
Manusia lahir di awali dengan air mata
Dan dia khiri dengan iringan air mata
T'ruskah kita terpuruk dengan air mata kesedihan
Bangkitlah kita punya Tuhan Yang Hidup
Kita punya Yesus yang sanggup mengubah
Air mata menjadi suka cita
Datanglah ke dalam pelukan kasih Yesus
Jadilah kuat panggil nama Yesus Yang Ajaib
Jalani hidup ini bersama Yesus
Yesus yang akan p'lihara
Menolong dan mencukupkan segala keperluan
Jadilah kuat
Jadilah kuat
Saat menangis Tuhan tahu
Saat kau lemah Tuhan tolong
Saat kau datang Tuhan berkati


Semoga lagu ini bisa memberikan penguatan ketika tengah bimbang dan galau atas semua masalah yang terjadi. Percaya Yesus ada menyertai kita. Walaupun terkadang kita 'takut'. Tapi tahukan di Alkitab, banyak frase kata 'jangan takut' disebutkan berkali-kali, itu sebuah tanda memang wajar kita takut disetiap saat, tapi setiap saat pula Tuhan sampaikan kita untuk 'tidak takut' karena Dia akan selalu menyertai. Karena itulah yang benar. 


Semoga iman kita bisa tetap teguh, saya pun tengah belajar memahami bagaimana Dia bekerja dalam hidup saya. Percaya pada janji Tuhan, jangan fokus pada apa yang melemahkan iman kita, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Percayalah, Tuhan memberkati kita semua. -cpr

#onedayonepost
#musik
#hiburanrohani
#youtube

Kamis, 11 Desember 2025

Yesus Satu & Sama Tapi Kenapa Umat-Nya Mengotak-ngotakan Diri

Tulisan ini saya juga catat dan publish diblog saya lainnya, karena memang jadi pergumulan dan pertanyaan yang sama dalam hati, soal kenapa:
"Yesus itu satu dan sama, Dia lahir di tempat yang sama, sosok yang sama, dimulai di Betlehem, punya murid-murid yang sama, yang diajarkan-Nya sama, tetapi kenapa umat-Nya justru mengotak-ngotakan diri!? Dimulai dari perpecahan gereja barat dan timur, terus lagi perpecahan lagi abad ke-16, hingga akhirnya puluhan ribu denominasi gereja. Padahal, asal dan sumbernya satu dan sama. Kenapa, umat-Nya justru mengotak-ngotakan? Cara memahami Yesus lah yang berbeda, tapi tak perlu mengotak-ngotakan, kenapa membeda-bedaka, ritual, liturgi, cara beribadah, teologis, dogma dll., oke dibedakan, tapi tak perlu lah menyalahkan satu dan lain, mengatakan ini itu satu dan yang lain. Jika pilihan mu beribadah dengan cara itu, lakukanlah, jika cara itu bisa membuatmu serupa seperti Yesus secara perilaku. Tapi gak perlu membeda-bedakannya dalam tendensi merasa benar."
Itulah pergumulan saya. Apa yang saya pikirkan ini pasti akan ditentang oleh masing² pemuka agama. Karena masing² pemuka agama pasti akan membela dan mendukung teologi dan dogmanya masing-masing. 

Ilustrasi, gambar diambil dari Google

Tapi tidak sadar semua dogma dan teologi itu merupakan hasil refleksi dan perenungan pikiran manusia, sedangkan realitanya apa yang dikenalkan sumbernya ya satu dan sama, yaitu Yesus Kristus.

Sekarang begini, misalkan ya, dimasa yang akan datang, ada lagi yang tidak nyaman dan kurang sreg cara beribadah dari denominasi Kristen yang sudah ada, lalu mendirikan lagi gereja baru, dengan teologi, dogma baru dan dasar² baru lagi, terus aja akan seperti itu. Nanti ujungnya, itu semua bersumber dari Yesus yang sama. Jadi akan terus seperti itu.

Sebenarnya, gak usah lah buat² baru lagi aliran², ini itu hanya karena alasan tidak sependapat, saat ini sudah banyak pilihan, pilih saja salah satunya, dan lakukan ajaran-Nya dengan baik dan benar, selesai, gak perlu buat gereja dengan alasan penginjilan. 

Dunia menjadi seperti ini ya karena pikiran manusia juga, coba dulu sudahlah, Kristen itu ya satu, ambil seluruh sejarahnya dan jangan dipotong-potong. Ada yang percaya Maria bunda Yesus, ada yang gak, ada yang hormati ada yang gak, ada yang percaya Tritunggal ada yang gak. Padahal secara nyata Yesus menyatakan demikian, dan secara fakta Yesus lahir dari perawan Maria, namun ada saja perbedaan. Padahal hal ini sebenarnya tak perlu. Kemudian satu itu karena mengikuti suksesi rasul Petrus, satu lagi Andreas, satu lagi Markus dan lain sebagainya. Jika sejak semula manusia² itu bisa memahami bahwa Yesus itu satu dan sama, kenapa harus pada ribut dengan perbedaan. 

Hal ini yang jujur saja jadi pergumulan saya, karena yang ada ialah saling merasa benar satu sama lain, dan menyalahkan atau tidak membenarkan satu sama lainnya. 

Kalau mau hidup benar, ya hidup seturut Kristus saja, urusan ritual, tata cara ibadah, dengan model apapun, asal tak menyalahi apa yang Yesus ajarkan ya sudah. 

Apa Yesus mengajarkan ibadah dengan menyanyi² pujian dengan musik meriah?

Tidak ada bukti sahih yang menunjukan peribadahan yang kita lakukan saat ini Yesus yang ajarkan, tidak ada itu. 

Apa Yesus mengajarkan ibadah dengan tata cara liturgi ketat? 

Yesus mengajarkan jamuan makan, memecah-mecah roti dan jamuan minum, itu yang Yesus selalu tunjukan dan gereja saat ini mengenangkan peristiwa ini dalam tiap ibadahnya, lalu apa itu salah? Ini hanya soal istilah, satu pihak menggunakan istilah bahasa Latin, satu pihak pakai bahasa Yunani, satu pihak pakai bahasa umum. Semuanya sama² mengenangkan peristiwa itu, lalu kenapa membeda-bedakan, menyalah-satu sama lain. 

Yesus hanya mengajar tentang apa yang seharusnya manusia lakukan, tidak memaksa ke sini atau ke sana, Yesus pastinya memaksa kita hidup seturut kehendak-Nya. 

Lalu kenapa sekarang kita umat-Nya koq mengotak-ngotakan diri. Sekali lagi saya bilang, jika kamu mau beribadah dengan cara A, ya silakan, cara B, ya sudah jika itu bisa membawa mu ke jalan yang benar menurut kehendak-Nya. 

Memang selalu ada ungkapan, "tidak ada kecap nomor #2, yang ada selalu nomor #1".

Sekali lagi ini pergumulan dalam pikiran saya. Saya percaya Yesus Kristus yang sama dan satu, yang lahir di Betlehem, wafat dikayu salib, Dia yang awal dan akhir. Saya mempercayai semua dogma gereja sejak mula² tidak ada keraguan sedikit pun. 


Jika membahas perbedaan, jika yang dibandingkan adalah sosok yang namanya Isa, jelas itu patut dibedakan, dan itu jelas tidak sama. Dalam sejarah dunia hanya ada Yesus Kristus. Isa adalah kisah adoptif untuk seolah-olah menyerupakan sosok kudus, namun agar supaya umatnya tak mengikuti ajaran Yesus Kristus yang benar, maka diciptakan tokoh Isa yang sekedar figuran nabi² pada umumnya. 

Kalau itu yang terjadi, jelas kita katakan berbeda dan jelas tidak sama, barulah kita perdebatkan dan gak perlu debat lagi, langsung tolak, karena tidak sesuai dengan Yesus yang kita percaya dan imani. 

Semua catatan di atas adalah pergumulan saya, yang selalu tidak bisa diungkapkan di forum komunikasi dengan sesama manusia, yang ada saya belum sempat ngomong sudah disanggah, saya ingat, saya mau ngomong eh disangka menyela pembicaraan orang lain. Yang jelas, ini adalah sudut pandang saya yang percaya Yesus itu satu dan sama, kita saja manusia yang mengotak-ngotakan diri dengan dalil² filsafat masing-masing sebagai cara memahami maksud-Nya. 

Tidak masalah jika tidak jadi ajang menyalah-nyalahkan orang lain atau membenar-benarkan diri, tapi yang terjadi ya seperti itu, makanya saya jadi agak gimana gitu, koq ya aneh gitu. Gurunya sama koq pada ribut sendiri. 

Karena dunia ini menjadikan Dia berbeda-beda, Dia menurut Katolik, dia menurut Ortodoks, dia menurut Kristen Protestan: Lutheran, Calvinis, Presbiterian, Anglikan, Pentakosta, Baptis, dan lain sebagainya. Padahal Yesus yang satu dan sama, tapi manusialah yang membeda-bedakannya. 

Bolehlah berbeda, jika kamu ingin beribadah dengan cara A, B atau C, itu terserah ke pribadi masing² tapi tak perlu menyalahkan satu sama lain, ketika pemahamannya adalah sama, bahwa Yesus adalah Allah.

Perbedaan cara ibadah, cara menghargai orang² kudus, bahkan soal peran Bunda Maria itu gak usah diperdebatkan, jika kamu tak mengakui peran Maria ya sudahlah, begitupun kamu yang mengakui peran Maria ya sudahlah, gak perlu memaksakan orang lain ikut dengan pandanganmu. 

Jika kamu mau meniru ya akuilah, jika tidak ya sudah. Permasalahan sekarang adalah mengakui perbedaan, tetapi pada kenyataan saling tiru-meniru tapi gak mengakui. Akuilah sejarah diciptakan dari awal ke akhir. Semua terjadi karena ada sejarahnya jadi gak perlu lah membeda-bedakan. Perbedaan itu memang ada, tapi kembali bagaimana cara mu berkomunikasi dengan Yesus, pilihlah caramu itu, karena kita menyembah pada Yesus yang sama. 

Saya bukan dalam maksud mencampur adukan, tetapi lebih memahami, jika kita orang Kristiani pengikut Kristus mau bersatu dalam Kekristenan, robohkan border itu pengotak-ngotakan itu dan saling menghormati. Ini hanya masalah cara saja, "banyak jalan menuju Roma", kita punya rujukannya yaitu firman -Nya. 

Sudah gitu saja, ini unek² saya ketika berdebat soal perbedaan Kekristenan. Padahal sejarahnya dimulai dari satu, kenapa berbeda semua bisa dijelaskan tapi bukan untuk diperdebatkan, karena kita ini awalnya semua sama, yaitu pengikut Kristen. Jangan melupakan sejarah, karena semua rasul dimulai dari Yesus yang sama, jadi yang lahir belakangan juga gak perlu merasa benar. Cukup sekian dan terima kasih. -cpr

#onedayonepost
#postingpribadi
#coratcoret
#opini
#re-action
#kristenadalahsatu

Kamis, 04 Desember 2025

Yesus Kembali Menegur dengan Cara Halus

Pertama-tama saya mau minta maaf sama pasangan saya, saya sudah sangat sering membuatnya jengkel, karena baginya saya ini bebal, tegar tengkuk, ngeyel dsb. Berkali-kali saya bertanya dalam hati, salah saya dimana, menyampaikan reason atas apa yang dilakukan kan wajar, semua pasti ada latar belakangnya. 

Sekali lagi saya mohon maaf untuk pasangan saya, saya tidak ingin bermusuhan, saya hanya ingin didengar. 

Tapi ternyata Tuhan memang baik pada saya, Dia selalu memberikan kesempatan pada saya untuk menyadari, Tuhan lebih tahu siapa dan bagaimana pribadi saya ini terbentuk, Dia lebih mengenal saya daripada saya mengenal diri saya sendiri. 

Dia ingin saya hidup dijalan yang benar. Dia kenalkan saya pada sosok yang memang sudah terbiasa hidup benar, tanpa excuses, just correct no wrong. Itu kenapa saya dihadapkan pada situasi seperti ini, nampak seperti seseorang yang kehilangan arah, dia seperti berdiri tanpa pegangan dan melangkah tanpa arah. 

Saya diingatkan, ditegur dan diberi refleksi² sederhana, supaya saya lebih memahami. Dia lebih mengenal saya bagaimana saya selalu diajak berpikir. Walaupun terkadang karena ketidakfokusan, selalu saja kembali kehilangan arah. 

Ilustrasi disiapkan oleh chatgpt


Jadi kali ini, melalui refleksi yang akan saya bagikan ini, saya seperti ditegur lagi, bahwa saya itu salah, saya itu harus ikut jalan yang benar. Pasanganmu itu benar melakukan itu semua padamu. 

Walaupun ada sisi ego di sana, tetapi jika mau hidup menjadi keluarga kudus itu harus berada di jalur yang benar, tidak abu-abu dan tidak menyimpang, jadi kenapa pasanganmu begitu strange untuk meluruskan saya. 

"Yesus yang Mengutuk Pohon Ara"

Pasti tahu lah ya perumpamaan yang Yesus utarakan soal pohon ara. Ini seperti tertulis dalam Injil, Markus 11: 13 - 21  dan Matius 21: 19 - 21.

Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun. Kata-Nya pada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi untuk selama-lamanya." Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu. (Matius 21: 19)  

Yesus menjawab mereka, Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Hal itu akan terjadi. (Matius 21: 21) 

Serupa dengan apa yang tertulis dalam Injil Matius, dalam Markus pun tercatat demikian. 

Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. (Markus 11: 13) 

Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya. (Markus 11: 14) 

Dari dua Injil di atas, ada kesamaan bagaimana Yesus mengutuki pohon ara. Di sana tertulis 'sebab memang bukan musim buah ara'. Jika dibaca mentah, terkesan bahwa Yesus koq menjudge sesuatu yang belum waktunya, seperti koq ya tidak adil. 

Terkadang saya sering dihadapkan pada situasi ini oleh pasangan saya. Pasangan saya sering menjudge lebih dulu atas apa yang saya lakukan, memang ada yang pas saya lakukan salah, ada yang pas saya sudah lakukan benar, ada juga yang saya ini adalah imbasnya tapi disalahkan. Mendapati situasi seperti itu saya sering berontak, kesal, marah, emosi, koq ya tidak adil. 

Ternyata dari refleksi di atas itu saya seperti ditunjukan, ini lho yang Tuhan Yesus maksudkan, pasanganmu itu tidaklah jahat, pasangan mu itu bukan tidak adil. 

Sama seperti Yesus, Yesus bukannya tidak adil. Tetapi kamu harus tahu apa maksud dari itu semua. Coba simak lebih lanjut apa maksud Yesus sebenarnya 'mengutuki pohon ara' itu. 

Jadi ada hal yang perlu diketahui soal sifat sesungguhnya dari pohon ara. Yesus maha mengetahui apa yang tersembunyi dan yang kelihatan, baik manusia atau semua makluk hidup lainnya, Dia tahu semuanya.

Pohon ara itu tumbuh di Israel biasanya memunculkan kuncup buah awal (yang bisa dimakan). Kuncup buah ini tumbuh bersamaan dengan daun-daun muda. Jadi logikanya ketika ada pohon ara tumbuh lebat dengan daun-daun mudanya, maka seharusnya ada kuncup² buah awal di sana. Rimbun daun itu sebenarnya adalah tanda alami bahwa pasti akan ada buah di sana. 

Sedangkan yang terjadi ketika Yesus menemui pohon ara itu, pohon itu memberikan ciri daun-daun yang rimbun, namun ketika didapati dari dekat tidak ada buahnya. 

Daun di sini diumpamakan sebagai 'janji' untuk pohon itu memiliki buah. 

Masalah pada pohon ara itu bukanlah soal berbuah atau tidak pada musim panennya tapi kepada penipuan. Pohon itu menampilkan look yang rimbun dengan daun-daun muda, tapi ternyata tidak ada buahnya di sana, (bakal buah yang bisa dikonsumsi). Menampilkan seolah-olah subur, bertumbuh. 

Pada peristiwa itu Yesus bukan mengutuki tanaman, bukan, namun itu memberikan perumpamaan yang nyata kenyataan spiritual masyarakat Israel kala itu. Pohon itu merupakan cerminan masyarakat yang terlihat sangat religuus,  namun kosong di dalamnya. 

Jika direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari kita ini sering menampilkan sesuatu atau look yang nampak baik, benar, agamis, rohaniah, hal-hal yang orang liat sekilas pastinya baik, tetapi setelah didekati, dikenali ternyata ada kekosongan atau kehampaan. 

Dalam diri saya sendiri ini merefleksikan apa yang terjadi dalam keluarga saya, nampak harmonis, baik² saja, utuh, ayah ibu dan anak, tetapi kenyataannya setelah didekati nampak kekosongan yang, dimana diantara anggota keluarga tidak ada komunikasi sama sekali, masing² berbicara hanya seperlunya dan tidak ada kesatuan antara anggota keluarga. Meski tinggal satu atap tetapi relasi di dalamnya seperti penghuni kos-kosan. 

Inilah yang pasangan saya lihat, ini pula yang tercermin seperti kisah perumpamaan pohon ara ini. 

Begitupun yang pasangan lihat dari diri saya, saya seperti menampilkan sesuatu yang nampak baik² saja, sebetulnya rapuh di dalam dan tidak punya arah tujuan. 

Seperti yang tadi disampaikan di atas, daun-daun yang nampak rimbun sebenarnya adalah sebuah janji untuk menghasilkan buah. 

Sama seperti saya, keluarga saya, yang ditampilkan dari luar itu adalah sebuah keharmonisan tapi nyatanya kosong, semua keluarga itu janjinya adalah menciptakan keluarga kudus, pribadi saya menampilkan seseorang yang harusnya sudah mapan, matang secara mental dan spiritual, tapi ternyata setelah didekati ada kehampaan dan kerapuhan, bahkan tak tahu arah. 

Di sini perumpamaan Yesus itu sangat keras untuk mengingatkan agar kembali kepada kodrat alami, bertumbuh, berkembang, dan berbuah. 

Sebuah refleksi yang sangat² menohok sekali. Saya sengaja menuliskannya di sini sebagai refleksi karena saya menyadari kebodohan dan kelemahan saya jika tidak mencatatnya di sini. 

Semoga saya bisa segera berbenah, memperbaiki diri di sisa waktu yang ara, agar lekas berrumbuh, berkembang dan berbuah. 

Teruntuk pasangan saya, saya minta maaf, saya sadar saya salah, Yesus telah menegur saya melalui kamu, bahkan gak cuma itu melalui sharing dan sharing media sosial saya kembali disadarkan soal ini. Saya minta maaf, saya berharap kamu bisa memaafkan saya dan mendukung saya untuk jadi sesuai porsinya, menjadi seorang laki-laki dan kepala keluarga yang sesuai kehendak Yesus Kristus. 

Ya Yesus, terima kasih atas kebaikanmu, terima kasih karena terus menyertai dalam kehidupan saya. Tuntun saya dan jadikan saya orang yang tidak bebal dan tidak tegar tengkuk, agar bisa dibentuk seturut kehendak-Mu. Amin. -cpr

#onedayonepost
#refleksi
#iman
#pohonara


Definisi Yesus Kristus Adalah Senjata

Ini memang bisa saja tidak bisa dipraktekan dibanyak kejadian, tapi bisa saja berhasil dengan satu syarat percaya akan imanmu, jika kamu percaya Yesus mampu melakukan segala perkara maka terjadilah demikian. 

Kadang kita ini tidak bisa langsung percaya jika tak melihat situasi atau kejadiannya secara langsung, "wah ternyata bisa ya, kalau memang bisa barulah kita percaya". Pesan ini juga sekaligus menyinggung pada diri saya sendiri. 

Ada hal menarik, ada seseorang yang mampu mengalahkan penjahat bersenjata hanya menghandalkan Yesus Kristus, tidak melawan dengan senjata tetapi dengan mengenalkan Yesus Kristus. Bukan Yesus Kristus datang bak superhero lalu menyelamatkan mu, bukan seperti itu.

Ilustrasi, wanita penjaga toko, gambar diambil dari Google

Orang itu bernama Nayara Goncalves seorang wanita Kristen asal Florida, USA. Dia adalah seorang penjaga toko/ swalayan. Suatu ketika dia didatangi penjahat atau perampok saat tengah bekerja. 
👧 : Nayara Goncalves
🥷 : Penjahat / perampok

👧 : Yesus punya sesuatu yang lebih baik untukmu, juga untuk semua orang di luar sana
👧 : Aku tidak menyalahkanmu atau pun menghakimimu, aku tidak tahu apa yang kamu alami,  tapi kita punya kesulitannya masing-masing
🥷 : Aku tidak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya
👧 : Aku bisa membantumu mendapatkan pekerjaan, aku punya banyak teman di gereja
🥷 : Aku punya pekerjaan
👧 : Lalu kenapa kamu melakukan ini? 
🥷: Karena aku akan diusir jika tak membayar sewa US$300 
👧 : Hanya ini yang aku punya (sambil menunjukan laci kasir)
👧 : Dan jika kau mengambilnya aku akan disuruh bertanggung jawab 
🥷 : Aku tidak akan melakukannya
🥷 : Maafkan aku, sungguh maafkan aku
👧 : Kamu harus mengenal Yesus, Dia bisa membantumu. Dia mampu mengubah hidupmu
🥷 : (pergi meninggalkan wanita itu) 

Sebuah percakapan yang pada akhirnya membuat si penjahat/ perampok itu mundur dan pergi begitu saja tanpa kekerasan. Ketika Yesus yang sungguh menjadi 'senjatamu', keimanan akan Dia inilah yang menjadi titik tolak setidaknya mengubahkan keinginan jahat seseorang. 

Si penjahat/ perampok masih punya hati, punya kewarasan untuk memahami bahwa masih ada 'jalan lain', jalan yang benar yaitu Yesus Kristus. Melalui wanita itu, nama Dia dilintaskan dalam pikiran penjahat/ perampok itu. Semoga Dia bertobat. 

Sebuah rekaman peristiwa ini bisa menjadi refleksi untuk kita dan diri saya sendiri, bahwa harus percaya dan yakin, ketika Dia mau mengubah kita, tapi kalau kita tidak mau berubah maka tidak akan pernah terjadi. 

Sebuah refleksi yang sebenarnya secara sadar atau tidak itu  untuk menyadarkan saya. Beberapa hari ini saya kerap bertengkar dengan pasangan saya, tentang banyak hal, dari hal² kecil, tapi inti masalahnya ada hal yang tidak benar yang saya lakukan, pasangan saya ingin saya berubah, tapi sering kali saya masih ngeyel dengan normalisasi apa yang selama ini dilakukan toh baik² saja, fine² saja. Tapi sebenarnya itu salah atau tidak benar. 

Dari peristiwa tadi, melalui wanita tadi Yesus ingin penjahat/ perampok tadi berubah. Bisa saja jika si penjahat itu tegar tengkuk, dia kekeh dan tetap ingin merampok, mungkin bisa saja dengan melukai wanita itu, tapi apa yang dilakukan si penjahat itu, dia menerima dan mundur, dan menghentikan kejahatannya. 

Hal yang sama juga bisa jadi refleksi bagi saya, untuk berhenti dari hal² yang salah atau tidak benar, untuk tidak lagi dinormalisasikan. 

Apa yang penjahat itu rasakan, dengan pergumulannya, begitupun dengan saya dengan pergumulannya. Ya Yesus, ampunilah anakmu ini, yang kerap nakal dan berlaku tidak benar 🙏🏻. Berikan kesabaran untuk pasangan saya, berikan kesabaran dan kekuatan bahwa dia adalah kepanjangan tangan-Mu menyadarkanku. -cpr

#onedayonepost
#refleksi
#iman
#penjagatoko
#perampok