Kamis, 27 November 2025

Kenapa Natal Kristen Secara Umum Lebih Cepat dari Kristen Arus Utama

Kali ini saya mau membahas informasi why-why-why, karena terkadang sering ada pertanyaan: "Kenapa sih gereja mu merayakan Natal lebih awal dari tanggal 25 Desember?"

Pertanyaan lainnya yang sering muncul lainnya: "Kenapa tanggal 25 Desember, memang tertulis dalam kalender sewaktu Yesus lahir?" Pertanyaan ini muncul biasanya dari mereka yang tidak percaya, karena berpikir bahwa kelahiran Yesus hanya rekaan saja. 

Ilustrasi gambar dibantu oleh ChatGPT

Sekedar informasi saja, GBIS Hosana Pandaan merayakan Natal 2025 ini pada tanggal 21 Desember 2025, beberapa hari lebih awal dari tanggal 25 Desember, tanggal yang diamini banyak aliran Kristen arus utama, terutama Kristen Katolik. 

Sekedar informasi saja, biasanya umat Katolik itu dihimbau untuk tidak merayakan Natal sebelum waktunya, karena ada empat pekan sebelum Natal itu masa penantian akan kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Jadi masa penantian ya diisi dengan perayaan penantian. 

Mari kita bahas kenapa ada yang merayakan lebih awal, apakah ada dasar biblisnya, dimana Kekristenan sangat berdasarkan pada Alkitab sebagai sumber utama, 'sola scriptura'. 

Jadi pada dasarnya memang tidak ada tanggal pasti yang tertulis dalam Alkitab mengenai kapan Yesus lahir.

Gereja Kristen aliran Pentakosta atau Karismatik memilih merayakan Natal lebih awal tidak berdasarkan patokan biblis secara langsung, namun dalam penentuan kapan perayaan Natal dilakukan atas dasar fleksibilitas atau keluwesan liturgi agar semua jemaat bisa merayakan Natal. 

Meski begitu ada dasarnya yang diambil dari Alkitab kenapa memilih lebih awal, karena ayat ini:
Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah. (Roma 14: 5 - 6) 

Adapun ayat lainnya menyebutkan demikian:
Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat. (Kolose 2: 16) 

Itu dia ayat dari Alkitab yang bisa dijadikan pegangan kenapa Gereja memilih merayakan lebih awal. Karena memang Gereja menitikberatkan pada perayaan Natal itu sendiri. 

Gereja juga tidak punya kewajiban untuk mengikuti kalender liturgi yang menetapkan 4 pekan sebelum Natal adalah masa Adven. 

Sehingga perayaan Natal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan, dimana pelayanan ini semua demi mengakomodasi kebutuhan dari seluruh jemaat dari berbagai kalangan, ada yang pekerja, agenda natalan bersama keluarga besar (kumpul keluarga mudik), ada agenda akhir tahun, serta terlibat dibanyak pelayanan lain. 

Untuk itu pilihan mengadakan Natal lebih awal beberapa hari dari tanggal perayaan natal yang umum adalah karena hal² tersebut di atas. 

Misi Gereja aliran Pentakosta adalah misi atau penginjilan keluar (outreach). Istilah 'outreach' saya temukan pada postingan sebelumnya. 


Mengadakan perayaan Natal lebih awal memberikan nilai lebih sbb. :
🎄 Bisa lebih banyak mengadakan kebaktian Natal, untuk masing² kategorial, misalnya Natal anak sekolah Minggu, Natal kaum muda, Natal dewasa muda, Natal kaum ibu, Natal kaum pria, Natal lansia dan Natal bersama komunitas gereja satu aliran, hingga Natal bersama seluruh umat yang percaya Kristus lintas denominasi (PGI & KWI). 

🎄 Momen Natal yang lebih lama itu bisa jadi misi yang lebih besar untuk mengenalkan Kristus di tengah² umat manusia yang belum percaya. 


Selain itu pada dasarnya ciri liturgi dari Gereja aliran Pentakosta itu sendiri adalah dinamis, spontan dan perayaan sukacita.

Sehingga saat Natal itu adalah momen merayakan inkarnasi Kristus kapan pun gereja menetapkannya, tidak terpaku pada kalender liturgi atau tanggal tertentu. 

Oleh karena tidak ada patokan tanggal, Gereja aliran Pentakosta punya kebebasan menetapkan hari raya, tapi bukan berarti bisa seenaknya menetapkan hari dengan melawan arus, misalnya secara umum momen Kekristenan merayakan Paskah, sedangkan dimasa itu ditetapkan merayakan Natal, itu pun tidak tepat. Gereja menetapkan hari raya tetap menyesuaikan dengan situasi dunia secara keseluruhan. 

Meski begitu Natal pada tanggal 25 Desember tetaplah diakui sebagai Natal yang jadi konsensi masyarakat dunia, sehingga hal ini diikuti sebagaimana mestinya, hanya perayaannya dimajukan lebih awal. 

Sekian dulu bahasan seputar Natal, sebagai pembuka menjelang perayaan Natal. Sampai jumpa dibahasan lainnya seputar katekese iman Kristen. -cpr

#onedayonepost
#iman
#informasi
#natal
#pentakosta
Latest
Next Post

http://bit.ly/cocoper6

2 komentar:

  1. Saran dan masukan, undangan perayaan Natal untuk kelompok Kristen lain yang melaksanakan Natalnya nanti di tanggal 25 Desember juga harus dihormati, jadi kalau mengundang perayaan baiknya setelah tanggal 25 Desember, itu lebih wise.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya yang merayakan Natal duluan juga perlu dihormati keputusannya karena dasarnya pemahaman yang berbeda namun tujuannya ke Yesus yang sama.

      Hapus