Ketika saya mulai sering membuka Alkitab, saya sering bertanya-tanya siapa sih penulis kitab-kitab yang kini kita baca sebagai Perjanjian Baru. Ada beberapa kitab yang kita ketahui dengan pasti siapa penulisnya.
Seperti contoh yang secara nyata, Injil itu dituliskan oleh penulisnya, jadi kalau Injil Matius ya yang menuliskan adalah Matius, begitupun Injil Lukas, Injil Yohanes dan Injil Markus.
Tapi kalau Kisah Para Rasul, siapa yang nulis? Tradisi gereja bisa menjawabnya bahwa yang menuliskannya adalah Lukas. Kemudian Kitab Wahyu, siapa yang menulis? Lagi² tradisi gereja bisa menjawab itu, Yohanes lah yang menuliskannya ketika berada di Pulau Patmos, selain dipastikan tertulis nama penulisnya di catatan Kitab tersebut.
Ada satu Kitab yang juga jadi pertanyaan saya, yaitu Kitab Ibrani. Tadinya saya berpikir Kitab Ibrani itu berasal dari Perjanjian Lama, menyoal istilah 'Ibrani'.
Ibrani sendiri dalam bahasa Indonesia itu merujuk suku bangsa, Hebrew. Merujuk pada keturunan Abraham, Ishak dan Yakub (Israel).
Dahulu kata 'Ibrani' lebih sering dipakai sebelum merujuk pada 'Israel' yang seiring waktu dikenal sebagai bangsa yang besar. Jadi jika dikatakan Bangsa Ibrani = Bangsa Israel sama, rasa nya ya memang begituitu, keduanya sama saja. Namun Bangsa Ibrani lebih cocok digunakan untuk merujuk bangsa pada masa Abraham, Ishak, Yakub hingga jaman Musa.
Selain merujuk sebagai bangsa, 'Ibrani' juga merujuk pada bahasa, bahasa yang digunakan pada masyarakat jaman itu salah satunya ya bahasa Ibrani. Bahasa yang merupakan keluarga dari Semit Barat Laut, serumpun dengan bahasa Aram, bahasa fenesia, bahasa Arab.
Pada kitab² Perjanjian Lama, ditulis 95% dengan bahasa Ibrani, lainnya seperti Kitab Daniel dan Kitab Ezra ditulis dengan bahasa Aram.
Kitab Ibrani terdiri dari 13 pasal, dimana dari tiga belas pasal tersebut terdiri dari beberapa inti atau pokok bahasan yaitu:
🖊 Pasal 1-4 : membahas tentang keunggulan Kristus, bahwa Yesus lebih tinggi dari malaikat dan Musa.
🖊 Pasal 5-10 : Yesus adalah imam besar
🖊 Pasal 11-12 : pahlawan iman dan panggilan untuk bertekun
🖊 Pasal 13 : nasihat praktis hidup Kristen sehari-hari
Kita kembali ke bahasan tadi, soal Kitab Ibrani. Kitab ini berisi surat-surat kepada jemaat Kristen yang berkebangsaan Yahudi (Kristen Yahudi). Kitab ini dimasukan ke dalam kanon Perjanjian Baru. Surat-surat yang dituliskan ini guna memperkuat iman jemaat kala itu yang tengah mendapatkan persekusi.
Pertanyaannya, siapakah penulis Kitab Ibrani ini?
Jawabannya adalah tidak diketahui, alias anonim. Meski para ahli sejarah sudah mencoba mencari tahu kepastiannya, siapa yang menuliskannya. Namun ada beberapa tokoh yang dikira menuliskanya, tapi tetap saja masih ada pro kontra untuk memastikannya.
Ada beberapa tokoh Perjanjian Baru yang dikira sebagai penulis Kitab Ibrani, tapi meski begitu hingga saat belum bisa dipastikan siapa yang menulis Kitab ini. Mari kita bahas di bawah ini:
🦅 Paulus
Gereja awal mengira Kitab ini ditulis oleh Paulus, tetapi dari sisi gaya bahasanya berbeda dengan surat² yang ditulis oleh Paulus, tidak ada sapaan salam khas yang disampaikan Paulus seperti dalam surat² nya.
Sehingga dugaan jika Paulus yang menulis Kitab ini kemungkinannya sangat kecil. Tidak menunjukan karakter gaya bahasa Paulus itu sendiri sebagai penulis.
🦅 Barnabas
Bapa Gereja (Tertulian) menyatakan bahwa penulis kitab ini adalah Barnabas. Atas dasar Barnabas adalah seorang Lewi. Karena tema umum dari Kitab ini adalah tentang imam, mezbah, dan sistem keimanan.
Meski begitu ini hanya dugaan saja, tidak merupakan suatu kepastian bahwa Barnabaslah yang menulis Kitab ini.
🦅 Apolos
Diketahui dari tradisi, karakter Apolos, dengan gaya retorika Ibraninya sepertinya cocok dengan gaya penulisan di kitab ini. Namun tidak ada bukti yang mengarah ke sini.
🦅 Lukas
Lukas diketahui secara pasti sebagai penulis Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul. Tapi ketika dicari kesamaan gaya bahasanya pun tidak menjamin kebenarannya bahwa penulis Kitab Ibrani adalah Lukas.
🦅 Priscilla
Priscilla merupakan guru atau pengajar yang menjadi rekan Paulus dalam pewartaan. Priscilla adalah seorang wanita, kebetulan di Kitab Ibrani ini tidak menuliskan nama penulisnya, bisa saja, jika penulisnya adalah Priscilla yang seorang wanita, sengaja tidak menuliskan nama untuk menutupi identitas penulisnya. Tapi ini hanya spekulatif saja.
Meski beberapa tokoh Alkitab di atas diduga sebagai penulis Kitab Ibrani namun ternyata tidak bisa dipastikan secara valid. Tapi setidaknya nama-nama tersebut bisa jadi guide singkat.
Entah siapapun penulis Kitab tersebut, yang pasti dia adalah pengabar Injil, kita pun hendaknya juga menjadi pengabar Injil kepada mereka yang belum mengenal Kristus.
Segitu saja pembahasan kali ini. Saya cukupkan pembahasan kali ini. Kita jumpa lagi dipembahasan lainnya, bahas hal lainnya seputar keimanan Kekristenan, menjadi pewarta Injil, mengenalkan Kristus keluar yang belum mengenal Kristus. -cpr
#onedayonepost
#informasi
#kitabibrani
#perjanjianbaru
#tokoh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar